√ 8 Perbedaan PT dan CV | Pengertian dan Syarat Mendirikan

MastahBisnis.com – Terdapat poin penting yang harus diperhatikan dalam membangun perusahaan bisnis.

Mengingat legalitas bisnis di Indonesia penting, maka memilih jenis usaha yang tepat untuk bisnis menjadi penting untuk perkembangan di masa depan.

Kerap kali kita dihadapkan dengan pertanyaan mengenai perbedaan antara PT dan CV bagi seseorang yang akan mendirikan badan usaha sebagai legalitas operasional pada bisnisnya.

Perbedaan keduanya perlu juga kita pahami, karena keduanya termasuk jenis badan usaha yang populer di Indonesia.

PT merupakan singkatan dari Perseroan Terbatas, sedangkan CV adalah commanditaire venootschap atau perseroan comanditer.

Kemudian apa perbedaan PT dan CV? Bagi yang akan mendirikan badan usaha untuk kepentingan bisnis, wajib mengetahui perbedaannya.

Karena jangan sampai pendirian usaha mengalami masalah dikemudian hari karena ketidaktahuan pemahaman.

CV dan PT memiliki banyak perbedaan, dari sisi hukum maupun operasionalnya. Baca terus artikel ini untuk temukan jawabannya!

Pengertian PT dan CV

pengertian pt dan cv

Untuk mengetahui perbedaan dari PT dan CV, kita terlebih dulu tau mengenai pengertian dari kedua jenis badan usaha tersebut, diantaranya,

CV merupakan sebuah badan usaha yang terbentuk dari satu orang atau lebih dengan cara meminjamkan uang.

Dalam badan usaha CV ada yang bertugas sebagai pengelola aktif. Sedangkan ada satu pihak yang berperan sebagai pemberi modal.

Sedangkan PT adalah singkatan dari perseroan terbatas. PT merupakan sebuah badan usaha yang dilindungi oleh hukum dengan modal yang terdiri dari saham.

Selain itu, PT juga dibentuk berdasarkan perjanjian dan melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang semuanya bisa terbagi dalam saham.

Salah satu perbedaan CV dan PT adalah pendirian PT sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 dan biasanya digunakan untuk perusahaan berskala besar.

Sedangkan CV biasanya digunakan oleh para pengusaha kecil menengah atau UMKM.

Berdasarkan penjelasan tersebut, ada beberapa hal mendasar yang menjadi perbedaan CV dan PT yang perlu Anda ketahui.

Hal ini sangat penting, sebab jika Anda salah dalam mendirikan usaha, maka akan berujung pada masalah legalitas perusahaan.

Perbedaan PT dan CV

perbedaan pt dan cv

Perbedaan dari PT dan CV dapat dibagi ke dalam beberapa kategori, diantaranya:

1. Bentuk Usaha Badan Hukum

Perbedaan PT dan CV yang pertama dapat dilihat dari bentuk usaha badan hukumnya.

Berdasarkan bentuk usaha badan hukum, PT memiliki badan hukum digunakan untuk usaha kecil, menengah, atau besar.

PT adalah badan usaha berbentuk badan hukum diatur UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang PT.

Aturan terkait PT telah mengalami perubahan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Badan usaha berbentuk PT setelah mendapatkan pengesahan dari Kemenkum HAM wajib mencantumkan frasa PT dan nama tersebut tak boleh dipakai perusahaan lain.

Sedangkan CV tidak berbentuk badan hukum, maka dari itu tidak ada peraturan tertentu yang menjadi dasar hukumnya.

Hal tersebut yang membuat CV lebih dipilih oleh para penggiat Usaha Kecil Menengah (UKM).

Syarat pendirian CV lebih mudah dibandingkan mendirikan PT. Karena itu, membuat CV banyak dipilih sebagai badan usaha untuk bisnis UMKM.

Bagi badan usaha berbentuk CV, tak ada aturan khusus pencantuman statusnya.

Nama perseroan bisa saja memiliki kemiripan atau kesamaan antara satu CV dengan CV lainnya.

Perbedaan PT dan CV adalah juga terletak pada struktur kepengurusan. Pengurusan PT dilakukan oleh direksi yang dipilih berdasarkan RUPS.

Sementara pemegang saham tidak berwenang untuk mengelola mengurus PT, kecuali jika pemegang saham perusahaan tersebut memang ditunjuk RUPS sebagai anggota direksi.

Dalam CV, pengurusan perseroan terbagi dalam dua golongan yakni sekutu aktif dan sekutu pasif.

Sekutu aktif bertugas mengurus perusahaan, sementara sekutu pasif tidak memiliki wewenang mengelola perusahaan dan hanya bertindak sebagai penyetor modal.

2. Modal Dasar Perusahaan

Perbedaan PT dan CV yang selanjutnya dapat dilihat dari modal dasar perusahaan.

Berdasarkan modal perusahaan, modal dasar pada Perseroan Terbatas (PT) ditentukan berdasarkan kesepakatan awal para pendiri PT, selain itu 25% dari jumlah modal harus disetor penuh.

Sedangkan di Commanditaire Vennootschap (CV), setiap mitra yang terlibat wajib memasukkan pendapatan ke dalam perusahaan.

Tidak ada jumlah minimum pemasukkan yang harus dilakukan, tetapi hal ini akan memengaruhi distribusi keuntungan.

3. Proses Pendaftaran dan Nama Perusahaan

Perbedaan PT dan CV yang selanjutnya dapat dilihat dari proses pendaftaran dan nama perusahaan.

PT wajib untuk mencantumkan frasa dalam namanya dan nama tersebut tak boleh sama dengan perusahaan lain.

Beda halnya dengan CV, pendiri tak harus mencantumkan CV dan terdapat kemungkinan kesamaan nama antara CV satu dengan lainnya.

Dalam prosesnya, PT cenderung memakan waktu lebih lama karena harus mengikuti prosedur Kemenkumham yang cukup panjang.

Sementara CV tak membutuhkan pengesahan khusus dari Kemenkumham sehingga prosesnya cukup singkat.

4. Kegiatan Usaha

Perbedaan PT dan CV yang selanjutnya dapat dilihat dari berbagai kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan.

Berdasarkan kegiatan usahanya, Perseroan Terbatas (PT) lebih fleksibel dalam bidang yang dijalankannya, diantaranya:

  • Pendirian PT meliputi kegiatan usaha perdagangan, pembangunan (kontraktor), pertambangan, pertanian, perbengkelan, dan jasa angkutan darat untuk industri percetakan.
  • Pendirian PT dengan bidang usaha khusus meliputi kegiatan usaha seperti: Forwarding, Perusahaan Pers, Perekaman Film dan Video, Radio Penyiaran Swasta, Pariwisata, Marine Freight Forwarding, Air Freight Forwarding, dan Pelayaran, Angkutan Udara Komersial, Perusahaan Bongkar Muat.

Sedangkan Commanditaire Vennootschap (CV) memiliki keterbatasan dalam menjalankan kegiatan usaha.

Bidang yang dapat dijalankan oleh CV antara lain: Pembangunan (Kontraktor) sampai dengan Grade 4, Perindustrian, Perbengkelan, Perdagangan, Pertanian, Percetakan, dan Jasa.

5. Struktur Kepengurusan

Perbedaan PT dan CV yang selanjutnya dapat dilihat dari struktur kepengurusan perusahaan.

Menurut struktur kepengurusan, pengurusan perseroan terbatas (PT) dilakukan oleh Direksi dan bawahannya.

Semua keputusan diambil berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pemegang saham yang tidak berwenang dilarang melakukan pengurusan.

Sedangkan pengurusan Commanditaire Vennootschap (CV) dilakukan oleh mitra aktif yang telah diberi wewenang.

Mitra pasif dilarang menjalankan kepengurusan meskipun diberi wewenang untuk menjalankan kepengurusan.

6. Prosedur Pendirian

Perbedaan PT dan CV yang selanjutnya dapat dilihat dari prosedur pendirian perusahaan.

Berdasarkan prosedur pendirian, Perseroan Terbatas (PT) memerlukan persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM.

Selain itu juga diperlukan adanya Notaris yang akan mewakili pengajuan permohonan kepada Menteri Hukum dan HAM.

Setelah itu, Menteri Hukum dan HAM akan mengeluarkan Surat Keputusan yang menyatakan bahwa PT tersebut dianggap sah.

Persyaratan yang diperlukan untuk mendirikan PT antara lain:

  • Didirikan oleh sedikitnya dua orang, dan masing-masing harus mengambil bagian saham.
  • Pendirian tersebut berbentuk akta notaris di mana semua dokumen harus dibuat dalam bahasa Indonesia.
  • Harus ada pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM, sehingga berstatus badan hukum yang sah.

Sedangkan pada Commanditaire Vennootschap (CV) pendiriannya tidak memerlukan persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM.

Pendiriannya hanya perlu didaftarkan melalui Sistem Administrasi Badan Usaha di Kementerian Hukum dan HAM.

Setelah semua proses dilakukan, Menteri Hukum dan HAM akan menerbitkan sertifikat terdaftar dan menunjukkan bahwa CV tersebut telah terdaftar secara sah dan resmi di sistem.

Persyaratan yang dibutuhkan untuk membuat CV antara lain:

  • Didirikan oleh minimal dua orang.
  • Pendirian tersebut berbentuk akta notaris di mana semua dokumen harus dibuat dalam bahasa Indonesia.
  • Pendaftaran Sistem Administrasi Badan Usaha Kementerian Hukum dan HAM.

7. Tujuan Perusahaan

Perbedaan PT dan CV yang selanjutnya dapat dilihat dari tujuan yang ada di dalam perusahaan

Perusahaan berbentuk CV memiliki tujuan yang terbatas pada bidang tertentu saja dibanding PT.

Bidang tersebut seperti perdagangan, pembangunan, perindustrian, perbengkelan, pertanian, percetakan, dan jasa

Sementara itu, PT dibolehkan untuk menjalankan usaha sesuai dengan tujuan pendiriannya, dan tentunya lebih luas daripada yang sudah disebutkan dalam bidang CV.

Misalnya seperti PT non-fasilitas di bidang perdagangan, perbengkelan, pembangunan, jasa, dan sejenisnya.

Atau PT usaha khusus seperti forwarding, perusahaan pers, pariwisata, perusahaan bongkar muat, dan lain-lain.

8. Pemungutan Pajak

Perbedaan CV dan PT yang terakhir adalah perbedaan dalam perpajakan.

Secara umum, baik PT maupun CV wajib membayar pajak dari gaji karyawan, tunjangan, dan pembayaran lainnya.

Hal yang sama juga berlaku jika PT atau CV menyewa tanah/bangunan objek pajak. Namun, pengenaan pajak kepada PT dan CV berbeda dari segi keuntungan.

Dalam CV, kekayaan pribadi dihitung sebagai aset perusahaan yang juga menghasilkan keuntungan. Maka dari itu, objek pajak dalam CV adalah laba usaha.

Sedangkan, dalam PT, aset perusahaan ada pada saham yang terbagi dalam masing-masing pemilik saham yang nantinya mendapat keuntungan berupa dividen.

Maka, objek pajak dalam PT adalah dividen yang juga berupakan objek pajak.

Syarat Mendirikan CV dan PT

syarat mendirikan cv dan pt

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, untuk mendirikan kedua jenis badan usaha ini ada perbedaan CV dan PT yang harus diperhatikan.

Syarat-syarat dalam pendiriannya pun juga berbeda.

1. Syarat Mendirikan CV

Berikut adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mendirikan sebuah badan usaha CV, di antaranya:

Syarat Umum:

  • Pendiri perusahaan minimal 2 (dua) orang yang selanjutnya akan disebut sebagai peserta aktif dan peserta pasif.
  • Adanya akta notaris dalam bahasa Indonesia.
  • Pendiri badan usaha CV haruslah warga negara Indonesia.
  • Kepemilikan 100% oleh pemilik bisnis lokal dan pihak asing dilarang untuk berpartisipasi.

Syarat Administrasi:

  • Dokumen e-KTP, NPWP, KK untuk pihak peserta aktif dan peserta pasif.
  • Fotokopi bukti kepemilikan tempat usaha jika ada, atau bukti persewaan, atau dokumen pendukung.
  • Surat keterangan tempat tinggal dari pemilik toko jika lokasi akan disewakan. Sebagai catatan, sejak diberlakukannya sistem zonasi, maka lokasi rumah tidak bisa digunakan sebagai tempat usaha dan penyewaan ruko harus mengikuti aturan zonasi usaha yang berlaku.
  • Fotokopi tanda terima pajak.
  • Izin Mendirikan Bangunan jika bangunan tersebut milik Anda.
  • Foto lokasi perusahaan.

2. Syarat Mendirikan PT

Berikut adalah syarat mendirikan PT di antaranya :

a. Pengajuan Nama PT

Pengajuan nama ini didaftarkan oleh notaris melalui Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Syarat yang dibutuhkan adalah:

  • Melampirkan formulir asli dan surat kuasa pendirian.
  • Melampirkan fotokopi e-KTP para pendiri dan para pengurus perusahaan.
  • Melampirkan fotokopi Kartu Keluarga pimpinan atau pendiri PT.

b. Pembuatan Akta Pendirian PT

Pembuatan akta pendirian dilakukan oleh notaris yang berwenang untuk selanjutnya akan mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM.

c. Pembuatan SKDP

Permohonan Surat Keterangan Domisili Perusahaan diajukan ke kantor kelurahan setempat yang sesuai dengan alamat PT.

Hal ini sebagai bukti keterangan atau keberadaan alamat perusahaan.

Perbedaan CV dan PT dalam hal ini dapat dilihat dari persyaratan yang dibutuhkan, yaitu:

  • Fotokopi Pajak Bumi dan Bangunan tahun terakhir.
  • Perjanjian Sewa atau Kontrak tempat usaha jika lokasi perusahaan Anda bukan berada di gedung perkantoran.
  • Kartu identitas e-KTP Direktur.
  • Keterangan Izin Mendirikan Bangunan jika PT tidak berlokasi di gedung perkantoran.

d. Pembuatan NPWP

Permohonan pendaftaran NPWP akan diajukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak sesuai dengan domisili PT.

Dokumen persyaratan yang diperlukan adalah:

  • NPWP pribadi Direktur PT.
  • Fotokopi KTP Direktur.
  • Surat Keterangan Domisili Perusahaan.
  • Akta pendirian PT.

e. Pembuatan Anggaran Dasar Perseroan

Permohonan ini nantinya akan diajukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk mendapatkan pengesahan Anggaran Dasar Perseroan sebagai badan hukum PT sesuai regulasi yang berlaku.

Dokumen persyaratan yang diperlukan adalah:

  • Bukti setor bank senilai dengan modal yang disetor dalam akta pendirian.
  • Bukti Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagai bentuk pembayaran berita acara negara.
  • Akta pendirian perusahaan asli.

f. Mengajukan SIUP

Surat Izin Usaha Perusahaan sangat berguna untuk PT saat menjalankan kegiatan usahanya.

Permohonan SIUP diajukan pada Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan/atau Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan sesuai dengan domisili PT didirikan.

g. Mengajukan Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Permohonan ini diajukan kepada Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan/atau Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan sesuai dengan domisili PT didirikan.

Nantinya setelah terdaftar, PT akan mendapatkan sertifikat TDP sebagai bukti bahwa perusahaan atau badan usaha yang didirikan sudah melakukan wajib daftar perusahaan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hal ini juga termasuk ke dalam perbedaan CV dan PT lainnya.


Diatas merupakan penjelasan dari beberapa perbedaan antara CV dan PT.

Selain untuk memperlihatkan perbandingan, kamu bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan antara CV dan PT dari artikel ini.

Nantinya bisa jadi pertimbangan dalam menentukan mana bentuk perusahaan yang lebih cocok untuk bisnismu.

Semoga penjelasan mengenai perbedaan PT dan CV pada artikel ini dapat membantu Anda. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar