Marketing Funnel

Pada artikel sebelumnya sudah dibahas tentang sales funnel yang merupakan kelanjutan dari marketing funnel dan perbedaan antara keduanya.

Nah, pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang marketing funnel / corong pemasaran.

Perlu kamu ketahui bahwa menggunakan corong pemasaran ini merupakan salah satu kunci supaya sebuah proses bisnis selalu bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Selain itu, kamu juga akan bisa mengetahui apa yang harus dilakukan oleh perusahaan kamu untuk dapat mempengaruhi pelanggan pada tahapan tertentu.

Dengan melakukan evaluasi yang lebih mendalam dengan corong pemasaran ini, kamu mempunyai potensi untuk bisa mendorong penjualan yang lebih besar, loyalty yang lebih tinggi, dan kesadaran merek yang lebih kuat.

Apa Itu Marketing Funnel?

Marketing funnel adalah suatu proses pemasaran yang jika digambarkan berbentuk seperti corong atau (funnel).

Digambarkan seperti corong karena pada saat proses awal dari awareness sampai dengan consideration, jumlah orang yang terlibat terus mengalami penurunan.

Corong pemasaran ini juga bisa dibilang merupakan visualisasi untuk memahami proses untuk mengubah calon pelanggan atau target menjadi pelanggan.

Selain itu, bisa juga menjelaskan tentang aspek kuantitas atau jumlah target pasar di setiap tahapannya dan mampu menjelaskan tentang customer journey secara deskriptif.

Pentingnya Marketing Funnel

Melalui corong pemasaran ini tentu saja kamu bisa memahami bagaimana calon pelanggan mengetahui tentang brand kamu dan kemudian akan ditangani oleh tim penjualan pada sales funnel.

Pada saat kamu sudah memahami seluruh prosesnya, maka kamu dapat mengenali langkah mana yang sudah maksimal. Demikian juga dengan setiap langkah yang belum maksimal.

Selanjutnya, kamu dapat memperbaiki strategi marketing pada setiap tahapan yang kurang maksimal.

Pada dasarnya kamu sedang berusaha untuk meningkatkan kemungkinan konversi pada setiap tahapan customer journey.

Dengan demikian, dalam proses pengenalan brand, calon pelanggan akan semakin yakin dan selanjutnya memutuskan untuk menjadi pelanggan kamu.

Menggunakan konsep ini tentunya akan meningkatkan kemungkinan kamu untuk lebih efektif dalam menjalankan strategi pemasaran.

Selain itu, kamu juga bisa terhindar dari menghambur – hamburkan uang untuk upaya pemasaran yang percuma.

Tahapan dalam Marketing Funnel

Tahapan Marketing Funnel

Perlu kamu ketahui bahwa pada dasarnya tidak ada satu pun versi corong pemasaran yang tetap, ada beberapa yang mempunyai banyak tahapan dan ada pula yang mempunyai sedikit tahapan.

Hal tersebut tentu saja tergantung pada jenis bisnis dan target pasarnya. Berikut ini merupakan beberapa tahapan marketing funnel secara umumnya.

1. Awareness

Awareness adalah tahapan awal dimana calon pelanggan baru mengetahui produk atau layanan yang kamu tawarkan.

Artinya pada tahapan ini perusahaan memperkenalkan produk atau layanan mereka kepada target pasar yang sudah ditentukan.

Tahapan ini merupakan tahap yang paling penting dalam promosi bisnis. Hal tersebut dikarenakan pada tahapan ini kamu bisa mengupayakan untuk menjangkau target pasar sebanyak mungkin.

Semakin banyak target pasar yang dijangkau, maka akan semakin besar pula kemungkinan keuntungan yang bisa diperoleh.

Oleh karena itu, tidak heran apabila banyak para pelaku bisnis baru yang rela mengalokasikan banyak dana untuk melakukan promosi di tahap awal.

Namun sayangnya, apabila tidak cukup pintar maka dana tersebut bisa terbuang sia – sia.

Sehingga, kamu perlu ingat 2 hal. Pertama, apapun bentuk upaya promosi yang kamu lakukan, pastikanlah mampu meningkatkan brand awareness dan usahakanlah untuk mematangkan brand strategy yang kamu lakukan.

Pada tahapan ini setidaknya terdapat beberapa pertanyaan dari calon pelanggan yang harus bisa kamu jawab, yaitu:

  • Apa yang perusahaan kamu tawarkan?
  • Mengapa target pasar harus peduli dengan apa yang ditawarkan?
  • Manfaat apa yang diperoleh terget pasar ketika menggunakan produk?
  • Sesuatu apa yang dilewatkan target pasar ketika tidak menggunakan produk yang kamu tawarkan?

Selanjutnya yang kedua adalah kamu sudah mempunyai target pasar yang detail atau spesifik.

Tanpa adanya target yang jelas atau spesifik, sama saja kamu tidak bisa menyasar siapapun.

Cara yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan awareness calon pelanggan terhadap produk kamu misalnya seperti, sosial media ads, website, iklan di televisi, pameran, dan lain sebagainya.

2. Interest

Setelah target pasar sudah mengetahui tentang perusahaan kamu dan apa yang kamu tawarkan, selanjutnya mereka beralih ke tahap minat.

Pada tahapan ini para calon pelanggan akan belajar lebih banyak tentang perusahaan, produk yang ditawarkan, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan produk yang ditawarkan.

Tahapan ini merupakan kesempatan bagi kamu untuk mengembangkan hubungan dengan para calon pelanggan.

Kamu perlu memberikan berbagai macam informasi yang para calon pelanggan butuhkan untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka.

Apabila kamu berhasil mempengaruhi para calon pelanggan, maka mereka akan mulai mengikuti bisnis kamu di media sosial dan mulai berlangganan informasi terkait dengan apa yang kamu tawarkan.

3. Consideration

Tahapan yang selanjutnya adalah consideration. Pada tahapan ini prospek atau target pasar sudah diubah menjadi target pasar yang berkualitas dan dipandang sebagai calon pelanggan.

Di tahapan ini alangkah lebih baiknya kamu memaksimalkan untuk memperlihatkan berbagai fitur atau kelebihan yang dimiliki oleh produk yang kamu tawarkan.

Hal tersebut dikarenakan, kamu bukan satu – satunya yang sedang dilihat oleh calon pelanggan.

Pada tahapan consideration ini, calon pelanggan sedang melakukan perbandingan antara perusahaan kamu dengan pesaing.

Sehingga, menunjukkan berbagai kelebihan dan fitur menarik yang ada pada produk yang kamu tawarkan merupakan hal yang wajib.

Supaya tidak terlihat agresif dalam menonjolkan kelebihan produk yang ditawarkan, maka kamu perlu memperhatikan nilai customer oriented.

Sebagai contoh, daripada berkata “produk kami paling bagus karena ada fitur A, B, C, D, E” lebih baik berkata “Anda bisa memperoleh A karena produk kami mampu memberikan Anda B, C, D, E”.

Selain itu, tim pemasaran kamu juga bisa meyakinkan calon pelanggan dengan menjual imajinasi atau impian seputar produk.

Misalnya, apabila produk yang kamu tawarkan adalah pembersih lantai, kamu dapat menjual gambaran rumah yang bersih, bebas dari kuman, dan pemilik rumah akan senang.

Daripada kamu harus terus – terusan membicarakan tentang kandungan yang ada di dalam pembersih lantai dan manfaatnya.

Akhir Kata

Demikianlah Sedikit pembahasan tentang marketing funnel. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Apabila ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar