19 Kesalahan Investasi Saham

Kamu investor saham? Sering rugi atau hasil pas – pasan? Dalam hal ini kamu perlu mengetahui beberapa kesalahan investasi saham yang mungkin kamu lakukan.

Apabila kamu melakukan salah satu atau beberapa kesalahan, maka segera lah untuk mengevaluasinya dan kemudian memperbaikinya.

Disadari atau tidak, seorang investor saham terkadang melakukan suatu kesalahan yang umum.

Perlu kamu ketahui bahwa kesalahan tersebut cukup berbahaya dalam berinvestasi.

Dengan demikian kamu perlu mengetahui beberapa kesalahan investasi saham, agar kamu bisa menghindarinya. Berikut merupakan beberapa kesalahan dalam berinvestasi saham.

1. Memulai Investasi dengan Dana Pinjaman

Kesalahan investasi saham

Kesalahan investasi saham yang pertama adalah memulai atau melakukan investasi saham dengan menggunakan dana pinjaman.

Kesalahan yang pertama ini cukup banyak orang yang melakukannya, terutama bagi mereka yang masih pemula.

Perlu kamu ketahui bahwa alangkah lebih baiknya jangan menggunakan dana pinjaman atau dana yang digunakan untuk kebutuhan sehari – hari untuk melakukan investasi saham.

Apabila kamu menggunakan uang yang biasanya digunakan untuk kebutuhan sehari – hari, maka keuangan pribadi tidak akan sehat.

Dalam hal ini kamu akan merasa kesulitan dalam memenuhi berbagai kebutuhan yang ada.

Kemudian jika kamu melakukan investasi dengan menggunakan dana pinjaman yang mempunyai bunga, maka kamu akan terbebani dengan pokok pinjaman dan bunga yang ada.

Karena merasa terbebani dengan pinjaman berbunga tersebut, maka psikologis kamu tidak akan stabil.

Karena psikologis kamu tidak stabil, maka kamu tidak bisa mengambil keputusan dengan benar, dan pada akhirnya akan berujung pada kerugian investasi saham.

Perlu kamu ketahui juga bahwa investasi saham ini membutuhkan waktu untuk bisa menghasilkan. Itupun kalo kamu bisa mendapatkan keuntungan.

Apabila kamu mengalami kerugian, maka kamu mengalami kerugian berlipat ganda.

Hal tersebut dikarenakan kamu harus melunasi pinjaman tersebut ditambah dengan bunganya, serta dana yang kamu investasikan berkurang.

Berbeda hal nya jika kamu menggunakan dana yang memang khusus dialokasikan untuk kebutuhan investasi saham, maka kamu tidak akan terbebani dan psikologis kamu stabil.

Karena psikologis stabil, kamu bisa mengambil keputusan dengan benar dan besar kemungkinan akan mendapatkan profit.

Jika kamu hanya bisa menyisihkan sebagian kecil uang kamu, maka kamu bisa melakukan investasi saham dengan cara menabung saham.

2. Tidak Menentukan Tujuan Investasi yang Jelas

Kesalahan investasi saham yang sering juga dilakukan oleh para pemula adalah mereka tidak menentukan tujuan investasi yang jelas.

Ibaratkan kamu akan pergi traveling tapi kamu belum menentukan tujuan kamu.

Dalam hal ini tentu saja kamu hanya akan menghamburkan uang karena arah tujuan mu tidak jelas kesana kemari.

Agar kamu bisa menantukan tujuan investasi dengan jelas dan terukur, kamu perlu mempunyai pemahaman yang jelas dan juga lengkap tentang rencana masa depan dan periode waktu yang kamu butuhkan.

Ketika tujuan investasi sudah jelas, maka kamu akan dengan mudah menentukan jangka waktu atau periode investasi yang akan kamu lakukan.

Disamping itu, dengan adanya tujuan investasi yang jelas akan membuat kamu menjadi terarah dalam menentukan besaran modal, memilih saham, dan psikologis kamu akan menjadi lebih baik.

Contoh tujuan yang jelas misalnya kamu ingin mengumpulkan dana sebesar Rp. 50.000.000 dalam waktu 3 tahun untuk biaya pendidikan perguruan tinggi anak.

Perlu kamu ingat juga setelah kamu menentukan besaran dan periode investasi, selanjutnya kamu perlu memilih saham.

Dalam memilih saham pilihlah saham blue chip atau yang termasuk dalam jajaran LQ45.

Karena saham – saham tersebut merupakan saham yang direkomendasikan untuk investasi jangka panjang.

3. Tidak Menentukan Jangka Waktu Investasi

Kesalahan Investasi saham

Tidak menentukan jangka waktu investasi merupakan kesalahan investasi yang berkaitan dengan menentukan tujuan investasi.

Karena investor pemula sering tidak menentukan tujuan investasi yang jelas, mereka pun sering pula tidak menentukan jangka waktu dalam berinvestasi.

Kesalahan ini alangkah lebih baik jika kamu menghindarinya. Sebaiknya, sebelum kamu melakukan investasi, kamu sudah mempertimbangkan jangka waktu investasi.

Kamu juga perlu ingat bahwa dalam hal ini kamu harus berkomitmen dengan jangka waktu investasi yang sudah kamu tentukan.

4. Melakukan Investasi dengan Berspekulasi

Kesalahan yang ke-4 adalah melakukan investasi dengan berspekulasi atau menganggap bahwa investasi saham seperti permainan tebak – tebak an.

Kesalahan yang satu ini sering terjadi apabila seseorang melakukan investasi tanpa di dasari dengan ilmu atau pengetahuan tentang saham.

Mereka melakukan investasi berdasarkan pada menerka – nerka atau menebak, apakah saham A ini akan naik atau turun.

Sebetulnya hal ini tidak lah baik dan juga tidak diperbolehkan dalam ajaran agama.

Hal tersebut sebenarnya kamu tidak lah melakukan investasi, tetapi melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan oleh agama.

Mereka yang melakukan spekulasi pada saat investasi ini mempunyai beberapa karakter, yaitu sebagai berikut.

  • Ingin mendapatkan profit dalam waktu yang singkat.
  • Tidak mempunyai rencana, perhitungan, dan tidak memahami probabilitas.
  • Tidak mengetahui kapan harus berhenti melakukan spekulasi.
  • Melakukan transaksi berdasarkan pada emosi.

Perlu kamu ingat bahwa jangan pernah kamu berspekulasi pada saat melakukan investasi.

Seorang investor yang benar – benar melakukan investasi adalah mereka yang memakai metode analisis teknikal atau analisis fundamental sebagai dasar untuk menentukan keputusan.

Selain hal tersebut, seorang investor saham juga harus bisa mengelola keuangan atau money management dengan baik dan juga benar.

5. Tidak Memahami Fundamental

kesalahan investasi saham

Kesalahan investasi saham yang ke-5 adalah tidak memahami fundamental. Terkadang para investor pemula lebih tergiur pada saham – saham dengan harga murah atau saham gorengan.

Perlu kamu ketahui bahwa fundamental perusahaan yang sahamnya akan kamu beli, seharusnya menjadi analisis yang paling mendasar dalam mengambil keputusan untuk membeli saham tersebut.

Namun sayangnya, seringkali analisis fundamental ini diabaikan oleh investor pemula, mereka lebih fokus pada saham dengan harga yang murah dan lebih menyukai melihat trend sesaat analisis teknikal.

Padahal harga saham dari suatu perusahaan ini tergantung pada fundamental perusahaan (kinerja perusahaan) tersebut.

Jika fundamental perusahaan tersebut bagus, maka tentu saja akan banyak investor yang akan membeli saham perusahaan tersebut.

Dengan semakin banyaknya permintaan, maka harga saham perusahaan tersebut akan naik.

Perlu kamu ingat juga bahwa, apabila kamu sudah membeli saham suatu perusahaan, maka lakukanlah analisis fundamental perusahaan secara berkala.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jika suatu saat fundamental perusahaan tersebut buruk, maka kamu tidak akan terlambat untuk menjual saham perusahaan tersebut.

6. Panic Selling

Panic selling merupakan suatu kondisi yang melanda para investor pada saat harga saham mengalami penurunan, yang dimana mereka menjual saham yang dimiliki dengan didasarkan pada rasa panik.

Kondisi panic selling ini biasanya terjadi pada investor pemula yang memang merasakan panik pada saat harga saham turun.

Karena merasa takut, para investor pemula langsung melepas sahamnya tanpa peduli dengan harga nya.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa tindakan tersebut berdasarkan pada rasa takut atau panik.

Karena dilandasi dengan rasa panik, maka para investor tersebut dalam mengambil keputusan tidak melakukan berbagai analisis rasional terlebih dahulu.

Dalam hal ini sebisa mungkin kamu untuk menghindari menjual saham karena rasa panik.

Hal tersebut dikarenakan pada akhirnya kamu akan merasa menyesal atau kamu tentunya akan salah dalam menggambil keputusan.

Kamu perlu untuk melakukan analisis terlebih dahulu sebelum kamu melakukan penjualan.

Setidaknya dengan melakukan analisis kamu bisa menajwab pertanyaan ini mendekati akurat, apakah saham tersebut layak untuk dipertahankan atau tidak?

7. Cinta dengan Satu Saham

Kesalahan investasi saham yang ke-7 adalah jatuh cinta dengan satu saham. Kamu pernah mendengar istilah bahwa cinta itu buta?

Nah, hal tersebut berlaku juga pada invsetasi saham. Perlu kamu ketahui bahwa jatuh cinta atau terpaku pada satu saham itu sangatlah berbahaya.

Hal tersebut dikarenakan akan menyebabkan kamu sebagai investor saham menjadi tidak rasional dalam melakukan penilaian saham.

Ketika kamu sudah jatuh cinta pada suatu saham, kamu akan cenderung mengabaikan atau tidak peduli dengan berbagai hal buruk yang berkaitan dengan saham favorit kamu.

Dalam hal tersebut kamu hanya peduli dengan berbagai hal baik yang berkaitan dengan saham yang kamu miliki.

Alangkah lebih baiknya gunakanlah saham sebagai kapal yang akan membawa kamu dari pulau terpencil menuju pulau metropolitan.

Akan tetapi, dalam hal ini kamu perlu menggunakan pelampung terlebih dahulu.

Hal tersebut karena apabila kapal bocor, kamu bisa keluar meninggalkan kapal tersebut, agar tidak ikut tenggelam bersama kapal tersebut.

Jangan sampai kamu tidak menggunakan pelampung dan tetap bertahan dalam kapal tersebut.

Maka sudah pasti kamu akan ikut tenggelam bersama dengan kapal yang kamu cintai tersebut.

Pelampung yang kamu pakai tersebut merupakan perumpamaan analisis yang kamu lakukan sebelum mengambil keputusan.

8. Tidak Melakukan Diversifikasi

Tidak melakukan diversifikasi merupakan kesalahan dalam investasi saham yang masih berkaitan dengan kesalahan pada poin 7.

Kamu pernah mendengar perumpamaan seperti ini:

“Jangan menaruh telur dalam keranjang yang sama”?

Perumpamaan tersebut dapat sedikit menjelaskan tentang difersivikasi.

Perumpaan tersebut menjelaskan kamu tidak akan pernah mengetahui kapan keranjang tersebut akan jatuh dan membuat pecah semua telur yang ada di dalamnya.

Hal tersebut tidak akan terjadi jika kamu meletkkan telur di beberapa keranjang, jadi apabila satu keranjang jatuh maka keranjang yang lainnya tidak. Dengan demikian, jumlah telur yang pecah dapat diminimalisir.

Perlu kamu ketahui bahwa diversifikasi ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu sebagai berikut.

  • Investasikan lah dana yang kamu miliki di beberapa pilihan saham dari industri yang berbeda – beda.
  • Atau beli lah saham yang sama di waktu yang berbeda. Dalam hal ini kamu melakukan diversifikasi waktu. Dengan kamu membeli saham di waktu yang berbeda, tentunya kamu akan membeli saham di harga yang berbeda pula. Sehingga nilai rata – rata harga beli tidak akan terlalu tinggi, metode ini juga sering kita kenal sebagai menabung saham.

Diversifikasi ini kamu lakukan dengan tujuan meminimalkan risiko yang mungkin akan terjadi.

“Penting bagi kamu sebelum melakukan diversifikasi, kamu sudah melakukan analisis terlebih dahulu baik itu secara fundamental atau teknikal.”

“Analisis tersebut penting untuk kamu lakukan, agar kamu bisa memilih saham yang bagus.

“Hal tersebut dikarenakan melakukan diversifikasi ini bisa menjadi bumerang bagi kamu.”

Ilustrasi Diversifikasi

Misalnya apabila kamu membeli saham perusahaan yang bergerak pada sektor pertambangan dengan seluruh modal yang kamu miliki pada satu waktu atau satu harga.

Suatu ketika, ternyata ada sentimen negatif yang sedang melanda pada sektor pertambangan.

Sentimen tersebut menyebabkan harga saham yang kamu beli turun dan menyebabkan kerugian pada portofolio kamu sebesar 70%.

Jika kamu melakukan diversifikasi dengan membeli saham – saham pada sektor yang berbeda seperti perbankan, konstruksi, customer goods, dan lain sebagainya, maka pada saat ini kerugian yang kamu alami tidak terlalu besar.

Bahkan dalam hal ini kamu bisa mendapatkan keuntungan pada saat melakukan diversifikasi.

Memang benar saham perusahaan sektor pertambangan yang kamu miliki sedang mengalami kerugian 70%, namun saham yang kamu miliki pada sektor perbankan bisa saja untung 42% dan sektor konstruksi untung 50%.

“Perlu kamu ingat juga ketiga saham tersebut haruslah mempunyai nilai yang sama atau hampir sama, agar kamu benar – benar bisa meminimalkan risiko dengan efektif.”

Percuma saja jika keuntungan 42% dan 50% ini dengan nilai saham misal sama – sama Rp. 10.000.000, sedangkan saham yang mengalami kerugian 70% mempunyai nilai sebesar Rp. 80.000.000.

9. Tidak Memahami Profil Risiko Diri Sendiri

Kesalahan investasi saham yang ke-9 adalah kebanyakan investor pemula tidak memahami profile risiko diri sendiri.

Dalam hal ini masih banyak investor pemula yang belum mengetahui apa itu profil risiko, dan apa pentingnya untuk diketahui.

Perlu kamu ketahui bahwa profil risiko adalah suatu gambaran diri kita pada saat menghadapi risiko yang kemungkinan akan terjadi dalam melakukan investasi.

Memahami profil risiko ini sangat penting untuk bisa melakukan pertimbangan dalam menentukan besaran dana yang akan diinvestasikan dan juga memilih saham apa yang akan dibeli.

Ada 3 jenis profil risiko, yaitu sebagai berikut.

  • Konservatif

Orang dengan profil risiko konservatif ini merupakan orang yang mempunyai tinggat toleransi yang rendah terhadap risiko investasi saham yang kemungkinan akan terjadi.

Dengan kata lain orang yang mempunyai profil risiko konservatif tidak menyukai risiko.

Jika kamu mempunyai profil risiko jenis ini, alangkah lebih baiknya jika kamu memilih saham – saham blue chip atau saham LQ45.

  • Moderat

Orang yang mempunyai jenis profil risiko moderate ini merupakan orang yang mempunyai tingat toleransi menengah terhadap risiko investasi saham yang kemungkinan akan terjadi.

Atau dengan kata lain orang dengan profil risiko ini sudah bisa menerima risiko apabila terjadi kerugian dalam melakukan investasi.

Dengan demikian, sudah siap untuk bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang diambil, dan sudah mulai mengetahui apa yang harus dilakukan pada saat berinvestasi.

  • Agresif

Orang yang mempunyai jenis profil risiko agresif ini merupakan orang yang mempunyai tingat toleransi tinggi terhadap risiko investasi saham yang kemungkinan akan terjadi.

Dalam hal ini fluktuasi harga saham yang terjadi ini malah akan membuat adrenalinnya mengalir dengan kencang.

Misalnya ketika harga saham turun dia justru melihatnya sebagai suatu kesempatan yang baik untuk menambah portofolionya.

Hal tersebut dengan harapan, harga saham yang dibelinya dapat naik dalam jangka waktu tertentu.

Pada umumnya orang dengan profil risiko agresif ini mempunyai tujuan investasi yang bisa dibilang cukup panjang, dan mempunyai dana yang khusus dialokasikan untuk investasi.

Selain itu, mereka juga sering melakukan transaksi, baik itu pembelian maupun penjualan saham.

10. Tidak Menentukan Batas Toleransi Kerugian

Tidak Menentukan Batas Toleransi Kerugian

Kesalahan investasi saham yang selanjutnya adalah tidak menentukan batas toleransi kerugian.

Perlu kamu ketahui bahwa tidak ada seorang pun yang dapat terhindar dari fluktuasi harga saham dan memastikan bahwa harga saham yang dimilikinya tidak akan pernah turun dibawah harga beli.

Akan tetapi dalam hal ini kamu harus mempunyai batas toleransi kerugian atau penurunan harga saham dibawah harga beli.

Seharusnya sebagai seorang investor alangkah lebih baiknya apabila mampu keluar dari pasar pada saat kerugian yang dialami belum terlalu besar.

Tentu saja hal tersebut harus dilakukan dengan melakukan berbagai analisa dan juga pertimbangan terlebih dahulu.

Akan tetapi, seorang investor tetaplah manusia biasa yang sering melakukan tindakan karena faktor emosi.

Mereka tidak mau menyerah begitu saja dengan menerima kerugian yang jumlah nya kecil tersebut, sehingga mereka terus menunggu dan berharap, waktu demi waktu, hingga pada akhirnya tidak sadar kerugian bertambah besar.

Hal tersebutlah merupakan kesalahan yang sering terjadi bagi para investor pemula yang masih belum mengetahui atau belum menentukan batas toleransi kerugian.

Contoh Batasan Toleransi Kerugian

Misalnya kamu sudah membeli saham, dan pada saat itu saham yang kamu miliki sedang mengalami kerugian.

Dalam hal ini kamu bisa menjual rugi seluruh saham kamu jika kerugian mencapai 8%.

Atau bisa juga kamu menjual rugi sebagian saham kamu jika harga turun sebesar 5% dari harga beli, kemudian lanjutkan menjual rugi sisa saham tersebut apabila harga semakin menurun hingga 10% dari harga beli.

Disclaimer: contoh tersebut merupakan strategi yang saya gunakan dalam menentukan batasan toleransi kerugian, sehingga rumusan tersebut bersifat sangat subjektif.”

11. Tidak Segera Menjual Saat Ada Kesalahan

Kesalahan investasi saham yang ke – 11 adalah tidak segera menjual pada saat ada kesalahan.

Kesalahan ini masih ada kaitannya dengan kesalahan pada point 10 yang sudah dibahas sebelumnya.

Banyak para investor pemula yang membeli saham yang kualitasnya kurang baik.

Membeli saham dari perusahaan yang sektor industrinya sedang kurang baik, pertumbuhan laba penjualan menurun, ROE (Return On Equity) yang rendah, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini salah satu kebiasaan para investor pemula yaitu mereka suka mendapatkan profit kecil – kecilan, akan tetapi mereka tidak mau untuk menanggung kerugian dengan cut loss pada saham – saham yang kualitasnya kurang baik.

Yang lebih parahnya adalah pada saat harga saham mengalami penurunan signifikan, investor tersebut tetap saja tidak menjual saham tersebut tanpa peduli dengan kondisi fundamental perusahaan.

Mereka tetap mempunyai harapan bahwa suatu saat harga sahamnya akan kembali naik.

Perlu kamu ketahui bahwa hal tersebut sudah masuk dalam hal spekulasi, karena kamu tidak mendasarkannya pada sesuatu yang pasti melainkan pada harapan yang tidak pasti.

Tindakan tersebut tentu saja justru akan semakin membuat kerugian yang dialami oleh investor semakin besar.

Ada beberapa hal yang mungkin saja menjadi penyebab mereka tidak mau menjual sahamnya, yaitu sebagai berikut.

  • Karena cinta dengan saham tersebut.
  • Takut mengalami kerugian, sehingga mempunyai harapan harga akan kembali naik.
  • Tidak menentukan batas toleransi kerugian, sehingga tidak mengetahui kapan harus menjual sahamnya.
  • Dan lain sebagainya.

12. Kurang atau Tidak Melakukan Riset

Dalam melakukan investasi saham sangat penting apabila seorang investor mempunyai pengetahuan yang banyak terkait dengan saham yang akan dibelinya.

Kesalahan investasi saham ini banyak dilakukan oleh pemula, sehingga mereka mengalami kerugian.

Hal tersebut dikarenakan, pada akhirnya mereka salah dalam membeli atau memilih saham.

Alangkah lebih baiknya jika sebelum kamu membeli saham suatu perusahaan, kamu sebaiknya melakukan riset terlebih dahulu, meliputi fundamental, teknikal, dan lain sebagainya.

Tidak melakukan riset sebelum membeli saham, maka hal tersebut sama saja kamu tidak mempersiapkan senjata pada saat masuk ke dalam medan perang.

13. Keputusan Pembelian Karena Rumor atau Opini (Ikut – Ikutan)

Kesalahan investasi saham yang ke-13 adalah mengambil keputusan pembelian dengan berdasarkan pada rumor atau opini atau ikut – ikutan.

Tentu saja kamu tidak bisa memilih saham yang bagus hanya berdasarkan pada “katanya”, “rumornya”, “kabarnya”, dan “konon”.

Dalam hal ini perlu kamu ketahui bahwa pasar saham itu sangat sensitif terhadap berbagai keadaan yang ada di luar yang dimasukkan di media.

Tidak jarang kondisi tersebut menimbulkan suatu kepanikan. Dan tidak jarang pula kepanikan yang terjadi di pasar akan menimbulkan harga saham yang overpriced atau underpriced.

Dalam hal ini tidak sedikit para investor pemula yang melakukan aksi ikut – ikutan membeli saham pada saat harga saham sedang bullish.

Hal tersebut tentu saja, kemungkinan besar akan membuat investor terjebak membeli saham dengan harga overpriced.

Seringkali para investor pemula terlalu optimis dengan berbagai rumor baik yang ada, dan mengharapkan harga terus mengalami kenaikan.

Sebaliknya, harga saham sedang bearish, mereka berubah menjadi pesimis dan akan melakukan aksi jual saham justru pada saat yang seharusnya mereka membeli saham.

Sebagai seorang investor yang sukses, alangkah lebih baiknya jika tidak mendasarkan inevstasi pada rumor, opini orang lain, atau hanya ikut – ikutan.

Namun, dalam hal ini sebagai investor yang sukses, kamu harus mendasarkan pada nilai intrinsik saham, fundamental perusahaan, dan teknikal.

14. Terlalu Percaya pada Media

Kesalahan investasi saham yang selanjutnya adalah kamu terlalu percaya pada media.

Kesalahan yang satu ini masih ada kaitannya dengan kesalahan yang ada pada point 13.

Dalam melakukan investasi saham alangkah lebih baiknya jika kamu jangan terlalu percaya pada semua pemberitaan yang ada di media.

Dalam hal ini kamu harus melakukan pengecekkan terlebih dahulu, apakah berita tersebut benar adanya atau tidak.

Dengan kata lain kamu perlu untuk menyaring berbagai pemberitaan yang ada di media yang berkaitan dengan perusahaan yang sahamnya kamu beli.

Hal tersebut penting untuk kamu lagukan, agar kamu tidak terjebak oleh pemberitaan yang dibuat – buat.

Apabila kamu terjebak pada pemberitaan yang salah atau kurang benar, maka sudah pasti kamu akan salah dalam mengambil keputusan dan pada akhirnya akan berujung pada kerugian.

15. Membeli Saham Gorengan

Membeli Saham Gorengan

Kesalahan investasi saham yang selanjutnya adalah membeli saham gorengan. Kesalahan ini sering dilakukan oleh para investor pemula.

Alasan utama yang melatarbelakangi mereka membeli saham gorengan ini adalah karena harganya terjangkau.

Lalu apa itu saham gorengan?

Saham gorengan merupakan saham yang mempunyai harga berfluktuasi dengan tajam.

Hal tersebut dikarenakan pergerakan dari harga saham tersebut dimanipulasi oleh sekelompok orang yang biasa kita sebut dengan bandar saham.

Saham gorengan ini bisa kamu kenali dari kapitalisasi pasarnya dan juga likuiditasnya yang bisa dibilang rendah.

Saham jenis ini sering kali sepi perdagangannya, akan tetapi pada suatu waktu harganya dapat naik secara signifikan seiring dengan jumlah transaksi yang terjadi di pasar.

Pada saat tersebutlah saham tersebut sedang digoreng oleh bandar saham. Saham gorengan ini bisa dimanipulasi oleh bandar saham, karena harganya yang murah.

Tidak jarang fundamental perusahaan dari saham gorengan ini bisa dibilang kurang bagus.

Saham gorengan ini biasa diperdagangkan karena rumor. Rumor atau gosip yang beredar di media sering kali digunakan oleh bandar saham untuk menggerakkan harga saham.

Rumor atau gosip yang disebarkan tersebut kerap kali diterima oleh investor, terutama bagi para investor pemula.

Rumor atau gosip tersebut sengaja dibuat supaya saham yang tadinya jarang dibeli menjadi dibeli oleh banyak orang.

Dengan semakin banyak permintaan, maka harga saham akan semakin naik.

Cara lain, yang dilakukan oleh bandar saham untuk menaikkan harga adalah dengan melakukan banyak transaksi.

Karena pergerakan harga dari saham gorengan ini tidak berdasarkan pada faktor fundamental atau teknikal, alangkah lebih baiknya kamu hindari membeli saham ini jika kamu masih pemula dan tujuan investasi mu adalah jangka panjang.

Perlu kamu ketahui juga bahwa saham gorengan ini rentan disuspensi oleh BEI (Bursa Efek Indonesia).

16. Takut Membeli Saat Bearish

Kesalahan investasi saham yang sering dilakukan oleh para investor khususnya yang masih pemula adalah takut membeli pada saat harga saham turun atau bearish.

Seperti yang sudah sempat dibahas pada poin 13 bahwa investor pemula lebih menyukai membeli saham pada keadaan bullish.

Hal tersebut dikarenakan bahwa mereka melihat saham dalam keadaan bullish ini adalah saham yang dalam keadaan bagus.

Akan tetapi, pada kenyataannya bukan seperti itu, dalam hal ini saham yang dalam keadaan bearish belum tentu tidak bagus dan saham yang dalam keadaan bullish belum tentu bagus.

Seperti yang sudah dibahas pada poin 15 bahwa harga saham dalam keadaan bullish bisa saja sedang dimanipulasi oleh bandar.

Dalam hal ini alangkah lebih baiknya jika kamu menganalisa terlebih dahulu saham – saham yang mempunyai kinerja baik dan perusahaannya mempunyai fundamental bagus tetapi harga sahamnya sedang dalam keadaan bearish.

Dengan kamu melakukan hal tersebut, kamu akan mempunyai peluang yang besar untuk meraih profit yang tinggi (capital gain) ditambah dengan dividen yang akan kamu terima nantinya.

17. Membeli pada Harga Rata – Rata Turun

Kesalahan investasi saham yang sering dilakukan oleh pemula adalah membeli saham pada harga rata – rata turun.

Kesalahan ini seperti kamu menangkap pisau sebelum jatuh kelantai. Pisau yang jatuh ini menggambarkan mengenai keadaan harga saham yang mengalami penurunan dalam kurun waktu yang bisa dibilang singkat.

Kesalahan ini masih ada kaitannya dengan kesalahan pada poin 16 yang sudah dibahas sebelumnya.

Membeli saham pada saat harga dalam keadaan bearish memang direkomendasikan.

Akan tetapi dalam hal ini kamu perlu menunggu pisau yang jatuh tersebut sampai ke tanah terlebih dahulu.

Dengan kata lain, kamu perlu menunggu harga saham mencapai pada titik support dan sudah bergerak pada kondisi yang lebih stabil.

Walaupun demikian, perlu kamu ketahui bahwa untuk bisa menemukan titik support bisa dibilang sulit.

Kamu perlu untuk memahami teknikal terlebih dahulu untuk bisa menemukan titik support tersebut.

Selain itu kamu juga perlu untuk memahami fundamental dari perusahaan yang sahamnya akan kamu beli.

Hal tersebut diperlukan untuk mendukung analisis teknikal yang sudah kamu lakukan tersebut.

Dalam hal ini kamu jangan sampai terus melanjutkan pembelian saham dengan jumlah yang lebih banyak pada saat harga semakin turun.

Begitu harga turun semakin menambah jumlah sahamnya. Akan tetapi, Alangkah lebih baiknya jika kamu melakukan analisis teknikal dan juga fundamental terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian lagi.

Apabila penurunan harga saham terus berkelanjutan kemungkinan besar ada sesuatu yang tidak beres, dan dalam hal tersebut kamu harus segera menjual saham yang kamu miliki.

Yang terpinting pada saat terjadi hal tersebut adalah kamu mengetahui profil risiko kamu seperti yang sudah dibahas pada poin 9 di atas dan selalu melakukan analisis terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

18. Tidak Melakukan Review Secara Berkala

Kesalahan investasi saham yang ke-18 adalah tidak melakukan review secara berkala terhadap kinerja saham atau tidak melakukan pemantauan portofolio.

Perlu kamu ketahui bahwa melakukan investasi dan kemudian membiarkannya saja tidak lah cukup.

Akan tetapi, dalam hal ini kamu perlu untuk melakukan peninjauan (review) kinerja yang dilakukan secara berkala.

Dengan melakukan peninjauan yang dilakukan secara berkala, tentunya kamu sebagai investor akan lebih mudah dalam mengambil keputusan yang tepat waktu.

Hal tersebut untuk merealisasikan atau meningkatkan profit yang akan kamu dapatkan dan juga meminimalkan terjadinya kerugian.

Dalam hal ini apabila kinerja saham atau perusahaan yang sahamnya kamu beli sedang mengalami penurunan, maka kamu akan bisa dengan cepat mengetahuinya.

Selain itu, kamu juga bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

Dengan demikian, melakuan review secara berkala atau melakukan pemantauan portofolio akan membantu kamu dalam mengetahui kinerja saham dan berguna sebagai sinyal untuk melakukan tidakan tepat waktu.

19. Tidak Memperhitungkan Inflasi

Tidak Memperhitungkan Inflasi

Kesalahan investasi saham yang terakhir adalah tidak memperhitungkan inflasi. Kebanyakan para investor hanya mempunyai fokus pada pengembalian nominal saja dan bukan pada pengembalian rill.

Pengembalian rill ini dapat diperoleh dengan cara melihat kinerja dari investasi saham setelah melakukan perhitungan inflasi dalam perekonomian.

Dalam hal ini investor perlu untuk memeriksa bagaimana kenaikan biaya mampu mempengaruhi standar hidupnya dan apa yang dibutuhkan untuk bisa memenuhi permintaan yang meningkat dari kenaikan biaya.

Dengan demikian, pengembalian dalam melakukan investasi saham ini harus cukup efektif untuk dapat memenuhi laju inflasi yang terjadi.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang kesalahan investasi saham. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar saja. Terimakasih.

Tinggalkan komentar