Apa Itu Deposito

Pada saat melakukan pengelolaan keuangan yang kita miliki sekarang, tentu saja membutuhkan berbagai macam pertimbangan dan juga perencanaan yang matang. Dalam hal ini deposito bank bisa menjadi pilihan bagi kamu.

Kamu perlu ingat bahwa selain kamu harus mengalokasikan dana sesuai dengan kebutuhan sekarang, kamu juga perlu untuk melakukan perencanaan masa depan.

Kamu perlu menerapkan strategi supaya dana yang dimiliki tidak tergerus oleh inflasi yang selalu terjadi setiap tahunnya. Nah, ada salah satu pilihan nih buat kamu, yaitu dengan deposito bank.

Deposito adalah simpanan yang pencairannya hanya bisa dilakukan pada jangka waktu yang sudah ditentukan di awal atau pada saat jatuh tempo dan harus memenuhi beberapa syarat tertentu.

Oke, untuk mengetahui lebih banyak tentang deposito, yuk simak pembahasannya dalam artikel ini!

Catatan: Ingat, bagi kamu yang muslim produk ini termasuk ke dalam RIBA.

Apa Itu Deposito Bank?

apa itu deposito

Deposito ini merupakan salah satu produk yang ditawarkan oleh bank umum konvensional.

Seperti yang sudah sempat dibahas sebelumnya, bahwa deposito bank merupakan salah satu produk penyimpanan uang yang menggunakan sistem penyetoran yang dilakukan di awal dan pencairan menggunakan syarat tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Ya, meskipun dana yang disetorkan hanya bisa dicairkan pada saat jatuh tempo atau jangka waktu berakhir, produk penyimpanan ini mempunyai keunggulan tersendiri dibanding dengan tabungan biasa.

Namun, apabila kamu ingin memutuskan untuk melakukan pencairan dana tersebut sebelum jangka waktu berakhir biasanya bank akan memberikan penalti atau potongan yang harus kamu tanggung.

Jenis-Jenis Deposito Bank

jenis jenis deposit bank

Apabila kamu tertarik untuk melakukan penyimpanan uang pada produk simpanan berjangka ini, maka kamu perlu mengetahu jenis-jenisnya.

Hal tersebut perlu dilakukan karena supaya kamu memahami terlebih dahulu apa yang kamu perlukan.

Karena produk ini berhubungan dengan jangka waktu, maka kamu perlu mengetahui kapan sekiranya simpanan tersebut memang benar-benar kamu perlukan.

Dengan mengetahui hal tersebut tentu saja kamu akan bisa menikmati keuntungan maksimal dari produk simpanan berjangka ini.

Oke, langsung saja berikut merupakan jenis-jenis deposito:

1. Deposito Berjangka

Jenis simpanan yang satu ini memang merupakan jenis yang paling umum dan paling sering digunakan oleh masyarakat.

Deposito berjangka merupakan salah satu jenis simpanan yang dilakukan berdasarkan jangka waktu tertentu dengan beberapa karakteristik berikut ini:

  • Biasanya mempunyai jangka waktu 1, 3, 6, 12, sampai 24 bulan.
  • Diterbitkan dengan mencantumkan nama dari pemilik simpanan baik itu perorangan atau badan.
  • Diberikan bunga kepada setiap deposan, dengan besaran sesuai dengan ketentuan dari setiap bank.
  • Pembayaran bunga dapat dilakukan setiap bulan atau setelah jangka waktu berakhirnya baik secara tunai maupun non tunai (pemindah bukuan).
  • Kepada setiap deposan dengan jumlah nilai simpanan tertentu akan dikenakan pajak penghasilan atas bunga yang diterimanya.
  • Pencairan simpanan yang dilakukan sebelum jatuh tempo akan dikenakan penalti atau denda.

2. Deposito Valas

Terdapat beberapa bank baik itu bank swasta atau milik pemerintah yang menyediakan deposito valas atau valuta asing.

Biasanya simpanan ini diterbitkan dalam mata uang US dollar atau mata uang lainnya seperti, Euro, Pound Sterling, Yen Jepang, dan lain sebagainya yang terdaftar dalam Bursa Valuta Asing Jakarta.

Pada dasarnya jenis simpanan ini mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut:

  • Setoran pokok minimal sebesar US$10.000 untuk mata uang US dollar, sedangkan mata uang lainnya sebesar US$100.000.
  • Untuk mata uang US dollar setoran selanjutnya kelipatan US$1.000 dan untuk mata uang lainnya sebesar US$10.000.
  • Jangka waktu penyimpanan 1, 3, 6, atau 12 bulan.
  • Untuk US dollar khusus setoran pokok di atas US$100.000 bisa memilih jangka waktu yang lebih singkat yaitu 7-30 hari, sedangkan untuk mata uang lain setoran pokok harus di atas equivalent US$100.000.

Baik deposito valas dengan mata uang US dollar atau mata uang lainnya, sama-sama memberikan penawaran bunga yang menarik dan fleksibel sesuai perkembangan pasar.

Pada umumnya bunga yang diaplikasikan pada jenis simpanan ini sesuai dengan suku bunga internasional.

3. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh bank sebagai bukti simpanan yang bisa diperjualbelikan atau dipindah tangankan ke pihak ke-3.

Hal tersebut bisa dilakukan karena jenis simpanan ini diterbitkan atas unjuk atau tidak mencantumkan nama deposan.

Untuk pembayaran bunganya bisa dilakukan di muka, setiap bulan, atau ketika jatuh tempo, baik itu secara tunai atau non tunai.

Maksud dari bunga dibayar di muka adalah dipotong dari harga nominal pada saat sertifikat dibeli.

Misalnya, sertifikat dengan harga Rp. 1.000.000 dibeli secara tunai dengan harga Rp. 900.000.

Akan tetapi, setelah jangka waktu habis atau jatuh tempo akan diterima kembali sebesar Rp. 1.000.000.

Untuk besaran bunga juga bervariasi tergantung kemampuan dan juga kebutuhan bank penerbit sertifikat atas dana yang ingin ditarik dari masyarakat.

Jenis simpanan ini mempunyai jangka waktu jatuh tempo yang bisa dibilang relatif singkat, yaitu 1 minggu, 2 minggu, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, sampai 12 bulan.

4. Deposit On Call

Jenis simpanan ini berbeda dengan simpanan deposito yang sudah dibahas sebelumnya, karena deposito on call ini akan tetap ada di bank selama deposan tidak mengambilnya.

Akan tetapi, pada saat deposan akan melakukan penarikan, deposan wajib memberitahu pihak bank setidaknya 1 atau 2 bulan sebelum tanggal penarikan.

Hal tersebut sesuai dengan kesepakatan yang terjadi antara deposan dengan pihak bank di awal perjanjian.

Minimal setoran pokok untuk jenis simpanan ini tergolong besar, mulai dari Rp. 50.000.000 atau bahkan sampai Rp. 100.000.000 tergantung dari ketentuan setiap bank.

Khusus untuk jenis simpanan ini, deposan akan dikenakan pajak atas bunga, dividen, dan royalty yang akan dikenakan sebesar 10%, sedangkan untuk jenis deposito lain dikenakan pajak 20%.

5. Deposito Automatic Roll Over

Pada simpanan berjangka, ketika deposan tidak kunjung menarik dananya padahal sudah jatuh tempo, maka dana tersebut akan menganggur di bank tanpa mendapatkan bunga.

Oleh karena itu, ada yang namanya deposito automatic roll over yang pada saat jatuh tempo, maka akan secara otomatis diperpanjang.

Sehingga uang yang ada di simpanan jangka panjang tersebut tidak menganggur dan akan terus memperoleh bunga.

Masih bingung?

Oke, kita misalkan Bintan menempatkan dana sebesar Rp. 100.000.000 selama 12 bulan.

Pada saat jatuh tempo, Bintan belum merasa membutuhkan uang tersebut sehingga belum dicairkan.

Oleh karena itu, bank akan memperpanjang masa jatuh tempo secara otomatis dengan jangka waktu selanjutnya.

Perbedaan Deposit dengan Tabungan

perbedaan deposit dan tabungan

Banyak masyarakat yang masih beranggapan bahwa tabungan dengan deposito itu sama, sebenarnya kedua hal tersebut merupakan sesuatu yang berbeda.

Berikut ini merupakan beberapa perbedaan antara tabungan dan deposito:

TabunganDeposito
Suku bunga lebih rendah.Suku bunga lebih tinggi.
Bisa mengambil uang kapan saja.Uang bisa diambil pada saat jatuh tempo atau dengan suatu ketentuan tertentu, jika ditarik sebelum jatuh tempo dikenakan denda.
Untuk menabung.Untuk investasi.
Tanda bukti kepemilikan dengan adanya buku tabungan yang disertai dengan fasilitas kartu debit atau ATM.Tanda bukti kepemilikan yaitu dengan bilyet giro atau sertifikat.
Setoran minimal lebih kecil.Setoran minimal lebih besar.

Cara Menghitung Bunga dan Keuntungan Deposit

cara menghitung bunga dan keuntungan deposito

Bunga deposito berjangka dapat dihitung dengan menggunakan metode simple interest, dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

rumus menghitung bunga deposito berjangka

Contoh kasus:

Metha merupakan seorang nasabah di bank ABC, membuka deposito berjangka 1 bulan dengan jumlah nominal sebesar Rp. 4.000.000,00.

Suku bunga yang berlaku untung jangka waktu penyimpanan tersebut adalah sebesar 20%.

Berdasarkan pada tingkat suku bunga tersebut, maka perhitungan bunga yang akan diterima oleh Metha adalah sebagai berikut:

contoh kasus deposito berjangka

Kalkulator penghitung bunga deposito:

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang apa itu deposito. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silakan sampaikan di kolom komentar. Terima Kasih.

Advertisements

Tinggalkan komentar

X

Advertisements