√ Pengertian Profesional | Kode Etik, Standar, Ciri-Ciri

Dalam dunia kerja, kata profesional bahkan cukup sering didengar.

Seseorang yang bekerja secara profesional adalah mereka yang dapat bekerja dan menyelesaikan tuganya dengan efektif dan efisien.

Menjadi seorang profesional menjadi idaman para pekerja. Namun demikian menjadi seorang profesional juga tidak mudah. Ada banyak aspek yang harus digali dan ditingkatkan.

Pada kenyataannya seorang profesional memiliki citra positif dimata atasan maupun relasi disekitarnya.

Namun, apa arti profesional sesungguhnya? Dan mengapa sangat diperlukan saat bekerja?

Nah untuk mengetahui jawabannya mari kita simak penjelasan dalam artikel ini.

Pengertian Profesional

pengertian profesional

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), profesional adalah sesuatu yang bersangkutan dengan profesi atau memerlukan kepandaian khusus dalam menjalankan pekerjaan yang mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya.

Profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya.

Profesional akan menerima upah atas jasa yang digelutinya.

Profesional merupakan seorang yang melakukan pekerjaan tertentu dengan mengandalkan kemampuan dan keahlian yang dimiliki dan berhubungan dengan bidang pekerjaan.

Seorang dengan profesional memiliki komitmen yang tinggi atas pekerjaan yang dijalani.

Komitmen tinggi artinya melibatkan diri dan pikiran dengan tekun untuk menyelesaikan pekerjaan.

Singkatnya profesional adalah orang yang menekuni pekerjaan sesuai dengan keahlian.

Pengertian Profesional Menurut Para Ahli

pengertian profesional menurut para ahli

Agar lebih memahami apa arti profesional, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli diantaranya :

1. Prajudi Atmosudirdjo

Profesional adalah usaha untuk menjalankan salah satu profesi berdasarkan keahlian dan keterampilan yang dimiliki seseorang.

Berdasarkan keahlian tersebut seseorang mendapatkan suatu imbalan pembayaran berdasarkan standar profesinya.

2. Nana Sudjana

Profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan orang-orang yang secara khusus disiapkan untuk pekerjaan tersebut, bukan oleh orang orang yang mengerjakannya karena tidak ada pekerjaan lainnya.

3. Kusnanto

Profesional merupakan sesorang yang memiliki kompetensi dalam suatu pekerjaan tertentu.

4. Daryl Koehn

Profesional yaitu sesorang yang dapat memberikan peleyanan kepada para klien.

5. Oerip S. Poerwopoespito

Profesional ialah salah satu sikap yang mengacu pada peningkan kualitas profesi.

6. Lisa Anggraeny

Profesional yakni sebuah tuntutan bagi seseorang yang sedang mengemban amanahnya agar mendapatkan proses dan hasil yang optimal.

7. Hary Suwanda

Profesional adalah seseorang yang ahli pada bidangnya dan mengandalkan keahliannya tersebut sebagai matapencahariannya.

8. Budi Purnawanto

Profesional ialah berbagai bagian dari proses, fokus kepada output dan berorientasi ke para customer.

9. Aholiab Watloly

Profesional yakni seseorang yang berdisiplin dan menjadi kerasan dalam pekerjaannya.

10. Sudjana

Profesional yaitu sebuah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus disiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat atau tidak memperoleh pekerjaan lainya.

11. Prayudi A

Profesional sebagai suatu usaha untuk menjalankan salah satu profesi berdasarkan keahlian dan keterampilan yang dimiliki seseorang dan berdasarkan profesi itulah seseorang mendapatkan suatu imbalan pembayaran berdasarkan standar profesinya.

12. Hamalik

Profesional suatu profesi tersendiri, pekerjaan ini tidak dapat dikerjakan oleh sembarang orang tampa memiliki keahlian sebagai seorang guru. Banyak yang pandai berbicara tertentu, namun orang itu belum dapat disebut sebagai seorang guru.

13. Ali

Profesional merupakan sebuah keahlian atau kemampuan profesional tidak mesti harus diperoleh daei jenjang pendidikan, tetapi bisa saja seseorang yang secara tekun mempelajari dan melatih diri dalam suatu bidang tertentu menjadi profesional.

14. Bertens

Profesional ialah berbagai sikap yang dilakukan seseorang atas dasar cita-cita dan penerapan atas nilai-nilai yang sudah disepakati bersama.

Misalnya saja komitmen bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan, menerapkan dilai kejujuran dalam kegiatan, dan lain sebagainya.

15. Muhammad

Profesional merupakan segala sikap seseorang dalam melakukan pekerjaan keseharian dengan didukung pada didikasi dan keahlian sehingga memiliki komitmen untuk bertanggung jawab atas apa yang menjadi hak serta kewajibannya.

Kode Etika Profesional

kode etika profesional

Etika profesional mencakup prinsip perilaku untuk profesional yang dirancang untuk tujuan praktis maupun idealistis.

Etika profesional ditetapkan oleh organisasi profesi bagi para anggotanya yang secara sukarela menerima prinsip perilaku profesional.

Kode etik sangat berpengaruh terhadap reputasi dan kepercayaan masyarakat atas suatu profesi.

Kode etik mengalami perkembangan dari waktu ke waktu yang selaras dengan perubahan dalam praktik yang dijalankan.

Beberapa kode etik profesional adalah tanggung jawab profesi, kepentingan publik, integritas, objektivitas, kompetensi, kerahasiaan, perilaku profesional, dan standar teknis.

Di samping itu, ada tiga hal pokok yang dimiliki oleh seorang profesional, yaitu:

  • Skill: Seseorang harus ahli dalam suatu bidang tertentu.
  • Knowledge: Menguasai dan memiliki wawasan tentang ilmu lain yang berkaitan dengan bidangnya.
  • Attitude: Memiliki etika yang diterapkan dalam bidangnya.

Standar Profesional

standar profesional

Standar profesional adalah seperangkat praktik, etika, dan perilaku yang harus dipatuhi oleh anggota kelompok profesional tertentu.

Berikut ini beberapa contoh standar profesional diantaranya :

  • Akuntabilitas, bertanggung jawab atas tindakannya.
  • Kode etik, membangun hubungan profesional dan menjaga kerahasiaan semua informasi sensitif.
  • Kewajiban fidusia, menempatkan kebutuhan klien di atas kebutuhan mereka sendiri.
  • Kejujuran, selalu jujur dalam berbicara dan bertindak.
  • Integritas, memiliki prinsip moral yang kuat.
  • Taat hukum, mengikuti hukum yang mengatur di yurisdiksi tempat mereka melakukan aktivitas..
  • Loyalitas, berkomitmen pada profesinya.
  • Objektivitas, tidak terpengaruh atau dipengaruhi oleh prasangka.
  • Transparansi, mengungkapkan semua informasi yang relevan dan tidak menyembunyikan apa pun.

Ciri-ciri Profesional saat Bekerja

ciri-ciri profesional saat bekerja

Profesionalisme dalam bekerja memiliki ciri-ciri diantaranya :

1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan tinggi

Profesionalisme dalam dunia kerja dapat dinilai dari pengetahuan yang dimiliki karyawan. Pengetahuan dan kemampuan yang tinggi tentu sangat membantu karyawan dalam bekerja.

Benefit dari karyawan yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang tinggi dapat dirasakan oleh pihak perusahaan melalui hasil kerja yang diselesaikan dengan maksimal.

2. Bertanggung jawab dan memiliki integritas

Karyawan mampu bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dijalani. Profesionalisme karyawan dilihat dari sikap tanggung jawab yang dimiliki dan cara menghadapi masalah.

Memiliki integritas yang tinggi merupakan nilai tambah untuk karyawan. Integritas ini dapat dilihat dari sikap kejujuran, keadilan, dan kebenaran yang diterapkan.

3. Punya perencanaan kerja yang baik

Perencanaan ini berlaku untuk jangka panjang yaitu karyawan harus memiliki keahlian untuk mengantisipasi perkembangan bisnis.

Perencanaan yang tepat dapat membuat pekerjaan lebih lancar dan hasilnya maksimal.

4. Memiliki kode etik

Pemiliki peraturan khusus yang harus dijalankan saat dia melakukan pekerjaan. Kode etik ini bisanya sesuai dengan bidangnya masing-maising.

5. Jiwa pengabdian pada masyarakat

Memiliki jiwa pengabdian pada masyarakat, jadi tidak selalu melihat gaji tapi seorang profesional juga harus mementingkan pengabdian pada masyarakat yang paling utama.

Konsep Profesional

konsep profesional

Konsep profesional adalah cerminan sikap dan perilaku seseorang di lingkungan kerja. Ada beberapa konsep profesional di bawah ini seorang pekerja berikut diantaranya:

1. Memiliki Dedikasi

Dilihat dari dedikasi yang dilakukannya saat menjalankan tugas-tugasnya.

Totalitas dalam menyelesaikan beban pekerjaan yang dilimpahkan kepada seorang karyawan adalah bukti ia memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaannya.

2. Merasa Punya Tanggung Jawab Sosial

Seorang profesional percaya bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan memiliki manfaat bagi lingkungan sekitar.

Dengan demikian, ia akan selalu memberikan hasil yang terbaik dari tugas-tugas yang diselesaikannya.

3. Keyakinan Terhadap Peraturan di Lingkungan Kerja

Tak bisa dipungkiri bahwa pihak yang objektif untuk menilai hasil pekerjaan kita bukanlah kita sendiri, namun orang lain, seperti rekan kerja atau atasan.

Pekerjaan yang diselesaikan oleh para profesional hanya bisa dinilai oleh orang yang memiliki kompetensi di bidang ilmu dan pekerjaannya.

4. Keinginan Untuk Menjadi Mandiri

Memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan berani bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambilnya.

Hal inilah yang menjadikan mereka sulit untuk dipengaruhi atau ditekan dari pihak lain yang berpotensi mengganggu kinerjanya.

Berdasarkan penelitian yang dikembangkan oleh Hall, konsep profesional adalah melihat bagaimana seorang profesional memandang profesinya yang mana dibagi menjadi lima, yaitu:

  • Community Affiliation. Afiliasi komunitas menggunakan ikatan profesi sebagai acuan. Lewat ikatan ini, para profesional membangun kesadaran profesi mereka.
  • Autonomy Demand Autonomy demand. Adalah suatu pandangan di mana seorang profesional harus mampu membuat keputusan sendiri tanpa tekanan pihak lain. Sikap mandiri ini lahir dari kebebasan melakukan yang terbaik menurut seorang profesional dalam situasi tertentu.
  • Belief Self Regulation. Berarti seorang yang berwenang memberi penilaian terhadap hasil kerja profesional adalah rekan sesama profesi, bukan mereka yang tidak memiliki kompetensi dalam bidang ilmu dan pekerjaan tersebut.
  • Dedication. Tercermin dari seorang profesional yang menggunakan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki dalam menuntaskan suatu pekerjaan. Sikap ini merupakan ekspresi dari pencurahan diri yang total terhadap pekerjaan.
  • Social Obligation Social obligation. Merupakan pandangan tentang pentingnya profesi serta manfaat yang didapat baik oleh profesional maupun masyarakat karena adanya pekerjaan tersebut.

Skill yang Karyawan Miliki Untuk Capai Profesionalitas Perusahaan

skill yang karyawan miliki untuk capai profesionalitas perusahaan

Diperlukan usaha mengasah berbagai kemampuan yang dapat meningkatkan kualitas diri.

Semakin cepat karyawan membiasakan diri dalam mengasah kemampuannya, maka semakin cepat ia mencapai sikap profesional.

Berikut beberapa kemampuan dasar yang dapat membantu dalam mencapai profesionalitas dalam bekerja, diantaranya :

1. Komunikasi

Merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh setiap pekerja.

Dengan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, maka dapat menuntaskan seluruh pekerjaan dengan baik serta menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja.

2. Kerja Sama

Sikap profesional ditentukan salah satunya dengan sikap bekerja sama. Berkaitan dengan pekerjaan yang ada di perusahaan tidak dapat diselesaikan secara sendiri.

Oleh karena itu, setiap karyawan perlu memiliki kemampuan kerja sama yang baik.

Salah satu cara melatih kemampuan ini  dengan menurunkan ego ketika sedang melakukan pekerjaan bersama rekan kerja. Dengan begitu, tujuan pekerjaan akan tercapai dengan baik.

3. Kepemimpinan

Memiliki sikap pemimpin bukan berarti hanya tanggung jawab bagi atasan atau manajer saja.

Melainkan seluruh karyawan wajib memiliki kemampuan ini untuk menjadi seorang yang profesional.

4. Problem Solving

Kemampuan ini berkaitan dengan upaya pemecahan masalah secara efektif dimana sangat membutuhkan ide kreatif dalam pemecahan masalah.

Menjadi salah satu penentu sikap profesional dari seseorang. Apakah mampu menyelesaikan masalah dengan baik atau tidak.

5. Cepat Beradaptasi

Kecepatan dalam beradaptasi merupakan satu di antara beberapa karakteristik profesionalitas kerja seseorang.

Hal ini berkaitan dengan dunia kerja yang dinamis dimana setiap orang dituntut untuk memiliki kemampuan adaptasi yang baik.

Cara Menjadi Profesional

cara menjadi profesional

Menjadi profesional tentunya kita dapat belajar melalui berbagai macam cara, diantaranya :

1. Kembangkan Keterampilan

Keterampilan dalam dunia kerja pun ada dua macam yaitu keterampilan komunikasi dan keterampilan interpersonal.

Keterampilan komunikasi yang bagus akan sangat membantu dalam dunia kerja.

Melatih cara berkomunikasi secara rutin agar memiliki kesan pertama yang berkharisma dan mampu mempengaruhi lawan bicara.

Sedangkan, keterampilan interpersonal adalah kemampuan seseorang berinteraksi dengan orang lain atau rekan kerja.

Dengan meningkatkan keterampilan ini, maka dapat menjadi pendengar yang baik mampu menyampaikan pendapat dengan jelas dalam bekerja satu tim.

2. Membangun Relasi yang Baik

Salah satu cara paling sederhana yang bisa dicoba adalah dengan mempergunakan skill dan pengetahuan yang dimiliki untuk membantu orang lain.

Dengan cara ini, dapat membuktikan kepada rekan kerja satu tim maupun atasan bahwa Anda merupakan pribadi yang bisa diandalkan.

Sehingga terjalin hubungan atau relasi yang baik di antara Anda dan orang lain.

3. Fokus Terhadap Nilai Positif Dalam Diri

Dengan fokus terhadap nilai-nilai positif, maka rasa percaya diri pun ikut meningkat.

Selain itu, Anda menjadi lebih berani untuk menunjukkan kemampuan dan skill yang dimiliki sehingga profesionalisme pun meningkat.

4. Memisahkan Masalah Pribadi dan Pekerjaan

Pastikan segala urusan dan masalah harus sesuai dengan porsinya masing-masing.

Apabila Anda tidak dapat memisahkan urusan pribadi dengan pekerjaan, maka Anda akan kehilangan fokus dalam bekerja sehingga hasil kerja pun tidak maksimal.

5. Memiliki Motivasi yang Kuat

Dalam kondisi seburuk apapun, harus tetap bersemangat dan melakukan tanggung jawab dalam pekerjaan yang ditekuni.

Memiliki motivasi yang kuat tidak hanya meningkatkan profesionalisme bekerja, namun juga membentuk diri menjadi pribadi yang kuat dan tahan banting.

Manfaat Sikap Profesional

manfaat sikap profesional

Memiliki sikap profesional adalah sebuah hal yang penting bagi pekerja. Seorang pekerja terkesan lebih positif di mata atasan dan rekan-rekan kerjanya.

Tak hanya itu, sikap profesional juga menawarkan sejumlah manfaat lainnya bagi para pekerja. Berikut diantaranya :

  • Meningkatkan kredibilitas dan reputasi pekerja.
  • Membuat pekerja tampak bisa diandalkan.
  • Mendapat hormat dari rekan-rekan kerjanya.
  • Mendorong perkembangan karier pekerja.
  • Mengurangi konflik di tempat kerja.

Profesional adalah ungkapan bagi seorang pekerja yang menawarkan jasa atau layanan sesuai protokol dan aturan dalam bidang yang dijalani.

Sikap ini sejatinya perlu dimiliki oleh setiap pekerja. Menjadi jalan bagi pekerja untuk mengembangkan kariernya dengan baik.

Contoh Profesional

contoh profesional
  • Seorang hakim yang tegas dan patuh kepada Undang Undang yang berlaku. Mengutamakan sikap adil dan tidak memihak kepada siapapun. Berupaya menegakkan hukum di Negara ini dengan maksimal dengan mengutamakan kebenaran dan tidak menerima berbagai suap.
  • Seorang polisi yang benar-benar maksimal dalam meningkatkan keamanan. Bersiap siaga setiap saat untuk menjaga keamanan dan mencegah berbagai tindak kejahatan. Berupaya mengungkap kasus dengan maksimal dan tegas. Tidak lambat dalam mencari tersangka kejahatan dan sebagainya.
  • Seorang pedagang yang jujur dan melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Tidak melakukan berbagai tindakan penipuan dan memberikan produk yang terbaik kepada orang lain. Senantiasa meneguhkan diri bahwa apa yang ia lakukan adalah untuk kebaikan orang lain sehingga menghindarkan diri dari proses berjualan yang tidak baik.
  • Peternak yang merawat hewan ternaknya dengan baik dan maksimal. Memberi makan yang terbaik untuk kesehatan ternaknya. Dan tidak pernah menyakiti hewan ataupun telat memberikan makanan kepada hewan ternaknya. Selain itu, senantiasa mengutamakan kualitas dan kejujuran saat menjajakan hewan ternak tersebut.
  • Seorang guru yang mengajar anak didiknya dengan sangat baik. Tidak hanya bekerja untuk mendapatkan bayaran, namun sebagai pengabdian kepada bangsa untuk mencerdaskan anak bangsa. Guru yang tidak pernah lelah berbagi kepada banyak orang kapanpun dan dimanapun berada. Senantiasa meningkatkan kompetensi sebagai seorang guru.
  • Seorang dokter yang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya mengobati pasien dengan baik. Juga senantiasa mengutamakan kesehatan dan keselamatan pasien kapanpun di Memiliki sikap hati-hati dalam mendiagnosa penyakit pasien dan proses pengobatannya. Mengutamakan orang lain dan tidak hanya mementingkan diri sendiri.
  • Karyawan yang profesional adalah mereka yang bekerja menerima upah kemudian menjalankan kewajiban sebagai karyawan dengan baik. Beragam pekerjaan yang dibebankan kepadanya diselesaikan dengan baik dan tepat waktu tanpa mengeluh. Di samping itu, juga senantiasa memperbaiki kesalahan agar menjadi lebih baik.
  • Pejabat pemerintah yang menjalankan tanggung jawab mengurus Negara dengan bersih dan baik. Mementingkan kemaslahatan rakyat dari pada kepentingan diri sendiri. Bertindak adil dan menghargai hak setiap orang. Semua yang dilakukan tidak lain adalah untuk kepentingan bangsa dan Negara.

Dari penjelasan diatas disimpulkan bahwa setiap pribadi memiliki kesempatan menjadi seseorang yang profesional di bidang pekerjaan yang ditekuni.

Profesionalitas dalam bekerja menajdi sebuah keharusan dan dapat dibentuk jika selalu mengembankan potensi dalam diri.

Dengan demikian, pekerjaan yang dijalani menjadi lebih optimal dan hasilnya memuaskan.

Ada standar tertentu agar seseorang dapat disebut sebagai profesional, baik itu keahlian, etika, perilaku, dan etos kerjanya.

Standar tersebut dibuat dan disetujui oleh organisasi khusus yang mewakili kepentingan komunitas para profesional. Demikian penjelasan dari artikel diatas semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar