Organisasi (Organization)

Organisasi (organization) adalah kata yang berasal dari bahasa Latin organum yang mempunyai arti alat atau badan.

Nah, pada umumnya organisasi ini mempunyai 3 ciri khusus, yaitu sebagai berikut:

  1. Adanya sekelompok manusia.
  2. Kerjasama yang harmonis.
  3. Kerjasama tersebut berdasarkan hak, kewajiban, serta tanggungjawab masing-masing orang untuk dapat mencapai suatu tujuan tertentu.

Dari uraian tersebut dapat diambil kesimpulan tentang pengertian organisasi.

Bahwa organisasi adalah sekelompok manusia yang bekerjasama , dimana kerjasama tersebut dicanangkan dalam bentuk struktur organization atau gambaran skematis tentang hubungan kerja, dalam rangka untuk mencapai semua tujuan tertentu yang sudah direncanakan.

Dalam pengaplikasian organization, dikenal dengan organisasi formal dan organisasi informal.

Organisasi informal adalah suatu sistem kerjasama oleh 2 orang atau lebih yang dilaksanakan dengan sadar serta dikoordinir dengan maksud untuk mencapai tujuan tertentu.

Sedangkan organisasi informal adalah gabungan hubungan antar individu tanpa terdapat suatu tujuan bersama secara tidak sadar, yang pada akhirnya dalam hubungannya tersebut sebetulnya memiliki tujuan bersama.

Jika dilihat dari 3 ciri khusus organisasi, maka akan terlihat bahwa susunan, kedudukan tugas dan juga fungsi-fungsi yang ada di dalam organisasi akan tampak jelas dalam organisasi formal.

Sebaliknya jika dalam organisasi informal akan kelihatan kurang bahkan tidak jelas sama sekali.

Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami tentang pengertian organisasi, berikut ini merupakan beberapa pendapat yang disampaikan oleh para ahli.

James D Money

“Organisasi adalah bentuk dari perserikatan manusia yang mempunyai maksud untuk mencapai suatu tujuan bersama.”

Dokter Kimball

“Organisasi adalah sebuah aktiva atau cara kerja/mekanisme dai manajemen. Tujuannya adalah melaksanakan pengontrakkan, personalia, serta menentukan fungsi dari masing-masing tata kerjanya.”

Ralph Currier Davis

“Organisasi adalah kelompok orang-orang yang bekerja untuk menuju ke tujuan bersama di bawah pimpinan.”

Ermeat Dalk

“Organisasi adalah suatu proses perencanaan dalam sebuah badan usaha. Yang mempunyai sifat menyusun, mengembangkan, dan juga memelihara struktur atau pola hubungan kerja.”

John D Millet

“Organisasi adalah sebuah kerangka struktur, sebagai wahana dan juga wadah pelaksanaan dari pekerjaan banyak orang dengan maksud untuk mencapai tujuan bersama.”

John Price Johnes

“Organisasi adalah kelompok manusia yang bekerja, dipersatukan dibawah sebuah pimpinan dengan menggunakan sarana yang serasi untuk mencapai tujuan bersama.”

Dwight Waldo

“Organisasi adalah struktur hubungan antar manusia yang berdasarkan pada wewenang dan juga kelanggengan yang ada dalam sebuah sistem administrasi.”

Edgar Scgein

“Organisasi adalah suatu koordinasi yang rasional dari aktiva banyak orang dengan pembagian fungsi, kerja, wewenang, dan juga tanggungjawab dengan maksud untuk mencapai tujuan bersama.”

Harley Trecker

“Organisasi adalah suatu tidakan atau proses penghimpunan dari berbagai kelompok yang ada kaitannya satu dengan yang lainnya dalam sebuah wadah atau bagan.”

Dari beberapa pendapat tentang pengertian organisasi yang dikemukakan oleh para ahli, maka bisa diambil kesimpulan bahwa ada 3 macam pendapat, yaitu sebagai berikut:

  • Organisasi adalah kumpulan dari orang-orang
  • Organisasi adalah proses pembagian kerja
  • Organisasi adalah sistem kerjasama

Dari ke-3 macam pendapat tersebut , maka bisa disusun suatu pengertian atau definisi tentang organization secara sederhana, yaitu sebagai berikut:

Organisasi adalah suatu sistem kerja sama dari sekelompok orang dengan maksud untuk mencapai atau meraih suatu tujuan tertentu.

 

Asas – Asas Organisasi

Asas-asas organisasi adalah berbagai macam pedoman yang hendaknya dilaksanakan atau diaplikasikan semua aktivitas yang ada didalam organization bisa berjalan dengan lancar dan supaya diperoleh struktur organization yang baik.

Dari pengertian tersebut berarti asas-asas organisasi mempunyai 2 peranan, yaitu sebagai berikut:

Pertama: Pedoman untuk membentuk suatu struktur organization yang efisien dan sehat.

Kedua: Pedoman untuk melaksanakan suatu kegiatan organization supaya bisa berjalan dengan lancar.

Dari uraian tersebut berikut merupakan beberapa asas organisasi:

1. Perumusan Tujuan Dengan Jelas

Rumusan tujuan dengan jelas akan memudahkan dalam menetapkan haluan organization, pembentukan struktur, pemilihan bentuk, kebutuhan pejabat, penyumbangan pengalaman dan lain sebagainya.

Herbert G Hicks, menjelaskan pentingnya tujuan sebagai berikut:

  • Tujuan membantu usaha organization.
  • Tujuan diperlukan untuk melaksanakan koordinasi dan mengkoordinasikannya langkah pertama dalam menetapkan tujuan organisasi.
  • Tujuan adalah arah terakhir dimana seluruh kegiatan yang ada di organization diarahkan.
  • Tujuan dibutuhkan sebelumnya untuk menetapkan haluan metode, prosedur, strategi, dan peraturan.

MC Gregor, menjelaskan tentang tujuan yang jelas adalah sebagai berikut:

  • Tujuan yang efektif akan menambah semangat para anggota untuk bekerja menuju kea rah tujuan yang sama.
  • Tujuan yang jelas akan memberikan tongkat pengukur yang objektif untuk mengukur, membandingkan, dan juga menilai pelaksanaan suatu organisasi.

Semua orang yang masuk ke dalam organization biasanya sudah mempunyai konsep tujuan individu.

Organization sendiri sudah memiliki konsep tujuan organisasinya.

2. Departemenisasi

Departemenisasi adalah asas pembentukan satuan organisasi yang akan diamanatkan beban kerja tertentu.

Jadi departemenisasi adalah aktivitas untuk menyusun berbagai satuan atau unit organization yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi yang ada.

Dalam pembentukan satuan organization ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut.

  • Jumlah satuan organization yang kiranya sesedikit mungkin.
  • Satuan organization yang dibentuk harus mempunyai fungsi bulat.
  • Perluasan aktivitas pada tahap ke-1 harus ditampung terlebih dahulu oleh satuan yang ada. Sehingga tidak akan terburu-buru dalam membentuk satuan yang baru.
  • Jika satuan atau suatu aktivitas sudah ada, maka organization yang menampunya jangan membentuk lagi satuan yang sama.
  • Pembentukan dari satuan organization harus dilakukan suatu penertiban pemakaian sebutan suatu organization yang tepat. Sehingga bisa diketahui fungsi dari persatuan yang berkaitan.

Kedudukan dari satuan organization yang ada di dalam struktur organisasi terdapat 2 macam, yaitu sebagai berikut.

Pertama: Satuan organisasi yang mempunyai kedudukan langsung di bawah puncak pimpinan organization yang disebut dengan “satuan organisasi utama”.

Kedua: Satuan organisasi yang mempunyai kedudukan di bawah satuan organization utama yang disebut dengan “satuan organisasi lanjutan”.

Macam-macam dari departemnisasi antara lain sebagai berikut:

  • Berdasarkan suatu fungsi tertentu.
  • Berdasarkan hasil produksi.
  • Berdasarkan rangkaian kerja.
  • Berdasarkan langganan.
  • Berdasarkan jasa.
  • Berdasarkan alat.
  • Berdasarkan wilayah.
  • Berdasarkan waktu.
  • Berdasarkan jumlah.
  • Dan lain sebagainya.

3. Pembagian Kerja

Asas pembagian kerja bisa dihubungkan dengan pejabat yang herus menempatinya dengan satuan organisasinya. Maka asas pembagian kerja bisa diartikan menjadi 2 macam, yaitu sebagai berikut.

Pertama: Perincian dan pengelompokan aktivitas yang semcam atau erat kaitannya satu sama lain untuk dilaksanakan oleh satuan organisasi tertentu.

Kedua: Perincian dan pengelompokan aktivitas yang semacam atau erat kaitannya satu sama lain untuk dilaksanakan oleh pejabat tertentu.

Dalam melaksanakan pembagian kerja yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

  • Setiap satuan organisasi harus memiliki perincian kegiatan atau aktivitas yang jelas.
  • Pejabat yang berada di puncak pimpinan sampai yang paling bawah harus memiliki perincian tugas yang jelas.
  • Jumlah perincian tugas ini sebaiknya dipegang oleh seorang pejabat sekitar 4-12 macam.
  • Variasi tugas untuk seorang pejabat hendaknya yang sejenis atau berkaitan erat.
  • Beban tugas yang ditanggung oleh setiap pejabat hendaknya merata.
  • Penempatan para pejabat hendaknya dilakukan dengan tepat.
  • Penambahan dan/atau pengurangan pejabat harus didasarkan pada volume kerja.
  • Pembagian kerja para pejabat dalam satuan organisasi jangan sampai terjadi pengontakkan pejabat.

Macam-macam dasar pembagian kerja antara lain berdasarkan sebagai berikut.

  • Fungsi tertentu
  • Hasil produksi
  • Rangkaian kerja
  • Langganan
  • Jasa
  • Alat
  • Wilayah
  • Waktu
  • Jumlah

4. Koordinasi

Koordinasi adalah:

  • Suatu asas pokok yang ada di dalam suatu organisasi.
  • Suatu asas umum yang ada di dalam suatu organisasi.
  • Suatu asas yang menyatakan bahwa dalam suatu organisasi ini harus terdapat keselarasan aktivitas di antara setiap satuan organisasi atau keselarasan diantara para pejabatnya.

Manfaat dari koordinasi ini adalah sebagai berikut:

  • Mencegah atau menghindari dari konflik.
  • Menghindari terjadinya perebutan sumber daya atau fasilitas yang ada.
  • Menghindari dari pengerjaan sesuatu yang sama.
  • Menghindari kekosongan pekerjaan.
  • Menghindari perasaan lepas antara satu dengan yang lainnya.
  • Menjamin kesatuan sikap.
  • Menjamin kesatuan tindakan.
  • Menjamin kesatuan kebijaksanaan.
  • Menjamin kesatuan dalam pelaksanaan.

Koordinasi bisa dilaksanakan dengan menggunakan beberapa cara, yaitu sebagai berikut.

  • Pertemuan secara informal.
  • Pertemuan secara resmi.
  • Penyebaran kartu.
  • Mengangkat seorang koordinator.
  • Menggunakan suatu alat penghubung atau komunikasi.
  • Menggunakan buku pedoman.

Macam-macam koordinasi, yaitu sebagai berikut.

  • Koordinasi penegak, adalah koordinasi yang dilakukan antara satuan atau pejabat yang mempunyai kedudukan tidak sederajat.
  • Koordinasi mendatar, adalah koordinasi yang dilakukan antara satuan atau pejabat yang mempunyai kedudukan sederajat.
  • Koordinasi mekanis, adalah koordinasi yang berhubungan dengan urutan penyelesaian pekerjaan secara mekanis, yang berupa penyelesaian terhadap terhadap pekerjaan saling tanggap di antara para pejabat dalam menghadapi suatu pekerjaan secara bersama-sama.
  • Koordinasi prosedur, adalah koordinasi yang tercermin pada bagian organisasi.
  • Koordinasi substansi, adalah koordinasi yang berbentuk program kerja.

Luasnya atau cakupan koordinasi:

  • Koordinasi di dalam diri seorang pejabat itu sendiri.
  • Koordinasi antar pejabat dengan pejabat lainnya.
  • Koordinasi antara satuan organization dengan organization.
  • Koordinasi antara organization dengan organization.

5. Pelimpahan Wewenang

Wewenang adalah hak dari seorang pejabat untuk mengambil suatu tindakan yang dibutuhkan supaya tugas dan juga tanggung jawabnya bisa diselesaikan atau dilaksanakan dengan baik.

Sedangkan pelimpahan adalah penyerahan.

Jadi pelimpahan wewenang adalah penyerahan sebagaian hak untuk mengambil suatu tindakan yang dibutuhkan supaya tugas serta tanggung jawab bisa dilakukan dengan baik dari pejabat yang satu kepada pejabat yang lain.

Pelimpahan wewenang bisa dilakukan antara pejabat yang berkedudukan lebih tinggi kepada pejabat yang berkedudukan lebih rendah, yang disebut dengan pelimpahan wewenang penegak.

Pelimpahan wewenang juga bisa dilakukan antara pejabat yang sederajat, yang disebut dengan pelimpahan wewenang mendatar.

Seorang pimpinan tidak mungkin untuk memimpin bawahan yang terlalu banyak.

Karena kemampuan seseorang itu sangat terbatas. Semakin banyak bawahan, maka beban pimpinan akan semakin berat.

Oleh karena itu yang perlu diperhatikan bukan hanya orang-orangnya saja namun juga hubungannya.

Namun terdapat suatu pengecualian meskipun jumlah karyawan banyak, beban pemimpin bisa tetap ringan yaitu dengan pengurangan frekuensi hubungan antara atasan dengan bawahan.

Yang bisa mengurangi frekuensi tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Adanya suatu program kerja yang sudah matang
  • Adanya bawahan yang cerdas dan pandai
  • Adanya suatu komunikasi yang baik
  • Terdapat pelimpahan wewenang yang cukup
  • Tidak terlalu banyak terjadi perubahan

Dalam melakukan pelimpahan wewenang ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain sebagai berikut.

  • Batas wewenang yang dilimpahkan setiap pejabat haruslah jelas.
  • Tanggung jawab menjadi beban ke-2 belah pihak, yaitu yang dilimpahkan wewenang dan yang melimpahkan wewenang.
  • Antara tugas, tanggungjawab, dan wewenang haruslah seimbang.
  • Harus memperhatikan pendapat dari pejabat yang dilimpahkan wewenang.
  • Perlu adanya kepercayaan bahwa yang menerima wewenang tersebut mampu untuk melaksanakannya.
  • Harus ada pembimbingan.
  • Harus ada pengontrolan.

Hambatan Pelimpahan Wewenang

Pelimpahan wewenang ini bisa terhalang karena sikap dari pemimpin, seperti.

  • Dirinya sudah merasa sempurna.
  • Tidak percaya kepada bawahannya.
  • Tidak memiliki alat control.
  • Dan lain sebagainya.

Pelimpahan wewenang bisa terhalang karena sikap dari bawahan, seperti.

  • Tidak adanya perangsang.
  • Terlalu banyak tugas yang dikerjakan.
  • Takun akan disalahkan.
  • Tidak percaya diri.
  • Selalu menginginkan pekerjaan yang mudah.

Manfaat dari Pelimpahan Wewenang

  • Pemimpin bisa melakukan pekerjaan pokok saja.
  • Setiap tugas yang ada bisa dikerjakan pada tingkat yang tepat.
  • Setiap keputusan bisa dibuat dengan lebih cepat.
  • Rasa tanggungjawab dan inisiatif menjadi meningkat.
  • Bisa menghindarkan dari sikap yang selalu menunggu untuk diperintah.
  • Pelayanan tetap bisa berjalan meskipun jabatannya sedang berhalangan.

6. Rentangan Kontrol atau Rentang Pengawasan

Rentan kontrol adalah jumlah paling banyak bawahan langsung yang bisa dipimpin dengan baik oleh seorang pemimpin.

Bawahan langsung adalah sejumlah pejabat yang secara langsung berkedudukan di bawah seorang pimpinan tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi luas sempitnya rentang kontrol adalah sebagai berikut.

Faktor subjektif terdiri dari:

  • Umur
  • Kesehatan
  • Kecakapan
  • Pengalaman

Faktor objektif terdiri dari:

  • Waktu dalam menyelesaikan pekerjaan
  • Jumlah tugas pada bawahan
  • Jumlah tugas pada atasan
  • Corak pekerjaan
  • Letak bawahan

Menurut V.A.Graicunas, bahwa dalam rentang kontrol terdapat 4 hubungan, yaitu sebagai berikut.

  • Hubungan tunggal, adalah hubungan antara seorang pemimpin dengan para bawahannya secara perseorangan.

Rumus Hubungan tunggal

  • Hubungan kelompok, adalah hubungan antara seorang atasan dengan berbagai macam kemungkinan kombinasi dari para bawahannya.

Rumus hubungan kelompok

  • Hubungan silang, adalah hubungan antara sesama bawahan satu dengan yang lainnya.

Rumus hubungan silang

  • Hubungan total, adalah jumlah dari hubungan tunggal, hubungan kelompok, dan hubungan silang.

rumus hubungan total

Keterangan:

H = hubungan

b = jumlah bawahan

7. Jenjang Organisasi

Jenjang organisasi adalah berbagai tingkat satuan organization yang didalamnya terdapat pejabat, tugas, dan wewenang tertentu berdasarkan kedudukannya dari atas sampai bawah dalam suatu fungsi tertentu.

Pejabat yang mempunyai kedudukan pada tingkat yang lebih tinggi akan mengawasi para pejabat yang kedudukannya lebih rendah.

Demikian sebaliknya sampai setiap hubungan yang dilakukan antara para pejabat sejauh mungkin melewati berbagai tingkat yang sudah ditentukan.

Menurut Caroll L.Shartle, inti dari jenjang organisasi adalah perbedaan antara peranan atasan dan juga bawahan.

Peranan dari pejabat atas yaitu berhak untuk menggunakan atas bawahan.

Sedangkan bawahan mengharap untuk menerima suatu wewenang dari atasan dan akan mempertanggungjawabkan kepada atasan.

Tingkatan yang ada di dalam struktur organisasi ini dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sebagai berikut:

  • Struktur organisasi pipih, adalah struktur organization yang melaksanakan jenjang organization antara 2 sampai dengan 3 tingkat.
  • Struktur organisasi datar, adalah struktur organization yang melaksanakan jenjang organization sampai 4 tingkat.
  • Struktur organisasi curam, adalah struktur organization yang melaksanakan jenjang organization sampai 5 tingkatan.

Jenjang organization ini sebaiknya sependek mungkin, hal ini karena jenjang organization yang panjang akan menimbulkan munculnya hambatan dan penghambatan.

Pada umumnya 5 tingkatan ini sudah dianggap maksimal.

Manfaat dari garis saluran dalam jenjang adalah sebagai berikut:

Hubungan ke bawah antara lain:

  1. Perintah
  2. Penugasan
  3. Pelimpahan wewenang
  4. Pengontrolan
  5. Pembimbingan
  6. Dan lain sebagainya

Hubungan ke atas:

  1. Pendapat
  2. Saran
  3. Keluhan
  4. Laporan
  5. Pertanggungjawaban

Hubungan mendatar:

  1. Persetujuan
  2. Pertimbangan
  3. Permintaan

8. Kesatuan Perintah

Kesatuan perintah adalah setiap pejabat yang ada di dalam organization hendaknya hanya bisa diperintah dan bertanggungjawab kepada seorang atasan tertentu.

Tidak adanya suatu kesatuan perintah akan menyebabkan timbunya kebingungan dan keraguan dari para bawahannya.

Warren Haynes L. Massie mengatakan bahwa “Tidak ada orang yang melayani 2 kepala” atau dalam buku manajemen dikatakan “Tidak ada anggota pada suatu organisasi bisa melapor kepada lebih dari 1 atasan”.

Menurut Mary Cushing Nile yang berpendapat tentang asas kesatuan perintah bahwa “Setiap jabatan melapor hanya kepada 1 jabatan” atau “Setiap individu harus melapor kepada seseorang dan hanya 1 orang saja”.

9. Fleksibilitas

Struktur organisasi harus bisa diubah sesuai dengan berbagai macam perubahan yang terjadi tanpa mengurangi proses kelancaran aktivitas yang sedang berjalan.

Apabila diubah namun menghambat kelancaran aktivitas yang sedang berjalan, maka hal tersebut bukanlah fleksibel.

Berikut beberapa kemungkinan yang terjadi sehingga menyebabkan perlunya perubahan struktur organization, misalnya:

  • Perubahan tujuan
  • Penambahan tujuan
  • Perluasan aktivitas
  • Penambahan beban kerja

 

Macam – Macam Bentuk / Struktur Organisasi

Dalam melaksanakan pengorganisasian, dikenal beberapa bentuk organisasi atau yang lebih tepatnya struktur organisasi, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Organisasi Garis (Henry Fayol)

Organisasi garis ini sering disebut dengan bentuk organisasi militer, karena bentuk organisasi garis ini pertama kali muncul di kalangan militer.

Bentuk ini juga merupakan bentuk organization yang paling tua dan yang paling sederhana.

Ciri-ciri organisasi garis

  • Jumlah karyawan atau pegawai yang bekerja relative sedikit
  • Organisasi yang menggunakan bentuk ini relafif kecil
  • Karyawannya salaing mengenal dengan akrab
  • Belum adanya spesialisasi kerja, atau jika ada masih relative rendah

Kelebihan

  • Perintah atau komando bisa berjalan dengan lancar, karena pemimpin hanya ada 1 orang
  • Keputusan bisa diambil dengan cepat
  • Solidaritas antar karyawan sangatlah tinggi, karena saling mengenal

Kekurangan

  • Kemampuan dari seorang pemimpin sangatlah berpengaruh, sehingga jika pemimpin tidak cakap maka akan berakibat fatal bagi suatu organisasi.
  • Menimbulkan adanya sifat otoriter dari seorang pemimpin.
  • Membatasi perkembangan dari individu bawahannya.

struktur organisasi garis

2. Organisasi Fungsional (F.W.Taylor)

Dalam pengaplikasiannya, terkadang organisasi fungsional ini menimbulkan ketidakjelasan dalam pemberian komando atau perintah dari atasan kepada bawannya.

Hal tersebut disebabkan karena setiap atasan memiliki wewenang untuk memberikan perintah kepada setiap bawahan yang ada.

Kelebihan

  • Terdapat spesialisasi kerja yang jelas.
  • Terdapat berbagai tenaga ahli dalam setiap tugas sesuai dengan fungsi-fungsi yang ada di dalam organization.
  • Karyawan dengan spesialisasinya bisa didayagunakan seoptimal mungkin.

Kekurangan

  • Koordinasi agak sulit untuk diaplikasikan, karena bawahan memiliki beberapa atasan.
  • Dalam proses pengambilan keputusan seringkali terlambat, karena ditentukan oleh top management.
  • Dituntut terdapatnya karyawan yang trampil atau spesialis, yang terkadang sulit untuk mencarinya.

struktur organisasi fungsional

3. Organisasi Garis dan Staff

Jika suatu organisasi masih kecil, artinya belum mempunyai banyak permasalahan yang dihadapi dan segera diatasi, maka bentuk struktur organisasi garis bisa untuk mengatasinya.

Namun jika organization tersebut mengalami perkembangan yang semakin luas, mungkin akan muncul berbagai kesulitan bagi seorang pemimpin dalam mengambil suatu keputusan.

Sehingga seorang pemimpin tersebut merasa perlu untuk meminta bantuan kepada orang lain yang dianggapnya mampu atau ahli.

Oleh karena itu dibentuklah suatu staff ahli. Yaitu sekumpulan orang yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu.

Adapun tugas dari staff ahli adalah membantu seorang pemimpin dalam mengambil suatu keputusan.

Di dalam organization yang semakin kompleks, perintah biasanya secara langsung diberikan oleh pemimpin, bukan oleh staff ahli.

Tapi jika organization tersebut berkembang dengan cukup cepat dan berbagai masalah yang dihadapi begitu banyak, seorang pemimpin biasanya mendelegasikan wewenang kepada para staff sesuai dengan bidangnya.

Hal tersebut dengan tujuan untuk memberikan perintah atau komando kepada bawahan atas nama pemimpin.

Kelebihan

  • Bisa diaplikasikan dalam organization besar atau kecil, dan apapun tujuan organisasi tersebut.
  • Terdapat pembagian tugas antara pemimpin dan juga bawahan yang diakibatkan dengan adanya staff ahli.
  • Keputusan bisa diambil dengan lebih baik, hal ini dikarenakan adanya saran dari para staff ahli.

Kekurangan

  • Rasa solidaritas antara karyawan menjadi berkurang, hal ini dikarenakan mereka tidak saling mengenal antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya.
  • Perintah terkadang menjadi kurang jelas.
  • Pelaksanaan pekerjaan akan mengalami suatu hambatan, jika koordinasi dengan para staff ahli kurang baik.

struktur organisasi garis dan staff

4. Organisasi Gabungan

Pada dasarnya bentuk organisasi gabungan ini merupakan bentuk kombinasi dari struktur organisasi yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Sehingga bentuk struktur organisasinya berupa gabungan dari bentuk organisasi garis dan fungsional, garis dan staff, fungsional dan staff atau kombinasi dari ke-3 bentuk organisasi tersebut.

Oleh karena itu bentuk organisasi gabungan ini akan memiliki kelebihan dan kekurangan sesuai dengan kelebihan dan kekurangan dari struktur organization pembentuknya.

struktur organisasi gabungan

5. Organisasi Matriks

Bentuk struktur organization matriks pertama kali muncul pada sebuah perusahaan industry ruang angkasa.

Perusahaan tersebut memiliki banyak departemen dimana setiap departemen dipegang oleh tim ahli untuk mencapai tujuan dari perusahaan secara khusus.

Struktur organisasi matriks ini sering diaplikasikan pada suatu pekerjaan dengan proyek-proyek besar.

Secara nyata dapat dilihat bahwa untuk mengatasi suatu proyek yang cukup besar dengan berbagai permasalahan yang kompleks, dibutuhkan suatu upaya penanganan yang tepat.

Dalam organization matriks ini, seorang bawahan akan memiliki 2 orang atasan. Sehingga para bawahan akan berada di bawah 2 jalur wewenang atau mempunyai 2 rantai perintah.

Yaitu satu secara vertical (bersifat fungsional) sedangkan yang lainnya secara horizontal yang berasal dari perintah pemimpin proyek.

Jika ke-2 jalur perintah tersebut digabungkan, maka dapat dilihat sebuah bentuk matriks, oleh karena itu disebut organisasi matriks.

Kelebihan

  • Bisa mendayagunakan kemampuan yang dimiliki oleh pimpinan fungsional.
  • Bisa meningkatkan dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh para karyawan.
  • Akan memberikan dorongan kepada setiap individu yang ada di dalam organization untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.
  • Mempermudah dalam menyelesaikan pekerjaan, hal tersebut dikarenakan adanya kerjasama antar bagian/departemen dan adanya spesialisasi yang dimiliki.

Kekurangan

  • Dengan adanya pemimpin yang ganda, hal tersebut akan menyebabkan kebingungan bagi bawahan.
  • Koordinasi yang kurang baik akan menjadi penyebab kekacauan dalam pelaksanaan tugas.
  • Menuntut adanya suatu ketrampilan yang cukup tinggi dari setiap individu yang ada di dalam organization.
  • Memerlukan biaya yang cukup besar dalam kegiatan operasionalnya.

struktur organisasi matriks

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan mengenai organisasi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kamu. Jika ada saran, kritik, dan pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih

Tinggalkan komentar