9 Candlestick Continuation Patterns

Pada kesempatan sebelumnya sudah dibahas tentang pola pembalikan candlestick (candlestick reversal patterns). Nah pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang pola lanjutan candlestick (candlestick continuation patterns).

Apa itu candlestick continuation patterns?

Pola lanjutan candlestick adalah pola candlestick yang memperlihatkan terjadinya pause (jeda) pada suatu trend dan kemudian trend berlanjut kembali.

Atau dengan kata lain pola lanjutan candlestick ini mengindikasikan bahwa arah pergerakan harga akan berlanjut sesuai dengan trend yang sedang terjadi.

Dengan mengetahui candlestick continuation patterns ini, kamu akan bisa menemukan titik entry yang searah dengan arah trend, bisa melakukan konfirmasi agar mempertahankan posisi (tidak menjual saham) yang sudah ada, dan bisa menambah yang baru.

Candlestick Continuation Patterns (Bullish)

Candlestick Continuation Patterns Bullish

Candlestick continuation patterns bullish adalah pola lanjutan candlestick yang memperlihatkan bahwa trend akan tetap berlanjut ke arah bullish.

Pola lanjutan candlestick ke arah bullish ini ada beberapa macam, yaitu sebagai berikut.

1. Upward Gap Tasuki

Upward gap tasuki adalah pola lanjutan yang mempunyai format 2 candle dengan diawali oleh terjadinya uptrend.

Untuk candle yang pertama merupakan bullish candle dan terjadi gap up dari candle sebelumnya.

Kemudian untuk candle yang kedua merupakan bearish candle yang dimana lowest price candle kedua tidak melebihi atau menembus highest price candle sebelum candle pertama.

Berikut ini merupakan contoh dari upward gap tasuki yang terjadi pada saham McDonald’s Corporation:

Candlestick Continuation Patterns Upward Gap Tasuki

Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa gap yang terjadi tersebut bisa menjadi level resistance dan support yang kuat.

Akan tetapi ketika terjadi reversal tidak mampu menutup gap yang terjadi, sehingga mengindikasikan bahwa kurangnya komitmen para pelaku pasar.

Dengan demikian berpotensi bergerak naik kembali. Pola upward gap tasuki ini biasanya diikuti dengan penurunan volume pada candle kedua.

Selain itu, pola ini juga membutuhkan konfirmasi pada sesi selanjutnya, yaitu harga bergerak naik di atas candle kedua.

2. Rising Three

Rising three adalah pola lanjutan yang mempunyai format 5 candle dengan diawali uptrend.

Untuk candle pertama adalah bullish candle yang mempunyai body panjang. Kemudian untuk candle kedua, ketiga, dan keempat mempunyai body yang lebih pendek dari body candle pertama.

Untuk candle kedua merupakan bearish candle yang dibuka lebih tinggi dari opening price candle pertama. Untuk candle ketiga boleh berupa bearish candle ataupun bullish candle.

Untuk candle keempat merupakan bearish candle dengan closing price sama dengan opening price candle pertama atau di dekat opening price candle pertama.

Dan untuk candle kelima merupakan bullish candle yang mempunyai body panjang dan closing price candle kelima berada di atas highest price candle pertama.

Berikut ini merupakan contoh rising three yang terjadi pada saham Barrick Gold Corp:

Candlestick Continuation Patterns Rising Three

Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa ketika terjadi uptrend dan kemudian terjadi reversal dengan tiga candle yang mempunyai body kecil serta tidak mampu menembus candle pertama mengindikasikan bahwa kurangnya komitmen para pelaku pasar untuk mendukung downtrend.

Dengan demikian perubahan sentimen pasar tersebut tidaklah cukup meyakinkan untuk menghentikan uptrend yang terjadi.

Pola rising three ini akan lebih signifikan apabila volume candle pertama dan juga kelima lebih tinggi dari volume pada candle kedua sampai keempat.

3. Upside Gap Three Method

Upside gap three method adalah pola lanjutan yang mempunyai format 3 candle dengan diawali dengan terjadinya uptrend.

Untuk candle pertama merupakan bullish candle yang mempunyai body panjang.

Selanjutnya untuk candle kedua merupakan bullish candle dengan body panjang dan pada candle kedua ini terjadi gap up.

Dan untuk candle ketiga merupakan bearish candle yang dibuka pada bagian bahwa dari body candle kedua dan ditutup lebih rendah dari opening price candle kedua, sehingga menutupi gap.

Berikut ini merupakan contoh dari upside gap three method yang terjadi pada saham American Express Co:

Upside Gap Three Method

Pola upside gap three method ini kurang reliabel sehingga membutuhkan konfirmasi pada sesi selanjutnya, yaitu harga ditutup lebih tinggi dari candle ketiga.

4. Bullish Separating Lines (Dividing Lines)

Bullish separating lines atau dividing lines adalah pola lanjutan yang mempunyai format 2 candle dengan diawali oleh terjadinya uptrend.

Untuk candle pertama merupakan bearish candle yang mempunyai body panjang.

Kemudian untuk candle kedua merupakan bullish candle yang dimana oppening price candle kedua ini sama dengan opening price candle pertama.

Berikut ini merupakan contoh bullish separating lines atau dividing lines yang terjadi pada saham Travelers Companies Inc:

Bullish Separating Lines / Dividing Lines

Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa pada saat harga membuat high baru (candle pertama) akan tetapi berbalik arah dan ditutup lebih rendah dari candle sebelumnya mengindikasikan bawa seller sudah berusaha mengambil kontrol dari buyer.

Akan tetapi pada saat sesi selanjutnya (candle kedua) dibuka sama seperti opening price sesi sebelumnya (candle pertama) dan kemudian langsung bergerak naik, mengindikasikan bahwa buyer sudah mengambil kontrol kembali. Dengan demikian trend masih tetap berlanjut.

Baca Juga: Candlestick Reversal Patterns

5. Bullish Sides by Sides White Lines

Bullish sides by sides white lines adalah pola lanjutan yang mempunyai format 3 candle dengan diawali dengan terjadinya uptrend.

Untuk candle pertama merupakan bullish candle yang mempunyai body relatif panjang.

Kemudian untuk candle kedua juga merupakan bullish candle yang mempunyai body relatif panjang dan pada candle kedua ini terjadi gap up.

Dan untuk candle ketiga dibuka hampir sama seperti opening price candle kedua dan ditutup hampir sama seperti closing price candle kedua.

Berikut ini merupakan contoh dari bullish sides by sides white lines yang terjadi pada saham HP Incorporation:

Bullish Side by Side White Lines

Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa ketidakmampuan pada candle ketiga dalam menutup gap up  ini memberikan tanda bahwa uptrend akan kembali berlanjut.

 

Candlestick Continuation Patterns (Bearish)

Candlestick Continuation Patterns Bearish

Candlestick continuation patterns bearish adalah pola lanjutan candlestick yang memperlihatkan bahwa trend akan tetap berlanjut ke arah bearish.

Pola lanjutan candlestick ke arah bearish ini ada beberapa macam, yaitu sebagai berikut.

1. Downward Gap Tasuki

Downward gap tasuki adalah pola lanjutan yang mempunyai format 2 candle dengan diawali oleh terjadinya downtrend.

Untuk candle yang pertama merupakan bearish candle dan terjadi gap down dari candle sebelumnya.

Kemudian untuk candle yang kedua merupakan bullish candle yang dimana highest price candle kedua tidak melebihi atau menembus lowest price candle sebelum candle pertama.

Berikut ini merupakan contoh dari downward gap tasuki yang terjadi pada saham Verizon Communications:

Downward Gap Tasuki

Dari contoh tersebut dapat dilihat ketidakmampuan dari candle kedua untuk menutuo gap down yang terjadi mengindikasikan bahwa kurangnya komitmen para pelaku pasar untuk merubah trend.

Dengan demikian trend akan tetap berlanjut. Pola downward gap tasuki ini membutuhkan konfirmasi yaitu pada sesi selanjutnya harga turun di bawah candle kedua.

2. Falling Three

Falling three adalah pola lanjutan yang mempunyai format 5 candle dengan diawali downtrend.

Untuk candle pertama adalah bearish candle yang mempunyai body panjang. Kemudian untuk candle kedua, ketiga, dan keempat mempunyai body yang lebih pendek dari body candle pertama.

Untuk candle kedua merupakan bullish candle yang dibuka lebih rendah atau sama dengan opening price candle pertama.

Untuk candle ketiga boleh berupa bearish candle ataupun bullish candle.

Untuk candle keempat merupakan bullish candle dengan closing price sama dengan opening price candle pertama atau di dekat opening price candle pertama.

Dan untuk candle kelima merupakan bearish candle yang mempunyai body panjang dan closing price candle kelima berada di bawah lowest price candle pertama.

Berikut ini merupakan contoh falling three yang terjadi pada saham Walt Disney Company:

Falling Three

Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa ketika terjadi downtrend dan kemudian terjadi reversal dengan tiga candle yang mempunyai body kecil serta tidak mampu menembus candle pertama mengindikasikan bahwa kurangnya komitmen para pelaku pasar untuk mendukung uptrend.

Dengan demikian perubahan sentimen pasar tersebut tidaklah cukup meyakinkan untuk menghentikan downtrend yang terjadi.

Pola falling three ini akan lebih signifikan apabila volume candle pertama dan juga kelima lebih tinggi dari volume pada candle kedua sampai keempat.

3. On Neck Line

On neck line adalah pola lanjutan yang mempunyai format 2 candle dengan diawali oleh terjadinya downtrend.

Candle pertama merupakan bearish candle yang mempunyai body panjang.

Candle kedua merupakan bullish candle yang mempunyai body panjang dan closing price candle kedua sama dengan lowest price candle pertama.

Pola on neck line ini membutuhkan konfirmasi pada sesi selanjutnya yaitu harga bergerak dibawah lowest price candle kedua.

Berikut ini merupakan contoh on neck line yang terjadi pada saham Newmont Corporation:

On Neck Line Candle

4. In Neck Line

Pola in neck line ini sebenarnya hampir sama seperti pola on neck line, yang membedakan adalah closing price candle kedua sama dengan closing price candle pertama.

Berikut ini merupakan contoh in neck line yang terjadi pada saham Intel Corp:

In Neck Line Candle

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang pola candlestick lanjutan (candlestick continuation patterns).

Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu. Terimakasih.

Tinggalkan komentar