Panduan Investasi Properti

Sampai saat ini, investasi properti masih menjadi primadona bagi banyak orang. Hal tersebut dikarenakan properti aman dan menjanjikan untuk diinvestasikan.

Terlebih lagi segmen properti yang ada di Indonesia sangat terbuka lebar, baik untuk investasi ataupun untuk bisnis.

Baik untuk mengetahui lebih lengkap tentang investasi properti, silahkan disimak dengan seksama penjelasannya dalam artikel ini!!

Skema / Jenis Investasi Properti

Pada dasarnya kepemilikan dari aset properti ini digolongkan menjadi 2, yaitu bangunan dan tanah.

Tapi, apabila kita membicarakan tentang investasi properti, maka produknya bermacam – macam dan tidak hanya sebatas mempunyai bangunan dan juga tanah saja.

Berikut merupakan jenis – jenis investasi properti.

1. Property Equity Crowdfunding

Property Equity Crowdfunding adalah jenis investasi properti yang dilakukan dengan cara melakukan pengumpulan dana secara kolektif atau patungan.

Dengan cara tersebut, kamu tidak harus membeli properti secara utuh.

Misalnya harga properti yang kamu inginkan adalah Rp 3 Miliar, sedangkan kamu hanya mempunyai uang sebanyak Rp 30 juta.

Nah, dengan dana sebesar Rp 30 juta kamu bisa membeli properti dengan hanya mempunyai 1% saja dari keseluruhan nilai properti.

Dalam hal ini kamu menjadi pemilik properti, namun properti yang kamu miliki jumlahnya tidak banyak.

Sebetulnya skema dari investasi properti yang dilakukan secara kolektif ini sudah banyak dilakukan di luar negeri dengan menggunakan jaringan internet atau secara online.

Di Indonesia juga sudah ada beberapa startup yang menyediakan layanan ini. Berikut ini merupakan daftar platform equity crowdfunding yang sudah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Cara untuk melakukan investasi ini pun sangat mudah, berikut ini tahapannya.

  • Buka website resmi dari perusahaan penyedia platform equity crowdfunding.
  • Pilih properti yang ingin kamu danai.
  • Masukkan sejumlah uang yang akan kamu investasikan.
  • Tunggulah sampai dana yang dibutuhkan untuk membeli properti mencapai target.

Dengan menggunakan cara ini kamu tidak peru repot – repot memikirkan perizinan, pencarian tenant dan berbagai hal merepotkan lainnya.

Hal tersebut karena semua hal tersebut akan diurus oleh perusahaan yang bergerak sebagai fasilitator.

Dengan demikian kamu hanya terima beres dan bersantai – santai sambil menunggu saldo yang ada di rekening bank kamu beranak pinak.

2. Saham Properti

Sebagian dari kamu tentu saja sudah mengetahui tentang investasi saham. Dalam hal ini yang kamu lakukan adalah membeli saham perusahaan pengembang properti, misalnya seperti PT Bumi Serpong Damai Tbk dengan kode saham BSDE.

Cara kerjanya ini sama seperti investasi saham pada umumnya, investasi properti jenis ini berarti kamu membeli kepemilikan di perusahaan yang bergerak di bidang properti.

Pada saat ini sudah banyak perusahaan besar yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Cara ini juga hampir sama seperti  property equity crowdfunding, yaitu dengan memilih perusahaan mana yang kamu inginkan.

Yang berbeda adalah kamu diharuskan membuka rekening efek di perusahaan sekuritas terlebih dahulu untuk dapat melakukan pembelian dan penjualan saham properti.

Kamu bisa membuka rekening efek di perusahaan sekuritas seperti, MNC Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Indopremier, dan lain sebagainya.

3. Investasi Properti untuk Bisnis

Investasi properti jenis ini salah satu tujuannya adalah untuk membantu orang lain dalam memenuhi kebutuhan bisnisnya.

Tentu saja modal yang dibutuhkan untuk melakukan investasi jensi ini sangatlah besar, lebih besar dari 2 jenis investasi yang sudah dibahas sebelumnya. Namun keuntungan yang ditawarkan juga sangat besar pula.

Investasi properti untuk bisnis ini ada beberapa bentuk, yaitu sebagai berikut.

  • Properti Kantor.
  • Properti perdagangan atau ritel.
  • Lahan parkir.

4. Investasi Properti untuk Pariwisata

Sektor pariwisata ini memang sangat luas tidak hanya mencakup bisnis travel saja, melainkan mencakup juga bisnis penginapan.

Sektor pariwisata ini termasuk sektor yang mempunyai peluang yang sangat besar, mengingat Indonesia mempunyai banyak tempat indah yang bisa menjadi destinasi wisata.

Investasi properti di sektor pariwisata ini dapat kamu lakukan dengan cara mendirikan homestay, villa, ataupun hotel.

5. Investasi Properti Hunian Keluarga (Residensial)

Residensial adalah suatu lingkungan hunian atau rumah hunian yang sudah lengkap dengan semua sarana dan prasarananya.

Jenis hunian yang sangat umum di Indonesia adalah rumah dan juga apartemen. Untuk proses pembeliannya dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu membeli dalam keadaan sudah jadi atau sudah dibangun dan inden (akan dibangun setelah harganya sudah disepakati).

Investasi jenis ini memiliki keuntungan yang bisa dibilang tinggi, namun hal tersebut dibarengi juga dengan modal investasi yang tidak sedikit.

 

Faktor – Faktor Memilih Properti

Terdapat beberapa faktor yang harus kamu perhatikan dalam memilih properti, yaitu sebagai berikut.

1. Lokasi

Lokasi properti yang kamu pilih sebaiknya harus mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut.

  • Strategis

Pastikanlah bahwa lokasi properti yang kamu pilih berada di lokasi yang dekat dengan fasilitas publik misalnya seperti pasar, terminal, sekolah, rumah sakit, kampus, jalan raya, atau pusat keramaian lainnya.

  • Dekat Lokasi Kerja

Ini merupakan faktor yang cukup menarik bagi banyak orang.

Apabila properti yang kamu beli berada di kawasan industri atau perusahaan, maka tentunya para pekerja yang bekerja di perusahaan yang ada di kawasan tersebut mempunyai potensi besar menjadi penyewa atau pembeli.

  • Bebas Banjir

Supaya kamu bisa terbebas dari banjir, maka kamu jangan membeli properti yang berada di kawasan rawan banjir.

Hal tersebut dikarenakan akan menyebabkan banyak masalah, misalnya seperti terkena wabah penyakit, waktu dan tenaga yang harus dikeluarkan untuk membersihkan area yang terkena banjir, sampai dengan ancaman kerusakan.

Oleh karena itu, kamu harus memastikan bahwa properti yang kamu beli benar – benar berada di wilayah yang bebas banjir.

  • Bebas Macet

Kamu tentu saja sudah mengetahui bahwa kemacetan akan menimbulkan banyak kerugian.

Mulai dari waktu, tenaga, sampai dengan biaya. Sehingga, kamu harus memastikan bahwa akses jalan yang menghubungkan properti dengan sejumlah fasilitas publik terbebas dari kemacetan.

  • Akses Jalan Baik

Kamu juga harus memastikan bahwa jalan dari dan menuju ke lokasi properti yang akan kamu beli kondisinya bagus.

Baik dilihat dari segi kelayakan jalan, keamanan situasi sekitar, ataupun ketersediaan fasilitas penerangan yang memadai.

  • Keamanan

Lingkungan yang aman tentu saja akan membuat kamu sebagai penghuninya juga merasa tenang dan nyaman.

Properti yang berada di lokasi yang sudah terjamin keamanannya sangat diminati oleh banyak orang.

Selain sangat cocok dijadikan sebagai tempat hunian, properti yang berada di kawasan tersebut juga mempunyai prospek yang bagus untuk dijadikan sebagai bisnis atau investasi.

2. Kualitas Bangunan

Kamu harus memastikan properti yang kamu beli mempunyai kualitas yang sesuai dengan standar.

Meskipun harga properti nya sedikit lebih mahal, tetapi bangunan tersebut dapat bertahan lebih lama.

Kualitas dari bangunan ini sangat lah penting untuk kamu perhatikan. Hal tersebut karena investasi properti ini sifatnya adalah jangka panjang.

Dengan memilih bangunan yang mempunyai kualitas baik, maka pada saat kamu menjual properti tersebut beberapa tahun kemudian kondisinya masih tetap bagus dan bisa dihargai tinggi.

3. Harga

Pada saat akan membeli properti kamu harus selektif dalam menentukan harga yang cocok.

Usahakanlah bisa memperoleh harga di bawah harga pasar atau setidaknya sama dengan harga yang ada di pasar.

Selain itu, kamu juga harus memperhitungkan biaya tambahan yang kamu keluarkan di luar harga properti.

Biaya tambahan tersebut terdiri dari biaya notaris, pajak, sertifikat, dan lain sebagainya.

4. Developer

Pada saat kamu membeli sebuah properti, kamu harus selektif dalam memilih developer.

Pilihlah developer yang terpercaya dan juga mempunyai track record yang baik. Oleh karena itu, jangan lupa untuk memeriksa portofolio developer tersebut.

Kamu harus berhati – hati dengan developer yang nakal dan tidak bertanggungjawab.

Hal yang mereka lakukan biasanya tidak menepati perjanjian yang sudah dilakukan.

Bahkan pembangunan properti yang akan kamu beli tidak selesai – selesai. Tentu saja hal tersebut akan membuat investasi kamu mengalami kerugian.

Untuk dapat menghindari hal tersebut, sebaiknya kamu membeli properti yang sudah jadi saja.

Cara tersebut relatif lebih aman dibandingkan dengan membeli properti yang belum jadi atau inden.

5. Fasilitas

Kelengkapan fasilitas yang ada di dalam sebuah properti ini tentu saja akan meningkatkan nilai jualnya.

Hal tersebut memang betul adanya, karena kebanyakan orang akan lebih memilih properti yang mempunyai fasilitas lengkap dibandingkan properti dengan fasilitas yang kurang lengkap.

Sehingga, kamu juga harus memperhatikan kelengkapan fasilitas yang ada di suatu properti, misalnya seperti drainase, listrik, keamanan, sarana kebersihan, tempat ibadah, pertokoan, sarana rekreasi, olahraga, sampai dengan sarana kesehatan.

6. Prospek di Masa Depan

Kamu harus memastikan properti yang kamu beli mempunyai prospek yang bagus kedepannya.

Sehingga, kamu harus mencari informasi sebanyak mungkin untuk mengetahui hal tersebut.

Misalnya seperti di dekat properti yang akan kamu beli kedepannya ternyata akan dibangun kawasan pembuangan sampah atau limbah, tentu saja hal tersebut akan menyebabkan harga properti mengalami penurunan nilai.

Kamu juga harus berhati – hati dalam membeli properti yang berada di daerah yang akan terkena penggusuran.

Meskipun kamu biasanya akan dijanjikan memperoleh ganti rugi, namun pada umumnya ganti rugi tersebut diberikan sesuai dengan nilai pasar dari properti tersebut.

Hal tersebut berakibat, kamu tidak dapat memperoleh keuntungan dari investasi properti yang sudah kamu lakukan.

Oleh karena itu, kamu harus memperhatikan pola dari pengembangan kawasan ataupun renovasi besar yang akan terjadi di kawasan tersebut.

Atau sebaliknya, misalnya di lokasi yang dekat dengan properti kamu kedepannya akan dibangun mall, apartemen, atau sekolah berkualitas, maka hal tersebut tentunya bisa menjadi potensi pertumbuhan nilai properti yang bagus.

7. Dokumen

Pada saat kamu membeli suatu properti, pastikan kelengkapan dokumennya. Dengan demikian, kamu dapat mengetahui berbagai hak apa saja yang kamu miliki atas properti tersebut.

Apakah hak guna properti, hak milik, ataupun hak pengelolaan. Mengapa harus memastikan kelengkapan dokumen?

Hal tersebut dikarenakan untuk mengurus urusan tersebut cukup rumit karena berkaitan dengan hukum, sebaiknya kamu menggunakan jasa notaris yang memang sudah terpercaya.

8. Tingkat Hunian

Jika kamu membeli properti berupa rumah yang berada di kawasan perumahan, coba kamu perhatikan rumah – rumah yang berada kawasan tersebut.

Apakah rumah – rumah yang berada di kawasan tersebut sudah ada penghuninya atau kah belum.

Apabila ternyata banyak rumah yang belum terdapat penghuninya karena belum terjual, maka kemungkinan perumahan tersebut kurang diminati orang.

Sehingga, sebaiknya kamu memilih perumahan dengan tingkat hunian 50% ke atas.

10. Keuntungan

Keuntungan yang kamu harapkan dari investasi properti ini tentu saja tidak hanya sekedar capital gain saja.

Selain itu, kamu tentu saja ingin properti yang kamu beli bisa disewakan. Dengan menyewakan properti yang kamu beli, maka kamu akan memperoleh keuntungan tambahan dari hasil sewa.

 

Kelebihan / Keuntungan Investasi Properti

Investasi properti ini menarik minat banyak investor. Hal tersebut dikarenakan investasi ini menawarkan banyak keuntungan yang cukup menggiurkan.

Berikut ini merupakan beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh para investor.

1. Passive Income

Dengan melakukan investasi properti, kamu dapat memperoleh penghasilan tanpa harus meluangkan waktu dan mencurahkan tenaga.

Caranya adalah dengan menyewakan properti yang kamu miliki kepada orang yang membutuhkan.

2. Hemat Waktu dan Efisien

Dengan menyewakan properti yang kamu miliki, kamu tidak perlu setiap saat melakukan kontrol terhadap kondisi properti mu.

Pendapatan sewa pun dapat kamu peroleh meskipun kamu tidak bekerja setiap hari.

3. Harga Cenderung Naik

Harga properti dari waktu ke waktu cenderung mengalami kenaikan. Terlebih lagi jika letak properti tersebut strategis, besar kemungkinan harga jualnya berkali – kali lipat melebihi harga belinya.

4. Bisa Dibeli Kredit

Kamu bisa membeli properti tanpa harus membayarnya secara tunai atau lunas. Jadi, kamu dapat memperoleh properti tanpa harus mempunyai uang seharga properti tersebut.

Kamu bisa mengajukan KPR (kredit kepemilikan rumah) di bank untuk bisa mendapatkan properti rumah yang kamu inginkan.

5. Tidak Terlalu Terpengaruh Inflasi

Terjadinya inflasi tidak akan membuat nilai dari property ini jatuh. Bahkan nilai dari properti ini akan cenderung mengalami kenaikan dan lebih tinggi daripada tingkat inflasi.

Sehingga, investasi properti ini termasuk ke dalam jenis investasi yang bisa dikatakan aman.

6. Nilai Properti Bisa Ditingkatkan

Kamu bisa meningkatkan nilai dari properti dengan cara melakukan renovasi. Dengan demikian, kamu dapat menaikkan harga jualnya.

7. Mendapatkan Keuntungan Ganda

Dengan berinvestasi properti kamu akan mendapatkan 2 keuntungan sekaligus yaitu, capital gain dan cash flow.

Capital gain adalah selisih antara harga jual dengan harga beli. Sedangkan cash flow adalah keuntungan yang kamu dapatkan dari investasi tersebut.

8. Control Pasar di Tangan Investor

Apabila kamu berinvestasi properti, maka kamu bisa menentukan harga jual properti tersebut.

Selain itu, kamu me-mengang kendali penuh untuk mengelola properti tersebut supaya mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda.

9. Agunan yang Baik

Properti ini dapat digunakan sebagai agunan untuk memperoleh kredit. Setiap lembaga keuangan atau non keuangan yang pastinya akan dengan senang hati menerima properti sebagai agunan untuk mendapatkan kredit.

Properti merupakan agunan yang pada umumnya mempunyai nilai tinggi, sehingga kamu akan bisa mendapatkan jumlah pinjaman atau kredit yang besar.

Kredit yang kamu dapatkan tersebut bisa digunakan untuk membeli properti lainnya.

Apabila kamu menyewakan properti yang kamu beli tentu saja kamu akan bisa melunasi pinjaman tersebut, dan kamu akan mendapatkan keuntungan yang besar karena properti kamu bertambah.

10. Memberikan Prestise

Properti ini dapat menggambarkan status sosial dari seseorang. Seseorang yang tinggal di kawasan elite tentu saja akan memperoleh status sosial yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan mereka yang tinggal di kawasan perkampungan.

Dengan demikian properti menjadi salah satu pendorong prestise bagi pemiliknya.

Kelemahan / Risiko Investasi Properti

Sudah tidak diragukan lagi apabila investasi properti ini menawarkan berbagai keuntungan menarik bagi para investor.

Meski begitu, bukan berarti suatu investasi akan 100% aman atau tidak ada kelemahannya.

Investasi properti juga mempunyai kekurangan atau risiko. Jika kamu ingin melakukan investasi properti, sebaiknya kamu cermati beberapa kelemahan dalam investasi ini.

Berikut merupakan beberapa kelemahan atau kekurangan dalam investasi properti.

1. Membutuhkan Dana Besar

Secara umum investasi properti membutuhkan dana yang cukup besar, kecuali untuk jenis investasi saham properti.

Besaran dana yang dikatakan besar ini sebenarnya relatif mulai dari puluhan juta sampai dengan ratusan juta bahkan lebih.

Sebenarnya untuk mengatasi hal ini, kamu bisa mengajukan KPR (kredit pemilikan rumah).

KPR adalah kredit yang dipakai untuk membeli rumah dengan jaminan atau agunan berupa rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan 90% dari harga rumah.

2. Tidak Likuid

Likuid atau likuiditas artinya adalah kemudahan dalam mengakses uang dari instrumen investasi yang dipilih.

Artinya semakin likuid suatu investasi maka akan semakin mudah untuk dijual atau mengubah investasi tersebut menjadi uang.

Pada umumnya untuk menjual suatu properti ini membutuhkan waktu yang agak lama untuk dapat menjualnya.

Sehingga kamu tidak dapat dengan segera memperoleh uang hasil penjualan properti tersebut.

Tentu saja hal tersebut akan sangat merepotkan apabila kamu sedang membutuhkan dana dalam waktu dekat.

Dalam hal ini kamu harus bisa melihat seberapa besar toleransi risiko kamu dari karakteristik diri kamu dan kondisi keuangan.

Jika hal tersebut sesuai dengan dengan investasi properti, maka kamu dapat langsung melakukan investasi.

Jangan sampai kamu melakukan investasi, namun kamu belum siap untuk untuk mentoleransi segala resikonya.

Hal tersebut akan berujung dengan kerugian atau asset yang berhenti atau uang mengendap.

Investasi properti ini akan membutuhkan banyak waktu untuk dapat dijual atau menghasilkan keuntungan.

3. Satu Unit Kesatuan

Pada saat kamu membutuhkan sejumlah dana, kamu tidak dapat menjual sebagian properti senilai dengan dana yang kamu butuhkan.

Hal tersebut dikarenakan properti dapat dijual apabila tergabung dalam satu unit kesatuan.

Sehingga, tidak mungkin kamu melakukan penjualan satu bagian tertentu saja dari properti.

4. Proses Penjualan Tidak dapat Cepat

Menjual properti tidak dapat dilakukan dengan cepat seperti halnya menjual saham atau surat berharga lainnya.

Kamu membutuhkan waktu untuk mengurus berbagai macam dokumen atau berkas properti misalnya seperti akta jual beli, sertifikat hak atas tanah, bukti lunas pembayaran PBB, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu kamu tidak dapat tergesa – gesa dan tidak bisa dengan segera menikmati hasilnya.

5. Biaya Pengelolaan dan Perawatan

Dalam investasi properti ini membutuhkan dana tambahan untuk digunakan sebagai biaya pengelolaan dan perawatan.

Mulai dari ketersediaan listrik, air, Pajak Bumi dan Bangunan, pengecatan, dan lain sebagainya.

6. Adanya Potensi Kerusakan Properti

Risiko lainnya yang mungkin terjadi dalam berinvestasi properti adalah terdapat potensi kerusakan terhadap properti yang kamu miliki.

Properti akan mengalami kerusakan bahkan hancur apabila terkena beberapa gangguan seperti bencana alam, kebakaran, perusakan, dan lain sebagainya.

Hal tersebut tentu saja harus diperhatikan karena biasanya memerlukan biaya perbaikan.

7. Mengalami Penyusutan

Usia atau umur dari properti ini akan mempengaruhi kualitas dari properti tersebut.

Semakin tua usia dari suatu properti, maka kemungkinan terjadinya penyusutan juga akan semakin besar.

Misalnya seperti properti yang berusia lebih dari 20 tahun ini mempunyai desain yang sudah tidak sesuai dengan tren.

Begitu juga dengan kondisi bangunannya, banyak yang sudah mengalami penurunan kualitas.

 

Tips Investasi Properti untuk Pemula

Berikut ini merupakan beberapa tips yang dapat kamu lakukan dalam investasi emas.

1. Mempunyai Fokus yang Jelas

Tips yang pertama adalah kamu memilih fokus investasi properti. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa investasi properti ini mempunyai jenis yang bermacam – macam.

Oleh karena itu, sebelum kamu memulai membeli properti, alangkah baiknya untuk menentukan fokus investasi yang akan kamu jalani.

Dengan demikian kamu akan mempunyai gambaran tentang berapa besar modal dan juga berbagai kebutuhan lainnya yang pada nantinya harus kamu penuhi.

2. Menentukan Jangka Waktu

Tips yang selanjutnya adalah menentukan jangka waktu kamu berinvestasi. Hal ini jangan sampai terlupakan.

Mengapa?

Karena pada saat kamu ingin melakukan investasi dalam bentuk apapun, kamu harus mempunyai target mengenai investasi yang akan kamu lakukan.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target yang sudah ditentukan tersebut?

Kamu harus ingat bahwa mempunyai target ini cukup berpengaruh terhadap bentuk investasi yang akan kamu lakukan.

Misalnya seperti, kamu ingin mengumpulkan dana dengan jumlah tertentu dalam waktu 5 tahun.

Kira – kira jenis investasi properti apa yang dapat memberikan hasil dalam jangka waktu tersebut? Hal seperti itu harus kamu pikirkan dengan sebaik mungkin.

3. Ketersediaan Modal

Apabila dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, investasi properti ini bisa dikatakan sebagai jenis investasi yang memerlukan modal awal yang cukup besar.

Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan modal yang dibutuhkan untuk melakukan investasi.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, apabila modal kamu belum mencukupi kamu bisa melakukan pinjaman.

Namun, sebelum kamu melakukan pinjaman kamu harus memperhitungkan terlebih dahulu tentang berapa jumlah modal yang sekiranya kamu perlukan.

Supaya aman, alangkah baiknya apabila kamu mengajukan pinjaman dibatasi maksimal 50% dari kemampuan keuangan yang kamu miliki.

Jangan sampai terjadi, kamu tidak bisa mengembalikan dana yang kamu pinjam karena jumlahnya yang melebihi batas kemampuan.

4. Mulailah dari yang Kecil

Sesuatu yang besar tentu saja berawal dari yang kecil, tidak terkecuali dalam melakukan investasi properti.

Walaupun investasi properti ini memerlukan modal yang tidak sedikit, tapi bukan berarti kamu juga harus memulai nya dari yang besar.

Misalnya seperti, untuk permulaan kamu dapat memulainya dari membuat kos – kosan dengan jumlah kamar yang tidak terlalu banyak.

Kemudian setelah kos – kosan yang kamu jalankan tersebut sudah lancar, barulah kamu dapat melakukan pengembangan dengan menambah jumlah kamar dan fasilitas.

5. Membuat Strategi Investasi

Tips yang terakhir adalah kamu harus mengatur strategi yang tepat supaya dapat memperoleh keuntungan dalam jangka waktu yang cenderung tepat.

Perlu kamu ketahui bahwa kamu harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membeli properti.

Ada kalanya harga properti sedang mengalami penurunan, tapi ada kalanya pula sedang mengalami kenaikan.

Hal – hal tersebut lah yang harus kamu ketahui dan pertimbangkan sebelum kamu memutuskan untuk membeli sebuah properti.

Karena sebetulnya, harga properti ini dipengaruhi oleh keadaan perekonomian, baik global atau pun nasional.

Oleh karena itu, kamu perlu untuk memantau perkembangan harga properti. Dengan demikian, kamu akan menemukan properti dengan harga yang sesuai dengan kantong.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang investasi properti. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar