Kemasan Produk (Product Packaging)

Pada zaman dahulu kemasan produk (product packaging) terbuat dari bahan bambu yang digunakan untuk menyimpan benda cair.

Namun menjelang pada abad pertengahan, bahan yang digunakan untuk membuat kemasan produk lebih beragam seperti kulit, kain, kaca, dan lain sebagainya.

Akan tetapi kemasan produk pada zaman tersebut masih tergolong sangat sederhana dan lebih berfungsi sebagai pelindung produk terhadap berbagai pengaruh cuaca atau proses alam lainnya.

Seiring dengan berkembangnya zaman, barulah terdapat penambahan nilai fungsional dan pernannya dalam pemasaran mulai diakui sebagai suatu kekuatan dalam memenangkan persaingan pasar.

Pengertian Kemasan Menurut Para Ahli

Supaya lebih memahami pengertian dari kemasan produk, berikut ini merupakan beberapa pendapat yang disampaikan oleh para ahli.

1. Marlen (2008)

“Kemasan produk adalah struktur yang telah direncanakan untuk mengemas bahan pangan baik dalam keadaan segar atau setelah mengalami pengolahan.”

2. Klimchuk dan Krasovec (2006)

“Kemasan produk adalah desain kreatif yang menghubungkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi, dan berbagai elemen desain dengan informasi produk supaya produk nbisa dipasarkan.

Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan membedakan sebuah produk di pasar.”

3. Walter Soroka (1996)

“Kemasan produk adalah suatu sistem yang terkoordinasi dengan baik meliputi perencanaan, transportasi, pendistribusian, penjualan, dan pemasaran suatu produk.

Kemasan juga berkaitan langsung dengan teknologi, seni, dan kebutuhan bisnis yang didasari oleh fungsi asalnya, yaitu sebagai suatu wadah, pelindung, kemudahan untuk konsumen, dan informasi produk.”

4. Danger (1992)

“Kemasan produk adalah wadah atau pembungkus yang berguna untuk menyiapkan produk agar siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan digunakan.”

 

Klasifikasi / Jenis Kemasan Produk

Terdapat beberapa klasifikasi atau jenis dari kemasan produk, yaitu sebagai berikut.

1. Kemasan Produk Berdasarkan Struktur Sistem Kemasan Produk

Klasifikasi berdasarkan struktur sistem kemasan ini dapat ditelusuri dengan cara mencermati kontak bahan kemasan dengan produk yang dikemasnya.

Terdapat beberapa jenis packaging dari kelasifikasi ini, yaitu sebagai berikut.

  • Packaging Primer

Kemasan Produk

Adalah packaging yang secara langsung bersentuhan dengan produk yang dibungkusnya.

  • Packaging Sekunder

Contoh Kemasan Produk

Adalah packaging yang tidak secara langsung bersentuhan dengan produk yang dibungkusnya, namun membungkus produk yang sudah dikemas dengan menggunakan packaging primer.

  • Packaging Tarsies dan Kuarter

Fungsi Product Packaging

Adalah packaging yang digunakan untuk membungkus produk yang sudah dikemas pada packaging primer dan sekunder.

Pada umumnya packaging jenis ini dipakai sebagai pelindung pada saat pengangkutan atau pengiriman.

2. Kemasan Produk Berdasarkan Frekuensi Pemakaian

Packaging berdasarkan frekuensi pemakaian ini dapat ditelusuri dengan cara mencermati beberapa kali suatu kemasan produk dapat dipakai.

Pada umumnya pemakaian packaging secara berulang kali sangat tergantung pada bahan packaging apa yang digunakan.

Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa bahan yang bisa dipakai beberapa kali seperti kaleng dan gelas, serta ada beberapa bahan yang hanya bisa dipakai satu kali saja seperti kertas.

Terdapat beberapa jenis packaging dari kelasifikasi ini, yaitu sebagai berikut.

  • Packaging Sekali Pakai (Disposable)

Adalah packaging yang hanya dapat digunakan sekali saja. Atau dengan kata lain setelah dipakai langsung dibuang.

Misalnya seperti packaging yang terdapat pada permen, produk instan, dan lain sebagainya.

  • Packaging yang dapat Digunakan Berulang Kali (Multi Trip)

Adalah packaging yang dapat digunakan berulang kali dan pada umumnya konsumen tidak membuang packaging ini melainkan dikembalikan lagi pada agen penjual.

Nantinya packaging yang dikembalikan kepada agen penjual tersebut akan dimanfaatkan ulang oleh pabrik.

Contohnya : galon wadah air minum, botol minuman pada Teh Botol Sosro, dan lain sebagainya.

  • Packaging yang Tidak Dibuang atau Dikembalikan (Semi Disposable)

Pada umumnya packaging jenis semi disposable ini akan digunakan untuk kepentingan lain oleh konsumen.

Misalnya kaleng susu dipakai sebagai wadah gula, kaleng biskuit dipakai sebagai wadah kerupuk, dan lain sebagainya.

3. Kemasan Produk Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pakai

Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan produk dibagi menjadi 2, yaitu sebagai berikut.

  • Packaging Siap Pakai

Adalah packaging yang siap digunakan atau diisi dengan produk dan bentuknya sudah sempurna sejak keluar dari pabrik. Misalnya seperti botol, kaleng, dan lain sebagainya.

  • Packaging Siap Dirakit

Adalah packaging yang bentuknya belum sempurna atau membutuhkan tahap perakitan sebelum diisi dengan produk. Misalnya seperti wadah yang terbuat dari kertas, foil, atau plastik.

4. Kemasan Produk Berdasarkan Sifat Kekakuan Bahan Kemasan Produk

Packaging berdasarkan sifat kekuatan bahan, dapat dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai berikut.

  • Packaging Fleksibel

Adalah packaging yang dapat dilenturkan tanpa adanya kerusakan seperti retak atau patah. Misalnya seperti wadah yang terbuat dari bahan plastik, kertas, dan aluminium foil.

  • Packaging Kaku

Adalah packaging yang mempunyai sifat keras, kaku, tidak bisa dilenturkan, akan patah jika dibengkokkan, dan relatif tebal jika dibandingkan dengan kemasan fleksibel.

Misalnya seperti wadah yang terbuat dari kayu, gelas, dan logam.

  • Packaging Semi Kaku / Semi Fleksibel

Adalah packaging yang mempunyai beberapa sifat antara packaging fleksibel dan juga packaging kaku. Misalnya seperti wadah botol yang terbuat dari plastik.

5. Kemasan Produk Berdasarkan Sifat Perlindungan Terhadap Lingkungan

Packaging berdasarkan sifat sifat perlindungan terhadap lingkungan, dapat dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai berikut.

  • Packaging Hermetis

Adalah packaging yang secara sempurna tidak bisa dilalui oleh gas, udara atau uap air.

Dengan demikian selama masih hermetis, maka wadah tersebut mampu melindungi produk dari bakteri, kapang, ragi, dan debu.

Misalnya seperti kaleng, botol gelas yang ditutup secara hermetis, dan lain sebagainya.

  • Packaging Tahan Cahaya

Adalah packaging yang mempunyai sifat tidak transparan atau tembus pandang. Misalnya seperti packaging yang terbuat dari bahan logam, kertas, dan foil.

Packaging dengan sifat tahan cahaya ini sangat cocok untuk dipakai pada bahan pangan yang mengandung lemak dan vitamin yang tinggi, serta makanan hasil fermentasi.

  • Packaging Tahan Suhu Tinggi

Adalah packaging yang mempunyai sifat tahan terhadap suhu yang tinggi.

Bisanya packaging ini digunakan untuk bahan yang membutuhkan proses pemanasan, pasteurisasi, dan juga sterilisasi. Misalnya berbagai packaging yang terbuat dari bahan logam dan kaca.

 

Fungsi Kemasan Produk

Semakin berkembangnya teknologi telah membuat kemasan produk berubah fungsi.

Dahulu orang berkata “kemasan melindungi apa yang dijual”, sekarang orang berkata “kemasan menjual apa yang dilindungi”.

Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari packaging.

1. Fungsi Proteksi / Pelindung

Sebuah packaging harus mampu memberikan perlindungan fisik terhadap produk yang ada di dalamnya.

Perlindungan yang diberikan tersebut mencakup ketahanan terhadap benturan, tekanan, cuaca, bakteri, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini harus diperhatikan juga mengenai bahan packaging yang digunakan.

Hal tersebut tergantung dari berbagai sifat produk dan kemampuan bahan packaging untuk melindungi produk yang akan dikemas.

Misalnya untuk produk yang sensitif terhadap oksigen, maka bisa dipilih bahan packaging yang tidak bisa ditembus oleh oksigen, baik yang hampa udara ataupun yang diberi gas pengisi.

2. Fungsi Pengelompokkan, Penempatan dan Penyimpanan

Packaging yang ideal seharusnya mampu menjawab bagaimana sebuah produk dikelompokkan atau ditempatkan.

Dalam hal ini harus diperhitungkan juga, bagaimana sebuah packaging tersebut pada saat ditumpuk atau dibawa dalam jumlah yang banyak.

Apakah hal tersebut efisien dalam menggunakan ruang penyimpanan dan memungkinkan untuk ditumpuk atau tidak.

Yang dimaksud efisien dalam hal ini adalah memberikan perbandingan maksimal antara berat atau jumlah produk yang disimpan dengan persatuan luas dari bangunan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan.

Dengan demikian semakin tinggi penumpukkan yang bisa dilakukan, maka akan semakin tinggi juga tingkat efisiennya.

Selain itu sebuah packaging juga harus bisa mengelompokkan isi produk yang ada di dalamnya.

Misalnya untuk produk sirup rasa melon kemasannya berwarna hijau sedangkan untuk sirup rasa leci kemasannya berwarna merah.

3. Fungsi Pemasaran

Dalam hal ini packaging mempunyai peranan sebagai alat komunikasi dan informasi kepada para konsumen dengan melalui gambar dan juga tulisan yang tercantum di packaging.

Dengan perencanaan dan juga perancangan packaging yang baik, menarik, dan bentuk yang unik, maka hal tersebut mampu meningkatkan nilai jual dari produk yang ada di dalamnya.

Packaging yang menarik dan unik akan mampu mendongkrak pasar produk yang dikemasnya.

Hal tersebut karena packaging menyampaikan pesan terakhir dan penentu keputusan akhir konsumen.

Dengan demikian sebuah packaging harus mampu menyajikan informasi produk secara detail dan kreatif.

Selain memberikan informasi mengenai produk yang ada di dalamnya, packaging juga berfungsi sebagai sarana iklan yang harus bisa menjual dirinya sendiri.

Dengan demikian tampilan desain harus dirancang sedemikian rupa supaya mampu memberikan kesan produk yang dikemas mempunyai kualitas yang baik.

4. Fungsi Simbolik

Dalam hal ini kemasan berperan sebagai identitas produk, tanda pengenal produk, dan tanda pengenal bagi perusahaan yang memproduksinya.

Sebuah packaging harus dapat menyampaikan “pesan simbolik” dari sebuah produk, dengan demikian dibutuhkan hak paten bagi desain packaging tersebut.

Hak paten tersebut dengan tujuan supaya tidak bisa ditiru oleh produk lain milik saingan dan sekaligus sebagai entry barrier bagi pesaing.

Packaging yang sudah menyandang gelar sebagai tanda pengenal produk, kemudian akan mempunyai peran sebagai brand identity dari produk yang dikemasnya.

Dengan demikian konsep pengemasan harus bisa mencakup seluruh proses pemasaran.

Packaging juga bisa mempunyai fungsi sebagai media komunikasi suatu citra / image tertentu.

Dari tampilan yang disuguhkan pada kemasan, harus mampu membuat orang bisa mengenali rasa produk, meskipun tidak terdapat tulisan pesan tertentu pada kemasan.

Dalam hal tersebut desain dari packaging secara keseluruhan mengindikasikan secara simbolik suatu citra yang baik, enak, indah, dan citra lainnya sesuai dengan tujuan kemasan tersebut.

5. Fungsi Estetik

Dengan adanya estetika pada packaging, maka akan dapat menarik perhatian calon pembeli.

Dengan demikian, packaging harus memperhatikan visualisasi desain, warna, dan juga tulisan yang mempu menarik perhatian calon konsumen.

Banyak para pakar pemasaran yang menyebutkan bahwa desain sebuah kemasan produk berperan sebagai pesona produk.

Hal tersebut karena packaging memang berada pada tingkat terakhir suatu proses alur produksi yang tidak hanya untuk memikat mata saja, namun juga untuk memikat pemakaian.

 

Syarat Kemasan Produk

Terdapat beberapa syarat kemasan produk yang perlu diperhatikan supaya, packaging berfungsi dengan baik, yaitu sebagai berikut.

1. Tidak Toksik

Maksud dari tidak toksik disini adalah bahan yang digunakan untuk membuat packaging tidak membahayakan kesehatan manusia secara langsung ataupun tidak langsung.

2. Cocok dengan Produk yang Dikemas

Packaging yang dipilih harus sesuai dengan produk yang dikemas, apabila kurang tepat dalam memilih bahan packaging, maka akan sangat merugigan.

Misalnya seperti produk yang seharusnya dikemas dengan menggunakan packaging transparan, akan tetapi dikemas dengan menggunakan packaging yang tidak transparan.

Dengan demikian jika konsumen ingin mengetahui isi yang ada di dalamnya akan merusak segel dan tentu saja hal tersebut akan merugikan bagi produsen.

Atau produk yang seharusnya dikemas dalam packaging kaleng, namun dikemas dengan menggunakan packaging yang terbuat dari plastik.

3. Sanitasi dan Syarat Kesehatan Terjamin

Selain bahan packaging harus tidak toksik, bahan packaging juga tidak boleh digunakan jika dianggap tidak mampu memenuhi sanitasi atau berbagai syarat kesehatan.

Misalnya seperti pemakaian karung sebagai packaging, akan tetapi pemakaian karung untuk mengemas produk konsumsi tersebut tanpa mengalami pencucian atau pemasakan terlebih dahulu.

Tentu saja hal tersebut merupakan tindakan yang tidak dibenarkan.

4. Mampu Mencegah Pemalsuan

Dalam hal ini kemasan produk berperan sebagai pengaman, yaitu dengan cara membuat packaging yang khusus.

Dengan demikian akan susah untuk dipalsukan dan apabila terjadi pemalsuan dengan cara memakai kemasan yang sudah digunakan, tentunya akan sangat mudah dikenali.

5. Kemudahan Membuka dan Menutup

Pada umumnya konsumen akan lebih memilih produk yang menggunakan packaging yang mudah untuk dibuka, misalnya seperti tetra pack dibandingkan dengan packaging botol yang susah dibuka dan membutuhkan alat khusus untuk membukanya.

6. Kemudahan dan Keamanan dalam Mengeluarkan Isi

Kemudahan dan juga keamanan dalam mengeluarkan isi yang terdapat di dalam kemasan produk tentunya perlu untuk dipertimbangkan.

Sehingga isi yang terdapat di dalamnya bisa diambil dengan mudah dan aman.

Atau dengan kata lain isi yang terdapat di dalam packaging tersebut  tidak banyak tercecer, terbuang, atau bahkan tersisa di dalam kemasan.

7. Kemudahan Pembuangan

Pada umumnya kemasan bekas merupakan sampah dan sebagai suatu masalah yang membutuhkan biaya yang bisa dibilang cukup besar untuk mengatasinya.

Misalnya seperti berbagai kemasan yang terbuat dari bahan plastik. Packaging yang terbuat dari bahan plastik tidak mudah dihancurkan oleh microba dan apabila dibakar akan menyebabkan polusi udara.

Bahan packaging yang terbuat dari logam, kaca, dan bahan nabati tentunya tidak begitu menjadi masalah.

Hal tersebut karena bahan – bahan tersebut sebagian besar dapat di daur ulang atau diproses kembali.

8. Ukuran, Bentuk, dan Berat

Ukuran packaging ini berkaitan erat dengan proses penanganan selanjutnya, baik dalam penyimpanan, distribusi, atau sebagai alat yang bisa menarik perhatian konsumen.

Pada umumnya packaging disesuaikan dengan sarana yang ada.

Misalnya seperti alat yang digunakan untuk pengangkutan distribusinya adalah pesawat, maka tinggi dan lebar packaging tidak boleh melebihi ukuran pintu pesawat yang akan mengangkutnya.

Ada kalanya sebuah packaging di rancang sedemikian rupa sehingga bentuknya sangat indah dan menarik.

Terkadang packaging dibuat dengan bentuk untuk memberikan kesan bahwa isi yang ada di dalamnya lebih banyak dibandingkan dengan kemasan lainnya yang serupa.

Misalnya seperti pemakain botol yang ramping lebih direkomendasikan dibandingkan dengan botol yang pendek.

Selain itu bentuk packaging juga sangat berpengaruh pada efisiensi pemakaian ruang penyimpanan, cara penyimpanan, daya tarik konsumen, cara pembuatan, dan bahan yang digunakan.

Sebagian besar produsen selalu berusaha untuk mengurangi berat packaging yang dipakainya.

Hal tersebut karena dengan berkurangnya berat berarti energi yang dipakai untuk transportasi akan berkurang juga.

Dengan demikian akan menurunkan harga jual dari produk tersebut. Tentu saja hal tersebut akan lebih menarik bagi konsumen, sehingga diharapkan mampu untuk memenangkan persaingan.

9. Penampilan dan Pencetakan

Kemasan produk alangkah lebih baiknya jika mempunyai penampilan yang menarik apabila ditinjau dari semua segi, baik dari segi bahan, estetika, ataupun dekorasi.

Dalam hal ini tentunya produsen haru mengetahui dengan tepat ke lokasi mana produk akan dipasarkan.

Hal tersebut dikarenakan selera dari setiap masyarakat berbeda – beda.

Masalah dalam pencetakan sangat erat kaitannya dengan dekorasi dan label yang digunakan.

Beberapa bahan packaging ada yang perlu mengalami pencetakan label dan tambahan dekorasi terlebih dahulu.

Dengan demikian bahan packaging yang digunakan harus mempunyai sifat mudah menerima percetakan dan hasilnya tidak mudah hilang atau luntur.

10. Biaya Rendah

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempertahankan produk yang dijual tetap terjangkau oleh daya beli konsumen adalah dengan menurunkan biaya packaging sampai batas packaging tersebut dapat berfungsi dengan baik.

Hal tersebut cukup penting karena konsumen akan melakukan pemilihan pada produk yang sama dengan harga yang lebih terjangkau.

11. Syarat Khusus

Selain beberapa syarat yang sudah disebutkan sebelumnya, masih terdapat beberapa syarat khusus yang perlu untuk diperhatikan.

Misalnya seperti iklim daerah sasaran pemasaran apakah tropis, sub tropis, kelembabannya, dan lain sebagainya.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang kemasan produk. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Apabila ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan saja di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar