Cara Menabung Saham

Pada saat ini BEI (Bursa Efek Indonesia) mengajak masyarakat untuk menabung saham, lalu bagaimana cara menabung saham?

Sebenarnya menabung saham tidak jauh berbeda dengan menabung secara konvensional di bank, perbedaan yang paling utama adalah pada objeknya.

Pada saat kamu menabung saham, kamu akan menabung saham. Sedangkan pada saat kamu menabung secara konvesnional yang ditabung adalah uangnya.

Selain itu perbedaan yang lainnya terletak pada keuntungan yang didapatkan. Pada saat menabung secara konvensional kamu akan mendapatkan bunga, sedangkan ketika menabung saham kamu akan mendapatkan selisih harga jual dengan harga beli, serta potensi dividen.

Dalam hal ini menabung secara konvensional di bank tidak akan mampu melawan kenaikan inflasi.

Dalam jangka waktu yang panjang, nilai dari uang akan terus mengalami penurunan, sementara kenaikan harga pada umumnya akan mengalami kenaikan.

Sementara dalam menabung saham ini tergantung dari kinerja atau performa perusahaan.

Semakin baik kinerja dari perusahaan, maka keuntungan yang akan diperoleh akan semakin baik juga dan mampu melebihi laju dari inflasi.

Perbedaan Menabung Saham dengan Investasi Saham

Perbedaan Menabung dengan Investasi Saham

Sebenarnya pada dasarnya menabung dan juga investasi saham ini merupakan hal yang sama.

Akan tetapi ada perbedaan diantara keduanya. Apabila menabung saham, kamu tidak dapat melakukan diversifikasi.

Sedangkan pada saat melakukan investasi saham kamu dapat melakukan diversifikasi.

Hal tersebut diakibatkan ketika kamu menabung saham, kamu harus secara konsisten melakukan pembelian terhadap 1 saham dari 1 perusahaan saja.

Tentu saja hal tersebut terlepas dari harga saham yang naik maupun turun. Perlu kamu ketahui, menabung saham ini mudah dan dapat dilakukan oleh semua orang.

Apalagi BEI (Bursa Efek Indonesia) selalu mengajak masyarakat untuk suka menabung saham dengan gerakan Yuk Nabung Saham.

Tujuan dari kampanye Yuk Nabung Saham ini adalah untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk melakukan investasi di pasar modal dengan melalui share saving.

Selain itu, kampanye tersebut juga bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat yang pada awalnya menabung harus ke bank menjadi menabung bisa juga dilakukan di pasar modal.

 

Langkah / Cara Menabung Saham Bagi Pemula

Langkah atau Cara Menabung Saham Bagi Pemula

Sebelum kamu melakukan menabung saham, alangkah lebih baiknya jika kamu mengetahui beberapa langkah atau cara menabung saham terlebih dahulu.

1. Memahami Strategi Nabung Saham

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memahami strategi nabung saham atau yang biasa disebut dengan dolar cost averaging.

Strategi ini sangat mudah untuk dipraktekkan, sehingga kamu tidak perlu khawatir untuk memikirkan timing melakukan transaksi saham.

Namun, sayangnya strategi ini sering disalah artikan sebagai averaging down.

Averaging down adalah membeli saham pada saat harga turun dengan tujuan untuk menurunkan rata – rata harga sahamnya.

Dalam hal ini konsep dari averaging down dan dollar cost averaging ini berbeda.

Perlu kamu ketahui bahwa dollar cost averaging ini mampu mendiversifikasi risiko dari fluktuasi harga saham.

Strategi nabung saham atau dollar cost averaging adalah suatu strategi membeli instrumen investasi secara bertahap dengan nominal yang sama pada suatu periode tertentu. Dengan demikian akan didapatkan nilai investasi yang seimbang.

Hal tersebut dilakukan tidak hanya pada saat pasar sedang turun saja, akan tetapi pada saat pasar sedang naik pada periode tertentu.

Strategi menabung saham ini dikhususkan bagi para investor dengan jangka waktu investasi tahunan atau jangka panjang, bukan untuk trader jangka pendek.

2. Membuka Rekening Efek

Langkah atau cara menabung saham yang kedua adalah dengan membuka rekening efek di perusahaan sekuritas terbaik dan sudah terdaftar di BEI.

Untuk mengetahui suatu perusahaan sekuritas terdaftar di BEI, kamu bisa mengunjungi link ini https://www.idx.co.id/anggota-bursa-dan-partisipan/profil-anggota-bursa/.

Kamu bisa membuka rekening efek di bank yang mempunyai anak perusahaan sekuritas.

Misalnya seperti Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, dan lain sebagainya. Dengan demikian, kamu bisa langsung datang ke bank tersebut untuk membuka rekening efek.

Namun pada saat sekarang ini semakin mudah karena sudah banyak sekali perusahaan sekuritas profesional yang memberikan pelayanan buka rekening efek secara online, misalnya seperti MNC Sekuritas.

Dalam melakukan pembukaan rekening efek ini terdapat beberapa hal yang harus kamu persiapkan, yaitu sebagai berikut.

  • Fotocopy KTP (Kartu Tanda Penduduk).
  • Fotocopy buku rekening tabungan.
  • Data usaha atau pekerjaan.
  • Data ahli waris.

Pada umumnya dalam melakukan pembukaan rekening ini memerlukan waktu selama 1 – 2 minggu.

Setelah kamu berhasil membuka rekening efek, biasanya kamu akan mendapatkan email konfirmasi yang berisikan beberapa hal diantaranya.

  • Username
  • Password
  • PIN
  • Nomor RDN / RDI

3. Membuka RDN / RDI

Langkah atau cara menabung saham yang selanjutnya adalah dengan membuka RDN / RDI (rekening dana nasabah / investor).

Pada umumnya ketika kamu membuka rekening efek, kamu sekalian diminta untuk membuka RDN atau RDI.

Jika rekening efek dipakai untuk melakukan proses transaksi jual dan atau beli, maka RDN ini dipakai sebagai rekening khusus yang dibuat oleh bank untuk menyimpan dana transaksi yang akan dimasukkan ke rekening efek.

4. Melakukan Setoran Modal

Langkah atau cara menabung saham yang ketiga adalah dengan melakukan setoran modal ke RDN.

Dalam hal melakukan setoran modal ke RDN ini caranya sama seperti melakukan transfer dana ke rekening bank pada umumnya.

Kamu perlu mengetahui bahwa masing – masing perusahaan sekuritas tentu saja mempunyai aturan yang berbeda – beda mengenai jumlah minimal setoran modal.

Akan tetapi kamu jangan khawatir karena terdapat beberapa perusahaan sekuritas yang setoran modal awalnya hanya Rp. 100.000 saja.

Tentunya jumlah tersebut sangat terjangkau bagi semua kalangan dan sangat cocok bagi kamu yang ingin memulai nabung saham.

Kamu harus melakukan setoran modal terlebih dahulu agar dapat melakukan transaksi pembelian dan atau penjualan saham.

NoPerusahaan SekuritasSitus WebsiteDeposit AwalBiaya Transaksi
1BNI Sekuritashttps://www.bnisekuritas.co.id/onlinetrading/registrasi/Rp. 1.000.000
  • Buy: 0,17%
  • Sell: 0,27%
2Indo Premier Sekuritashttps://www.indopremier.com/lpregister/Tidak ada (suka – suka)
  • Buy: 0,19%
  • Sel: 0,29%
3Mirae Asset Sekuritashttps://open.miraeasset.co.id/idRp. 3.000.000 – Rp. 10.000.000
  • Buy: 0,15%
  • Sell: 0,25%
4MNC Sekuritashttps://www.mncsekuritas.id/opening_account/2Rp. 100.000 – Rp. 2.000.000
  • Buy: 0,18%
  • Sell: 0,28%
5Mandiri Sekuritashttps://register.most.co.id/Rp. 5.000.000 – Rp. 10.000.000
  • Buy: 0,18%
  • Sell: 0,30%
6Panin Sekuritashttps://register.pans.co.id/Rp. 10.000.000
  • Buy: 0,18%
  • Sell: 0,30%
7Philip Sekuritas Indonesiahttps://www.poems.co.id/Home/OpenAccountRp.100.000 – Rp. 1.000.000
  • Buy: 0,18%
  • Sell: 0,28%

5. Install Aplikasi Perusahaan Sekuritas

Setelah kamu mendapatkan email dari perusahaan sekuritas yang berisikan beberapa hal yang sudah disebutkan sebelumnya, maka langkah atau cara menabung saham yang selanjutnya adalah install aplikasi perusahaan sekuritas.

Pada saat ini banyak perusahaan sekuritas yang memberikan fasilitas aplikasi yang bisa membantu kamu untuk melakukan transaksi jual beli saham secara online.

Dalam hal ini kamu biasanya dapat menggunakan aplikasi tersebut di smartphone atau laptop yang kamu miliki.

6. Membeli Saham

Langkah atau cara menabung saham yang terakhir adalah kamu melakukan transaksi.

Karena menabung saham ini tidak sama seperti trading yaitu untuk jangka pendek, maka ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan pada saat akan membeli saham, yaitu sebagai berikut.

  • Memahami profile perusahaan dari saham yang akan kamu beli.
  • Mengamati trend bisnis.
  • Mengamati sentimen pasar.
  • Melakukan analisis laporan keuangan perusahaan.
  • Mencermati kinerja saham perusahaan.

Hal tersebut kamu perlu perhatikan supaya kamu tidak salah dalam membeli saham.

Selain beberapa hal tersebut, penting juga bagi kamu untuk memahami bagaimana mekanisme perdagangan saham yang ada di Indonesia.

 

Kelebihan Menabung Saham

Kelebihan Menabung Saham

Berikut ini merupakan beberapa kelebihan yang dapat kamu rasakan pada saat menabung saham.

1. Capital Gain

Capital gain adalah keuntungan yang diakibatkan dari kenaikan nilai saham.

Jadi harga jual dari saham yang kamu beli tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan harga belinya.

Misalnya kamu membeli saham X per lembarnya adalah Rp. 2.000, dan kemudian kamu menjualnya dengan harga Rp. 2.500.

Hal tersebut berarti kamu mendapatkan keuntungan capital gain yaitu sebesar Rp. 500 per lembarnya.

2. Dividen

Selain mendapatkan keuntungan dari capital gain, kamu juga mempunyai potensi untuk mendapatkan keuntungan dari dividen.

Dividen merupakan pembagian laba yang akan diberikan oleh pihak perusahaan kepada para pemegang saham nya.

Dalam hal ini berapa pun saham yang kamu miliki, kamu tentunya akan memperoleh dividen.

Hal tersebut tentu saja mempunyai sifat proporsional dengan besaran atau banyaknya saham yang kamu miliki.

3. Mampu Mengatasi Inflasi

Karena uang yang kamu miliki digunakan untuk menabung saham atau diinvestasikan, maka investasi yang kamu lakukan ini bisa berkembang dalam jangka panjang apabila dibandingkan dengan uang kamu yang ditempatkan di produk perbankan.

 

Kekurangan Menabung Saham

Kekurangan Menabung Saham

Ada kelebihan tentu saja ada kekurangan, berikut ini merupakan beberapa kekurangan dalam menabung saham.

1. Capital Loss

Capital loss adalah kebalikan dari capital gain yang berarti bahwa harga beli saham lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual nya.

2. Suspend

Suspend adalah diberhentikannya sementara perdagangan saham oleh bursa efek.

Tentu saja hal tersebut berakibat, kamu sebagai pemilik saham atau investor tidak bisa menjual saham hingga masa suspend tersebut dicabut oleh bursa efek. Pada umumnya suspend ini berlangsung tidak lama.

Kamu tidak akan mengalami risiko ini jika kamu memilih saham dengan fundamental yang bagus.

3. Risiko Likuidasi

Risiko likuidasi ini akan terjadi ketika perusahaan mengalami kebangkrutan atau likuidasi dimana para pemegang sahamnya akan memiliki hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan.

Hak klaim tersebut dapat terjadi apabila semua kewajiban dari perusahaan sudah dibayar lunas.

Dalam hal ini bahkan para pemegang saham bisa saja tidak mendapatkan apapun.

Hal tersebut jika ketika aktiva dari perusahaan tidak ada yang tersisa setelah perusahaan membayar semua kewajibannya.

Sama seperti untuk meminimalkan risiko suspend, maka kamu harus memilih perusahaan dengan fundamental yang bagus.

 

Tips Menabung Saham

Tips Menabung Saham

Setelah kamu mengetahui cara menabung saham selanjutnya adalah kamu perlu untuk mengetahui tips menabung saham. Berikut ini merupakan beberapa tips nya.

1. Tentukan Tujuan

Sebelum kamu mulai menabung saham kamu dalam hal ini harus menentukan tujuan terlebih dahulu.

Menabung saham untuk apa? Apakah untuk persiapan pensiun, beli rumah, biaya pendidikan anak, atau yang lainnya?

Ketika kamu sudah menentukan tujuan kamu dalam menabung saham, maka kamu akan bisa mengetahui jangka waktu menabung saham yang kamu butuhkan.

Disamping itu, dengan adanya tujuan yang jelas akan membuat kamu menjadi lebih terarah dalam menentukan berapa besaran uang yang akan kamu tabungkan secara rutin.

2. Upgrade Pengetahuan

Tips yang selanjutnya adalah dengan melakukan upgrade pengetahuan yang kamu miliki.

Hal ini perlu untuk kamu lakukan karena supaya bisa menentukan saham mana yang akan kamu tabung.

Dengan demikian, kamu perlu untuk menginvestasikan waktu yang kamu miliki untuk mempelajari berbagai hal tentang saham.

Kamu bisa secara otodidak yaitu dengan membaca buku, membaca artikel di internet, dari forum, dan lain sebagainya.

Selain itu kamu juga bisa mendatangi orang – orang yang memang sudah ahli di dunia saham sebagai mentor kamu.

Kamu tidak perlu khawatir dalam menemukan mentor, karena pada saat ini sudah banyak mentor saham yang bisa kamu jumpai.

3. Gunakan Dana Menganggur

Untuk memulai menabung saham alangkah lebih baiknya jika kamu menggunakan dana yang menganggur atau dana yang memang dikhususkan untuk menabung saham.

Kamu harus memastikan bahwa semua kebutuhan hidup sudah terpenuhi. Kamu juga harus ingat bahwa untuk menabung saham, kamu tidak disarankan untuk melakukan hutang.

Pada dasarnya ketika kamu belum mampu menabung saham, maka jangan kamu memaksakan diri.

4. Konsisten

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa pada dasarnya menabung saham sama seperti menabung di bank pada umumnya.

Hanya saja menabung saham ini mempunyai persentase tingkat keuntungan yang lebih besar.

Dalam hal ini kamu harus secara konsisten melakukannya. Misalnya kamu secara konsisten menabung saham sebesar Rp. 500.000 / bulan, maka dalam jangka waktu 1 tahun kamu sudah mempunyai uang sebesar Rp. 6.000.000.

Jumlah tersebut belum lagi ditambah dengan dividen yang akan kamu dapatkan secara rutin dan dari capital gain pada saat kamu menjual saham.

5. Jaga Psikologis dan Mental

Terkadang keuntungan yang tinggi sangatlah menggiurkan. Akan tetapi, apabila kamu belum mempunyai rencana alangkah lebih baiknya kamu jangan menjual saham yang kamu miliki terlebih dahulu.

Mengapa?

Tentu saja hal tersebut dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar beberapa tahun kemudian dan supaya kamu tidak salah dalam mengambil keputusan.

Selain itu, ketika dalam keadaan rugi kamu juga jangan langsung mengambil keputusan untuk menjual saham yang kamu miliki.

Dalam hal ini tentu saja setiap instrumen investasi pasti mempunyai risiko tidak terkecuali saham.

Dengan demikian, ada saja risiko kerugian pada saat terjadi penurunan harga.

Akan tetapi, kamu alangkah lebih baiknya jangan terlalu panik.

Karena sifat dari menabung saham ini adalah untuk jangka panjang, maka kamu perlu untuk mempersiapkan diri atas pergerakan harga yang fluktuatif.

Dalam hal ini kamu jangan terbawa perasaan dan suasana. Karena jika kamu terbawa perasaan dan suasana, maka kamu kemungkinan besar akan salah dalam mengambil keputusan.

6. Pilih Saham Blue Chip

Jika kamu masih pemula dalam melakukan pemilihan saham dari sekian banyak saham yang beredar, maka saran dari saya adalah kamu melakukan beberapa analisa saham blue chip.

Mengapa saham blue chip?

Karena saham blue chip merupakan saham dari perusahaan – perusahaan yang mempunyai kualitas dan juga performa yang terbaik yang dijual di bursa.

Saham jenis blue chip ini bisa memberikan stabilitas keuntungan yang cukup menjanjikan.

Selain itu, saham jenis ini juga dianggap sebagai investasi saham yang paling aman.

Contoh dari saham blue chip seperti TLKM (PT Telekomunikasi Indonesia), ASII (PT Astra Internasional), dan lain sebagainya.

 

Contoh Kasus / Ilustrasi Nabung Saham

Contoh Kasus atau Ilustrasi Nabung Saham

Misalnya Sinta mempunyai rencana untuk menabung saham. Sinta akan melakukannya secara rutin setiap tahunnya dengan menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk investasi jangka panjang.

Sinta mempunyai rencana untuk membeli saham TLKM setiap 1 tahun sekali sebesar Rp. 6.000.000.

TahunPenjelasanRata – Rata
1Pada tahun ke-1 Sinta membeli saham TLKM seharga Rp. 3.000 / lembar, maka dengan menggunakan uang Rp. 6.000.000, Sinta akan mendapatkan 20 lot ( 1 lot = 100 lembar) TLKM.Rp. 3000
2Pada tahun ke-2, Sinta kembali membeli saham TLKM yang pada tahun ke-2 ini mengalami kenaikan yaitu menjadi Rp. 4.000 / lembar, dengan menggunakan dana Rp. 6.000.000 Sinta mendapatkan 15 lot.(Rp. 6.000.000 + Rp. 6.000.000) / 3500 lembar = Rp. 3.429
3Tahun ke-3, Sinta membeli lagi saham TLKM di harga Rp. 6.000 / lembar, maka dengan dana Rp. 6.000.000 Sinta mendapatkan 10 lot.(Rp. 6.000.000 + Rp. 6.000.000 + Rp. 6.000.000) / 4500 lembar = Rp. 4.000
4Tahun ke-4, Sinta membeli lagi saham TLKM di harga Rp. 5.000 / lembar, maka dengan dana Rp. 6.000.000 Sinta mendapatkan 12 lot.(Rp. 6.000.000 + Rp. 6.000.000 + Rp. 6.000.000 + Rp. 6.000.000) / 5700 lembar = Rp. 4.211

Jadi dengan menggunakan cara menabung saham (dollar cost averaging) ini, Sinta memperoleh keuntungan sebesar:

5700 lembar x Rp. 5.000 (harga terakhir) =Rp. 28.500.000
5700 lembar x Rp. 4.211 (harga rata – rata) =Rp. 24.002.700
KeuntunganRp. 4.497.300

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang cara menabung saham. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan saja di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar