Penyebab Klaim BPJS Ditolak dan Cara Mengatasinya

BPJS Ketenagakerjaan adalah salah satu program dari pemerintah yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat, khususnya diperuntukkan bagi para pekerja. Akan tetapi, sudahkah kamu tahu penyebab klaim BPJS ditolak dan cara mengatasinya?

Menjadi peserta dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) memang diwajibkan untuk membayar iuran setiap bulannya.

Nah, iuran yang dibayarkan tersebut nantinya bisa dicairkan oleh peserta. Akan tetapi terdapat syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh peserta.

Ya dana yang bisa dicairkan tersebut merupakan akumulasi dari iuran yang dibayarkan setiap bulannya oleh peserta dan ditambah dengan hasil pengembangan atau bunga.

Yang lebih menariknya, seperti yang dikutip dari situs resmi BPJS, bahwa hasil dari pengembangan tersebut selalu melebihi bunga deposito di bank pemerintah.

Namun, dalam hal pengajuan klaim BPJS, tidak sedikit dari peserta yang pengajuan klaim-nya ditolak oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab klaim BPJS ditolak dan bagaimana cara mengatasinya.

Oke untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasan lengkapnya dalam artikel ini!!!

1. Tidak atau Belum Memiliki E-KTP

penyebab klaim bpjs ditolak dan cara mengatasinya

Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau E-KTP adalah salah satu dokumen yang wajib kamu lampirkan ketika mengajukan klaim atau mencairkan BPJS Ketenagakerjaan.

Tanpa menggunakan E-KTP tersebut sudah pasti pengajuan klaim BPJS kamu akan ditolak oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan.

Hal tersebut dikarenakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum di dalam E-KTP tersebut akan digunakan untuk melakukan validasi data yang faktual.

Perlu kamu ketahui bahwa E-KTP ini tidak bisa digantikan dengan menggunakan kartu lain seperti SIM (Surat Izin Mengemudi), paspor, dan lain sebagainya.

Cara Mengatasinya:

Bagi kamu yang belum bisa menunjukkan E-KTP dengan alasan masih dalam proses pembuatan, maka kamu bisa melampirkan resi resmi E-KTP yang dikeluarkan oleh Dindukcapil atau kelurahan.

Resi resmi E-KTP tersebut tentu saja akan diterima oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan dan dapay dipakai untuk mengajukan klaim BPJS.

 

2. Kartu Peserta BPJS Hilang

Kartu peserta atau anggota BPJS Ketenagakerjaan ini adalah bukti yang menunjukkan bahwa kamu adalah peserta dari BPJS Ketenagakerjaan dan belum melakukan proses pencairan saldo BPJS yang kamu miliki.

Kartu tersebut diberikan pada saat kamu mendaftar dan tergabung menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Oleh karena itu kamu wajib untuk memperlihatkan kartu tersebut pada saat akan mengajukan klaim.

Apabila tidak kamu tidak bisa memperlihatkannya, dijamin klaim yang kamu ajukan akan di tolak.

Cara Mengatasinya:

Bagi kamu yang sudah tidak mempunyai kartu BPJS karena berbagai penyebab seperti rusak, hilang, terbakar, dan lain sebagainya, solusinya adalah dengan membuat surat kehilangan.

Surat keterangan hilang tersebut adalah surat yang berasal dari kepolisian, yang menyatakan kalau kamu telah kehilangan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Nah, dengan membuat surat keterangan hilang tersebut ini kamu bisa melakukan klaim BPJS Ketenagakerjaan.

Catatan: Dalam hal ini kamu harus mengingat nomor kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan yang kamu miliki.

Hal tersebut dikarenakan nomor tersebut akan dimasukkan ke dalam surat keterangan hilang tersebut atau dipakai sebagai verifikasi data di kantor BPJS Ketenagakerjaan.

 

3. Tidak Menyertakan atau Mempunyai Kartu Keluarga (KK)

 

penyebab klaim bpjs ditolak dan cara mengatasinya

Selain kartu identitas berupa E-KTP dan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan, salah satu dokumen yang wajib kamu lampirkan lainnya adalah kartu keluarga atau KK.

Jika kamu tidak membawa atau tidak mempunyai kartu keluarga, maka dapat dipastikan pengajuan klaim kamu akan ditolak.

KK ini harus ada dan tidak bisa digantikan dengan menggunakan kartu keteangan atau sejenisnya.

Hal tersebut dikarenakan di dalam KK tersebut, terdapat seluruh data diri yang dibutuhkan untuk proses validasi dari peserta.

Cara Mengatasinya:

Dalam hal ini tidak ada cara lain untuk melakukan klaim BPJS apabila kamu tidak mempunyai KK, selain mengurusnya terlebih dahulu di kantor kelurahan.

 

4. Kartu Peserta BPJS Masih Aktif

Penyebab klaim BPJS ditolak yang selanjutnya adalah kartu peserta BPJS masih aktif.

Apabila kamu ingin mengajukan klaim atau mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan 100%, maka kartu peserta BPJS yang kamu miliki harus non aktif atau kamu sudah atau sedang tidak bekerja.

Terdapat beberapa kasus, dimana ada peserta yang sudah berhenti bekerja, namun status keanggotaannya masih aktif. Dengan demikian, akan susah untuk mengajukan klaim BPJS.

Cara Mengatasinya:

Dalam hal ini terlebih dahulu kamu harus memastikan ke bagian HRD bahwa status keanggotaan kamu sudah non aktif.

Atau jika belum minta lah kepada mereka untuk melaporkan kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan bahwa kamu sudah tidak lagi bekerja pada perusahaan tersebut.

Saat laporan dari HRD tersebut sudah sampai kepada pihak BPJS, maka kartu peserta yang kamu miliki akan dinonaktifkan. Dengan demikian kamu akan bisa mengajukan klaim.

Selain dengan melalui HRD untuk mengetahui status keanggotaan BPJS, juga bisa dilakukan dengan melalui SMS.

Hal yang perlu kamu lakukan adalah mendaftarkan nomor handphone kamu ke layanan SMS 2757.

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi BPJSTKU dan melakukan registrasi dengan memasukkan data kependudukan dan nomor peserta BPJS ketenagakerjaan untuk dapat melihat status keanggotaan kamu.

 

5. Tidak Mempunyai Surat Paklaring

penyebab klaim bpjs ditolak dan cara mengatasinya

Penyebab klaim BPJS ditolak yang ke-5 adalah kamu tidak mempunyai surat paklaring atau surat pengalaman / berhenti bekerja.

Surat paklaring ini menjadi salah satu persyaratan dalam pengajuan klaim BPJS, namun sayangnya banyak kasus yang tidak mempunyai surat paklaring ini dengan berbagai macam alasan.

Jika kamu tidak mempunyai surat paklaring, sudah dapat dipastikan bahwa kamu tidak bisa mengajukan klaim BPJS Ketenagakerjaan.

Cara Mengatasinya:

Untuk mengatasi hal tersebut mau tidak mau kamu harus ke perusahaan tempat kamu bekerja untuk meminta surat paklaring ini.

Hal tersebut dapat dilakukan apabila perusahaan tempat kamu bekerja dulu masih beroperasi atau masih ada.

Apabila perusahaan tempat kamu bekerja dulu sudah tidak ada, maka kamu cukup membuat surat pernyataan di atas materai yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut sudah tutup.

 

6. Tidak Mempunyai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

Bagi kamu yang bekerja sebagai tenaga kerja kontrak, pada umumnya akan mempunyai surat perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

PKWT tersebut adalah surat perjanjian antara kamu dengan pihak perusahaan yang memberi pekerjaan.

PKWT ini biasanya akan diterima pada saat sebelum bekerja sebagai tenaga kerja kontrak.

Bagi kamu peserta BPJS yang sudah berhenti bekerja dikarenakan masa kontraknya sudah habis, maka kamu harus membawa PKWT pada sata mengajukan klaim BPJS.

Tanpa adanya PKWT tersebut, maka pengajuan klaim BPJS kamu akan ditolak.

Cara Mengatasinya:

Dalam hal ini kamu harus memastikan setelah kontrak kerja kamu selesai, maka kamu harus memegang PKWT tersebut.

Jika hilang cobalah untuk meminta kepada perusahaan pemberi kerja.

 

7. Tidak Mempunyai Akta dari PHI

Penyebab klaim BPJS ditolak yang selanjutnya adalah kamu tidak mempunyai akta dari PHI (Pengadilan Hubungan Industri).

Bagi kamu yang berhenti bekerja per 1 September 2015 dengan alasan diberhentikan atau PHK, dan kamu sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka kamu wajib melampirkan akta tersebut.

Pengadilan hubungan industri adalah sebuah lembaga yang mempunyai tugas untuk menangani perselisihan yang terjadi dalam dunia kerja, termasuk antara pegawai dengan perusahaan.

Akte dari PHI ini merupakan dokumen kesepakatan antara pekerja, perusahaan, dan juga pihak BPJS Ketenagakerjaan, yang mempunyai fungsi untuk mengantisipasi jika terdapat berbagai tuntutan di kemudian hari.

Akte ini biasanya akan diterima pada saat pegawai diberhentikan bekerja atau di PHK oleh perusahaan.

Cara Mengatasinya:

Apabila kamu belum mempunyai akta dari PHI ini, silahkan kamu meminta kepada perusahaan tempat kamu bekerja sebelumnya supaya dibuatkan akta tersebut.

 

8. Tidak Mempunyai Buku Tabungan Pribadi

Penyebab klaim BPJS yang ke-8 adalah tidak mempunyai buku tabungan sendiri.

Perlu kamu ketahui bahwa sekarang setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mengajukan klaim, wajib mempunyai buku tabungan pribadi.

Ingat ya  buku tabungan pribadi, bukan buku tabungan milik orang lain atau keluarga dekat.

Persyaratan tersebut wajib untuk dilakukan oleh setiap peserta. Hal tersebut dikarenakan peraturan per tanggal 1 September 2015.

Cara Mengatasinya:

Apabila kamu belum mempunyai buku tabungan sendiri, silahkan kamu membuatnya terlebih dahulu.

Kamu bebas membuatnya di bank mana saja. Hal tersebut dikarenakan tidak ada peraturan yang mewajibkan kamu untuk membuka rekening di sebuah bank saja.

 

9. Belum Memenuhi Masa Tunggu

Sebelumnya sudah dibahas kalau untuk melakukan klaim BPJS 100% harus mempunyai status sedang atau sudah tidak bekerja.

Walaupun demikian bukan berarti kamu dapat langsung mengajukan klaim BPJS pada saat kamu baru saja berhenti dari pekerjaan kamu.

Cara Mengatasinya:

Dalam hal ini tidak ada cara lain yang dapat kamu lakukan kecuali sabar menunggu selama 30 hari atau 1 bulan.

30 hari tersebut terhitung dari tanggal berhenti bekerja yang tercantum di dalam paklaring.

Misalnya di paklaring tercantum bahwa kamu berhenti bekerja pada 19 Maret 2027, maka kamu bisa melakukan klaim minimal pada tanggal 20 April 2027.

 

10. Menjadi Peserta BPJS Lagi

Pengajuan klaim BPJS sebesar 100% hanya dapat dilakukan oleh peserta yang sudah tidak bekerja di tempat kerja yang mendaftarkan pekerjanya pada program BPJS Ketenagakerjaan.

Jika sebelumnya kamu sudah berhenti bekerja, akan tetapi dalam waktu 1 bulan belum sempat melakukan klaim dan sudah terlanjur bekerja di perusahaan baru, maka saldo BPJS dari perusahaan lama belum bisa dicairkan.

Cara Mengatasinya:

Cara mengatasi penyebab klaim BPJS ditolak yang satu ini adalah tidak ada. Kamu bisa menunggu sampai saat kamu berhenti bekerja lagi dari perusahaan yang baru tersebut.

Alangkah lebih baiknya jika saldo BPJS Ketenagakerjaan dari perusahaan yang lama dengan perusahaan yang baru digabungkan saja.

Hal tersebut agar suatu ketika akan melakukan klaim, sudah tidak repot lagi karena saldo sudah tidak terpisah – pisah di dalam beberapa kartu.

 

11. Scan Dokumen Tidak Terbaca

Scan Dokumen Tidak Terbaca

Penyebab yang satu ini hanya berlaku bagi kamu yang melakukan proses pencairan atau klaim secara online.

Apabila ukuran hasil scan yang kamu lakukan terlalu kecil, kualitasnya tidak bagus, buram, maka dipastikan pengajuan klaim BPJS yang kamu lakukan akan ditolak.

Hal tersebut karena dokumen yang kamu kirimkan sulit direkam oleh sistem BPJS.

Cara Mengatasinya:

Cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan scan kembali dokumen – dokumen tersebut dengan ukuran minimal 100 Kb dan maksimal 1,8 Mb.

Dan disarankan untuk menggunakan format file PDF. Atau apabila menggunakan format gambar seperti JPEG, PNG, dan lain sebagainya, sebaiknya menggunakan kamera dan pencahayaan yang bagus.

 

12. Data RT / RW Berbeda Antara di KK dan KTP

Penyebab klaim BPJS ditolak yang ke-12 adalah data RT atau RW yang berada di KK (kartu keluarga) berbeda dengan yang ada di KTP (kartu tanda penduduk).

Hal ini sering kali tidak diperhatikan oleh para peserta BPJS Ketenagakerjaan. Padahal data yang berbeda ini akan menyebabkan klaim BPJS ditolak.

Cara Mengatasinya:

Hal ini biasanya sering terjadi bagi para peserta yang pindah rumah. Oleh karena itu, apabila ada perbedaan, maka para peserta wajib menyertakan surat keterangan pindah rumah (RT / RW) dari kelurahan setempat.

 

13. Perbedaan NIK yang Ada di KK dan KTP

Penyebab klaim BPJS Ketenagakerjaan ditolak yang terakhir adalah terdapat perbedaan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang ada di KK dengan yang ada di KTP.

Kebanyakan dari para peserta BPJS menganggap bahwa perbedaan ini tidak terlalu penting, sehingga membuat mereka tidak peduli ketika adanya perbedaan.

Padahal NIK yang ada di kartu keluarga (KK) dengan yang ada di KTP (kartu tanda penduduk) haruslah sama.

Tentu saja jika ada perbedaan, maka pengajuan klaim BPJS yang dilakukan akan ditolak.

Cara Mengatasinya:

Dalam hal ini alangkah lebih baik jika kamu memastikan terlebih dahulu NIK yang ada di KK dengan yang ada di KTP harus sama.

Apabila ada perbedaan sebaiknya kamu melakukan perbaikan terlebih dahulu ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang berbagai penyebab klaim BPJS ditolak dan cara mengatasinya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar