Firma (Fa)

Firma (fa) atau Vennootschap Onder Firma adalah perserikatan atau persekutuan untuk menjalankan usaha antara 2 orang atau lebih dengan menggunakan nama bersama, dengan tanggungjawab masing-masing anggota tidak terbatas.

Firma ini salah satu bentuk badan usaha berdasarkan bentuk hukum.

Laba yang didapatkan dari usaha tersebut akan dibagikan bersama-sama. Demikian juga dengan kerugian, semua anggota firma akan menanggung kerugian tersebut.

Semua ketentuan tentang firma diatur dalam Pasal 16 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD). Yang berbunyi:

“Yang dinamakan perseroan firma ialah tiap-tiap perserikatan yang didirikan untuk menjalankan sesuatu perusahaan dibawah 1 nama bersama”.

Supaya lebih jelas peraturan tersebut diperkuat dengan pasal 16 dan 18 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP).

Yang menyatakan bahwa persekutuan adalah suatu perjanjian, dimana 2 orang atau lebih sepakat atau setuju untuk secara bersama-sama mengumpulkan sesuatu dengan maksud untung yang diperoleh dibagi antara mereka.

Pengertian Firma Menurut Para Ahli

Berikut ini merupakan beberapa pendapat yang disampaikan oleh para ahli tentang pengertian Firma.

1. Manulang

Menurut Manulang, pengertian firma adalah persekutuan untuk menjalankan suatu perusahaan yang menggunakan nama bersama. Jadi, dengan kata lain firma adalah beberapa orang yang bersekutu untuk menjalankan suatu perusahaan.

2. Wery

Wery berpendapat bahwa pengertian firma adalah perseroan yang menjalankan suatu perusahaan di bawah nama bersama yang tidak sebagai perseroan komanditer.

3. Willem Molengraaff

Pengertian firma adalah suatu perkumpulan atau persekutuan yang didirikan dengan tujuan untuk menjalankan perusahaan di bawah nama bersama dan para anggotanya tidak terbatas tanggungjawab-nya terhadap perikatan perseroan dengan pihak ke-3.

4. Slagter

Slagter berpendapat bahwa pengertian firma adalah suatu perjanjian kerjasama antara 2 orang atau lebih dengan tujuan untuk menjalankan suatu perusahaan dibawah nama bersama, supaya memperoleh laba terhadap hak kebendaan bersama guna mencapai tujuan.

Para pihak yang berada dalam persekutuan tersebut mengikatkan diri untuk memasukkan uang, barang, nama baik, hak-hak, atau kombinasi dari hal tersebut kedalam persekutuan.

 

Ciri – Ciri Firma

Untuk dapat mengenali persekutuan firma Anda bisa melihatnya dari ciri-cirinya. Berpedoman pada pengertian firma yang sudah dijelaskan diatas, berikut merupakan ciri-ciri dari firma:

  1. Sebuah badan usaha yang didirikan oleh 2 orang atau lebih yang mengikatkan pada suatu perjanjian.
  2. Menggunakan 1 nama untuk usaha bersama dalam menjalankan semua kegiatan usahanya.
  3. Para pengurus atau anggotanya secara aktif menjalankan dan mengelola perusahaan serta mempunyai tanggungjawab bersama kepada pihak ke-3.
  4. Keanggotaan dari firma berlaku untuk seumur hidup dan sangat mengikat.
  5. Para anggota atau pengurus sama-sama mempunyai hak untuk membubarkan firma.
  6. Masing-masing pengurus atau anggotanya bisa melakukan perjanjian dengan pihak lain.
  7. Keuntungan dibagikan secara proporsional sesuai dengan modal yang disertakan kepada para anggota atau pengurusnya.
  8. Pendiriannya pada umumnya menggunakan akta notaris, tapi hal tersebut bukan merupakan persyaratan yang wajib.

 

Ciri – Ciri Firma Menurut Derbin (1982)

Selain ciri – ciri umum seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, berikut ini merupakan ciri – ciri firma menurut Derbin.

1. Mutual Agency (Saling Mewakili)

Jadi masing – masing anggota dalam menjalankan usahanya adalah sebagai wakil dari anggota firma yang lain nya.

Jika terdapat salah satu anggota beroperasi dalam usaha tersebut, maka secara tidak langsung anggota tersebut sudah mewakili anggota yang lain nya.

2. Limited Life (Umur Terbatas)

Fa ini didirikan oleh beberapa anggota mempunyai umur yang terbatas. Artinya adalah apabila terdapat anggota yang keluar dari Fa, maka Fa tersebut dinyatakan bubar secara hukum.

Demikian pula jika terdapat anggota baru yang bergabung. Fa akan dinyatakan masih beroperasi atau tidak bubar apabila tidak terdapat perubahan dalam komposisi keanggotaannya.

3. Unlimited Liability (Tanggungjawab Kewajiban Tidak Terbatas)

Tanggungjawab terhadap hutang tidak terbatas pada kekayaan yang dimiliki oleh Fa saja. Namun bisa sampai kekayaan milik pribadi para anggota Fa.

Jadi apabila terjadi kondisi tertentu Fa mempunyai hutang pada kreditur dan Fa tersebut tidak bisa membayar hutang-nya, maka kreditur berhak menagih kepada para anggota Fa sampai pada kekayaan milik pribadi.

4. Ownership of an Interest in a Partnership

Bahwa kekayaan dari setiap anggota yang sudah ditanamkan di dalam Fa adalah kekayaan bersama dan tidak bisa dipisahkan secara jelas.

Setiap anggota merupakan pemilik bersama atas kekayaan Fa. Tanpa izin dari anggota lain, maka anggota lain tidak boleh memakai kekayaan Fa.

Hak anggota atas kekayaan Fa akan nampak dalam saldo modal akhir para anggota Fa yang terdiri dari beberapa unsur sebagai berikut.

  • Penanaman modal awal.
  • Penanaman modal tambahan.
  • Pengambilan prive.
  • Penambahan dari pembagian laba.
  • Pengurangan dari pembagian rugi.

5. Participating in Partnership Profit

Laba atau rugi sebagai hasil dari kegiatan operasi Fa akan dibagikan kepada masing – masing anggota Fa berdasarkan partisipasi para anggota di dalam Fa.

Apabila terdapat anggota yang aktif menjalankan usaha Fa, maka anggota tersebut mempunyai hak terhadap bagian keuntungan yang lebih besar daripada anggota lain.

Walaupun modal yang ditanamkan lebih kecil dibandingkan modal yang ditanamkan oleh anggota yang tidak aktif atau bisa ditentukan secara lain berdasarkan persetujuan atau kesepakatan dari semua anggota.

Ketentuan tentang besarnya pembagian laba rugi ini harus dicantumkan secara detail dan juga jelas pada akte pendirian Fa.

 

 Jenis – Jenis Firma

Berdasarkan aktivitas usaha yang dijalankannya firma dibagi menjadi 4 jenis. Yaitu sebagai berikut.

1. Firma Dagang (Trading partnership)

Firma dagang adalah persekutuan yang dibentuk untuk menjalankan usaha di bidang industry perdagangan.

Kegiatan utama dari usahanya ini adalah membeli dan menjual barang dan/atau jasa. Berikut merupakan contohnya: Perusahaan Crocs, Perusahaan Nike, Perusahaan Diadora.

2. Firma Non-Dagang

Firma non-dagang ini didirikan dengan tujuan untuk menjalankan usaha di bidang industry jasa.

Kegiatan utamanya adalah menjual produk jasa. Beberapa contoh dari firma non-dagang diantaranya sebagai berikut: konsultan bisnis, kantor akuntan public, konsultan hukum, kantor pengacara, dan lain sebagainya.

3. Firma Umum (General partnership)

Firma umum adalah persekutuan dimana para anggotanya mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas.

Para anggotanya pada umumnya mempunyai tanggungjawab terhadap berjalannya operasional perusahaan, baik itu kewajiban hutang dan piutang.

4. Firma Terbatas (Limited partnership)

Limited partnership adalah persekutuan dimana para anggotanya mempunyai kekuasaan terbatas terhadap perusahaan.

Selain itu, tanggungjawab dan juga kewajiban dari para anggotanya terbatas. Berikut merupakan beberapa contoh firma terbatas: Fa Indo Eternity, Fa Multi Marketing, Fa Panghudi Luhur, Fa Sumber Rezeki.

 

Sifat – Sifat Firma

Berikut merupakan beberapa sifat dari persekutuan firma:

  1. Umur terbatas.
  2. Perwakilan atau keagenan secara bersama.
  3. Para anggotanya berhak mendapatkan pembagian keuntungan dari kegiatan usahanya.
  4. Mempunyai tanggungjawab tidak terbatas.
  5. Terdapat kepentingan terhadap masing-masing anggota.
  6. Terdapat partisipasi dalam menjalankan usahanya.
  7. Badan usaha ini digunakan untuk berbagai kegiatan usaha skala kecil atau skala besar.
  8. Para anggotanya bisa menjadi agen atau wakil dari perusahaan untuk tujuan usahanya.
  9. Pembubaran akan terjadi apabila salah satu anggota mengundurkan diri atau meninggal.
  10. Tanggungjawab dari seorang anggota tidak terbatas hanya pada jumlah investasi-nya.
  11. Seluruh investasi yang ada di persekutuan tidak lagi dimiliki secara terpisah oleh masing-masing anggota.

 

Pendirian Firma

Pendirian firma ini terdiri dari 4 tahapan, berikut merupakan tahapan dan penjelasannya.

  1. Semua pihak yang ingin mendirikan persekutuan firma harus menyiapkan akta yang didalamnya minimal dapat memuat beberapa hal sebagaimana ditentukan oleh pasal 26 KUHD, yaitu sebagai berikut.
    • Nama lengkap, pekerjaan, dan tempat tinggal dari para pendirinya.
    • Nama firma yang didirikan (termasuk tempat kedudukannya).
    • Keterangan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan di kemudian hari.
    • Nama sekutu yang berkuasa untuk menandatangani perjanjian terhadap nama firma.
    • Saat dimulai dan berakhirnya dari firma.
    • Klausul yang berkaitan dengan hubungan antara pihak ke-3 dengan firma.
  1. Pembuatan akta. Semua berkas akta yang sudah disiapkan selanjutnya disusun menjadi akta otentik yang dibuat di hadapan notaris sesuai dengan pasal 22 KUHD.
  2. Akta otentik tersebut kemudian didaftarkan pada register Kepaniteraan Pengadilan Negeri dimana firma berkedudukan (pasal 23 KUHD).
  3. Akta yang sudah didaftarkan ke pengadilan negeri kemudian diumumkan dalam Berita Negara.

 

Kekurangan Firma

  1. Sering terjadinya konflik antar anggota kongsi yang berkaitan dengan pembagian keuntungan dari hasil usaha.
  2. Tanggungjawab keuangan terbatas karena sudah dibagi dengan para anggota kongsi lainnya.
  3. Jika perusahaan mengalami kebangkrutan, maka asset dan kekayaan pribadi dapat menjadi barang yang akan disita untuk menjamin kerugian perusahaan.
  4. Apabila ada 1 anggota yang mengalami kerugian, maka seluruh anggota lain harus ikut menanggungnya. Demikian juga apabila 1 anggota terkena kasus hukum, maka anggota lain pun bisa terseret kedalam-nya.
  5. Keterbatasan pada kemampuan keuangan.
  6. Kontinuitas atau keberlanjutan kerja karyawan terbatas.
  7. Keterbatasan terhadap kemampuan manajerial.

 

Kelebihan Firma

  1. Modal awal untuk membangun usaha yang lebih besar, karena berasal dari iuran setiap anggota yang tergabung didalamnya.
  2. Motivasi usaha yang cukup tinggi.
  3. Penanganan aspek hukum minimal.
  4. Sistem pengelolaan yang lebih professional karena terdapat pembagian tugas yang jelas untuk setiap struktur organisasi.
  5. Pemilihan pemimpin ini didasarkan pada kemampuan dan juga keahlian dari masing-masing, bahkan biasanya pada persekutuan firma tertentu terdapat lebih dari 1 pemimpin.
  6. Mudah untuk mendapatkan pinjaman modal, karena terdapat akta notasir.
  7. Pembagian keuntungan didasarkan pada modal awal yang disetor sehingga sistemnya hampir sama dengan penanaman saham. Bedanya seluruh anggota yang menanam modal berhak aktif untuk mengelola jalannya perusahaan.

 

Sekutu Firma

Dalam persekutuan firma hanya terdapat 1 macam sekutu saja, yaitu sekutu komplementer atau firmant.

Sekutu komplementer ini akan menjalankan perusahaan dan juga mengadakan hubungan hukum dengan pihak ke-3.

Oleh karena itu mempunyai tanggungjawab pribadi untuk keseluruhan. Hubungan antara sekutu baik secara internal atau pun eksternal setidaknya sudah diatur dalam pasal 17 KUHD yang menjelaskan bahwa.

“Tiap – tiap persero yang tidak dikecualikan dari satu sama lain, berhak untuk bertindak untuk mengeluarkan dan menerima uang atas nama perseroan, pula untuk mengikat perseroan itu dengan pihak ketiga dan pihak ketiga dengannya.

Segala tindakan yang tidak bersangkutpautan dengan perseroan tersebut, atau yang para persero tidak berhak melakukannya tidak termasuk dalam ketentuan diatas.”

Walaupun sekutu kerja tersebut tidak diberi wewenang untuk mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga, tapi hal tersebut tidak akan menghilangkan sifat tanggungjawab pribadi untuk keseluruhan.

Hal tersebut sebagaimana yang sudah diatur di dalam pasal 18 Kitab Undang – Undang Hukum Dagang.

Tugas sekutu komplementer ini sama dengan tugas anggota direksi, namun berbeda dalam tanggungjawab nya.

Pada Fa tanggungjawab tidak terbatas pada setiap anggota secara tanggung menanggung, namun bertanggungjawab untuk semua atas persekutuan Fa yang disebut dengan tanggungjawab solider.

 

Hubungan Hukum

Berikut ini merupakan beberapa hubungan hukum dan tanggungjawab.

1. Hubungan Hukum Antar Sekutu

  • Seluruh sekutu memutuskan dan menetapkan dalam akta sekutu yang ditunjuk sebagai pengurus persekutuan firma.
  • Seluruh sekutu mempunyai hak melihat dan mengontrol pembukuan Fa yang terjadi, sesuai dengan pasal 12 KUHD.
  • Seluruh sekutu memberikan persetujuan, apabila Fa menambah sekutu baru sesuai yang ada di dalam pasal 1641 BW.
  • Penggantian posisi atau kedudukan sekutu diperkenankan, apabila sudah diatur di dalam akta pendirian.
  • Seorang sekutu bisa menggugat Fa, jia dia beroperasi sebagai kreditur Fa dan pemenuhannya disediakan dari kas Fa.

2. Hubungan Hukum Antara Sekutu Fa dengan Pihak Ketiga

  • Sekutu yang sudah keluar secara sah, masih bisa dituntut oleh pihak ke-3 berdasarkan perjanjian yang belum diselesaikan pembayarannya.
  • Masing – masing sekutu mempunyai wewenang mengadakan perikatan dengan pihak ke-3 untuk kepentingan persekutuan, kecuali apabila sekutu tersebut dikeluarkan dari kewenangannya sesuai dengan pasal 17 KUHD.
  • Masing – masing sekutu mempunyai tanggungjawab secara pribadi terhadap seluruh perikatan Fa, walaupun dibuat oleh sekutu lain, termasuk karena perbuatan melawan hukum sesuai dengan pasal 18 KUHD.
  • Jika seorang sekutu menolak penagihan dengan alasan bahwa Fa tidak ada (karena tidak ada akta pendirian), maka pihak ke-3 bisa membuktikan adanya Fa dengan seluruh alat pembuktian sesuai dengan pasal 22 KUHD.
  • Seorang sekutu bisa menggugat Fa, jika dia berposisi sebagai kreditur Fa dan pemenuhan-nya disediakan dari kas Fa.

 

Pembubaran Firma

Berikut ini merupakan beberapa hal yang menjadi penyebab pembubaran Fa.

1. Selesainya Jangka Waktu Pendirian Fa

Hal tersebut tercantum di dalam akte pendirian persekutuan yang menyebutkan jangka waktu persekutuan tersebut akan dijalankan.

Jika jangka waktu tersebut sudah habis, maka persekutuan akan dianggap bubar secara hukum.

2. Sudah Tercapainya Tujuan Fa

Selain sudah selesainya jangka waktu pendirian Fa, pembubaran persekutuan bisa dilakukan jika tujuan yang terdapat dalam akte pendirian sudah tercapai.

Perpanjangan bisa dilakukan dengan cara membuat perjanjian baru. Hal tersebut berarti mendirikan persekutuan baru.

3. Kehendak Seseorang atau Beberapa Sekutu

Setiap anggota sekutu bisa memutuskan untuk keluar dari persekutuan berdasarkan prosedur yang telah ditentukan dalam akte pendirian.

Persekutuan lama masih bisa beroperasi dengan kewajiban membayar bagian hak pemilikan sekutu yang mengundurkan atau membeli hak kepemilikannya.

Sehingga, akan terjadi transaksi pembelian hak kepemilikan. Saldo modal sekutu yang mengundurkan diri akan dipindahkan ke saldo modal sekutu yang masih ada berdasarkan perbandingan yang disepakati.

4. Seorang Sekutu Meninggal Dunia atau Dinyatakan Pailit

Dalam akte pendirian sudah dicantumkan jika salah satu anggota sekutu meninggal, maka hak kepemilikannya bisa diteruskan oleh ahli waris-nya dengan memindahkan saldo modal sekutu yang meninggal ke akun modal baru atas nama ahli waris.

Jika ahli waris tidak mempunyai niatan ikut bergabung dalam persekutuan, maka buku persekutuan harus ditutup pada tanggal meninggalnya sekutu yang bersangkutan.

Dan hak sekutu yang meninggal akan tetap dibayarkan kepada ahli waris-nya.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang Firma (Fa). Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu. Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar