Cara Mengelola Keuangan

Tidak sedikit orang yang mempunyai cita – cita ingin sukses dalam finansial nya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menggapai cita – cita tersebut adalah dengan mengatur atau mengelola keuangan secara baik dan benar.

Menurut kamu apa itu mengelola keuangan?

Pada umumnya mengelola keuangan adalah suatu tindakan untuk mencapai berbagai tujuan finansial di masa depan.

Mengapa keuangan perlu dikelola?

Secara garis besar tujuan dari pengelolaan keuangan ini adalah untuk mencapai kesuksesan finansial.

Namun apabila dijabarkan tujuan dari pengelolaan keuangan adalah sebagai berikut.

  • Mencapai target dana tertentu di masa depan.
  • Melindungi dan juga meningkatkan kekayaan yang dimiliki.
  • Mengatur arus kas yang terjadi baik itu yang masuk maupun keluar.
  • Melakukan manajemen risiko dan juga mengatur risiko investasi dengan baik.
  • Mengelola hutang piutang.

Oke langsung saja berikut ini merupakan tahapan atau cara mengelola keuangan yang baik dan benar.

1. Mencatat Aset / Harta yang Dimiliki

Cara Mengelola Keuangan Pribadi

Dalam hal ini setiap orang tentu saja mempunyai harta atau aset. Nah dalam hal ini kamu perlu mengelompokkan atau mencatat aset tersebut ke dalam aset produktif maupun aset konsumtif.

Aset produktif merupakan aset yang memberikan penghasilan secara rutin atau ketika aset tersebut dijual kembali akan menghasilkan keuntungan.

Misalnya seperti tabungan yang tidak digunakan untuk belanja atau kebutuhan konsumtif, deposito, saham, reksadana, dan rumah yang dikontrakkan.

Sedangkan aset konsumtif merupakan aset yang tidak memberikan penghasilan, baik itu penghasilan secara rutin maupun keuntungan pada saat dijual kembali.

Misalnya seperti perlengkapan dan juga peralatan rumah tangga (televisi, meja makan, sofa, dan lain sebagainya).

Contoh Tabel untuk Mencatat Aset
NoNama HartaKelompok HartaNilai PerolehanTahun PembelianKondisi
ProduktifKonsumtif

Keterangan:

  • Kolom no diisi dengan nomor aset.
  • Kolom nama harta diisi dengan nama aset yang dicatat.
  • Kolom kelompok harta, untuk melakukan pengelompokkan aset apakah termasuk aset produktif maupun konsumtif, diisi dengan tanda check list (v).
  • Kolom nilai perolehan, diisi dengan harga perolehan harta yaitu harga ketika mendapatkan (membeli) aset.
  • Kolom tahun pembelian, diisi dengan tahun ketika aset tersebut diperoleh.
  • Kolom kondisi, diisi dengan kondisi aset ketika dilakukan pencatatan, apakah kondisinya rusak atau baik.

 

2. Mencatat Semua Pengeluaran

Cara Mengatur Keuangan

Setelah kamu mencatat seluruh aset yang kamu miliki, maka kamu akan mendapatkan informasi tentang posisi keuangan kamu pada saat ini.

Hal tersebut tentu saja sangat bermanfaat dalam melakukan tahapan atau cara mengelola keuangan selanjutnya yaitu mencatat semua pengeluaran dan merencanakan pengeluaran.

Kegiatan mencatat seluruh pengeluaran ini tentu saja akan memberikan informasi tentang banyak uang yang sudah dikeluarkan.

Hal ini menjadi pertimbangan bagi kamu untuk melakukan kontrol terhadap berbagai pengeluaran yang dirasa tidak perlu.

Selain itu, pencatatan pengeluaran juga dapat membantu kamu untuk mengetahui frekuensi pengeluaran untuk suatu pos tertentu.

Dengan demikian kamu dapat membedakan mana yang termasuk ke dalam kebutuhan dan mana yang termasuk keinginan.

Contoh Tabel untuk Mencatat Pengeluaran
WaktuKeteranganJumlah (Rp)Total (Rp)
Bulan/TahunTanggal

Keterangan:

  • Kolom bulan/tahun, diisi dengan bulan dan juha tahun pada saat dilakukannya pencatatan (periode pencatatan).
  • Kolom tanggal, diisi dengan tanggal ketika terjadinya pengeluaran.
  • Kolom keterangan, diisi dengan jenis atau untuk apa pengeluaran tersebut.
  • Kolom jumlah, diisi dengan besarnya uang yang dikeluarkan untuk suatu pengeluaran.
  • Kolom total, diisi dengan rekapan jumlah pengeluaran yang terjadi pada setiap tanggal terjadinya pengeluaran.

 

3. Melakukan Identifikasi Pengeluaran

Cara Mengatur Keuangan

Setiap individu atau keluarga biasanya mempunyai pola pengeluaran yang mirip dari waktu ke waktu.

Setelah kamu mempunyai catatan seluruh pengeluaran tahapan atau cara mengelola keuangan, selanjutnya adalah melakukan identifikasi apa saja yang menjadi pengeluaran rutin dan bagaimana frekuensinya (harian, mingguan, bulanan, atau tahunan).

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat pemetaan pengeluaran, apakah pengeluaran tersebut sifatnya rutin harian, mingguan, bulanan, atau tahunan.

Hal ini tentu saja akan sangat berguna sebagai bahan dalam membuat perencanaan keuangan.

Contoh Tabel Identifikasi Pengeluaran
NoNama PengeluaranJumlah Rata – Rata (Rp)Frekuensi
HarianMingguanBulananTahunan

Keterangan:

  • Kolom No, diisi dengan nomor pengeluaran.
  • Kolom nama pengeluaran, diisi dengan nama pengeluaran yang sudah diidentifikasi.
  • Kolom jumlah rata – rata, diisi dengan rata – rata uang yang dikeluarkan untuk dapat memenuhi jenis pengeluaran yang dicatat.
  • Kolom frekuensi, diisi dengan frekuensi pengeluaran yang terjadi apakah harian, mingguan, bulanan, atau tahunan dan isi dengan tanda check list (v).

 

4. Menyusun Rencana Pengeluaran (Budgeting)

Menyusun Rencana Pengeluaran (Budgeting)

Tahapan atau cara mengelola keuangan yang selanjutnya adalah dengan menyusun rencana pengeluaran atau budgeting.

Dalam menyusun rencana pengeluaran atau budgeting ini, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut.

a. Bedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Apabila dilihat dari segi bahasa, kata butuh merupakan kata sifat yang menunjukkan bahwa mau tidak mau harus melakukan suatu hal apabila tidak dilakukan akan mengganggu kegiatan sehari – hari, sehingga membutuhkan prioritas.

Sedangkan kata ingin merupakan kata sifat yang menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan karena menginginkan suatu hal, padahal belum tentu suatu hal tersebut dibutuhkan.

Artinya, kebutuhan atau need adalah suatu yang mempunyai sifat mendasar dan harus dipenuhi.

Hal tersebut dikarenakan akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup.

Sedangkan keinginan atau want adalah suatu kebutuhan yang sudah mendapat pengaruh dari faktor lingkungan, pendidikan, selera, dan berbagai faktor lainnya.

“Pada dasarnya kebutuhan mempunyai sifat yang terbatas, yang menjadikannya tidak terbatas adalah keinginan”.

Dalam membuat rencana keuangan atau mengelola keuangan, kamu harus cermat dalam menentukan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan.

Dengan demikian, tidak akan terjadi kesalahan pengalokasian anggaran dan berbagai kebutuhan mendasar dapat kamu penuhi.

Kamu harus ingat bahwa kebutuhan harus menjadi prioritas dibandingkan dengan keinginan.

b. Pilih Prioritas Pengeluaran Terlebih Dahulu

Dalam melakukan pemilihan atau menentukan prioritas pengeluaran, kamu dapat membagi beberapa pos pengeluaran ke dalam 3 kelompok yaitu: biaya hidup, cicilan hutang, dan premi asuransi.

Biaya Hidup

Biaya hidup adalah seluruh pos pengeluaran yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan untuk mempertahankan atau menjaga kelangsungan hidupnya.

Misalnya seperti membeli sembako, membayar listrik, air, biaya pendidikan, dan lain sebagainya.

Cicilan Hutang

Sedangkan, cicilan hutang adalah seluruh pos pembayatan hutang yang biasanya dilakukan atau dibayarkan setiap bulannya.

Misalnya seperti pembayaran cicilan kendaraan, cicilan rumah, cicilan kartu kredit, dan lain sebagainya.

Pada umumnya hutang dibagi menjadi 2 yaitu hutang produktif dan hutang konsumtif.

Hutang produktif adalah seluruh jenis hutang yang mempunyai ciri nilai aset yang dibeli dengan hutang tersebut mengalami kenaikan seiring dengan berjalannya waktu atau aset yang dibeli dengan hutang tersebut menghasilkan keuntungan rutin.

Sedangkan hutang konsumtif adalah seluruh jenis hutang yang memiliki ciri nilai aset yang dibeli dengan hutang tersebut mengalami penurunan seiring dengan berjalannya waktu atau aset yang dibeli dengan hutang tersebut tidak menghasilkan keuntungan.

Premi Asuransi

Adapun, premi asuransi adalah seluruh pengeluaran yang dilakukan untuk membayar berbagai pengeluaran asuransi.

Misalnya seperti asuransi jiwa, kesehatan, kerugian (kendaraan dan bangunan), dan lain sebagainya.

Khusus untuk pos pengeluaran premi asuransi tidak semua orang memilikinya.

Premi asuransi biasanya dikeluarkan oleh mereka yang sudah mempunyai penghasilan tertentu dan memahami akan pentingnya asuransi sebagai upaya preventif dalam menanggung risiko di masa depan.

Apabila seluruh pengeluaran kamu ternyata masuk dalam 3 kelompok tersebut, maka kamu harus menyusun skala prioritas.

Prioritas pertama adalah cicilan hutang, mengapa demikian?

Hal tersebut dikarenakan cicilan hutang mempunyai akibat tersendiri apabila tidak segera dilunasi yaitu berupa denda.

Selain itu, saldo hutang yang belum dibayar juga mempunyai akibat lain yaitu terkena bunga kembali apabila terlambat dalam pembayarannya, meskipun terlambat bayar beberapa hari.

Prioritas kedua adalah membayar berbagai pros pengeluaran premi asuransi, mengapa demikian?

Hal tersebut dikarenakan apabila terlambat membayar, maka perlindungan yang dimiliki dari program asuransi yang sudah ada atau sudah kamu ikuti akan hilang.

Prioritas ketiga adalah membayar berbagai pengeluaran untuk menjaga kelangsungan hidup. Mengapa biaya hidup menjadi prioritas yang terakhir?

Hal tersebut dikarenakan biaya hidup tidak menimbulkan bahaya apabila terlambat membayar dalam 3 sampai 4 hari.

Misalnya seperti belanja bulanan bisa ditangguhkan atau ditunda waktu pembeliannya 3 sampai 4 hari.

Contoh Tabel Prioritas Kebutuhan dan Keinginan
NoNama PengeluaranKategori Pengeluaran
KebutuhanKeinginan

Keterangan:

  • Kolom No, diisi nomor pengeluaran yang dicatat.
  • Kolom nama pengeluaran, diisi dengan nama pengeluaran yang sudah kamu diidentifikasi.
  • Kolom kategori pengeluaran, diisi dengan tanda check list (v) apakah pengeluaran tersebut termasuk kebutuhan atau keinginan.

c. Ketahui Cara Terbaik dalam Mengeluarkan Uang Untuk Setiap Pos Pengeluaran

Dalam melakukan tahapan atau cara mengelola keuangan ini kamu perlu mengetahui cara terbaik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran.

Cara tersebut adalah dengan melakukan penghematan. Hemat dalam hal ini merupakan mencari cara supaya bisa mengeluarkan uang dengan jumlah yang lebih sedikit untuk mencapai tujuan yang sama.

Misalnya seperti apabila akan melakukan perjalanan Jakarta – Semarang dengan menggunakan pesawat, maka kamu bisa mencari maskapai penerbangan yang memberikan harga paling rendah dibandingkan dengan maskapai lain.

Hal tersebut bukan mengganti perjalanan udara dengan perjalanan darat, karena kamu akan tetap rugi dari segi waktu.

d. Menabung atau Investasi Secara Periodik

Menabung atau investasi yang baik dilakukan segera setelah kamu mendapatkan pendapatan.

Jadi pada saat kamu menerima pendapatan, sesuai dengan rencana yang sudah kamu buat, segeralah simpan sejumlah uang untuk ditabungkan atau diinvestasikan.

“Hal tersebut dikarenakan lebih baik kamu mengalokasikan uang untuk ditabung atau diinvestasikan daripada menyisakan uang.”

Apabila dialokasikan untuk ditabung, alangkah lebih baiknya pisahkan rekening bank yang digunakan untuk menabung dengan rekening bank yang digunakan untuk melakukan berbagai pengeluaran.

Selain itu apabila perlu jangan dibuatkan kartu ATM, agar kamu tidak tergoda untuk mengambil uang tabungan.

Buku Catatan Menabung
TanggalKeteranganMutasiSaldo
DebitKredit

e. Perencanaan Program Untuk Masa Depan

Dalam merencanakan kebutuhan atau keperluan atau rencana khusus di masa depan, kamu perlu memikirkan berapa jumlah pengeluaran yang dibutuhkan dan alokasikanlah setiap bulannya.

Dengan demikian kamu akan dapat mencapai jumlah yang cukup pada saat waktunya sudah tiba.

Perencanaan Program Masa Depan
NoProgram Masa DepanTarget Periode Pencapaian (Tahun…)Perkiraan Dana yang Dibutuhkan (Rp)Target Mengalokasikan Dana per Hari / per Bulan (Rp)

Keterangan:

  • Kolom No, diisi dengan nomor kebutuhan khusus di masa depan.
  • Kolom program masa depan, diisi dengan nama program yang kamu rencanakan.
  • Kolom target periode pencapaian, diisi dengan target tahun realisasi program.
  • Kolom perkiraan dana yang dibutuhkan, diisi dengan jumlah dana yang kamu butuhkan untuk merealisasikan program tersebut.
  • Kolom target mengalokasikan dana per hari / per bulan, diisi dengan jumlah dana yang ditargetkan untuk dialokasikan per hari atau per bulan.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang tahapan atau cara mengelola keuangan. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar