Pendapatan (Revenue)

Dalam dunia ekonomi dan bisnis, istilah pendapatan sudah sering disebut. Akan tetapi, masih banyak orang yang masih bingung dengan istilah pendapatan.

Hal tersebut dikarenakan masih banyak orang yang belum bisa membedakan antara pendapatan (revenue) dengan penghasilan (income). Revenue dan juga income pada dasarnya berbeda.

Secara garis besar penghasilan merupakan peningkatan manfaat ekonomi selama periode akuntansi yang berupa arus kas masuk atau peningkatan aset atau penurunan hutang yang berakibat pada kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

Penghasilan tersebut sudah meliputi pendapatan dan juga keuntungan. Sehingga, perbedaan antara pendapatan dan penghasilan yaitu penghasilan mencakup pendapatan dan juga keuntungan.

Sedangkan revenue merupakan arus kas bruto yang berasal dari kegiatan usaha. Hal tersebut berarti belum dikurangi dengan berbagai macam biaya yang ada kaitannya dengan pendapatan tersebut.

Pengertian Pendapatan Menurut Para Ahli

Pengertian Pendapatan

Untuk lebih memahami tentang pengertian dari pendapatan, berikut ini merupakan beberapa pendapat yang disampaikan oleh para ahli.

FASB (Financial Accounting Standard Board)

Berdasarkan apa yang dikemukakan Harahap (2009:113), FASB menjelaskan bahwa:

“Pendapatan adalah arus masuk atau peningkatan nilai aset dari suatu entitas atau penyelesaian kewajiban dari entitas atau gabungan keduanya selama periode tertentu yang berasal dari penyerahan atau produksi barang, pemberian jasa atas pelaksanaan kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan yang sedang berjalan.”

IAI (Ikatan Akuntan Indonesia)

Ikatan Akuntan Indonesia (2015:23.1) menjelaskan bahwa pengertian dari pendapatan yaitu:

“Penghasilan yang timbul dari pelaksanaan aktivitas entitas yang normal dan dikenal dengan sebutan yang berbeda, seperti penjualan, penghasilan jasa, bunga, dividen, royalti, dan sewa.”

Sedangkan pada halaman 23.2 tepatnya pada paragraf ke-7 dijelaskan bahwa:

“Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari kegiatan normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut berakibat pada kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.”

Harnanto (2007:3)

“Pendapatan adalah suatu aliran masuk atau kenaikan aktiva suatu perusahaan atau penurunan kewajiban (atau keduanya) yang terjadi dalam suatu periode akuntansi yang berasal dari kegiatan produksi dan penjualan barang, penyerahan jasa dan kegiatan yang lain yang merupakan usaha pokok perusahaan.”

 

Karakteristik Pendapatan

Karakteristik Pendapatan

Semua kegiatan perusahaan yang menyebabkan timbulnya pendapatan secara keseluruhan disebut dengan earning process.

Pada umumnya earning process ini akan mengakibatkan 2 hal yaitu pengaruh positif atau (pendapatan dan keuntungan) dan pengaruh negatif atau (beban dan kerugian).

Apabila dilihat dar sudut padang akuntansi pendapatan pada dasarnya mempunyai 2 karakteristik, yaitu:

  • Apabila bertambah saldonya akan dicatat di sisi kredit.
  • Apabila berkurang saldonya akan dicatat di sisi debit.

Selain hal tersebut terdapat juga beberapa karakteristik lainnya berdasarkan beberapa pengertian dari para akhi yang sudah dijelaskan sebelumnya, yaitu:

1. Aliran Masuk

Untuk bisa dikatakan bahwa pendapatan ada atau timbul, maka perlu adanya suatu transaksi atau kejadian yang mampu meningkatkan aset atau munculnya aliran masuk aset.

Dalam hal ini tidak seluruh kenaikan aset bisa menyebabkan revenue.

Perlu diketahui bahwa aset dapat bertambah karena berbagai transaksi, kejadian atau keadaan seperti:

  • Transaksi pendanaan yang dilakukan oleh kreditor atau investor.
  • Laba atau keuntungan yang berasal dari kegiatan investasi, misalnya seperti penjualan aset tetap, surat berharga, dan lain sebagainya.
  • Hadiah, donasi, maupun temuan.
  • Revaluasi aset yang sudah dimiliki.
  • Penyediaan dan/atau penyerahan produk baik berupa barang maupun jasa atau keduanya.

Dari beberapa transaksi, kejadian, atau keadaan tersebut, pada dasarnya hanya penyediaan dan/atau penyerahan produk saja lah yang mampu menimbulkan revenue.

2. Kegiatan Utama

Tidak seluruh kenaikan aset dapat membentuk revenue. Kenaikan aset bisa disebut sebagai suatu revenue apabila hal tersebut berasal dari kegiatan operasi dan bukan dari kegiatan investasi atau pendanaan.

Kegiatan operasi tersebut diwujudkan dalam bentuk memproduksi dan juga mengirimkan berbagai produk kepada pelanggan atau menyerahkan atau melaksanakan berbagai jenis jasa.

Definisi dari operasi utama dalam hal ini lebih berhubungan dengan tujuan utama perusahaan yaitu mendapatkan menghasilkan produk baik barang atau jasa untuk mendapatkan laba.

3. Penurunan Kewajiban

Revenue bisa diartikan sebagai suatu penurunan kewajiban. Hal tersebut dapat terjadi apabila suatu entitas mengalami kenaikan aset sebelumnya misalnya menerima pembeyaran dimuka dari pelanggan.

Penerimaan yang sudah terjadi tersebut bukan sebagai suatu pendapatan.

Hal tersebut dikarenakan entitas belum melakukan kegiatan yang menimbulkan hak penuh atas aset yang sudah diterimanya tersebut.

Sehingga jumlah uang yang diterima biasanya disebut dengan pendapatan diterima dimuka yang statusnya merupakan kewajiban sampai ada kegiatan dari entitas untuk memenuhi hak pelanggan.

Pemenuhan hak tersebut dapat berupa pengiriman produk atau pelaksanaan jasa.

Apabila hak pelanggan sudah terpenuhi, maka kewajiban tersebut akan berkurang dan akan menjadi revenue bagi entitas.

4. Berbagai Bentuk dan Nama

Pendapatan adalah suatu konsep yang mempunyai sifat generik dan mencakup seluruh pos dengan berbagai macam nama dan juga bentuk.

Revenue untuk perusahaan dagang disebut dengan penjualan. Sedangkan untuk perusahaan jasa biasanya diberi nama sesuai dengan jenis jasa yang diberikan misalnya seperti pendapatan sewa, pendapatan bunga, dan lain sebagainya.

Kemudian bagi perorangan revenue sering disebut dengan gaji, upah, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Valuta Asing

 

Jenis – Jenis Pendapatan

Jenis Jenis Pendapatan

Dalam praktiknya komponen atau jenis pendapatan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi suatu perusahaan terdiri dari 2 jenis, yaitu.

  • Revenue yang didapatkan dari usaha pokok atau kegiatan utama perusahaan.
  • Revenue yang diperoleh dari kegiatan di luar kegiatan uatama perusahaan.

1. Pendapatan Utama

Merupakan revenue yang berasal dari kegiatan pokok perusahaan. Misalnya perusahaan dagang yang mendapatkan revenue dari kegiatan menjual produk berupa barang kepada pelanggan.

2. Pendapatan Lain – Lain

Merupakan revenue yang berasal dari luar kegiatan utama perusahaan. Misalnya pendapatan bunga atau dividen yang diperoleh oleh perusahaan dagang.

 

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan

Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan

Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Boediono (2002 : 150) dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Ekonomi”, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pendapatan yaitu:

  • Jumlah faktor – faktor produksi yang dimiliki yang bersumber pada berbagai hasil tabungan tahun ini dan warisan atau pemberian.
  • Harga per unit dari setiap faktor produksi. Harga tersebut ditentukan oleh penawaran dan juga permintaan yang ada di pasar faktor produksi.
  • Hasil kegiatan oleh anggota keluarga sebagai pekerjaan sampingan.

 

Kriteria Pengakuan Pendapatan

Kriteria Pengakuan Pendapatan

Revenue baru bisa diakui setelah produk selesai diproduksi dan adanya penjualan yang ditandai dengan penyerahan barang.

Artinya suatu pendapatan bagi entitas belum bisa dinyatakan ada dan diakui sebelum adanya penjualan yang nyata.

Hal tersebut berdasarkan pada gagasan bahwa pengakuan sejumlah nominal uang tertentu dalam akuntansi berdasarkan pada konsep dasar keterukuran dan realibilitas.

Jumlah nominal uang tersebut harus cukup pasti dan juga ditentukan secara objektif.

Kontrak penjualan yang terjadi belum cukup untuk mengakui revenue sebelum produk sudah cukup selesai dikerjakan meskipun jumlah nominal uang pendapatan sudah teralisasi.

Hal tersebut dikarenakan belum adanya suatu upaya yang mampu membentuk revenue.

Berdasarkan konsep kesatuan usaha, tidak ada revenue tanpa adanya upaya. Tanpa adanya upaya yang cukup, revenue belum bisa diakui.

Berdsarkan pada pemikian tersebutlah, FASB menentukan 2 kriteria pengakuan pendapatan yaitu:

1. Terealisasi atau Cukup Pasti Terealisasi

Revenue baru bisa diakui setelah revenue tersebut terealisasi atau cukup pasti terealisasi.

Suatu revenue bisa dikatakan sudah terealisasi apabila produk atau aset lain sudah terjual atau ditukarkan dengan kas atau klaim atas kas.

Artinya suatu pendapatan direalisasi pada saat kas diterima untuk produk yang dijual

Suatu pendapatan dikatakan cukup pasti terealisasi apabila aset yang diterima atau ditahan mudah untuk dikonversikan menjadi kas atau klaim atas kas yang cukup pasti jumlahnya.

Suatu aset bisa dikatakan mudah untuk dikonversi jika memiliki harga satuan yang tetap, tida bergantung bentuk, serta penyajian barang dan daftar harga tersedia di suatu pasar aktif yang dapat menyerap semua kuantitas produk (aset) yang ada tanpa mempengaruhi harga pasar secara signifikan.

2. Terbentuk/Terhak

Revenue baru bisa diakui setelah terbentuk. Suatu pendapatan bisa dikatakan sudah terbentuk jika perusahaan sudah melakukan secara substansial kegiatan yang harus dilakukan untuk bisa menghaki manfaat atau nilai yang melekat pada pendapatan.

Dengan kata lain, suatu revenue dihasilkan pada saat entitas secara mendasar menyelesaikan seluruh yang harus dilakukan supaya dikatakan menerima manfaat dari revenue yang terkait.

Pada umumnya suatu revenue diakui pada saat proses menghasilkan laba diselesaikan atau sebenarnya belum diselesaikan selama seluruh biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses menghasilkan laba bisa diestimasi dengan tepat.

 

Pengukuran Pendapatan

Pengukuran Pendapatan

Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) PSAK nomor 23, ada 4 pengukuran pendapatan yaitu sebagai berikut.

1.Revenue harus diukur dengan menggunakan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang bisa diterima.
2.Jumlah revenue yang timbul dari suatu transaksi pada umumnya ditentukan oleh persetujuan antara entitas dengan pembeli atau pemakai aktiva tersebut.
3.Imbalan tersebut mempunyai bentuk kas dan setara kas dan jumlah pendapatan adalah jumlah kas dan setara kas yang diterima atau yang bisa diterima. Tetapi, jika arus masuk dari kas atau setara kas ditangguhkan, maka nilai wajar dari imbalan tersebut mungkin kurang dari jumlah nominal kas yang diterima atau yang bisa diterima.
4.Jika produk baik barang atau jasa dipertukarkan (barter) untuk produk dengan sifat dan juga nilai yang sama, maka pertukaran yang terjadi tersebut tidak dianggap sebagai suatu transaksi yang menimbulkan pendapatan.

Berkaitan dengan poin nomor 1, nilai wajar tersebut tidak termasuk jumlah diskon penjualan atau potongan volume.

Dalam hal ini entitas harus memasukkan dalam revenue manfaat ekonomi yang diterima secara bruto.

Entitas harus mengeluarkan dari revenue sejumlah nilai yang menjadi bagian dari pihak ketiga, seperti pajak penjualan, pajak atas barang dan jasa, pajak pertambahan nilai, dan lain sebagainya.

Berhubungan dengan poin nomor 3, nilai wajar dari imbalan bisa saja kurang dari jumlah nominal kas yang diterima atau yang bisa diterima, karena nilai wajar atas pembayaran adalah nilai sekarang dari seluruh penerimaan di masa depan.

Nilai tersebut ditentukan berdasarkan tingkat bunga yang terkait (imputed rate of interest).

 

Pengakuan Pendapatan

Pengakuan Pendapatan

Yang dimaksud dengan pengakuan di sini adalah pencatatan jumlah uang ke dalam sistem akuntansi sehingga jumlah tersebut tercermin dalam laporan keuangan.

Dalam hal ini menentukan pengakuan pendapatan, perlu terpenuhinya beberapa kriteria yang sudah dibahas di atas.

Pemakaian kriteria tersebut dimaksud untuk memenuhi kebutuhan informasi akuntansi yang relevan dan bisa dipercaya atau andal.

Dalam praktiknya, pengakuan revenue suatu entitas untuk periode tertentu dapat dilakukan ketika sebelum dan sesudah penjualan.

Jika dilihat dari hal tersebut, maka secara teoritis titik waktu pengakuan revenue dapat diakui ketika:

1. Penjualan

Dalam hal ini penjualan dijadikan sebagai dasar untuk mengakui revenue. Hal tersebut dikarenakan proses pembentukan revenue sudah cukup selesai dan proses realisasinya sudah terjadi.

Syarat mengakui revenue ini biasanya terpenuhi ketika produk baik barang atau jasa diserahkan atau diberikan kepada pelanggan.

2. Sebelum Penyerahan

  • Selama proses produksi

Pengakuan revenue selama proses produksi ini, pendapayan dapat diakui selama kegiatan produksi terjadi, walaupun produk yang dihasilkan masih dalam proses produksi.

Metode akuntansi yang dipakai yaitu metode persentase penyelesaian.

Metode ini biasanya dipakai dalam kontrak proyek jangka panjang yang membutuhkan waktu beberapa periode akuntansi.

Syarat diaplikasikannya pengakuan pendapatan dengan metode presentase penyelesaian ini yaitu apabila harga kontrak sudah pasti dan taksiran biaya untuk menyelesaikan proyek serta kemajian dalam penyelesaian kontrak bisa dipertanggung jawabkan.

  • Setelah proses produksi

Pengakuan pendapatan setelah proses produksi ini, revenue akan diakui setelah proses produksi telah selesai dilakukan.

Metode akuntansi yang dipakai merupakan metode kontrak selesai.

Metode akuntansi ini juga dipakai dalam proyek jangka panjang yang dimana pelaporan revenue berdasarkan pada hasil akhir proyek yang sudah diselesaikan.

3. Setelah Penyerahan

Selanjutnya revenue juga bisa diakui setelah terjadinya penyerahan atau penerimaan kas.

Pada pengakuan ini, apabila terdapat ketidakpastian yang besar tentang penerimaan piutang atau penerimaan kas yang terjadi dari penjualan produk, maka pengakuan revenue dapat ditunda sampai kas diterima.

Ketidakpastian penerimaan piutang tersebut biasanya terjadi karena belum terjadinya perpindahan hak atas produk sampai dilunasinya pembayaran.

Keadaan tersebut biasanya dapat ditemukan pada pengakuan revenue atas transaksi penjualan yang dilakukan secara angsuran.

4. Terjadi Penjualan Khusus

Dalam hal ini jika terjadi penjualan khusus pengakuan revenue yang dilakukan membutuhkan ketentuan khusus.

Hal tersebut dikarenakan penjualan tersebut mempunyai karakteristik tersendiri atau khusus.

Jenis penjualan yang termasuk ke dalam hal ini adalah penjualan atas produk konsinyasi dan penjualan waralaba atau franchise.

 

Pembentukan Pendapatan

Pembentukan Pendapatan

Pembentukan pendapatan adalah suatu konsep yang berhubungan dengan masalah kapan dan juga bagaimana revenue timbul dan menjadi laba.

Konsep ini menjelaskan bahwa revenue terbentuk, terhimpun, maupun terhak bersamaan dengan dan juga melekat pada seluruh proses operasi yang terjadi di perusahaan dan bukan merupakan hasil dari transaksi tertentu.

Operasi perusahaan yang dimaksud di sini terdiri dari produksi, penjualan, dan pengumpulan piutang.

 

Realisasi Pendapatan

Realisasi Pendapatan

Perlu diketahui bahwa pendapatan baru bisa dikatakan sudah terjadi atau terbentuk ketika terjadi kesepakatan atau kontrak dengan pihak pembeli atau pelanggan.

Artinya revenue sudah terbentuk ketika produk sudah selesai dikerjakan dan terjual atau ketika terjual berdasarkan kontrak penjualan (produk mungkin saja belum jadi atau belum diserahkan).

Revenue terjadi karena transaksi penjualan dan kontrak, sehingga revenue belum akan terbentuk atau terjadi jika transaksi tersebut belum terjadi.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang pendapatan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan dalam kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar