Komunikasi

Kata komunikasi atau communication berasal dari bahasa Latin yaitu communis yang mempunyai arti “sama”.

Communico, communication, atau communicare yang berarti  “membuat sama” atau bisa disebut juga dengan to make common.

Sama yang dimaksud tersebut adalah sama makna. Kesamaan dari bahasa yang dipakai belum belum tentu menimbulkan suatu kesamaan makna.

Karena apabila terdapat 2 orang yang melakukan communication, misalnya dalam bentuk percakapan, maka komunikasi akan berlangsung selama terdapat kesamaan makna tentang apa yang sedang dibicarakan.

Komunikasi ini sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari. Nah, dalam artikel kali ini akan dibahas secara lengkap tentang communication. Berikut merupakan penjelasannya.

Pengertian Komunikasi

Secara pragmatis pengertian komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk memberi taukan atau mengubah suatu pendapat, sikap, atau perilaku, baik secara langsung dengan cara lisan atau tidak langsung dengan melalui suatu media tertentu.

Jadi, communication bisa didefinisikan sebagai suatu proses menyampaikan sebuah pesan yang bisa berupa ide, emosi, informasi, ketrampilan dan sebagainya.

Penyampaian tersebut melalui simbol yang bisa mengakibatkan efek berupa tingkah laku yang dilakukan dengan berbagai media tertentu.

Selain itu komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi yang mengandung berbagai macam keterangan dari seseorang kepada orang lain.

Jika communication terjadi dalam hal kerjasama untuk dapat mencapai tujuan tertentu pada sebuah organisasi disebut dengan communication administrasi.

Sedangkan untuk communication yang terjadi dalam tata usaha pada suatu kantor disebut communication kantor.

Pengertian dari communication yang sudah dijelaskan tadi mencerminkan bahwa communication bisa berjalan apabila satu makna, satu pesan, satu pikiran yang bisa dimengerti atau dipahami secara sama. Hal tersebut merujuk pada “kita berbagi pikiran”, “kita mengirimkan pesan”, dan “kita mendiskusikan makna.

 

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami pengertian komunikasi, berikut ini merupakan beberapa pendapat yang disampaikan oleh para ahli yang disampaikan oleh Dani Vardaiansyah dalam bukunya yang berjudul “Filsafat Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar” (2008:25).

Jenis dan Kelly

“Komunikasi adalah suatu proses melalui yang dimana seseorang atau komunikator menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata – kata) dengan tujuan mengubah dan membentuk perilaku orang lain (khalayak).”

Berelson dan Stainer

“Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain – lain dengan melalui penggunaan berbagai simbol seperti kata – kata, gambar – gambar, angka – angka, dan lain sebagainya.”

Gode

“Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki seseorang menjadi dimiliki 2 orang atau lebih.”

Resuch

“Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan suatu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan.”

Weaver

“Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui pikiran seseorang yang dapat mempengaruhi pikiran orang lain.”

Kemudian Deddy Mulyana dalam bukunya yang berjudul “Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar” (2010:68) juga menjelaskan beberapa penjelasan dari para ahli tentang pengertian dari komunikasi.

Everett M Rogers

“Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.”

Carl I Hovland

“Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang atau komunikator menyampaikan rangsangan (biasanya lambang – lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain atau komunikate.”

Raymond S Ross

“Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih, dan mengirimkan berbagai simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.”

 

Proses Komunikasi

Proses komunikasi adalah berbagai langkah pertukaran informasi atau pesan yang berasal dari komunikator (pembawa pesan/sumber) kepada komunikan  (penerima pesan) dengan menggunakan suatu media dalam usaha pencapaian pengertian.

Jadi, proses komunikasi ini pada dasarnya memperlihatkan bagaimana seorang komunikator menyampaikan suatu pesan kepada komunikan-nya.

Sehingga akan tercipta suatu persamaan makna antara komunikator dengan komunikan.

Proses ini bertujuan untuk dapat menciptakan communication yang efektif atau sesuai dengan tujuan communication pada umumnya.

Berikut merupakan proses terjadinya communication.

  1. Komunikator atau pembawa pesan/sender, adalah orang yang memiliki maksud tertentu berkomunikasi dengan orang lain dengan cara mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dituju. Pesan yang disampaikan ini bisa berupa informasi yang berbentuk bahasa atau simbol yang dapat dimengerti kedua pihak.
  2. Pesan/message, Pesan tersebut dapat disampaikan secara langsung atau tidak langsung oleh komunikator kepada komunikan. Media atau channel adalah alat yang dapat digunakan menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan.
  3. Komunikan atau penerima pesan/receiver, adalah orang yang menerima pesan yang disampaikan dan juga menerjemahkannya ke dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
  4. Komunikan kemudian memberikan umpan balik/feedback dari pesan yang diterimanya. Apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh komunikator. Jika pesan tersebut bisa dipahami oleh komunikan, maka bisa dikatakan proses komunikasi tersebut sukses. Karena sudah sesuai dengan harapan si komunikator.

proses komunikasi

 

Unsur – Unsur Komunikasi

Proses komunikasi hanya bisa terlaksana, apabila terdapat orang yang menyampaikan pesan kepada orang lain untuk suatu tujuan tertentu.

Artinya, communication hanya dapat terlaksana jika didukung oleh adanya sumber, pesan, media, penerima, umpan balik, dan juga dampak. Unsur-unsur tersebutlah yang mendorong terjadinya proses communication.

1. Komunikator atau Pengirim (Sender) atau Sumber (Source)

Unsur pertama yang mempunyai peranan dalam terjadinya proses komunikasi adalah sumber atau source.

Sumber ini sering juga disebut sebagai pengirim pesan (sender) atau komunikator.

Individu atau kelompok yang mempunyai peranan dalam mengirimkan pesan disebut dengan komunikator atau pengirim pesan atau sumber. Hal tersebut berarti, sumber dapat terdiri dari 1 orang atau lebih.

2. Pesan (Message)

Proses communication ini akan terjadi jika terdapat pesan yang ingin disampaikan. Pesan ini adalah sesuatu yang ingin disampaikan komunikator kepada komunikan.

Pesan ini nantinya akan disampaikan secara langsung atau tidak langsung, baik melalui komunikasi tatap muka atau melalui media.

Pesan yang disampaikan oleh komunikator ini juga bisa berupa simbol atau lambing tertentu. Isi dari pesan bisa berupa hiburan, nasihat, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya.

3. Saluran (Media)

Saluran atau media komunikasi adalah suatu sarana yang dipakai oleh komunikator untuk menyalurkan pesan kepada komunikan. Misalnya seperti telpon atau tulisan.

Media ini ada bermacam-macam jenisnya. Misalnya dalam communication antar pribadi, anggota panca indra seperti mata, lidah, dan telinga dianggap sebagai media komunikasi.

Untuk bisa menyampaikan suatu pesan secara lisan diperlukan lidah untuk mengucapkan berbagai kata, sedangkan telinga dibutuhkan untuk menangkap suara dari kata-kata yang diucapkan.

Mata mempunyai peranan untuk menangkap gerakan atau bahasa tubuh yang mensimbolkan suatu makna pada saat pesan tersebut disampaikan.

Pesan yang diterima oleh panca indra tersebut kemudian akan diproses dalam pikiran manusia untuk mengontrol dan juga menentukan sikapnya terhadap pesan yang diterimanya, sebelum direalisasikan dalam tindakan.

Penyampaian pesan juga bisa dilakukan dengan melalui media komunikasi seperti telpon atau alat lainnya.

Dalam communication massa, media yang dipakai untuk menyampaikan pesan bisa dibedakan ke dalam 2 kategori, yaitu media cetak dan media elektronik.

Media cetak misalnya seperti, koran, majalah, brosur, leaflet, stiker, bulletin, hand out, dan sebagainya. Sedangkan untuk media elektronik seperti film, televise, radio, computer, dan lain sebagainya.

4. Penerima Pesan atau Komunikan

Penerima pesan adalah unsur atau elemen yang sangat penting dalam proses komunikasi. Karena penerima pesan menjadi sasaran dari communication.

Keberadaan penerima dalam proses communication diakibatkan oleh terdapatnya sumber. Jadi, penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber.

Penerima bisa terdiri dari 1 orang atau lebih. Individu atau kelompok yang menerima pesan ini disebut sebagai komunikan.

Istilah yang digunakan untuk menyebut penerima pesan ini ada beberapa, yaitu diantaranya seperti khalayak, sasaran, audience, dan receiver.

5. Umpan Balik (Feedback)

Setelah pesan diterima oleh komunikan, pengirim mengharapkan komunikan memberikan respon atau umpan balik terhadap pesan yang sudah disampaikan.

Umpan balik sangat dibutuhkan untuk mengetahui apakah pesan yang disampaikan tersebut bisa dipahami oleh komunikan.

Hasil umpan balik ini juga bisa memperlihatkan dampak yang dihasilkan dari pengiriman pesan kepada komunikan tersebut.

6. Pengaruh atau Dampak atau Efek

Umpan balik yang diberikan oleh komunikan setelah menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator bisa disebut sebagai efek atau dampak dari hasil pengiriman pesan tersebut.

Dampak pemberian pesan tersebut bisa bersifat negative atau positif. Bersifat negative apabila pesan yang disampaikan hasilnya ditolak oleh penerima pesan dan mengakibatkan perubahan perilaku dari komunikan yang cenderung negative.

Sedangkan bersifat positif jika pesan diterima dengan baik oleh komunikan atau mengakibatkan terjadinya perubahan perilaku komunikan yang cenderung positif.

Jadi pengaruh atau dampak adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh si penerima sebelum dan sesudah menerima pesan.

Pengaruh ini dapat terjadi pada sikap, pengetahuan, dan juga tingkah laku seseorang.

Oleh karena itu, pengaruh dapat juga diartikan sebagai perubahan terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan seseorang sebagai akibat dari penerimaan suatu pesan.

Baca Juga: Sistem Informasi

 

Fungsi Komunikasi

Fungsi komunikasi dalam kehidupan manusia pada umumnya dapat dilihat dalam kehidupan pribadi seseorang, hubungan dengan orang lain, di tempat kerja, dan di lingkungan masyarakat.

Kehidupan Pribadi

  1. Menyampaikan perasaan dan gagasan kita. Komunikasi bisa menjadi alat yang digunakan untuk melepaskan beban mental dan psikologi. Sehingga bisa memperoleh keseimbangan hidup.
  2. Mendeskripsikan perasaan, isi pikiran, dan juga perilaku diri sendiri.
  3. Semakin mengenal diri sendiri. Dengan komunikasi seseorang bisa mengenal isi hati, pikiran, dan juga perilakunya, serta memperoleh umpan balik dari rekannya tentang emosi, pikiran, kehendak, cita-cita, dan juga perilaku.

Hubungan dengan Orang Lain

  1. Mengenal orang lain. Karena dengan melalui komunikasi, orang lain akan mendeskripsikan dirinya.
  2. Menjalin perkenalan, pertemanan, dan juga persahabatan dengan orang lain.
  3. Membahas masalah, bertukar pikiran, dan juga membuat rencana kegiatan bersama orang lain.
  4. Meminta bantuan dan juga pertolongan kepada orang lain
  5. Saling membantu untuk mengubah sikap dan juga perilaku hidup bersama orang lain.

Di Tempat Kerja

  1. Menjalin hubungan baik dengan teman kerja.
  2. Membangun kerja sama dan juga sinergi dengan teman kerja.
  3. Mengarahkan dan mengkoordinasi pekerjaan sesuai dengan tujuan yang diinginkan perusahaan.
  4. Mengatasi perbedaan pendapat, ketegangan, dan konflik.

Di dalam Lingkungan Masyarakat

  1. Menciptakan suasana damai.
  2. Memajukan dan juga mensejahterakan masyarakat.
  3. Mengatasi setiap permasalahan yang muncul di dalam masyarakat.
  4. Mempersatukan orang yang mempunyai berbagai perbedaan latar belakang.

 

Tujuan Komunikasi

Menurut Onong Uchjana Effendi dalam bukunya yang berjudul “Dimensi-Dimensi komunikasi”, menyebutkan bahwa tujuan dari komunikasi antara lain sebagai berikut.

1. Perubahan Sikap (Attitude Change)

Komunikasi ini mempunyai tujuan untuk mengubah sikap seseorang atau masyarakat.

Misalnya dalam kegiatan memberikan informasi tentang hidup sehat tujuannya adalah agar masyarakat mengikuti pola hidup sehat dan sikap masyarakat lebih positif terhadap pola hidup sehat.

Jadi seorang komunikan setelah menerima pesan diharapkan bisa mengubah sikapnya menjadi lebih baik atau positif.

Demikian pula dalam berbagai macam kegiatan komunikasi yang sering dilakukan. Disadari atau tidak, seseorang akan berusaha mempengaruhi orang lain dan berusaha supaya orang lain bersikap positif atau sesuai dengan keinginannya.

2. Perubahan Pendapat (Opinion Change)

Komunikasi mempunyai tujuan untuk mengubah pendapat orang. Supaya tujuan komunikasi ini bisa tercapai, maka komunikasi harus berusaha untuk menciptakan pemahaman.

Pemahaman yang dimaksud disini adalah kemampuan memahami pesan secara cermat sebagaimana dimaksud oleh komunikator.

Setelah memahami apa yang dimaksud oleh komunikator maka akan tercipta suatu perubahan pendapat di kalangan komunikan.

3. Perubahan Perilaku (Behavior Change)

Selain mempunyai tujuan untuk mengubah sikap dan juga pendapat orang lain, komunikasi juga bertujuan untuk mengubah perilaku atau tindakan seseorang.

Yang semula mempunyai perilaku negative menjadi positif. Misalnya seperti, kampanye kesehatan tentang bahaya merokok yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Setelah mengikuti kampanye tersebut seorang perokok akan berusaha untuk mengurangi atau berhenti merokok, dan mengikuti pola hidup sehat.

Selain itu, perilaku orang tersebut juga akan menjadi lebih positif terhadap pola pola hidup sehat sehingga dengan sukarela mau untuk mengikuti perilaku hidup sehat.

4. Perubahan Sosial (Social Change)

Dalam suatu kegiatan komunikasi, pemberian saran atau informasi kepada masyarakat juga mempunyai tujuan supaya masyarakat mau mendukung dan ikut serta dalam tujuan yang diinginkan oleh informasi tersebut.

Misalnya pemberian informasi mengenai pemilu kepada masyarakat dengan tujuan akhir yang diharapkan adalah supaya masyarakat ikut serta dalam memberikan pilihan suara pada pemilu tersebut dan tidak bersifat golput (tidak memilih).

Jadi, kegiatan komunikasi tersebut mempunyai tujuan untuk menciptakan terjadinya perubahan sosial dan partisipasi  sosial dalam masyarakat.

 

Teknik Komunikasi

Teknik komunikasi ini dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh sumber informasi atau komunikator ketika menyampaikan suatu pesan kepada komunikan.

Teknik komunikasi adalah berbagai hal yang bisa mendukung keberhasilan dari kegiatan komunikasi sehingga tujuan yang diinginkan tersebut bisa tercapai.

Tanpa adanya teknik komunikasi, proses komunikasi akan berjalan tidak efektif. Teknik komunikasi yang dibutuhkan ketika menyampaikan pesan antara lain sebagai berikut.

  1. Ketrampilan berbicara.
  2. Gaya bahasa dalam berbicara.
  3. Ketrampilan mendengar.
  4. Ketrampilan menulis.
  5. Ketrampilan membaca.

 

Bentuk – Bentuk Komunikasi

Berikut ini merupakan beberapa bentuk dari communication.

1. Komunikasi  Intrapersonal

Komunikasi intrapersonal disebut juga dengan intrapribadi. Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang dilakukan pada diri sendiri. Proses komunikasi intrapersonal ini terjadi di dalam diri individu.

Seperti menerima pesan atau informasi, menyimpan, mengolah, dan menghasilkan kembali.

Hal tersebut juga sering dilaksanakan dengan proses pada saat seseorang melakukan suatu persepsi.

Yaitu proses pada saat seseorang mengintrepretasikan dan juga memberikan makna terhadap stimuli atau objek yang diterima oleh panca inderanya.

Kegiatan dari komunikasi intrapersonal yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai upaya untuk memahami diri pribadi diantarannya berdoa, bersyukur, instropeksi diri, berimajinasi, dan lain sebagainya.

2. Komunikasi Interpersonal

Komunikasi interpersonal atau bisa juga disebut sebagai komunikasi antarpribadi. Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran makna dari orang-orang yang saling berkomunikasi antara individu yang satu dengan individu yang lain.

Suatu kegiatan disebut sebagai komunikasi interpersonal jika memenuhi beberapa kriteria. Yaitu melibatkan perilaku verbal dan juga non verbal, umpan balik pribadi, hubungan interaksi, dan koherensi. Komunikasi antarpribadi ini adalah suatu tindakan dan juga kegiatan yang melibatkan di dalamnya bidang persuasive.

3. Komunikasi Kelompok

Pada umumnya komunikasi kelompok dapat diartikan sebagai interaksi tatap muka dari 3 atau lebih individu untuk mendapatkan maksud dan tujuan yang dikehendaki.

Seperti halnya berbagai informasi, pemeliharaan diri, atau pemecahan masalah. Contoh dari komunikasi ini antara lain rapat, kuliah, breafing, konferensi, seminar, penataran, dan lain sebagainya.

Dalam komunikasi kelompok, setiap individu yang akan terlibat dalam kelompok masing-masing.

Berkomunikasi sesuai dengan peran dan juga kedudukannya dalam kelompok tersebut. Pesan dan informasi yang disampaikan juga berhubungan dengan kepentingan seluruh anggota kelompok dan bukan bersifat pribadi.

Komunikasi kelompok sangat jelas terlihat dalam perusahaan, organisasi, dan keluarga. Masing-masing dari anggota dalam kelompok tersebut mempunyai peran dan fungsinya sendiri-sendiri.

4. Komunikasi organisasi

Komunikasi organisasi adalah proses komunikasi yang berlangsung secara formal atau non-formal dalam sebuah sistem yang dinamakan organisasi.

Pada umumnya komunikasi organisasi membahas tentang struktur dan fungsi organisasi, hubungan antar manusia, dan proses pengorganisasian, serta budaya organisasi.

5. Komunikasi Masa

Komunikasi massa adalah bentuk communication yang menggunakan berbagai macam saluran atau media untuk menghubungkan antara komunikator dengan komunikan secara massal, bertempat tinggal jauh, dan juga menimbulkan dampak tertentu.

Komunikasi massa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  • Komunikator biasanya merupakan suatu lembaga media yang jelas seperti surat kabar, televisi, dan juga radio.
  • Hubungan antara komunikator dengan komunikan tidak bersifat pribadi.
  • Menggunakan media massa, baik itu cetak atau elektronik yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan.
  • Medium-nya bisa digunakan oleh orang banyak seperti majalah, buku, radio, televise, dan lain sebagainya.
  • Komunikan adalah massa, yang bersifat heterogen dan tidak dikenal.
  • Penyebaran pesan bersifat serentak, pada saat yang bersamaan.
  • Umpan balik bersifat tidak langsung, ada tenggang waktu, ada jarak.
  • Pesan yang disebarkan melalui communication massa mempunyai kecenderungan untuk tidak langsung berpengaruh terhadap massa.

 

Etika Komunikasi

Istilah etika berasal dari bahasa Latin yaitu ethikus dan dalam bahasa Yunani disebut dengan ethicos yang mempunyai arti kebiasaan, norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah, dan ukuran-ukuran baik dan buruk tingkah laku manusia.

Jadi, etika komunikasi adalah nilai, norma, atau ukuran tingkah laku baik dalam kegiatan communication di suatu masyarakat.

Etika dan communication adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Dimanapun dan dengan siapapun orang berkomunikasi, pertimbangan etis harus diperhatikan supaya lawan bicara bisa menerima dengan baik.

Cara yang paling mudah untuk menerapkan etika communication di perkantoran adalah semua anggota dan pimpinan perkantoran harus memperhatikan beberapa hal berikut ini.

  1. Tata karma pergaulan yang baik.
  2. Norma kesusilaan dan budi pekerti.
  3. Norma sopan santun dalam segala tindakan.

Berikut ini adalah beberapa contoh etika dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Jujur tidak berbohong.
  2. Bersikap dewasa tidak ke kanak-kanak an.
  3. Lapang dada dalam berkomunikasi.
  4. Menggunakan panggilan/sebutan orang yang baik.
  5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien.
  6. Tidak mudah emosi.
  7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog.
  8. Berbahasa yang baik, ramah, dan sopan.
  9. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan.
  10. Bertingkah laku yang baik.

 

Hambatan – Hambatan Komunikasi

Untuk dapat melakukan suatu komunikasi dengan efektif tentunya bukan menjadi suatu hal yang mudah.

Dalam proses communication terdapat banyak sekali hambatan yang bisa merusak communication. Berikut ini merupakan beberapa hambatan tersebut.

1. Gangguan

Terdapat 2 jenis gangguan dalam melaksanakan proses communication yang berdasarkan sifatnya bisa dikelompokkan sebagai gangguan mekanik dan gangguan semantik.

  • Gangguan Mekanik

Adalah suatu hambatan atau gangguan yang disebabkan salah satu alat atau beberapa dalam saluran komunikasi mengalami gangguan.

Gangguan tersebut menyebabkan proses communication tidak berjalan dengan baik atau efektif.

Hal tersebut misalnya seperti suara ganda (interferensi) pada pesawat radio, yang disebabkan 2 pemancar yang berdempetan gelombang nya.

Kemudian bisa juga gambar yang tidak terang pada televisi, loudspeaker yang berdengung ketika dipakai, atau pada surat kabar yang tulisannya kabur, dan lain sebagainya.

  • Gangguan Semantik

Adalah suatu hambatan atau gangguan yang disebabkan karena kesalahan pada bahasa yang dipakai. Berikut ini merupakan beberapa faktor yang menjadi penyebab dari gangguan semantik.

  1. Banyak kata yang menggunakan jargon bahasa asing sehingga sulit dipahami oleh khalayak tertentu.
  2. Bahasa yang dipakai oleh pembicara berbeda dengan bahasa yang dipakai oleh si penerima nya.
  3. Struktur bahasa yang dipakai tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang ada sehingga akan membuat bingung penerima.
  4. Latar belakang budaya yang menjadi penyebab salah persepsi terhadap berbagai simbol bahasa yang dipakai.

Gangguan sematik ini akan berakibat fatal apabila terjadi. Pada hakikatnya orang berkomunikasi adalah untuk memahami suatu bahasa denga menggunakan berbagai cara.

Oleh karena itu mereka mempunyai pengertian yang berbeda – beda dengan pengertian yang dimiliki oleh si komunikator.

Sehingga gangguan ini akan menyebabkan proses komunikasi tidak mencapai tujuannya atau gagal total.

Gangguan sematik ini terdiri dari 2 bagian yaitu denotatif dan konotatif.

  1. Denotatif (denotative meaning), adalah pengertian suatu perkataan yang lazim terdapat pada kamus yang secara umum dapat diterima oleh orang banyak dengan bahasa dan kebudayaan yang sama.
  2. Konotatif (conotative meaning), adalah pengertian yang mempunyai sifat emosional latar belakang dan pengalaman seseorang.

2. Kepentingan

Kepentingan tentunya akan menjadikan seseorang menjadi lebih selektif dalam menanggapi atau menghayati suatu pesan.

Seseorang tentunya akan memperhatikan perangsang yang ada kaitannya dengan kepentingannya.

Misalnya seperti, ada sebuah acara seminar pendidikan yang akan diselenggarakan beberapa hari ke depan.

Oleh karena itu dibuatlah spanduk untuk menarik orang untuk mengikuti acara tersebut. Namun bagi sebagian orang, informasi yang ada di dalam spanduk tersebut bukanlah menjadi hal yang penting.

Sehingga hanya melihat sekilas saja sepanduk tersebut. Berbeda dengan mereka yang merasa penting, tentunya akan mencatat dan juga mengingat jadwal pendaftaran dan pelaksanaan serta mengikuti acara tersebut.

Nah dalam contoh tersebut kepentingan bukan hanya dapat mempengaruhi, namun juga dapat menentukan daya tanggap perasaan, pikiran, dan tingkah laku seseorang.

Hal tersebut adalah suatu sifat reaktif terhadap semua hal perangsang yang tidak bersesuaian atau bertentangan dengan suatu kepentingan.

3. Motivasi Terpendam

Motivasi tentunya akan mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan kekurangannya.

Setiap orang mempunyai keinginan, kebutuhan, dan kekurangan yang berbeda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat.

Oleh karena itu motivasi tersebut berbeda intensitas-nya. Demikian juga dengan intensitas tanggapan seseorang terhadap suatu komunikasi.

Oke misalnya kita hubungkan dengan contoh seminar diatas, tentunya seseorang yang mempunyai profesi di bidang pendidikan atau yang sedang menempuh pendidikan di fakultas pendidikan tentunya akan mempunyai motivasi lebih untuk mengikuti acara seminar tersebut dibandingkan dengan orang yang ber-profesi di luar bidang pendidikan.

Semakin sejalan atau sesuai antara communication dengan motivasi seseorang, maka akan semakin besar kemungkinan communication bisa diterima dengan baik oleh pihak yang terkait.

Begitu pula sebaliknnya, komunikan akan mengabaikan communication yang tidak sesuai dengan motivasi nya.

4. Prasangka

Prasangka adalah salah satu gangguan atau hambatan berat bagi suatu proses komunikasi, karena orang yang memiliki prasangka belum apa – apa sudah merasa curiga dan menerka.

Emosi tentunya akan memaksa seseorang untuk menarik kesimpulan berdasarkan syak wasangka tanpa memakai pemikiran yang rasional.

Emosi akan menyebabkan butanya pemikiran dan pandangan seseorang terhadap suatu fakta yang nyata. Sehingga akan menjadikan seseorang menilai sesuatu yang objektif menjadi negatif.

Misalnya seperti dalam sebuah kampanye politik yang menjanjikan berbagai macam hal apabila partainya menang.

Namun sebagian orang berdasarkan pengalamannya menanggapi dengan prasangka negatif dan hanya melihat hal tersebut sebuah janji saja.

Oleh karena itu berbagai pesan yang disampaikan dalam kampanye tersebut dianggap sebagai omong kosong.

5. Hambatan Ekologis

Gangguan atau hambatan ekologis adalah gangguan yang disebabkan oleh gangguan lingkungan terhadap proses berlangsungnya communication.

Oleh karena itu gangguan tersebut datangnya atau berasal dari lingkungan. Misalnya seperti suara petir, suara kendaraan bermotor ketika seorang komunikator sedang menyampaikan pesannya pada komunikan dan lain sebagainya.

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan tentang komunikasi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu. Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

2 pemikiran pada “Komunikasi”

  1. Terimakasih untuk artikel yang di share sangat membantu, akan saya coba terapkan untuk lebih mengembangkan bisnis saya.

    Balas

Tinggalkan komentar