Aset Tidak Berwujud dan Amortisasi

Setiap perusahaan tentunya mempunyai asset atau aktiva tetap baik itu berwujud ataupun tidak berwujud. Dalam sudut pandang akuntansi setiap aktiva atau asset mengalami penurunan nilai kecuali tanah. Untuk asset tetap berwujud disebut dengan penyusutan dan aset tidak berwujud disebut dengan amortisasi.

Amortisasi ini merupakan suatu kata yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu dari kata amortize. Secara harfiah, amortize berarti “membawa mati”.

Selanjutnya istilah tersebut digunakan dalam bidang keilmuan akuntansi dan perpajakan.

Amortisasi adalah pengurangan atau penurunan nilai yang terjadi pada aktiva atau asset tetap tidak berwujud yang terjadi secara bertahap dalam jangka waktu tertentu pada suatu periode akuntansi.

Untuk lebih jelasnya di dalam artikel ini juga akan dijelaskan sedikit tentang aktiva tetap tidak berwujud.

Aset Tetap Tidak Berwujud (Intangible Assets)

Aktiva tetap tidak berwujud adalah asset yang mempunyai umur ekonomis panjang dan memberikan manfaat untuk operasi perusahaan, namun tidak memiliki bentuk fisik.

Aktiva tersebut mencerminkan berbagai hak – hak istimewa atau memberikan posisi yang menguntungkan bagi perusahaan dalam mendapatkan penghasilan.

Yang bisa dikategorikan sebagai aktiva tetap tidak berwujud adalah sebagai berikut:

1. Hak Paten

Hak paten adalah hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah dengan melalui direktorat paten kepada perorangan / badan untuk memanfaatkan suatu penemuan tertentu.

Hak perolehan paten dapat meliputi sebagai berikut:

  • Biaya percobaan
  • Biaya penelitian
  • Biaya pengembangan
  • Biaya pendaftaran
  • Dan lain sebagainya.

Hak paten ini diberikan dalam jangka waktu sekitar 17 tahun. Jik a hak paten didapatkan dengan cara membeli, maka akan dicatata sebesar harga perolehannya. Yaitu sebesar jumlah uang yang dikeluarkan untuk mendapatkan hak tersebut.

Jika didapatkan dengan cara melakukan riset atau penelitian yang dilakukan sendiri, maka  harga perolehan hak paten terdiri dari seluruh biaya yang dikeluarkan untuk melakukan riset tersebut, biaya pendaftaran dan honor pengacara.

Hak paten harus diamortisasikan selama umur ekonomisnya, dengan batas waktu maksimal 17 tahun.

Jika karena suatu hal tertentu yang menyebabkan hak tersebut sudah tidak lagi memberikan manfaat atau sudah kehilangan nilai komersialnya, maka nilai buku dari hak paten tersebut harus dihilangkan.

2. Hak Cipta / Copy Right

Hak cipta adalah hak tunggal yang diberikan kepada seseorang / badan untuk memperbanyak dan menjual suatu barang yang berasal dari hasil seni / karya intelektual.

Misalnya seperti hak cipta yang diberikan kepada pencipta lagu, penulis buku, dan lain sebagainya.

Hak ini bisa didapatkan dengan cara penemuan sendiri ataupun bisa juga dengan membeli. Hak cipta ini diberikan dalam jangka waktu sekitar 28 tahun, dimana terdapat kemungkinan dapat diperpanjang selama 28 tahun kedua.

Apabila didapatkan karena penemuan sendiri, maka biaya untuk mendapatkan hak cipta tidak terlalu besar. Oleh karena itu dapat diperlakukan sebagai beban pada periode perolehan.

Apabila didapatkan dengan cara membeli dari pihak lain, maka harga perolehannya akan cukup besar. Oleh Karena itu perlu dikapitalisasikan sebagai aktiva tetap tidak berwujud dan diamortisasikan selama masa manfaat atau umur ekonomisnya.

3. Merek Dagang / Trade Mark

Merek dagang adalah hak tunggal yang diberikan kepada suatu badan usaha atau orang untuk memakai cap, nama atau lambang usaha untuk mengidentifikasi suatu produk atau jasa.

Jika biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan merek dagang tersebut tidak material / tidak besar, maka biaya tersebut bisa diperlakukan sebagai beban pada periode perolehannya.

Namun apabila biaya perolehannya cukup besar, maka dikapitalisasikan sebagai asset tetap tidak berwujud dan diamortisasikan setiap tahunnya.

4. Franchise

Franchise adalah hak tunggal yang didapatkan oleh suatu perusahaan dari perusahaan lain untuk mengkomersialkan produk, proses, teknik, atau resep tertentu.

Misalnya seperti franchise yang dijual oleh Mac Donald, Kentucky Chicken, dan lain sebagainya.

Hak tersebut diberikan dalam jangka waktu tertentu dengan persyaratan tertentu. Oleh karena itu harus dilakukan amortisasi pada setiap tahunnya.

5. Goodwill

Goodwill adalah suatu nilai lebih yang dimiliki oleh suatu perusahaan sebagai akibat dari adanya nama baik, manajer yang baik, letak startegis, dan lain sebagainya.

Goodwill ini hanya bisa diakui / dicatat jika sudah berpindah dari suatu perusahaan melalui pembelian perusahaan lain yaitu pada harga yang lebih tinggi dari nilai wajar aktiva nettonya.

Kelebihan harga diatas nilai wajar itulah yang akan diakui sebagai harga perolehan dari goodwill.

Goodwill ini adalah contoh dari asset tetap tidak berwujud yang tidak bisa diidentifikasi secara spesifik. Apabila dilihat dari segi akuntansi, goodwill merupakan suatu kemampuan dari perusahaan untuk menghasilkan laba diatas laba normal dari perusahaan dalam industry yang sama.

Goodwill ini berkaitan dengan atau muncul dari berbagai macam faktor yang cukup sulit untuk diukur secara kuantitatif atau angka, seperti:

  • Hubungan yang baik antara perusahaan dengan para konsumennya.
  • Tempat usaha yang strategis.
  • Aktivitas produksi yang efisien.
  • Hubungan yang baik antara perusahaan dengan para karyawannya.
  • Berada pada posisi persaingan yang menguntungkan.
  • Dan lain sebagainya.

 

Karakteristik Aset Tidak Berwujud

Aktiva tetap tidak berwujud ini mempunyai 3 karakteristik, yaitu sebagai berikut:

1. Dapat Diidentifikasi

Supaya bisa diidentifikasi suatu asset tak berwujud harus dipisahkan dari perusahaan (bisa dijual / dialihkan).

Atau timbul dari hak kontraktual atau hak hukum darimana manfaat ekonomi atas kontrak tersebut akan mengalir ke perusahaan.

2. Tidak Mempunyai Eksistensi Fisik

Asset berwujud misalnya seperti gedung, tanah, bangunan, ini mempunyai bentuk fisik dan dinilai berdasarkan hal tersebut.

Namun sebaliknya aktiva tidak berwujud mendapatkan nilainya dari hak dan keistimewaan yang diberikan kepada perusahaan yang memakainya.

3. Bukan Aset Moneter

Contoh asset moneter misalnya seperti piutang, deposito, dan investasi jangka panjang (saham dan obligasi) ini juga tidak mempunyai substansi fisik.

Namun asset moneter ini mendapatkan nilainya dari klaim atau hak untuk menerima kas atau setara kas di masa yang akan datang. Aset moneter tidak diklasifikasikan sebagai aset berwujud.


Jenis – Jenis Aktiva Tidak Berwujud

Terdapat beberapa jenis aktiva tidak berwujud, yang sering diklasifikasikan menjdi 6 kategori utama, yaitu sebagai berikut.

  • Aset tidak berwujud terkait pemasaran.
  • Aset tidak berwujud terkait pelanggan.
  • Aset tidak berwujud terkait dengan artistik.
  • Aset tidak berwujud terkait dengan kontrak.
  • Aktiva tidak berwujud terkait dengan teknologi.
  • Goodwill.

 

Pengertian Amortisasi Menurut Ahli

Henry Simamora (2002:323)

“Amortisasi adalah alokasi sistematis biaya perolehan aktiva tidak berwujud selama masa manfaatnya”.

Soemarso (2010:53)

“Seperti halnya dengan aktiva tetap berwujud, nilai dari aktiva tetap tidak berwujud juga harus disusutkan, yang dalam hal ini disebut dengan amortisasi”.

PSAK 19 (revisi 2000)

“Amortisasi adalah alokasi sistematis jumlah tersusutkan suatu asset tidak berwujud selama masa manfaatnya”.

 

Contoh Soal Amortisasi Aset Tidak Berwujud

Berikut merupakan beberapa soal yang mungkin bisa menambah pemahaman kamu tentang aktiva tetap tidak berwujud dan amortisasi.

Contoh Soal 1

PT Sedap Sari mendapatkan daftar pelanggan dari surat kabar besar dengan harga Rp.6.000.000. Pada tanggal 1 Januari 2019.

Database pelanggan tersebut terdiri dari informasi nama, kontak, riwayat pesanan, dan informasi demografis.

PT Sedap Sari berharap untuk memperoleh keuntungan dari informasi tersebut secara merata selama periode 3 tahun.

Dalam hal tersebut daftar pelanggan merupakan aset tak berwujud yang umur manfaatnya terbatas dan harus diamortisasikan.

Ditanya

Buatlah jurnal pada saat pembelian (1 Jnuari 2019) dan carilah beban amortisasi per periode serta buatlah jurnalnya!

Jawab

1 Januari 2019
Daftar PelangganRp 6.000.000
          KasRp 6.000.000
31 Desember 2019, 2020, 2021
Beban Amortisasi Daftar PelangganRp 2.000.000
        Akumulasi Amortisasi Daftar PelangganRp 2.000.000
Rp. 6.000.000 : 3 = Rp. 2.000.000

Contoh Soal 2

Jika dari soal 1 ternyata PT Sedap Sari menentukan bahwa perusahaan bisa menjual daftar tersebut dengan harga Rp. 60.000 ke perusahaan lain pada akhir tahun ke-3.

Ditanya

Buatlah jurnal dan perhitungan beban amortisasi pada setiap periodenya!

Jawab

31 Desember 2019, 2020, 2021
Beban Amortisasi Daftar PelangganRp 1.980.000
        Akumulasi Amortisasi Daftar PelangganRp 1.980.000
Rp. 6.000.000 – Rp. 60.000 = Rp. 5.940.000
Rp. 5.940.000 : 3 = Rp. 1.980.000

Contoh Soal 3

PT Maju Mundur mengeluarkan biaya jasa hukum sebesar Rp. 180.000 pada tanggal 1 Januari 2019 untuk mempertahankan paten. Umur manfaat dari paten tersebut adalah 20 tahun, dan diamortisasikan secara garis lurus.

Ditanya

Buatlah pencatatan pada tanggal 1 Januari 2019 dan 31 Desember 2019!

Jawab

1 Januari 2019
Hak PatenRp 180.000
          KasRp 180.000
31 Desember 2019
Beban Amortisasi Hak PatenRp. 9.000
      Akumulasi Amortisasi Hak PatenRp. 9.000
Rp. 180.000 : 20 = Rp. 9.000

Contoh Soal 4

PT Maju membeli PT Jaya dengan harga Rp. 1.500.000.000. Nilai wajar aktiva pada PT Jaya ketika terjadi transaksi adalah Rp. 2.400.000.000 dan nilai semua utangnya adalah Rp. 1.000.000.000. Goodwill ini berlaku selama 20 tahun.

Ditanya

Berapakah nilai goodwill nya dan buatlah jurnal saat pembelian serta saat amortisasi!

Jawab

Harga beli PT JayaRp. 1.500.000.000
Nilai wajar aktiva nettoRp. 2.400.000.000
Nilai utang(Rp. 1.000.000.000)
Total modal PT Jaya(Rp. 1.400.000.000)
Nilai goodwillRp.      100.000.000

Jurnal bagi PT Maju pada saat terjadi transaksi.

Macam – macam aktivaRp. 2.400.000.000
GoodwillRp.    100.000.000
          Macam – macam utangRp.    100.000.000
          KasRp. 1.500.000.000

Goodwill ini akan diamortisasikan selama masa manfaatnya.

Rp. 100.000.000 : 20 = Rp. 5.000.000

Beban amortisasi goodwillRp. 5.000.000
     GoodwillRp. 5.000.000

Akhir Kata

Demikianlah sedikit penjelasan tentang aset tidak berwujud dan amortisasi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan tuliskan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar