E-Commerce

Electronic commerce atau yang biasa kita sebut dengan e-commerce adalah suatu sarana berbisnis dengan menggunakan jaringan komputer. Sebetulnya electronic commerce ini sudah dikenal sejak tahun 70 an, dan awal tahun 80 an.

Generasi yang pertama dari e-commerce ini dilakukan hanya antar organisasi bisnis berupa transaksi jual beli yang diafiliasi oleh Electronic Data Interchange (EDI).

Walaupun, pada saat sekarang ini penggunaan dari e-commerce ini sudah banyak, namun banyak juga yang tidak mengetahui apa sebenarnya e-commerce itu.

Nah, untuk mengetahui lebih lengkap tentang electronic commerce, yuk simak pembahasannya di dalam artikel ini.

Pengertian E-Commerce Menurut Para Ahli

Pengertian E-Commerce Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami tentang pengertian dari e-commerce, berikut ini merupakan beberapa pendapat yang disampaikan oleh para ahli.

1. Turban (2015 : 7)

“E-commerce adalah suatu proses membeli, menjual, atau memperdagangkan data, barang, atau jasa dengan melalui internet.”

2. David Baum

Dikutip dari Onno W Purbo dan Aang Arif Wahyudi dalam buku karya Haris Faulidi Asnawi yang berjudul “Transaksi Bisnis E-Commerce Perspektif Islam”, David Baum menjelaskan bahwa :

E-commerce is a dynamic set of technologies, applications, and business process that link enterprises, consumers, and communities trough electronic transactions and electronic exchange of goods, services, and information.”

“Artinya: E-commerce adalah satu set dinamis teknologi aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, jasa, dan informasi yang dilakukan secara elektronik.”

3. Adi Nugroho (2006 : 1)

E-commerce adalah suatu konsep baru yang dapat digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web Internet atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa, informasi dengan melalui jaringan informasi termasuk internet.”

4. Munawar (2009 : 1)

E-commerce adalah suatu proses berbisnis dengan menggunakan teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik dan pertukaran / penjualan barang, jasa, dan informasi secara elektronik.”

5. Sulianta (2009 : 10)

E-commerce adalah proses pembelian produk barang atau jasa dengan melalui internet menggunakan koneksi aman dan pembayaran elektronik.”

 

Sejarah Perkembangan E-Commerce

Sejarah Perkembangan e-commerce

Berikut ini merupakan sejarah perkembangan e-commerce yang ada di Dunia dan di Indonesia.

Di Dunia

Pada tahun 1962, Joseph Carl Robenett Licklider berkebangsaan Amerika melakukan suatu penelitian tentang konsep networking.

Pada tahun 1962, Lawrence G Robert dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) juga melakukan penelitian tentang internet yang dilahirkan dari riset pemerintah Amerika yang pada mulanya hanya untuk kalangan teknis di lembaga pemerintahan, ilmuwan, dan peneliti akademis.

Selanjutnya pada tahun 1970, muncul lah Electronic Fund Transfer (EFT) yang aplikasinya pada waktu itu masih terbatas hanya pada perusahaan – perusahaan yang terkenal saja.

Kemudian Electronic Data Interchange (EDI) mulai berkembang dari transaksi keuangan ke pemrosesan transaksi lain dan jumlah perusahaan yang mengambil peranan juga bertambah.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat nya terjadi pada era 90 an. Pada era tersebut muncul lah aplikasi e-commerce dari berbagai perusahaan.

Dengan demikian terjadilah komersialisasi internet dan pertumbuhan perusahaan dot–coms atau internet start–ups yang semakin menjamur atau banyak.

Pada awalnya, perdagangan elektronik adalah kegiatan perdagangan yang hanya memanfaatkan transaksi komersial saja.

Misalnya adalah mengirimkan berbagai macam komersial seperti pesanan pembelian secara elektronik.

Selanjutnya hal tersebut berkembang menjadi suatu kegiatan yang memiliki istilah yang lebih cepat yaitu “perdagangan via web” atau pembelian produk dengan melalui World Wide Web.

Awalnya pada saat web mulai dikenal oleh masyarakat luas pada tahub 1994, banyak jurnalis yang memperkirakan bahwa e-commerce ini akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru.

Oleh karena itu, pada era 1998 sampai dengan 2000 an, banyak organisasi bisnis di Amerka dan Eropa yang mulai mengembangkan situs web perdagangan.

Di Indonesia

Di Indonesia sendiri perkembangannya dimulai sejak tahun 1996, yaitu dengan berdirinya Dyviacom Intrabum atau D–net sebagai perintis dari transaksi online di Indonesia.

Media transaksi bermula mall online yang disebut dengan D–mall ini sudah berhasil menampung sekitar 33 toko online.

Produk yang dijual nya pun beranekaragam, mulai dari makanan, aksesoris, pakaian, sampai dengan furniture.

Selain itu ada juga Commerce Net Indonesia sebagai commerce service provider (CSP) pertama yang ada di Indonesia.

Commerce Net Indonesia ini menawarkan berbagai kemudahan dalam melakukan jual beli di internet.

Indonesia sendiri sudah menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga yang memerlukan e-commerce untuk melayani konsumen, seperti PT Telkom dan juga Bank Indonesia.

Disamping itu, terdapat pula 7 situs yang menjadi anggota dari Commerce Net Indonesia, seperti plasa.com, Interactive mall 2009, officeland, kompas cyber media, Mizan online telecommunication mall dan Trikomsel.

Terlepas dari hal tersebut, terdapat implikasi yang jelas yang ada hubungannya dengan etika dalam e-commerce.

Pertama, adalah gelombang perkembangan dari electronic commerce ini sangatlah besar dalam beberapa tahun terakhir.

Kedua, etika dalam electronic commerce harus sangat diperhatikan, melihat begitu tingginya minat masyarakat untuk memakai dan mengembangkannya.

Perkembangan electronic commerce yang sangat cepat diiringi dengan kemampuan organisasi bisnis yang baik menjadikan electronic commerce sebagai salah satu alternatif.

 

Jenis – Jenis E-Commerce

Jenis – Jenis e-commerce

Electronic commerce (e–commerce) ini terdapat beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Business to Customer (B2C) E-Commerce

B2C ini merupakan jenis electronic commerce yang paling sering dibicarakan, yang dimana bisnis online jenis ini menjangkau konsumen individual.

Dengan kata lain transaksi yang terjadi yaitu antara perusahaan atau organisasi bisnis dengan konsumen individu.

B2C ini mencakup pada pembelian barang ritel, travel, konten online dan berbagai jenis layanan lainnya.

Jenis ini tumbuh secara eksponensial sejarah tahun 1995 dan sebagai jenis electronic commerce yang paling sering dijumpai oleh konsumen.

Pada B2C ini transaksi disebarkan secara umum, dan konsumen lah yang mempunyai inisiatif untuk melakukan transaksi.

Dengan demikian, pihak perusahaan atau organisasi bisnis harus siap menerima respon dari konsumen tersebut.

Pada umumnya sistem yang dipakai adalah dengan menggunakan sistem web.

Hal tersebut dikarenakan sistem ini yang pada umumnya digunakan dikalangan masyarakat.

Berikut ini merupakan beberapa karakteristik dari business to customer (B2C):

  • Terbuka untuk umum, yang dimana informasi akan disebarkan secara umum dan bisa diakses oleh siapa saja secara bebas.
  • Pelayanan yang ditawarkan mempunyai sifat umum. Hal tersebut dikarenakan sistem web sudah umum dipakai oleh banyak orang.
  • Pelayanan yang ditawarkan ini berdasarkan permintaan. Perusahaan atau produsen dalam hal ini harus siap memberikan respon sesuai dengan permintaan konsumen.
  • Sistem pendekatan client – server sering dilakukan atau digunakan.

2. Business to Business (B2B) E-Commerce

B2B ini merupakan jenis electronic commerce paling besar yang mempunyai fokus pada penjualan ke bisnis lainnya.

Dengan kata lain transaksi yang terjadi yaitu antara perusahaan atau organisasi bisnis dengan perusahaan lainnya.

Proses transaksi yang terjadi di electronic commerce B2B ini melibatkan perusahaan atau organisasi yang bisa bertindak sebagai penjual atau pembeli.

Dalam electronic commerce B2B ini terdapat 2 model jenis bisnis utama yang dipakai, yaitu sebagai berikut.

  • Net marketplace, yang meliputi e–distributor, perusahaan e–procurement, bursa, dan kosnsorsium industri.
  • Jaringan industri swasta.

3. Customer to Customer (C2C) E-Commerce

C2C adalah jenis electronic commerce yang menyediakan media bagi konsumen untuk menjual satu sama lain, yaitu dengan menggunakan bantuan pembuat pasar online atau penyedia platform.

Dalam C2C ini, pihak individu menjual produk mereka baik barang maupun jasanya kepada individu, organisasi atau perusahaan yang mempunyai peran sebagai konsumen melalui internet.

Customer to customer ini dapat dicontohkan misalnya seperti pada saat ada seseorang yang melakukan penjualan di classified ads.

4. Mobile Commerce (M-Commerce) E-Commerce

Mobile commerce ini mengacu pada pemakaian perangkat mobile untuk memungkinkan melakukan transaksi online dengan memakai jaringan seluler dan nirkabel untuk menghubungkan smartphone ke internet.

Sebagai contoh misalnya Amazon.com sudah membuat situsnya bisa diakses dengan menggunakan mobile.

 

Indikator Penggunaan E-Commerce

Indikator Penggunaan e-commerce

Apabila dikategorikan atau diklasifikasikan, indikator pemakaian e-commerce dapat dibagi menjadi 3 jenis aplikasi yaitu sebagai berikut.

1. Electronic Markets (EMs)

Electronic markets adalah suatu sarana yang memakai teknologi informasi dan juga komunikasi untuk melakukan atau menyajikan berbagai penawaran dalam suatu segmen pasar.

Dengan demikian konsumen mampu melakukan perbandingan berbagai macam harga yang ditawarkan.

Dalam definisi yang lain electronic market adalah suatu sistem informasi antar organisasi yang menyediakan berbagai fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk saling bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan.

Kelebihan dari fasilitas yang ditawarkan oleh Ems bagi pembeli atau konsumen adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu.

Sedangkan kelebihan bagi penjual adalah bisa mendistribusikan informasi tentang produk dan atau jasa yang ditawarkannya dengan lebih cepat dan bisa menarik konsumen lebih banyak.

2. Electronic Data Interchange (EDI)

EDI adalah suatu sarana untuk memberikan kemudahan dalam hal efisiensi pertukaran data berbagai transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antar organisasi.

Electronic data interchange ini sangat luas pemakaiannya, biasanya dipakai oleh kelompok retail yang besar pada saat melakukan bisnis dagang dengan para supplier nya.

EDI mempunyai standarisasi pengkodean transaksi perdagangan.

Dengan demikian, organisasi komersial akan mampu melakukan komunikasi secara langsung dari suatu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lainnya.

Tentu saja hal tersebut dapat dilakukan tanpa adanya hard copy, terhindar dari penundaan dan kesalahan, mendapatkan respon yang cepat, serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.

3. Internet Commerce

Internet commerce merupakan pemakai internet dengan basis teknologi informasi dan komunikasi untuk perdagangan.

Aktivitas komersial tersebut misalnya seperti iklan dalam penjualan produk.

Transaksi yang bisa dilakukan di internet antara lain pemesanan atau pembelian produk, yang dimana produk tersebut dikirim melalui jasa pengiriman dan uang ditransfer ke rekening penjual.

Pemakaian internet sebagai media pemasaran dan juga sebagai saluran penjualan sudah terbukti memiliki banyak kelebihan kelebihan.

Biaya yang dikeluarkan tentu saja lebih murah jika dibandingkan dengan membuat outlet retail di berbagai tempat.

 

Karakteristik E-Commerce

Karakteristik e-commerce

Berbeda hal nya dengan transaksi perdagangan biasa pada umumnya, transaksi e-commerce ini mempunyai karakteristik atau ciri khas yang sangat khusus yaitu sebagai berikut.

1. Transaksi Tanpa Batas

Sebelum adanya internet, batas demografi menjadi penghalang bagi suatu perusahaan maupun individu yang ingin go international.

Sehingga hanya perusahaan maupun individu yang mempunyai modal besar saja yang bisa memasarkan produknya ke luar negeri.

Namun, pada saat sekarang ini dengan adanya internet pengusaha kecil dan juga menengah pun mampu memasarkan produknya secara internasional.

Caranya adalah dengan menggunakan situs web dan dengan memasang iklan di internet  tanpa batas 24 jam, dan tentunya konsumen dari berbagai dunia bisa mengakses situs tersebut.

2. Transaksi Anonim

Dalam transaksi yang terjadi di internet antara penjual dan juga pembeli tidak harus saling bertatap muka.

Penjual tidak membutuhkan nama dari pembeli sepanjang pembayaran yang dilakukan sudah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, biasanya dengan kartu kredit.

3. Produk Digital dan Non Digital

Berbagai produk digital misalnya seperti software komputer, musik, dan produk lainnya yang mempunyai sifat digital bisa dipasarkan dengan mudah melalui internet, yaitu dengan cara download secara elektronik.

Dalam perkembangannya, objek atau produk – produk yang ditawarkan dengan melalui internet ini juga meliputi produk kebutuhan hidup lainnya.

4. Produk Barang Tidak Berwujud

Banyak perusahaan atau organisasi bisnis yang bergerak dalam bidang e-commerce dengan menawarkan produk barang tidak berwujud.

Misalnya seperti data, software, dan berbagai ide yang dijual dengan melalui internet.

 

Komponen E-Commerce

Pada e-commerce ini terdapat berbagai mekanisme tertentu yang unik dan berbeda jika dibandingkan dengan mekanisme – mekanisme yang ada pada traditional commerce.

Dalam electronic commerce ini terdapat beberapa komponen yang terlibat, yaitu sebagai berikut.

1. Customer

Customer atau pelanggan adalah para pemakai internet yang bisa dijadikan sebagai target pasar potensial untuk diberikan suatu penawaran berupa produk atau informasi oleh para penjual.

2. Penjual

Penjual adalah pihak yang memberikan penawaran produk atau informasi kepada para customer baik individu maupun kelompok atau organisasi.

Dalam hal ini proses penjual yang terjadi bisa dilakukan secara langsung dengan melalui website yang dimiliki oleh penjual atau dengan melalui marketplace.

3. Produk

Salah satu bentuk perbedaan antara e-commerce dengan traditional commerce adalah terletak pada produk yang dijual.

Pada electronic commerce ini penjual dapat menjual produk digital, yang dimana produk tersebut bisa dikirimkan secara langsung melalui internet.

4. Infrastruktur

Infrastruktur yang digunakan dalam e-commerce ini meliputi hardware, software, dan juga sistem jaringan.

5. Front End

Front end ini adalah sebuah bagian dari web yang mampu melakukan interaksi dengan pengguna secara langsung.

Misalnya seperti portal penjual, katalog elektronik, shopping cart, payment gateway, mesin pencari, dan lain sebagainya.

5. Back End

Back end adalah suatu bagian yang tidak secara langsung memberikan dukungan kepada front end.

Seluruh kegiatan yang berhubungan dengan pemesanan baran, manajemen persediaan, proses pembayaran, packaging, dan juga pengiriman produk termasuk dalam proses back end.

6. Intermediary

Intermediary adalah pihak ke-3 yang menghubungkan atau menjembatani antara penjual dengan pembeli.

Online intermediary ini mempunyai peran yaitu membantu mempertemukan antara pembeli dan penjual, menyediakan infrastruktur, serta membantu penjual dan pembeli dalam menyelesaikan proses transaksi.

Yang bisa menjadi intermediary ini tidak hanya sebuah organisasi saja, namun individu juga bisa.

Contoh dari intermediary misalnya seperti broker dan distributor.

7. Partner Bisnis Lain

Dalam hal ini partner bisnis adalah pihak selain intermediary yang melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan penjual.

8. Support Service

Pada saat sekarang ini sudah terdapat cukup banyak support services di internet, mulai dari sertifikasi dan trust service yang menjamin keamanan sampai dengan knowledge provider.

9. Kebijakan Publik

Kebijakan publik dalam hal ini berkaitan dengan masalah hukum dan kebijakan atau peraturan lain seperti perlindungan privasi dan perpajakan yang ditentukan oleh pemerintah merupakan suatu standar teknis dan kepatuhan.

 

Standar Teknologi E-Commerce

Berikut ini merupakan beberapa standar teknologi yang digunakan dalam e-commerce.

1. Electronic Data Interchange (EDI)

Seperti apa yang sudah dijelaskan sebelumnya dalam perkembangan e-commerce, bahwa electronic data interchange ini dibuat pada era 70 an dan pada saat sekarang ini dipakai oleh lebih dari 1000 perusahaan Fortune di Amerika Seikat.

Electronic data interchange adalah suatu standar struktur dokumen yang dibuat atau dirancang dengan tujuan untuk memungkinkan organisasi besar dapat mengirimkan informasi melalui jaringan privat atau pribadi.

Selain itu, pada saat sekarang ini EDI digunakan dalam situs perusahaan.

2. Open Buying on the Internet (OBI)

OBI adalah sebuah standar yang dirancang oleh Internet Purchasing Roundtable yang mampu memberikan jaminan bahwa sistem – sistem yang ada di e-commerce dapat berbicara satu dengan lainnya.

Open buying on the internet ini dikembangkan oleh konsorsium OBI (www.openbuy.org) yang didukung oleh berbagai perusahaan yang memimpin bidang teknologi seperti Actra, InteliSys, Microsoft, Open Market, dan Oracle.

3. Open Trading Protocol (OTP)

Open trading protocol ini dimaksudkan untuk melakukan standarisasi pada berbagai kegiatan yang berhubungan dengan proses pembayaran.

Misalnya seperti perjanjian pembelian, resi pembelian, pembayaran.

OTP ini sebenarnya adalah standar kompetitor dari OBI yang dirancang oleh beberapa perusahaan, yaitu AT & T, Cyber Cash, Hitachi, IBM, Oracle, Sun Microsystems, dan British Telecom.

4. Open Profiling Standard (OPS)

Open profiling standard adalah suatu standar yang di dukung oleh Microsoft dan Firefly.

Open profiling standard memungkinkan para pemakainya untuk membuat sebuah profil pribadi dari apa yang para pengguna sukai yang bisa dibagikan dengan merchant.

Ide dibalik pembuatan OPS ini adalah adanya keinginan untuk membantu melindungi privasi pengguna tanpa harus menutup kemungkinan terjadinya transaksi informasi untuk proses pemasaran dan lain sebagainya.

5. Secure Socket Layer (SSL)

Secure socket layer adalah suatu protokol yang dirancang untuk membangun sebuah saluran yang aman ke server.

SSL ini mengadopsi penggunaan teknik encryption public key untuk melindungi data yang dikirimkan melalui jaringan internet.

Secure socket layer ini dirancang oleh Netscape, namun pada saat sekarang ini sudah dipublikasikan di public domain.

6. Secure Electronic Transaction (SET)

Secure electronic transaction ini akan melakukan pengkodean nomor kartu kredit yang di simpan di server merchant.

SET ini dirancang oleh Visa dan Master Card, dengan demikian akan langsung di dukung oleh masyarakat perbankan.

Uji coba pemakaian SET yang pertama pada e-commerce ini dilakukan di Asia.

7. Truste

Truste adalah sebuah kerjasama atau partnership dari berbagai perusahaan yang mencoba untuk membangun kepercayaan dari publik dalam e-commerce.

Hal tersebut dilakukan dengan cara memberikan cap good housekeeping yang memberikan approve atau persetujuan pada situs yang tidak melanggar kerahasiaan konsumen.

 

Manfaat E-Commerce

Manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaan e-commerce bagi perusahaan atau penjual adalah sebagai berikut.

  • Memperluas jangkauan pasar hingga ke pasar nasional dan internasional.
  • Menghemat dalam biaya pembuatan, pemrosesan, pendistribusian, penyimpanan, dan juga pencarian informasi yang masih menggunakan kertas.
  • Dapat mempersingkat waktu antara outlay modal dan penerimaan produk.
  • Memberikan dukungan terhadap berbagai upaya business process reengineering.
  • Mempercepat akses informasi.

Selain bermanfaat bagi penjual, e-commerce ini juga mempunyai manfaat bagi pembeli (konsumen), yaitu sebagai berikut.

  • Konsumen dapat melakukan transaksi selama 24 jam di berbagai lokasi dengan menggunakan fasilitas internet.
  • Mampu memberikan banyak alternatif atau pilihan kepada konsumen.
  • Konsumen dapat menerima informasi yang sesuai secara lengkap dalam waktu yang singkat.
  • Menyediakan tempat bagi para konsumen lain di electronic community dan bisa saling bertukar pikiran serta pengalaman dalam pemakaian produk atau transaksi.
  • Ketatnya persaingan antar penjual pada akhirnya akan menghasilkan diskon secara substansial.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang electronic commerce (e-commerce). Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar