Etika Bisnis (Business Ethics)

Dalam melaksanakan suatu bisnis tentunya etika bisnis (business ethics) sangat lah dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan bisnis yang sudah direncanakan.

Kegiatan bisnis berlandaskan pada etika adalah bisnis yang dijalankan berdasarkan berbagai metode yang baik serta memiliki pola dan cara berfikir yang sesuai dengan logika dan estetika yang berkembang di masyarakat.

Etika bisnis adalah suatu bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam aktivitas bisnis yang dilakukan oleh para pelakunya dimana pun berada.

Nah, untuk memahami lebih mendalam tentang etika bisnis, Yuk simak pembahasan berikut!!

Pengertian Etika

Etika merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana untuk berperilaku jujur, benar, dan adil.

Etika adalah cabang dari ilmu filsafat yang mempelajari perilaku moral dan immoral, membuat pertimbangan secara matang yang pantas untuk dilakukan oleh seseorang kepada orang lain atau kelompok tertentu.

Etika bisa dikategorikan sebagai suatu filsafat moral atau etika normatif.

Etika Normatif

Etika adalah suatu perilaku yang normatif. Etika yang normatif mengajarkan semua yang sebenarnya benar berdasarkan hukum dan moralitas.

Etika mengajarkan sesuatu hal yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar.

Sesuatu hal yang benar tidak bisa dikatakan salah dan begitu sebaliknya sesuatu yang salah tidak bisa dikatakan benar.

Dalam hal ini sesuatu yang benar dan juga yang salah tidak bisa dicampur aduk kan demi kepentingan individu atau kelompok.

Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “ethos”, bentuk jamak-nya adalah “ta etha” yang berarti “adat istiadat”. Dengan demikian berkaitan dengan kebaikan hidup, kebiasaan atau karakter baik terhadap seseorang, masyarakat atau terhadap kelompok masyarakat.

Moral berasal dari bahasa latin yaitu “mos”, bentuk jamak-nya adalah “mores” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan.

Jadi secara umum etika dan juga moralitas memiliki arti yang sama yaitu suatu sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang sudah diinstitusinalisasikan dalam adat kebiasaan yang selanjutnya terwujud dalam pola perilaku konsisten dan berulang – ulang dalam waktu yang lama seperti sebuah kebiasaan.

Filsafat Moral

Selain itu etika dan moralitas bisa dipahami dalam pengertian yang berbeda. Dalam pengertian ini etika memiliki pengertian yang jauh lebih luas dibandingkan hanya sekedar moralitas dan pengertian etika sebagai etika normatif.

Dalam pengertian kedua, etika sebagai filsafat moral atau ilmu yang membahas nilai dan norma yang diberikan oleh moralitas dan etika sebagai etika normatif.

Dengan begitu etika dalam pengertian pertama berisikan berbagai norma konkrit yang menjadi pedoman dan pegangan hidup manusia.

Hal tersebut berhubungan dengan perintah dan larangan langsung yang nyata. Etika dalam pengertian kedua lebih normatif, sehingga mengikat setiap pribadi manusia.

Oleh karena itu, etika dalam pengertian kedua ini bisa dirumuskan sebagai suatu refleksi kritis dan juga rasional tentang:

  1. Nilai dan norma yang berkaitan dengan bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia. Misalnya seperti berbuat baik antar manusia, saling tolong – menolong, saling toleransi, dan lain sebagainya.
  2. Berbagai masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan pada berbagai nilai dan juga norma moral yang umum diterima.

 

Pengertian Etika Bisnis Secara Umum dan Menurut Ahli

Etika bisnis adalah berbagai aturan tidak tertulis tentang bagaimana cara untuk menjalankan aktivitas atau kegiatan bisnis yang mencakup semua aspek baik yang yang berhubungan dengan individu, perusahaan, atau masyarakat, dan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Berikut ini beberapa pendapat dari para ahli tentang pengertian dari etika bisnis.

Sumarni (1998:21)

“Etika bisnis adalah sesuatu yang berkaitan dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha.”

Muslich (2004:9)

“Etika bisnis adalah pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal dan secara ekonomi/sosial, dan pengaplikasian norma dan moralitas ini menunjang maksud dan tujuan kegiatan bisnis.”

Yosephus

“Etika bisnis adalah wilayah penerapan berbagai prinsip moral umum pada wilayah tindak manusia di bidang ekonomi, khususnya bisnis. Sehingga secara hakiki sasarannya adalah perilaku moral pebisnis yang berkegiatan ekonomi.”

Hill dan Jones

“Etika bisnis adalah suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar. Hal tersebut bisa memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan pada saat mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang berhubungan dengan masalah moral yang kompleks.”

Valasques

“Etika bisnis adalah studi khusus tentang moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.”

Steade Et Al

“Etika bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara mengambil suatu keputusan bisnis.”

Caroll & Buchholtz

Business ethics, is concerned with good and bad wrong behavior that takes place within a business context.

Concepts of right and wrong are increasingly being interpreted today to include the more difficult and subtle questions of fairness, justice, and equity.”

 

Sejarah Etika Bisnis

Sepanjang perjalanan sejarah, aktivitas atau kegiatan bisnis tidak pernah lepas dari sisi etika. Hal tersebut dikarenakan bisnis selalu berkaitan dengan interaksi antar manusia.

Berikut ini adalah perkembangan etika bisnis menurut Bertens dari kemunculan etika bisnis.

Zaman Prasejarah

Selama berabad – abad etika menjadi sebuah perbincangan ilmiah membahas tentang ekonomi dan bisnis sebagai suatu topik yang penting untuk dikembangkan di zaman bisnis modern.

Filsafat berkembang pada zaman filsuf Aristoteles, Plato, dan filsuf Yunani lainnya yang membahas tentang bagaimana pengaturan interaksi kehidupan bisnis manusia bersama dalam ekonomi, agama, dan kegiatan perdagangan.

Filsafat dan juga teologi pada zaman pertengahan serta kelompok Islam dan Kristen tetap membahas tentang hal yang dianggap penting tersebut.

Masa Peralihan (1960)

Dimulainya pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas yang ada di Amerika Serikat, revolusi mahasiswa yang ada di ibukota Perancis, penolakan terhadap estabilishment  atau kemapanan.

Berbagai peristiwa tersebut memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya di bidang ilmu manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama “Business and Society”.

Topik pembahasan yang sering dibahas adalah tentang corporate social responsibility.

Tahun 1970

Pada sekitar tahun 1970 an, istilah “etika bisnis” pertama kali muncul di Amerika Serikat dan dengan cepatnya menyebar ke penjuru dunia.

Dalam hal ini sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan berbagai masalah etis di sekitar bisnis dan etika yang dianggap sebagai suatu tanggapan yang tepat terhadap krisis yang sedang terjadi dalam dunia bisnis di Amerika pada saat itu.

Tahun 1980

Pada tahun tersebut etika bisnis sudah mulai menyebar di Eropa Barat sebagai ilmu baru, yang diawali dari negara Inggris yang secara geografis atau pun kultural paling dekat dengan Amerika Serikat.

Sejak dimulainya liberalisasi ekonomi di wilayah Eropa Timur dan runtuhnya sistem politik serta ekonomi komunisme sekitar tahun 1980 an, Uni Soviet (sekarang Rusia) dan negara eks komunis lainnya merasakan manfaat dari etika bisnis.

Pemahaman tentang etika bisnis mendorong peralihan sistem ekonomi sosialis ke sistem ekonomi pasar bebas menjadi lebih lancar.

Pada tahun ini terdapat forum pertemuan antara berbagi universitas dan sekolah bisnis yang disebut dengan European Business Ethics Network.

Tahun 1990 an – Sekarang

Etika bisnis menjadi suatu fenomena secara global pada tahun 1990 an dan tidak hanya terbatas lagi di dunia Barat, namun sudah dikembangkan ke seluruh dunia.

Bahkan sudah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics pada tanggal 25 – 28 Juli 1996 di Tokyo, Jepang.

Selanjutnya sejalan dengan perkembangan zaman dan dengan adanya globalisasi, maka dunia bisnis pun harus mengikuti keadaan tersebut.

Sehingga perusahaan yang melakukan kegiatan bisnisnya tentu harus mengikuti berbagai norma dan aturan yang berlaku di zaman sekarang.

Para pelaku bisnis atau institusi bisnis yang tidak melakukan aktivitasnya sesuai dengan etika, maka akan memperoleh citra yang buruk di masyarakat, dan cepat atau lambat akan merugikan bagi perusahaan itu sendiri.

Hal tersebut ditambah dengan semakin cepatnya arus informasi dan juga perkembangan teknologi, maka segala bentuk kegiatan yang konotasi-nya negative akan dengan cepat menyebar.

Kegiatan bisnis yang dilakukan sesuai dengan etika tentunya akan menjadi keuntungan bagi perusahaan atau masyarakat secara luas.

Hal tersebut dikarenakan citra perusahaan yang baik misalnya seperti akuntable dan mempunyai good corporate governance adalah citra perusahaan yang penting di masa sekarang atau masa depan.

 

Tahapan Etika Bisnis

Etika bisnis ini bisa dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu sebagai berikut.

  1. Tahapan makro, pada tahapan ini etika bisnis mempelajari berbagai aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan.
  2. Tahapan meso atau menengah, pada tahapan ini etika bisnis mempelajari persoalan etika yang ada di dalam organisasi. Organisasi dalam hal ini bisa diasosiasikan sebagai organisasi perusahaan, serikat buruh, lembaga konsumen, perhimpunan profesi, dan lain sebagainya.
  3. Tahapan mikro, pada tahapan ini memusatkan perhatian pada persoalan individual yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi atau bisnis. Pada tahapan ini dipelajari tanggungjawab etis karyawan dan pimpinan, produsen dan konsumen serta investor.

 

Pendekatan Etika Bisnis

Menurut pendapat yang disampaikan oleh Von der Embse dan R A Wagley dalam artikelnya yang terdapat di Advance Management Journal tahun 1988, terdapat 3 pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis. Yaitu sebagai berikut:

1. Pendekatan Manfaat (Utilitarian Approach)

Bahwa semua tindakan yang dilakukan harus didasarkan pada konsekuensi-nya. Sehingga dalam melakukan suatu tindakan, setiap individu harus mengikuti berbagai cara yang bisa memberi manfaat sebesar – besarnya pada masyarakat dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya se-minimal mungkin.

2. Pendekatan Hak Asasi Manusia (Individual Rights Approach)

Setiap orang dalam tindakan dan juga tingkah lakunya mempunyai hak dasar yang harus dihormati.

Tapi tindakan dan juga tingkah laku tersebut harus dihindari jika diperkirakan akan mengakibatkan terjadi benturan dengan hak orang lain atau melanggar hak orang lain.

3. Pendekatan Hukum (Justice Approach)

Para perancang keputusan memiliki kedudukan yang sama, dan bertindak secara adil dalam memberikan suatu pelayanan kepada para pelanggan, baik secara individu atau secara kelompok.

 

Prinsip Etika Bisnis

Berikut ini merupakan beberapa prinsip etika bisnis, yaitu:

1. Prinsip Ekonomi

Perusahaan secara bebas mempunyai wewenang sesuai dengan bidang kegiatannya dan pelaksanaannya berdasarkan visi dan misi yang dimilikinya.

Perusahaan dalam menentukan wewenang-nya harus diarahkan pada upaya pengembangan visi dan misi yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan para pihak yang berkepentingan, misalnya seperti karyawan, atau komunitas masyarakat.

Prinsip ini dapat diukur melalui 4 indikator yaitu keuntungan yang maksimal, pendapatan meningkat, produk yang dijual mempunyai nilai lebih, dan harga yang ditawarkan cukup kompetitif.

2. Prinsip Kejujuran

Kejujuran adalah hal yang paling mendasar dan sangat penting dalam mendukung keberhasilan atau kesuksesan kinerja perusahaan.

Dalam prinsip ini ditanamkan sikap bahwa apa yang dipikirkan adalah apa yang dikatakan, dan apa yang dikatakan adalah apa yang dikerjakan.

Dalam kaitannya dengan lingkungan bisnis, kejujuran di-orientasi-kan kepada semua pihak yang berhubungan dengan kegiatan bisnis.

Dengan adanya kejujuran yang dimiliki oleh suatu perusahaan, maka masyarakat akan memberikan kepercayaan pada perusahaan tersebut.

Dengan begitu masyarakat juga akan lebih memilih membeli produk di perusahaan tersebut.

Prinsip ini bisa diukur dengan 4 indikator yaitu hubungan kerjasama dengan mitra, penawaran barang dan atau jasa, jujur kepada seluruh mitra, dan informasi atau data yang diberikan sesuai dengan fakta.

3. Prinsip Niat Baik dan Tidak Berniat Jahat

Prinsip ini sangat berhubungan erat dengan prinsip kejujuran. Tindakan jahat tentunya tidak akan membantu perusahaan dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Hal tersebut malah akan menghancurkan perusahaan itu sendiri.

Prinsip ini dapat diukur melalui 3 indikator yaitu tidak berlaku curang, memberikan sesuatu yang terbaik pada konsumen atau pelanggan, dan kerjasama positif antar mitra.

4. Prinsip Keadilan

Prinsip ini menanamkan sikap untuk memperlakukan semua pihak dengan adil. Dengan kata lain tidak membeda – bedakan dari segala aspek, baik dari aspek ekonomi, hukum, atau aspek lainnya.

Prinsip ini bisa diukur dengan melalui 2 indikator yaitu harga produk sesuai dengan kualitasnya dan memberikan pelayanan yang adil kepada semua pelanggan atau konsumen.

5. Prinsip Otonomi

Prinsip ini memperlihatkan sikap kemandirian, kebebasan dan tanggungjawab. Orang yang mandiri disini artinya adalah orang yang bisa mengambil suatu keputusan dan melaksanakan tindakan berdasarkan pada kemampuan sendiri sesuai dengan apa yang diyakininya, dan bebas dari hasutan, tekanan, dan ketergantungan kepada pihak lain.

6. Prinsip Saling Menguntungkan

Prinsip ini menanamkan kesadaran bahwa dalam berbisnis perlu ditanamkan prinsip win – win solution.

Artinya dalam setiap keputusan atau kebijakan dan tindakan bisnis harus diusahakan supaya seluruh pihak merasa diuntungkan.

7. Prinsip Integrasi Moral

Prinsip ini adalah prinsip untuk tidak merugikan orang lain dalam semua keputusan dan tindakan bisnis yang diambil.

Prinsip integrasi moral berlandaskan pada kesadaran bahwa semua orang harus dihormati harkat dan juga martabatnya.

 

Manfaat Etika Bisnis

Di dalam suatu perusahaan, etika bisnis ini mempunyai peranan yang sangat penting. Peranan tersebut yaitu untuk membantu perusahaan yang kuat dan mempunyai daya saing yang tinggi serta memiliki kemampuan dalam menciptakan nilai yang tinggi.

Untuk mencapai hal itu semua perlu adanya landasan yang kokoh yaitu kebiasaan, dengan adanya etika bisnis maka hal tersebut bisa diwujudkan dengan mudah.

Pada umumnya hal tersebut dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan dengan didukung oleh budaya perusahaan atau corporate culture yang andal serta penerapan etika bisnis yang konsisten dan konsekuen.

Pada prinsipnya pengaplikasian dari etika bisnis ini akan selalu menguntungkan bagi perusahaan baik dalam jangka pendek, menengah, atau pun panjang. Hal tersebut disebabkan karena:

  1. Mampu meningkatkan motivasi bagi pekerja.
  2. Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.
  3. Melindungi prinsip kebebasan berdagang atau berbisnis.
  4. Mampu meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat atau pelanggan.
  5. Mampu menjunjung nilai moral berbagai pihak yang terlibat di dalam perusahaan.
  6. Mampu menciptakan suatu hubungan yang harmonis antar pihak dalam perusahaan.
  7. Mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan atau masyarakat kepada perusahaan.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang etika bisnis. Semoga artikel ini bisa membantu dan bisa menambah wawasan kamu. Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar