Cara Investasi Saham

Bagi investor pemula yang akan melakukan investasi saham, wajib untuk mengetahui tentang cara investasi saham yang aman.

Hal tersebut tentu saja mempunyai tujuan supaya investasi yang tinggi akan risiko ini dapat menghasilkan keuntungan di masa yang akan datang.

Tanpa adanya pemahaman dan juga pengetahuan yang matang, investasi saham ini dapat membuat kamu mengalami kerugian.

Investasi saham dikatakan mempunyai risiko tinggi, karena investor dapat mengalami kerugian berbentuk capital loss.

Akan tetapi, di sisi lain, investasi saham ini mampu memberikan keuntungan hingga 20% bahkan lebih selama satu tahun nya bagi investor.

Oke, bagi kamu yang tertarik dengan investasi saham, yuk pahami terlebih dahulu cara investasi saham yang aman untuk pemula.

Mengapa Investasi Saham?

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa saham adalah salah satu instrumen investasi yang populer pada saat sekarang ini.

Hal tersebut didorong juga oleh masyarakat yang semakin menyadari bahwa menyimpan uang dalam bentuk tabungan deposito tidak dapat memberikan keuntungan yang cukup besar.

Maka tidak heran lagi jika selanjutnya kebiasaan masyarakat berubah tentang bagaimana pengelolaan uang dari saving society ke investment society.

Bahkan apabila kita bandingkan dengan produk keuangan lainnya seperti deposito, reksadana, obligasi sampai dengan produk komoditas seperti emas, forex (foreign exchange) / valas (valuta asing), saham tetap bisa memberikan keuntungan yang paling tinggi.

Akan tetapi keuntungan yang tinggi tersebut berbanding lurus dengan risiko yang akan di hadapi nantinya.

Atau dengan kata lain saham ini high return, high risk. Dalam hal ini kamu tidak perlu khawatir, jika kamu memahami tentang saham dan pasar modal, maka risiko tersebut tidak akan terlalu menjadi beban.

Alasan Investasi Saham

Berikut ini merupakan beberapa alasan seseorang ingin melakukan investasi saham.

1Pada saat kamu memutuskan untuk melakukan investasi saham, tentu saja yang harus kamu penuhi adalah modal. Dalam hal ini banyak orang yang tidak mau memulai investasi saham karena harus mengeluarkan banyak dana. Padahal sekarang dengan hanya menggunakan dana sebesar Rp. 100.000, kamu sudah bisa membeli beberapa lot saham. Tentu saja hal tersebut sangat murah, dan dapat kamu jadikan sebagai awal untuk memulai investasi saham.
2Tidak sama seperti apa yang dibayangkan oleh kebanyakan orang, sebenarnya proses transaksi saham ini sangat lah mudah dan praktis jika dibandingkan dengan instrumen lain. Misalnya seperti investasi properti yang membutuhkan perjanjian sampai dengan sewa notaris. Atau investasi emas dan juga deposito yang harus menyimpan sertifikat khusus. Dalam hal ini untuk berinvestasi saham kamu hanya perlu menghubungi broker atau pialang untuk melakukan transaksi yang pada saat ini bisa dilakukan secara online.
3Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharuskan bagi perusahaan yang akan menawarkan saham ke masyarakat harus lah yang go public. Dengan demikian calon investor akan dapat melihat dengan jelas harga permintaan dan juga penawaran lot saham, karena laporan keuangan perusahaan dapat diakses oleh masyarakat. Disamping sangat transparan, saham juga cukup likuid. Artinya kamu dapat dengan mudah menjual atau mencairkan ketika membutuhkan dana mendadak.
4Yang menjadi alasan utama banyak orang tergiur menjadi investor saham adalah karena potensi keuangan yang besar. Hal tersebut dikarenakan pergerakan dari nilai saham ini dipengaruhi oleh laju inflasi. Misalnya pada tahun 2020 kamu mengeluarkan modal sebesar Rp. 10.000.000 untuk membeli saham, pada saat tahun 2030 bukan tidak mungkin total nilai saham akan melambung hingga Rp. 100.000.000.
5Alasan yang terakhir adalah saham sangat cocok untuk rencana keuangan jangka panjang. Dengan pengawasan yang dilakukan oleh OJK dan broker yang terpercaya, jelas uang yang kamu simpan akan aman secara hukum.

 

Tips Investasi Saham

tips investasi saham

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dengan jumlah penduduk yang banyak, investasi saham memang menjadi suatu hal yang belum tersebar secara merata.

Hal tersebut dapat dilihat masih rendahnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat terhadap saham.

Pengetahuan yang kurang tersebutlah yang membuat banyak orang salah kaprah atau gagal total.

Perlu diketahui bahwa untuk mengawali investasi saham yang bisa menghasilkan atau menguntungkan bukan lah menjadi suatu hal yang mudah.

Akan tetapi bukan pula menjadi hal yang susah jika sudah dipahami dan juga dimengerti dengan baik.

Selain itu investasi saham juga membutuhkan banyak pertimbangan yang harus dilakukan dan tentunya memerlukan perencanaan yang matang.

Oke sebelum kamu memulai investasi saham dan mengetahui bagaimana cara investasi saham, alangkah lebih baiknya jika mengetahui beberapa tips atau hal yang perlu diperhatikan berikut ini.

1. Investasikan Waktumu

Salah satu kesalahan yang paling besar bagi seorang investor saham pemula adalah langsung terjun ke dunia saham tanpa adanya pengetahuan dasar dan juga esensi dari investasi saham.

Dengan demikian kamu harus menginvestasikan waktumu untuk mempelajari tentang saham terlebih dahulu, baru setelah itu kamu melakukan action.

Kamu dapat belajar secara otodidak dari forum atau gorup, baca buku, baca artikel di internet, dan lain sebagainya.

Selain itu kamu juga bisa mendatangi para mentor atau seseorang yang memang benar – benar ahli di bidang saham.

Pada saat ini banyak yang membuka kelas bagi investor saham pemula untuk mempelajari tentang saham.

2. Awali dengan Jumlah Kecil Terlebih Dahulu

Bagi para investor saham pemula yang masih belajar, langkah lebih baiknya jika tidak langsung memakai modal yang terlalu besar.

Dalam hal ini cobalah dengan modal yang kecil terlebih dahulu agar jika terjadi masalah, maka kerugian yang kamu alami tidak akan terlalu besar.

Perlu kamu ketahui semakin besar nominal yang kamu investasi kan, maka kemungkinan kerugian yang akan kamu alami juga semakin besar.

Kehilangan 5% dari Rp. 1.000.000 dengan 5% dari Rp. 10.000.000 tentu saja berbeda kan?

Dengan menggunakan modal yang kecil tersebut, tentu saja akan membuat kamu belajar sambil membiasakan diri terhadap software saham, psikologis pada saat harga turun, dan mekanisme pasar.

3. Fokus Jangka Panjang

Memang menjadi suatu hal yang wajar ketika kamu memulai investasi berharap untuk mendapatkan keuntungan yang cepat.

Keinginan ingin segera mempunyai profit yang maksimal dalam jangka waktu pendek merupakan hal yang manusiawi.

Akan tetapi kamu harus ingat bahwa tidak ada hasil maksimal yang instan. Dalam menjalankan suatu bisnis, tentu saja diperlukan proses dan waktu yang cukup panjang begitu juga dengan investasi.

Karena investasi saham ini dikenal sebagai salah satu instrumen yang mempunyai risiko cukup besar, maka sering kali nilai saham mengalami fluktuasi tinggi dalam jangka waktu pendek.

Meskipun demikian, tetap saja investasi ini mampu memberikan keuntungan lebih besar dalam jangka waktu yang panjang.

4. Pilih Saham Blue Chip

Masih ada kaitannya pada tips investasi saham yang ke 3, yaitu fokus dengan investasi jangka panjang, maka dalam hal ini kamu bisa mengandalkan saham blue chip.

Saham blue chip adalah saham dari perusahaan – perusahaan yang mempunyai kualitas dan juga kinerja yang paling baik yang di jual di bursa.

Jenis saham ini mampu memberikan stabilitas keuntungan yang cukup menjanjikan dan juga dianggap sebagai investasi saham yang paling aman.

Contoh dari saham blue chip adalah BBCA (Bank BCA), UNVR (Unilever Indonesia), dan lain sebagainya.

5. Lakukanlah Diversifikasi Saham

Tips investasi saham yang ke-5 adalah melakukan diversifikasi saham. Hal tersebut dapat kamu lakukan untuk meminimalkan kerugian yang kamu alami.

Misalnya jika kamu membeli saham perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi dengan jumlah besar.

Pada suatu saat, ternyata ada sentimen buruk yang sedang melanda bidang konstruksi yang menyebabkan harga saham perusahaan yang kamu miliki turun dan menyebabkan kerugian pada portofolio saham sebesar 70%.

Dalam hal ini apabila dahulu, kamu membeli saham dengan sektor atau bidang yang berbeda – beda, misalnya konstruksi, customer goods, dan perbankan, maka saat ini kerugian yang kamu alami tidak terlalu besar.

Memang betul saham yang kamu miliki pada bidang konstruksi sedang rugi 70%, akan tetapi saham yang kamu miliki pada bidang customer goods bisa saja untung 40% dan bidang perbankan juga ikutan untung 55%.

Sebelum kamu melakukan diversifikasi saham ini, alangkah lebih baiknya jika kamu memahami terlebih dahulu perusahaan yang akan kamu beli sahamnya.

Memahami betul bagaimana bidang atau sektor pada perusahaan tersebut, apakah sedang bagus atau tidak.

Selain itu penting juga untuk memperhatikan kinerja pengelolaan dari perusahaan yang akan kamu beli sahamnya.

6. Disiplin dalam Menerapkan Stop Loss

Tips investasi saham yang selanjutnya adalah dengan disiplin menerapkan stop loss.

Jika kamu sudah membeli saham, tetapi tiba – tiba di hari selanjutnya harga nya anjlok, maka kamu jangan panik.

Hal tersebut sudah sangat wajar dalam dunia saham. Dalam hal ini kamu harus tenang, karena harga saham yang kamu beli pasti akan mengalami kenaikan selama saham tersebut mempunyai prospek bisnis yang bagus.

Pada saat portofolio kamu merah, maka kamu harus melakukan peninjauan terhadap perusahaan atau emiten yang bersangkutan dengan seksama.

Jika sudah terjadi hal demikian, kamu jangan ragu untuk menggunakan stop loss. Stop loss digunakan supaya kerugian yang kamu alami tidak semakin besar.

Dengan melakukan pemasangan stop loss ini kamu juga sudah melakukan money management. Hal tersebut karena kamu sudah menentukan berapa kerugian maksimal yang akan kamu alami.

 

Cara Investasi Saham Bagi Pemula

cara investasi saham bagi pemula

Setelah kamu memahami tentang tips investasi saham, yang perlu kamu pahami selanjutnya adalah cara investasi saham.

1. Tentukan Tujuan Investasi

Cara investasi saham yang pertama kali harus kamu lakukan adalah menentukan tujuan investasi saham yang akan kamu lakukan.

Keuntungan tersebut untuk apa? Apakah untuk dana pensiun, biaya kuliah, membeli rumah, atau yang lainnya?

Walaupun kamu masih pemula dan baru mulai belajar, dalam hal ini kamu jangan sampai tidak mempunyai tujuan pada saat akan memulai investasi saham.

Pada saat tujuan investasi saham sudah kamu ketahui, maka kamu akan secara otomatis mengetahui jangka waktu investasi yang akan kamu lakukan.

Selain itu, dengan adanya tujuan yang jelas akan membuat kamu menjadi terarah dalam menentukan besaran modal, memilih saham, dan psikologis kamu akan menjadi lebih baik.

2. Siapkan Dana Investasi Saham

Cara investasi saham yang kedua adalah dengan menyiapkan dana untuk investasi saham.

Berapa dana yang dibutuhkan atau dipersiapkan untuk memulai investasi saham?

Dalam hal ini saham adalah suatu bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan, dengan minimal pembelian sebanyak 1 lot atau 100 lembar saham.

Apabila 1 lembar saham mempunyai harga sebesar Rp. 1.000, maka minimal dana yang kamu perlukan adalah sebesar Rp. 100.000.

Semakin tinggi harga dari sebuah saham, maka akan semakin besar pula dana yang harus kamu persiapkan.

Besar kecilnya dana yang kamu persiapkan ini tergantung dari tujuan yang ingin kamu capai.

Dalam menyiapkan dana investasi saham ini, kamu harus ingat bahwa dana yang dialokasikan atau digunakan untuk melakukan investasi sebaiknya dana yang tidak terpakai atau dana khusus investasi.

Dengan melakukan hal tersebut, maka tidak akan mengganggu kebutuhan kamu yang lainnya.

3. Pilih Perusahaan Sekuritas Terbaik dan Terdaftar di BEI

Memilih perusahaan sekuritas / broker / pialang saham memanglah bukan menjadi suatu hal yang mudah.

Hal tersebut karena ada banyak faktor yang harus kamu pertimbangkan dalam memilih perusahaan sekuritas supaya tidak salah pilih.

Kemudian, bagaimana cara memilih perusahaan sekuritas yang baik?

Karena perusahaan sekuritas akan menjadi mitra kamu selama melakukan investasi saham, maka kamu harus memilih perusahaan sekuritas yang memberikan pelayanan terbaik.

Untuk menjamin keamanan, pelayanan, dan juga kualitas perusahaan sekuritas, maka pilih lah perusahaan sekuritas yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan sekuritas yang sudah terdaftar di BEI ini jelas mempunyai kemampuan finansial yang berkualitas.

Hal tersebut karena perusahaan – perusahaan sekuritas tersebut harus menjalankan profesi sesuai dengan ketentuan modal minimal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk bisa mengetahui daftar perusahaan sekuritas yang ada di BEI, kamu bisa mengunjungi link ini https://www.idx.co.id/anggota-bursa-dan-partisipan/profil-anggota-bursa/.

4. Pelajari Strategi Investasi Saham

Agar mendapatkan keuntungan sesuai dengan apa yang diharapkan, tentunya kamu diharuskan untuk mempunyai suatu strategi.

Bahkan pada saat kamu mempelajari cara menggunakan aplikasi dari perusahaan sekuritas yang kamu pilih juga sudah termasuk salah satu strategi.

Misalnya pada saat kamu melakukan transaksi, kamu ingin melakukan perubahan (amend) harga beli atau harga jual, maka kamu bisa menggunakan fitur yang ada di aplikasi.

Hal tersebut biasanya terjadi pada saat kamu sudah memasukkan order buy atau sell, dan kamu ingin mengubah baik harga maupun jumlah lot nya.

Dalam hal ini strategi investasi juga berhubungan dengan jadwal perdagangan bursa yang berlangsung setiap hari Senin sampai dengan Jumat.

Selain itu pada saat kamu menyusun strategi investasi saham, kamu juga harus mengetahui berapa besar target dana, berapa lama waktu yang kamu butuhkan sampai dengan melakukan review kinerja portofolio secara berkala.

Kamu juga harus menyiapkan emosi atau psikologis pribadi supaya tetap dalam keadaan stabil dan tidak mudah terbawa suasana untuk menghadapi pasar bursa yang tidak selama nya menguntungkan.

Alangkah lebih baiknya apabila kamu mempunyai beberapa target profit secara beruntun, agar kamu tidak menjadi korban rakus.

Misalnya pada saat sekarang saham yang kamu miliki dalam keadaan untung 20%, namun kamu menunda untuk menjual saham tersebut sampai dengan mendapatkan untung yang lebih besar lagi.

Sampai suatu ketika saham yang kamu beli mengalami penurunan, dan kamu masih menunda untuk menjualnya sampai saham yang kamu miliki dalam posisi rugi 70%.

Karena kamu takut akan mengalami kerugian yang lebih besar, kamu akhirnya menjual saham dalam keadaan rugi 70%.

Dalam hal ini selain kamu harus mempunyai target profit kamu juga harus mempunyai target kerugian yang kamu alami.

Tentunya target profit ini persentase-nya harus lebih besar daripada target kerugian. Misalnya target profit 30% dan target kerugian 10%.

5. Buka Rekening Efek

Apabila kamu sudah menentukan perusahaan sekuritas, maka cara investasi saham yang selanjutnya adalah dengan membuka akun / rekening saham.

Cara yang satu ini merupakan suatu hal yang wajib kamu lakukan, karena tanpa menggunakan rekening saham, kamu tidak dapat melakukan transaksi.

Pada saat ini sudah banyak perusahaan sekuritas profesional yang menyediakan fasilitas buka rekening saham secara online.

Dalam hal ini terdapat beberapa hal yang perlu kamu persiapkan, yaitu sebagai berikut.

  • Fotocopy KTP (kartu tanda penduduk).
  • Fotocopy buku rekening tabungan.
  • Data usaha atau pekerjaan.
  • Data ahli waris.

Pada umumnya proses pembuatan rekening saham ini membutuhkan waktu 1 – 2 minggu.

Nantinya investor akan mendapatkan email konfirmasi yang berisi mengenai beberapa hal yaitu username, password, PIN, dan juga nomor RDN / RDI (rekening dana nasabah / rekening dana investor).

6. Buka RDN / RDI

Pada saat membuka rekening saham, seorang investor juga harus membuka RDN atau RDI.

Apabila rekening saham digunakan untuk melakukan proses transaksi (jual dan atau beli), maka RDN ini digunakan sebagai rekening khusus yang dibuat oleh bank untuk menyimpan dana transaksi yang akan dimasukkan ke rekening saham.

7. Lakukan Setoran Modal

Apabila kamu sudah membuka rekening saham dan juga RDN / RDI, maka yang selanjutnya kamu lakukan adalah melakukan setoran saham ke RDN.

Untuk melakukan setoran modal ke RDN ini sama caranya seperti melakukan transfer dana ke rekening bank pada umumnya.

Perlu kamu ketahui bahwa setiap perusahaan sekuritas tentunya mempunyai aturan yang berbeda tentang jumlah minimal setoran modal.

Dalam hal ini kamu jangan khawatir, karena ada beberapa perusahaan sekuritas yang setoran modal awalnya bisa Rp. 100.000 saja.

Tentu saja jumlah tersebut dapat dikatakan sangat terjangkau bagi semua kalangan, dan ini sangat cocok bagi kamu yang masih pemula.

Dalam hal ini seorang investor harus melakukan setoran modal terlebih dahulu supaya bisa melakukan transaksi saham.

8. Memahami Profil Perusahaan

Cara investasi saham yang selanjutnya sebelum kamu melakukan transaksi adalah kamu harus memahami profil perusahaan yang akan kamu beli sahamnya.

Dalam hal ini setidaknya kamu mengetahui informasi dasar yang berhubungan dengan perusahaan yang akan kamu beli saham nya, seperti.

  • Bergerak pada bidang industri apa?
  • Produknya apa saja?
  • Siapa yang menjadi konsumennya?
  • Siapa saja pendirinya dan pemilik saham terbesarnya?
  • Dan lain sebagainya.

Jika perlu kamu juga perlu untuk mencermati bagaimana perusahaan tersebut dalam melakukan pelayanan kepada para konsumen nya.

Misalnya berhubungan dengan keluhan dari para konsumen.

Dalam hal ini bukan berarti mencari perusahaan yang bebas dari keluhan, akan tetapi pilihlah perusahaan yang mampu merespon keluhan dari para konsumen dengan baik.

Berbagai informasi dasar tersebut bisa kamu dapatkan dengan mudah di website resmi perusahaan tersebut, situs berita terpercaya, sampai dengan media sosial perusahaan tersebut.

9. Amati Tren Bisnis

Pada pertengahan tahun 2018 lalu, BEI (Bursa Efek Indonesia) membekukan sementara atau melakukan suspensi perdagangan saham PT Express Trasindo Utama (TAXI).

Hal tersebut dikarenakan PT Express Trasindo Utama menunggak pembayaran bunga ke 16 atas obligasi yang diterbitkan pada tahun 2014.

Performa taksi express ini sangat menurun sejak munculnya trend taksi dan juga kendaraan online.

Padahal beberapa tahun sebelumnya, taksi express ini menjadi pemimpin di pasar dalam menyediakan layanan taksi di Indonesia dan mempunyai puluhan ribu armada taksi.

Kemudian, bagaimana dengan nasib yang dialami oleh para investornya?

Tentu saja, mereka mau tidak mau mengalami kerugian. Hal tersebut bisa menjadi bukti yang sangat penting bagi kamu investor pemula untuk mengamati trend bisnis.

10. Amati Sentimen Pasar

Cara investasi saham yang selanjutnya yaitu dengan melakukan pengamatan terhadap sentimen pasar.

Sentimen pasar adalah suatu faktor yang mampu menyebabkan harga saham turun atau naik.

Sentimen pasar tersebut muncul akibat dari berbagai faktor, baik yang berasal dari luar negeri maupun yang berasal dari dalam negeri.

Faktor yang berasal dari dalam negeri misalnya seperti kebijakan suku bunga acuan, inflasi, kebijakan pemerintah, hingga kabar burung mengenai perusahaan atau suatu bidang industri tertentu.

Sedangkan faktor yang berasal dari luar negeri misalnya kurs rupiah terhadap mata uang lain, indeks harga sahan regional (wilayah Asia), dan kebijakan dari Bank Sentral Amerika.

11. Analisis Laporan Keuangan Perusahaan

Dengan menggunakan laporan keuangan perusahaan, kamu bisa melakukan pengamatan kinerja perusahaan yang sahamnya akan kamu beli dalam rentang waktu 3 hingga 5 tahun sebelumnya.

Berapa hal yang bisa kamu cermati dari laporan keuangan suatu perusahaan adalah sebagai berikut.

  • Earning per share (EPS).
  • Debt to equity ratio (DER).
  • Return on asset (ROA).
  • Return on equity (ROE).
  • Dividen, dan lain sebagainya.

EPS merupakan nilai yang dihasilkan oleh setiap lembar saham yang kamu miliki.

Dengan demikian, alangkah lebih baiknya kamu memilih perusahaan yang mempunyai nilai EPS konsisten tumbuh setidaknya dalam 3 tahun terakhir.

DER ini mengindikasikan rasio utang dibanding dengan modal, sehingga semakin besar nilainya kamu harus waspada.

Sedangkan ROA dan ROE adalah suatu potensi keuntungan perusahaan, sehingga semakin tinggi nilainya maka semakin bagus kinerja dari perusahaan.

Selain beberapa hal tersebut, kamu juga wajib untuk mencermati histori pembagian dividen yang dilakukan oleh perusahaan.

Kamu bisa cek laporan keuangan perusahaan di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) atau situs resmi perusahaan.

Bagi, kamu yang ingin mengetahui tentang analisis laporan keuangan, kami rekomendasikan untuk membaca artikel ini.

12. Cermati Performa Saham Perusahaan

Cara investasi saham yang selanjutnya adalah dengan mencermati performa atau kinerja saham perusahaan selama 5 sampai dengan 10 tahun terakhir.

Hal tersebut dapat menjadi indikator yang menjelaskan bahwa apakah saham yang akan kamu beli tersebut mempunyai potensi menguntungkan atau tidak.

Perlu kamu ketahui bahwa, perusahaan yang mempunyai fundamental bagus dan mempunyai laporan keuangan yang baik, belum tentu sahamnya aktif diperdagangkan atau mempunyai pergerakan yang positif.

Terdapat banyak hal yang bisa menjadi penyebabnya, misalnya seperti.

  • Bidang industrinya memang dianggap kurang menarik.
  • Perusahaan dianggap kurang mempunyai nama.
  • Atau bisa saja investor Indonesia cenderung lebih menyukai gaya trading atau bermain saham dalam jangka pendek. Hal tersebut berakibat pada saham yang mempunyai potensi jangka panjang kurang menarik di mata mereka.
  • Dan lain sebagainya.

Dengan demikian, sangat penting bagi kamu untuk bisa mencermati pergerakan saham perusahaan dalam jangka waktu 5 sampai dengan 10 tahu terakhir.

Dengan kamu mencermati kinerja saham perusahaan, maka kamu bisa memperoleh gambaran apakah saham tersebut bisa mendatangkan keuntungan atau tidak.

Selain itu jangan lupa juga untuk melakukan pemeriksaan terhadap price to earning ratio (PER) saham.

Hal tersebut dengan maksud supaya kamu mengetahui apakah saham yang kamu beli tergolong mahal atau tidak.

Semakin besar nilai dari PER, maka harga saham semakin tinggi / mahal dan potensi kenaikannya pun akan semakin terbatas.

13. Pembelian Saham

Setelah kamu melakukan beberapa pengamatan dan kamu merasa yakin dengan saham suatu perusahaan, maka selanjutnya kamu tinggal membeli saham tersebut.

Pada saat ini pembelian saham sudah dapat dilakukan secara online yaitu dari aplikasi yang disediakan oleh perusahaan sekuritas.

Ketika kamu melakukan order, kamu akan menentukan harga saham dan di dalam aplikasi akan memperlihatkan harga penawaran (bid) dan harga penjualan (offer).

Jika kamu menginginkan langsung beli efektif, maka kamu harus menyetting harga beli sesuai dengan harga penjualan (offer) yang paling rendah.

Artinya kamu harus mendapatkan penjual yang menawarkan offer price dengan harga yang sama dengan bid price yang sudah kamu tentukan sebelumnya agar terjadi transaksi.

Jika kamu menginginkan membeli saham dengan harga yang lebih murah, maka kamu dapat melakukan setting harga di bawah harga penjualan (offer) terendah.

Hal tersebut berarti bahwa kamu harus melakukan antri terlebih dahulu sampai ada penjual yang menurunkan harga jual ke harga beli yang sudah kamu setting sebelumnya.

Apabila transaksi pembelian saham berhasil, kamu tinggal melakukan cek saja pada halaman portofolio.

14. Penjualan Saham

Biasanya di aplikasi yang sudah disediakan oleh perusahaan sekuritas, kamu tidak hanya bisa melakukan pembelian saham saja, melainkan juga bisa melakukan penjualan saham.

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memilih saham mana yang akan kamu jual.

Setelah itu kamu menentukan harga jual dan jumlah lot saham yang akan dijual.

Apabila kamu ingin melakukan penjualan saham tanpa harus mengantri, maka kamu perlu melakukan setting harga jual di harga beli paling tinggi.

Artinya  kamu harus bisa mendapatkan pembeli yang menawarkan bid price dengan harga yang sama dengan offer price yang sudah kamu tentukan sebelumnya supaya terjadi transaksi.

Jika kamu menginginkan keuntungan yang lebih, maka kamu bisa melakukan setting harga jual di atas harga beli tertinggi.

Jika transaksi penjualan berhasil, maka uang hasil penjualan saham akan langsung ditransfer ke rekening saham.

15. Evaluasi Kinerja Portofolio

Cara investasi yang terakhir adalah dengan melakukan evaluasi performa atau kinerja portofolio.

Dalam melakukan evaluasi ini alangkah lebih baiknya jika dilakukan secara berkala terhadap berbagai saham yang ada di portofolio kamu.

Pada saat kinerja portofolio menurun di beberapa saham yang kamu miliki, maka lakukan lah analisis.

Dari hasil analisis yang kamu lakukan tersebut, kamu dapat mengambil keputusan apakah kamu akan menjual saham yang mengalami penurunan atau tetap mempertahankannya.

 

Cara Kerja Investasi Saham

Cara Kerja Investasi Saham

Secara sederhananya alur atau cara kerja investasi saham adalah sebagai berikut.

1Perusahaan akan menerbitkan sejumlah saham dengan tujuan untuk mendapatkan atau mengumpulkan modal. Perusahaan akan mendaftarkan atau menerbitkan saham perdana mereka di bursa dengan melalui proses yang disebut dengan initial public offering (IPO).
2Selanjutnya pihak perusahaan menunjuk suatu perusahaan sekuritas supaya bisa menjual sahamnya kepada masyarakat. Perusahaan sekuritas tersebutlah yang mempunyai tugas untuk menjual saham perusahaan kepada investor publik di pasar perdana. Di pasar perdana ini harga saham tidak akan mengalami perubahan.
3Kemudian investor membeli saham tersebut dengan melalui perantara perusahaan sekuritas. Dengan membeli saham, hal tersebut berarti para investor ikut memiliki sebagian aset dari perusahaan tersebut. Di pasar perdana tersebut, investor tidak bisa menjual saham nya. Apabila investor ingin menjual sahamnya, maka dilakukan di pasar sekunder.
4Setelah saham berhasil dijual di pasar perdana oleh perusahaan sekuritas, maka saham tersebut akan dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam hal ini perusahaan sekuritas telah berhasil mendapatkan modal yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan dikurangi komisi. Kemudian perusahaan sekuritas akan menyerahkan modal tersebut ke pihak perusahaan. BEI ini merupakan fasilitator di pasar sekunder. Di pasar sekunder ini harga saham akan mengalami perubahan sesuai dengan permintaan dan penawaran.
5Setelah berjalan beberapa waktu dan perusahaan mendapatkan keuntungan, maka perusahaan membagikan sebagian keuntungan tersebut (dividen) kepada para pemegang saham atau investor.

 

Daftar Sekuritas Terpercaya di Indonesia

Setelah kamu mengetahui bagaimana cara investasi saham kamu juga harus mengetahui beberapa perusahaan yang direkomendasikan.

Perusahaan sekuritas atau broker adalah suatu perusahaan yang kegiatan utamanya adalah melakukan jual beli efek yang tercatat di bursa saham.

Bisa diibaratkan seperti kamu yang ingin membeli smartphone, kamu tidak perlu untuk pergi ke pabrik smartphone, melainkan bisa membeli di toko smartphone. Perusahaan sekuritas ini lah yang bertindak sebagai toko smartphone.

Berikut ini merupakan beberapa rekomendasi perusahaan sekuritas terpercaya yang ada di Indonesia.

NoPerusahaan SekuritasSitus WebsiteDeposit AwalBiaya Transaksi
1BNI Sekuritashttps://www.bnisekuritas.co.id/onlinetrading/registrasi/Rp. 1.000.000
  • Buy: 0,17%
  • Sell: 0,27%
2Indo Premier Sekuritashttps://www.indopremier.com/lpregister/Tidak ada (suka – suka)
  • Buy: 0,19%
  • Sel: 0,29%
3Mirae Asset Sekuritashttps://open.miraeasset.co.id/idRp. 3.000.000 – Rp. 10.000.000
  • Buy: 0,15%
  • Sell: 0,25%
4MNC Sekuritashttps://www.mncsekuritas.id/opening_account/2Rp. 100.000 – Rp. 2.000.000
  • Buy: 0,18%
  • Sell: 0,28%
5Mandiri Sekuritashttps://register.most.co.id/Rp. 5.000.000 – Rp. 10.000.000
  • Buy: 0,18%
  • Sell: 0,30%
6Panin Sekuritashttps://register.pans.co.id/Rp. 10.000.000
  • Buy: 0,18%
  • Sell: 0,30%
7Philip Sekuritas Indonesiahttps://www.poems.co.id/Home/OpenAccountRp.100.000 – Rp. 1.000.000
  • Buy: 0,18%
  • Sell: 0,28%

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang cara investasi saham untuk pemula. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan saja di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar