Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK)

Catatan atas laporan keuangan (CaLK) adalah suatu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. Laporan keuangan harus dilengkapi dengan catatan atas laporan keuangan yang memuat tentang berbagai informasi yang bisa mempermudah pemakai untuk memahami isi dari laporan keuangan.

Hal tersebut dikarenakan laporan keuangan menyajikan tentang berbagai informasi yang sangat rentan terhadap terjadinya suatu kesalahpahaman dari para pemakainya.

Kesalahpahaman tersebut terjadi karena persepsi yang berbeda dari para pemakai atau pembaca dalam memahami isi dari laporan keuangan.

Oleh karena itu dibutuhkan-lah suatu bagian penjelas secara umum dan referensi ke dalam berbagai pos laporan keuangan. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya suatu kesalahpahaman atas laporan keuangan.

Download Materi Laporan Keuangan secara GRATIS, dapatkan diskon 20% dan free trial 30 hari untuk aplikasi akuntansi berbasis cloud terbaik di Indonesia.

Download Pdf

Nah, untuk lebih jelasnya tetap simak pembahasan berikut ini ya..!

Pengertian Catatan Atas Laporan Keuangan Menurut Ahli

Berikut merupakan beberapa pendapat dari para ahli tentang CaLK yang akan menambah pemahaman kamu tentang pengertian dari CaLK.

Rudianto (2012:20)

Catatan atas laporan keuangan adalah informasi tambahan yang harus diberikan menyangkut berbagai hal yang terkait secara langsung dengan laporan keuangan yang disajikan entitas tertentu.

Seperti kebijakan akuntansi yang dipakai perusahaan, dan berbagai informasi yang relevan dengan laporan akuntansi tersebut.”

IAI dalam PSAK No.1 (2009:1.3)

“Catatan atas laporan keuangan adalah laporan keuangan yang berisi informasi tambahan atas apa yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan pendapatan komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas.

CaLK memberikan penjelasan atau rincian dari berbagai pos yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dan informasi tentang berbagai pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.”

Raja Adri Satriawan S (2012:36)

“Catatan atas laporan keuangan adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang dasar pengukuran yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan.”

Dwi Martani Dkk (2012:62)

“Catatan atas laporan keuangan adalah pengungkapan (disclosure), baik yang bersifat keuangan maupun non-keuangan, dari berbagai akun yang dilaporkan atau peristiwa yang dihadapi peristiwa yang dapat mempengaruhi posisi dan kinerja keuangan perusahaan.

Sehingga seringkali ditekankan bahwa CaLK adalah bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.”

 

Fungsi Catatan Atas Laporan Keunagan

  1. Menyajikan informasi tentang metode atau landasan dasar apa yang dipakai dalam melakukan perhitungan atau penyusunan laporan keuangan.
  2. Manyajikan informasi umum tentang gambaran umum perusahaan.
  3. Menyajikan informasi tentang ekonomi makro dan kebijakan fiskal.
  4. Menyajikan suatu ikhtisar terhadap sukses tidaknya target keuangan dari perusahaan selama periode tertentu.
  5. Memberikan informasi tentang kendala dan permasalahan yang terjadi pada saat mencapai tujuan atau target perusahaan.
  6. Menjelaskan atau menjabarkan berbagai pos yang disajikan dalam laporan keuangan secara rinci.

 

Jenis – Jenis Catatan dalam CaLK

Jenis – jenis catatan yang pada umumnya dimasukkan dalam CaLK oleh manajemen sebagai pendukung atas laporan keuangan dasar adalah sebagai berikut.

  1. Ringkasan mengenai kebijakan akuntansi yang signifikan.
  2. Informasi untuk menjelaskan jumlah saldo yang terdapat dalam laporan keuangan.
  3. Informasi yang berhubungan dengan berbagai hal yang tidak dilaporkan dalam laporan keuangan, karena tidak memenuhi kriteria pengakuan namun tetap dipertimbangkan sebagai hal yang signifikan bagi para pemakai dalam mengambil berbagai keputusan.
  4. Informasi tambahan yang diberikan oleh FASB (financial accounting standards board) untuk dapat memenuhi prinsip akuntansi pengungkapan penuh (full disclosure principal).

Oke selanjutnya kita akan bahas beberapa catatan tersebut satu per satu.

Ringkasan Kebijakan Akuntansi Signifikan

GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) mengharuskan pengungkapan informasi tentang berbagai prinsip dan kebijakan akuntansi yang diaplikasikan sampai menghasilkan jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan.

APB (Accounting Principles Boards) menyatakan dalam APB opinion No.22 sebagai berikut:

“……… Pada saat laporan keuangan diterbitkan dengan tujuan menyajikan secara wajar posisi keuangan, arus kas, dan hasil operasi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum, deskripsi tentang seluruh kebijakan akuntansi yang signifikan dari pelaporan entitas harus dimasukkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.”

Contoh dari kebijakan akuntansi yang signifikan ini adalah sebagai berikut:

  1. Kebijakan mengenai anak perusahaan yang dimasukkan ke dalam laporan konsolidasi.
  2. Metode penyusutan yang digunakan.
  3. Metode untuk menilai persediaan.
  4. Implementasi perubahan metode akuntansi.
  5. Cara pengakuan pendapatan khusus.
  6. Dan lain sebagainya.

Informasi Penjelas Jumlah Saldo Laporan Keuangan

Untuk bisa menyusun laporan keuangan yang cukup singkat supaya bisa dimengerti tapi cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan para pengguna, maka dibutuhkan suatu catatan tambahan.

Catatan tersebut berfungsi untuk menjelaskan jumlah saldo – saldo yang ada di dalam laporan keuangan. Contoh dari catatan tambahan yang menjelaskan jumlah saldo pada laporan keuangan adalah sebagai berikut.

  1. Catatan tentang pajak penghasilan yang mengidentifikasikan atau menjelaskan berbagai hal yang menyebabkan perbedaan antara catatan berdasarkan akuntansi keuangan perusahaan dengan akuntansi pajak.
  2. Catatan tentang tunjangan pensiun yang menjelaskan mengenai rencana tunjangan pensiun dan rencana pemberian tunjangan perawatan medis bagi karyawan yang pensiun.
  3. Dan lain sebagainya.

Penelusuran pada catatan tambahan tersebut akan mengungkapkan atau menjelaskan informasi yang menjadi tolak ukur atau mendasari jumlah saldo yang disajikan dalam laporan keuangan.

Informasi yang Tidak Ada di Dalam Laporan Keuangan

Semua unsur yang dimasukkan ke dalam laporan keuangan harus memenuhi beberapa kriteria pengakuan. Bahkan walaupun tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan, informasi yang  berkaitan dengan unsur tersebut mungkin relevan bagi para pengguna.

Contoh dari informasi yang tidak ada di dalam laporan keuangan, namun dipertimbangkan sebagai hal yang signifikan bagi para pemakai dalam mengambil berbagai keputusan adalah sebagai berikut:

  1. Misalnya adalah kerugian kontijensi. Apabila kemungkinan untuk membayar kewajiban kontijensi diperkirakan mungkin terjadi atau mungkin terjadi namun jumlahnya tidak bisa diperkirakan secara memadai, maka kewajiban kontijensi tersebut seharusnya tidak diakui, tapi diungkapkan dalam CaLK.
  2. Catatan yang menggambarkan mengenai tuntutan hukum yang sedang dihadapi oleh perusahaan.
  3. Dan lain sebagainya.

Secara konseptual, suatu pengungkapan seharusnya tidak menjadi alternative atas suatu pengakuan. Artinya apabila suatu unsur memenuhi kriteria pengakuan.

Maka unsur tersebut seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan dan tidak hanya diungkapkan dalam suatu catatan.

Informasi Tambahan

FASB dan SEC (Securities and Exchange Commission) mengharuskan pelaporan informasi tambahan dilakukan dalam jadwal terpisah. Misalnya seperti informasi triwulan-an untuk perusahaan tertentu.

Informasi yang ada di dalam catatan tersebut penting bagi para pengguna. Dan informasi tersebut tidak tercakup dalam pendapat auditor. Catatan yang tidak tercakup dalam pendapat auditor diberi tanda “tidak diaudit”.

Kategori lainnya dari informasi tambahan yaitu informasi segmen bisnis. Bagi perusahaan dengan operasi yang tersebar secara geografis, informasi segmen akan menjelaskan hasil untuk segmen geografis yang terpisah.

 

Format / Isi Catatan atas Laporan Keuangan

Pada umumnya catatan atas laporan keuangan ini dibuat setelah laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan posisi keuangan dan laporan arus kas, yaitu dengan urutan sebagai berikut.

  • Gambaran umum suatu entitas.
  • Landasan atau dasar apa yang digunakan dalam proses penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan yang diaplikasikan.
  • Informasi tambahan untuk setiap pos yang terdapat pada laporan keuangan sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian setiap pos.
  • Dan pengungkapan lainnya, antara lain seperti informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan dan informasi yang tidak disajikan dalam laporan keuangan namun informasi tersebut sesuai atau relevan untuk bisa memahami laporan keuangan.

Selanjutnya kita akan bahas satu persatu urutan yang disajikan dalam CaLK tersebut.

Gambaran Umum

  • Pendirian suatu entitas: Kapan didirikan, Akta pendirian, Riwayat, aktivitas usaha, kedudukan.
  • Penawaran umum saham (efek): tanggal mulai berlakunya penawaran, nomor penawaran, jumlah dan harga nominal, harga penawaran, bursa tempat dimana efek dicatat.
  • Struktur organisasi perusahaan: nama dan jabatan, peran direksi, jumlah karyawan.
  • Penyelesaian laporan keuangan: pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan, tanggal penerbitan laporan.

Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dalam Catatan Atas Laporan Keuangan

  • Pernyataan kepatuhan terhadap standar akuntansi Indonesia.
  • Dasar penyusunan dan pengukuran laporan keuangan.
  • Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan.
  • Kebijakan akuntansi tertentu, diantaranya: Prinsip konsolidasi, kombinasi bisnis, kas dan setara kas, instrument keuangan, persediaan, property investasi, aset tetap, investasi pada entitas sosial, bagian partisipan dalam ventura bersama, aset tak berwujud, aset tidak lancar, penurunan nilai aset non-keuangan, sewa, provisi, imbalan kerja, pengakuan pendapatan, transaksi dan saldo dalam mata uang asing, hibah pemerintah, pajak penghasilan, biaya pinjaman, segmen operasi, laba/rugi per saham.

Pengungkapan atas Setiap Pos Laporan Keuangan

Aktiva

  • Aktiva lancar: kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan, pajak dibayar di-muka, biaya dibayar di-muka, dan lain sebagainya.
  • Aktiva tetap / tidak lancar: peralatan, kendaraan, gedung, aset tidak berwujud, dan lain sebagainya.

Kewajiban

  • Kewajiban lancar: utang usaha, utang gaji, utang pajak, dan lain sebagainya.
  • Kewajiban jangka panjang: utang obligasi, sukuk, utang hipotek, obligasi konversi, dan lain sebagainya.

Modal

  • Modal disetor.
  • Modal saham.
  • Selisih transaksi yang dilakukan dengan pihak non-pengendali.
  • Saldo laba.
  • dan pendapatan komprehensif lainnya.

Pendapatan

  • Penjualan barang.
  • Penjualan jasa.
  • Deviden.
  • Bunga.
  • Royalty.
  • Dan lain sebagainya.

Beban

  • Harga pokok penjualan.
  • Beban pemasaran.
  • Beban angkut.
  • Beban tenaga kerja.
  • Beban sewa.
  • Beban asuransi.
  • Beban listrik, air, dan telpon.
  • Dan lain sebagainya.

Pengungkapan Lainnya

  • Pajak penghasilan.
  • Penurunan nilai aktiva non-keuangan.
  • Bagian partisipasi dalam ventura bersama.
  • Aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing.
  • Operasi yang dihentikan.
  • Nilai wajar instrument keuangan.
  • Waran.
  • Instrument derivative selain derivative melekat.
  • Manajemen resiko keuangan.
  • Pengelolaan modal.
  • Transaksi non-kas.
  • Perikatan dan kontijensi.
  • Segmen operasi.
  • Pembayaran dengan saham.
  • Perubahan estimasi akuntansi, kebijakan akuntansi, dan kesalahan periode sebelumnya.
  • Peristiwa setelah periode pelaporan.
  • Perkembangan terakhir SAK dan peraturan yang berhubungan dengan aktivitas perusahaan.
  • Reklasifikasi.
  • Rekonsiliasi SAK dalam negeri dan standar akuntansi di luar negeri.
  • Dan lain sebagainya.
Baca Juga: Audit (Auditing)

 

Contoh Catatan atas Laporan Keuangan

Berikut ini adalah beberapa contoh dari CaLK. Pada artikel ini yang ditampilkan adalah bagian awal atau bagian umum dari CaLK. Namun jika kamu ingin mendownloadnya bisa melalui link yang sudah disediakan.

Perusahaan Jasa

Contoh catatan atas laporan keuangan PT tanah laut

Download CaLK PT Tanah Laut Tbk (Klik disini).

Perusahaan Dagang

Contoh CaLK PT GEMA GRAHASARANA Tbk

Download CaLK PT Gema Grahasarana Tbk (Klik disini).

Perusahaan Manufaktur

 

PT Arkha Jayanti Persada Tbk

Download CaLK PT Arkha Jayanti Persada Tbk (Klik disini).

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang CaLK atau catatan atas laporan keuangan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kamu. Jika ada kritik, saran atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar