Jurnal Penyesuaian (Adjustment Journal)

Jurnal penyesuaian (adjustment journal) adalah jurnal akuntansi yang dipakai untuk melakukan proses pemutakhiran atau proses penyesuaian terhadap akun – akun tertentu.

Karena pada akhir periode akuntansi beberapa saldo akun ada yang dapat langsung dipakai sebagai dasar untuk menyusun laporan keuangan.

Namun terdapat beberapa akun yang saldo-nya masih harus dimutakhirkan atau disesuaikan. Nah proses tersebutlah yang dilakukan dalam jurnal penyesuaian.

Proses pemutakhiran beberapa saldo akun ini dimaksudkan untuk dapat menyesuaikan akun pada akhir periode, sehingga bisa menggambarkan keadaan yang sesungguhnya.

Beberapa akun tersebut misalnya seperti aset, utang, pendapatan, dan juga beban.

Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasan-nya dalam artikel ini.

Konsep / Prinsip Dasar Jurnal Penyesuaian

Penentuan berapa besarnya pendapatan dan juga beban yang harus dilaporkan pada akhir periode ini bisa mengalami kesulitan.

Hal tersebut diakibatkan karena para akuntan harus mengetahui secara jelas beban apa saja dan berapa besarnya yang ditanggung oleh perusahaan untuk mendapatkan pendapatan yang bisa diakui pada suatu periode akuntansi tertentu.

Sehingga para akuntan mengembangkan 2 buah prinsip yang dipakai sebagai bagian dari berbagai prinsip akuntansi yang diterima umum (generally accepted accounting principles).

Ke-2 prinsip tersebut adalah prinsip pengakuan pendapatan dan prinsip penandingan.

Seperti yang sudah dijelaskan diawal bahwa pada akhir periode akuntansi terdapat beberapa saldo akun yang sudah bisa dijadikan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan. Tapi juga ada beberapa saldo akun yang belum bisa atau masih membutuhkan pemutakhiran atau penyesuaian.

Misalnya seperti beban gaji harus dilaporkan sebagai beban pada suatu periode yang dimana karyawan memberikan jasa. Dan bukan ketika upah atau gaji dibayarkan.

Demikian juga dengan pendapatan, harus dilaporkan ketika jasa selesai diberikan kepada pelanggan bukan ketika perusahaan menerima pembayaran dari pelanggan.

Konsep penandingan ini berkaitan dengan dasar akuntansi akrual. Artinya konsep ini menandingkan beban dengan pendapatan pada laporan laba rugi pada periode yang sama.

Oleh karena itu konsep penandingan adalah konsep yang mendukung pelaporan pendapatan dan beban terkait pada periode yang sama.

Pada saat sebuah asumsi yang menyatakan bahwa semua umur ekonomis suatu perusahaan bisa dibagi ke dalam beberapa periode akuntansi, maka prinsip pengakuan pendapatan dan penandingan bisa diterapkan.

1 asumsi dan 2 prinsip tersebut akan memberikan panduan atau arahan kepada perusahaan untuk bisa melaporkan pendapatan dan beban yang sesuai berdasarkan dengan waktu terjadinya.

Dasar akuntansi akrual dan juga konsep penandingan mengharuskan dilakukannya suatu analisis pada akun dan mengharuskan pemutakhiran atas saldo akun. Pemutakhiran tersebut dalam rangka mempersiapkan laporan keuangan.

Berikut ini adalah bagan hubungan asumsi periode akuntansi / dasar akrual dengan prinsip pengakuan pendapatan dan prinsip penandingan.

jurnal penyesuaian perusahaan dagang

 

Jenis – Jenis Penyesuaian

Ayat jurnal yang digunakan untuk memutakhirkan akun pada akhir periode disebut dengan ayat jurnal penyesuaian. Seluruh ayat jurnal penyesuaian paling sedikit berpengaruh terhadap 1 akun laporan laba rugi dan 1 akun laporan posisi keuangan.

Dengan kata lain suatu ayat jurnal penyesuaian akan selalu berkaitan atau melibatkan akun pendapatan / beban dan akun aset / kewajiban.

Lalu pertanyaannya adalah ayat jurnal penyesuaian apa sajakah yang dibutuhkan untuk memutakhirkan saldo akun? Umumnya terdapat beberapa pos penyesuaian, yaitu pos penangguhan, pos akrual, beban depresiasi/amortisasi, dan kerugian piutang.

Pos penangguhan:

  1. Beban yang ditangguhkan atau beban dibayar dimuka.
  2. Pendapatan yang ditangguhkan atau pendapatan diterima dimuka.

Pos akrual:

  1. Beban akrual atau beban yang sudah terjadi namun belum dicatat.
  2. Pendapatan akrual atau pendapatan yang sudah diterima atau dihasilkan namun belum dicatat.

Beberapa pos tersebut bisa dijabarkan ke dalam beberapa contoh sebagai berikut.

  1. Beban yang masih harus dibayar atau utang beban, adalah beban yang sudah menjadi suatu kewajiban namun perusahaan belum mencatat-nya.
  2. Piutang pendapatan, adalah pendapatan yang sudah menjadi hak bagi perusahaan namun perusahaan belum mencatat-nya.
  3. Beban dibayar dimuka, adalah berbagai beban yang sudah dibayarkan oleh perusahaan namun sebagian dari beban tersebut sebenarnya harus dibebankan pada periode yang akan datang. Pencatatan-nya bisa diakui sebagai beban atau sebagai harta/aset.
  4. Pendapatan diterima dimuka, adalah pendapatan yang sudah diterima namun sebetulnya sebagian menjadi pendapatan di periode berikutnya.
  5. Penyusutan (depresiasi)/amortisasi, adalah penggunaan aset tetap berwujud atau tidak berwujud yang harus dibebankan pada suatu periode.
  6. Perlengkapan yang dipakai, adalah sebagian dari harga beli perlengkapan sudah dipakai selama satu periode. Perlengkapan yang sudah dipakai menjadi beban perlengkapan.
  7. Kerugian piutang, adalah taksiran dari piutang usaha yang kemungkinan tidak bisa ditagih atau dilunasi oleh pelanggan.

 

Pengertian Jurnal Penyesuaian Menurut Para Ahli

Berikut merupakan beberapa pendapat dari para ahli yang akan memperjelas pemahaman kamu tentang adjustment journal.

Soemarso

“Jurnal penyesuaian adalah ayat jurnal yang biasanya dibuat pada akhir periode akuntansi untuk mengkoreksi akun – akun tertentu sehingga dapat mencerminkan keadaan aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, dan modal yang sesungguhnya.”

Amin Wijaya Tunggal

“Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat berbagai kejadian yang tidak memiliki dokumen khusus seperti tanda terima, bukti pengeluaran kas atau faktur penjualan. Dicatat pada akhir periode akuntansi dengan maksud untuk mengubah sisa perkiraan hingga menggambarkan secara wajar situasi pada akhir periode.”

Weygandt, Jerry, Kieso Donald, Kimmel Paul

“ Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk memastikan pengakuan pendapatan dan dasar – dasar yang sesuai telah diikuti.”

 

Penjurnalan Jurnal Penyesuaian

Bagaimana ayat jurnal penyesuaian dibuat untuk menyesuaikan atau memutakhirkan saldo akun? Jurnal penyesuaian ini disusun atau dibuat pada periode akuntansi.

Proses penyusunan dari ayat jurnal penyesuaian dilakukan sesuai dengan penyusunan ayat jurnal umum. Berikut merupakan langkah – langkah menyusun ayat jurnal penyesuaian.

  1. Menganalisis transaksi atau informasi dengan tujuan untuk melihat pengaruh suatu transaksi ke akun – akun baik ke akun neraca atau laba rugi.
  2. Menyusun ayat jurnal penyesuaian dengan melakukan pendebetan atau pengkreditan jumlah akun yang dimutakhirkan atau disesuaikan.

Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan contoh soal jurnal penyesuaian. Berikut akan disajikan neraca saldo CV MastahBisnis.com.

ayat jurnal penyesuaian

Data yang ada di dalam neraca saldo CV MastahBisnis.com belum sepenuhnya siap untuk dipakai dalam menyusun laporan keuangan. Hal tersebut disebabkan karena terdapat beberapa informasi sebagai berikut ini.

  1. Gaji karyawan yang belum dibayar dan dicatat sampai tanggal 31 Agustus 2020 adalah sebesar Rp. 240.000.
  2. Pendapatan jasa yang masih harus diterima oleh perusahaan atas jasa yang sudah diberikan, namun belum dicatat sebesar Rp. 550.000.
  3. Premi asuransi yang tersisa sampai tanggal 31 Agustus 2020 adalah sebesar Rp. 3.000.000.
  4. Sewa gedung yang dipakai selama bulan Agustus 2020 adalah sebesar Rp. 3.200.000.
  5. Pendapatan diterima dimuka pada periode bulan Agustus 2020 adalah sebesar Rp. 7.400.000.
  6. Penyusutan peralatan kantor yang terjadi pada bulan Agustus 2020 adalah sebesar Rp. 1.400.000.
  7. Perlengkapan yang tersisa sampai tanggal 31 Agustus 2020 adalah sebesar Rp. 2.700.000.

Dengan adanya beberapa informasi tersebut, maka neraca saldo harus disesuaikan sehingga dapat menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan menyusun ayat jurnal penyesuaian.

Untuk informasi yang berhubungan dengan CV MastahBisnis.com bisa dijelaskan sebagai berikut:

1. Beban yang Masih Harus Dibayar

Semua biaya yang sudah menjadi beban pada suatu periode namun sampai akhir periode belum dibayar atau dicatat oleh perusahaan, maka harus dicantumkan ke dalam neraca sebagai utang beban serta harus sudah termasuk dalam beban pada periode tersebut.

Atau dengan kata lain sudah termasuk dalam neraca saldo. Dalam contoh yang diberikan tersebut, gaji karyawan yang belum dibayar dan dicatat yaitu sebesar Rp. 240.000.

Informasi tersebut menggambarkan bahwa beban gaji yang ada di neraca sebesar Rp. 3.000.000 masih harus ditambah dengan Rp. 240.000.

Rp. 240.000 ini adalah gaji yang belum dibayar sampai akhir periode. Oleh karena itu gaji bulan Agustus 2020 yang sesungguhnya adalah sebesar Rp. 3.000.000 + Rp. 240.000 = Rp. 3.240.000.

Berikut merupakan ayat jurnal penyesuaian yang dibutuhkan.

TanggalNama AkunRefDebet (Rp)Kredit (Rp)
2020
Agustus31Beban gaji240.000
     Utang gaji240.000

2. Pendapatan yang Masih Harus Diterima / Piutang Pendapatan

Jika suatu pendapatan sudah menjadi hak perusahaan namun belum diterima pada akhir periode yang bersangkutan, maka hak tersebut harus dicatat sebagai pendapatan pada periode tersebut dan dilakukan penyesuaian pada pendapatan perusahaan.

Pada kasus di atas, pendapatan yang masih harus diterima karena perusahaan sudah menyelesaikan pekerjaannya adalah sebesar Rp. 550.000.

Jumlah tersebut belum termasuk dalam saldo yang dilaporkan oleh perusahaan atau yang ada di neraca saldo yaitu sebesar Rp. 15.600.000.

Oleh karena itu harus dilakukan penyesuaian untuk mengakui munculnya piutang pendapatan serta mengakui tambahan pendapatan pada periode tersebut. Dengan begitu saldo pendapatan di bulan Agustus 2020 akan bertambah menjadi Rp. 16.150.000.

Berikut merupakan ayat jurnal penyesuaian yang dibutuhkan.

TanggalNama AkunRefDebet (Rp)Kredit (Rp)
2020
Agustus31Piutang pendapatan550.000
     Pendapatan jasa550.000

3. Beban Dibayar Dimuka

Tidak jarang suatu perusahaan melakukan pembayaran beban untuk beberapa periode yang akan datang. Dalam akuntansi, hal tersebut diakui sebagai beban dibayar dimuka.

Jika pada akhir periode ditemui beban – beban yang seharusnya dilaporkan pada periode yang akan datang, maka harus disesuaikan.

Hal tersebut bertujuan untuk menetapkan beban mana yang menjadi bagian untuk dilaporkan pada periode mendatang dan mana yang harus dilaporkan pada periode sekarang.

Pada contoh yang sudah diberikan, saldo asuransi dibayar dimuka adalah sebesar Rp. 3.600.000. Dan informasi tambahan mengatakan bahwa saldo akun tersebut pada akhir Agustus 2020 adalah sebesar Rp. 3.000.000.

Hal tersebut berarti bahwa asuransi dibayar dimuka yang belum menjadi beban adalah sebesar Rp. 3.000.000.

Dan yang sudah menjadi beban adalah sebesar Rp. 3.600.000 – Rp. 3.000.000 = Rp. 600.000.

Rp. 600.000 jumlah tersebut harus diakui sebagai beban asuransi yang terjadi pada periode sekarang.

Berikut merupakan ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan.

TanggalNama AkunRefDebet (Rp)Kredit (Rp)
2020
Agustus31Beban asuransi600.000
     Asuransi dibayar dimuka600.000

4. Sewa Gedung yang Digunakan

Penjelasan pada kasus ini sama dengan pada kasus asuransi dibayar dimuka. Saldo akun sewa dibayar dimuka yang ada di neraca saldo adalah sebesar Rp. 19.200.000.

Saldo tersebut tidak menggambarkan saldo yang sebenarnya, karena sewa yang sudah dipakai selama bulan Agustus 2020 adalah sebesar Rp. 3.200.000 masih masuk didalamnya.

Oleh karena itu harus dilakukan penyesuaian untuk mengakui beban sewa gedung dan mengurangi saldo sewa dibayar dimuka sebesar Rp. 3.200.000. Berikut penjurnalan yang dibutuhkan.

TanggalNama AkunRefDebet (Rp)Kredit (Rp)
2020
Agustus31Beban sewa3.200.000
     Sewa dibayar dimuka3.200.000

5. Pendapatan Diterima Dimuka

Pendapatan diterima dimuka ini tidak boleh diperlakukan sebagai pendapatan, tapi harus diperlakukan atau diakui sebagai utang. Mengapa demikian? Karena pada hakekatnya perusahaan belum mempunyai hak terhadap pendapatan tersebut.

Pada kasus CV MastahBisnis.com saldo pendapatan diterima dimuka adalah sebesar Rp. 10.000.000. Dan dari jumlah tersebut yang boleh diakui sebagai pendapatan pada periode bulan Agustus 2020 adalah sebesar Rp. 10.000.000 – Rp. 7.400.000 = Rp. 2.600.000.

Sedangkan Rp. 7.400.000 ini masih sebagai pendapatan diterima dimuka. Berikut merupakan jurnal yang bisa dibuat.

TanggalNama AkunRefDebet (Rp)Kredit (Rp)
2020
Agustus31Pendapatan diterima dimuka2.600.000
     Pendapatan sewa2.600.000

6. Jurnal Penyesuaian Penyusutan Peralatan

Pada setiap akhir periode, tentunya setiap perusahaan harus mencatat pengakuan beban penyusutan atau beban depresiasi.

Informasi yang tersedia menunjukan bahwa beban penyusutan untuk periode bulan Agustus 2020 adalah sebesar Rp. 1.400.000. Berikut merupakan penjurnalannya.

TanggalNama AkunRefDebet (Rp)Kredit (Rp)
2020
Agustus31Beban penyusutan peralatan1.400.000
     Akumulasi penyusutan peralatan1.400.000

7. Perlengkapan yang Tersisa

Perlengkapan merupakan berbagai bahan yang dibeli dengan tujuan untuk dipakai dalam kegiatan operasional perusahaan, dan tidak untuk dijual kembali.

Perlengkapan ini akan dicatat dan juga dilaporkan sesuai dengan harga beli-nya. Jika selama periode akuntansi, tidak melakukan pencatatan pemakaian perlengkapan, maka pada akhir periode harus dilakukan perhitungan fisik atas perlengkapan yang masih tersisa.

Dengan demikian bisa ditentukan jumlah perlengkapan yang sudah digunakan pada periode yang bersangkutan. Jumlah pemakaian perlengkapan tersebut selanjutnya dicatat pada jurnal penyesuaian.

Dari kasus yang sudah diberikan, diketahui bahwa saldo perlengkapan yang ada di neraca saldo adalah Rp. 4.000.000.

Pada akhir periode terdapat informasi yang mengatakan bahwa perlengkapan yang masih tersisa adalah Rp. 2.700.000.

Dalam kasus tersebut jelas diketahui bahwa perlengkapan yang sudah dipakai atau sudah menjadi beban adalah sebesar Rp. 4.000.000 – Rp. 2.700.000 = Rp. 1.700.000. Berikut adalah penjurnalannya.

TanggalNama AkunRefDebet (Rp)Kredit (Rp)
2020
Agustus31Beban perlengkapan1.700.000
     Perlengkapan1.700.000

Setelah semua informasi tambahan sudah dibuatkan ayat jurnal penyesuaian selanjutnya adalah memposting ayat – ayat tersebut ke dalam buku besar. Setelah itu data dalam buku besar tersebut akan dipakai untuk membuat neraca saldo setelah penyesuaian.

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan tentang Jurnal Penyesuaian / adjustment journal. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu dan bisa menambah wawasan. Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan tuliskan saja di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar