Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional (international trade) merupakan suatu gambaran tentang bagaimana hubungan ekonomi dapat dilakukan oleh suatu negara dengan negara lainnya.

Perlu diketahui bahwa perdagangan internasional berkembang dalam ukuran yang besar.

Hal tersebut dikarenakan kerja sama yang dilakukan oleh berbagai negara dan adanya keinginan untuk mempromosikan suatu barang dan jasa secara bebas.

Dengan melakukan perdagangan dengan negara lain, maka mampu memberikan keuntungan dan membuat dampak pertumbuhan ekonomi suatu negara secara langsung.

Pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut bisa berupa perorangan, organisasi, maupun pemerintah.

Oke, untuk lebih jelasnya tentang perdagangan internasional, yuk simak pembahasannya dalam artikel ini.

Daftar Isi Lihat

Pengertian Perdagangan Internasional

pengertian perdagangan internasional

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa perdagangan internasional merupakan suatu hubungan ekonomi antar negara, jadi pengertiannya adalah sebagai berikut.

Perdagangan internasional adalah suatu kegiatan perekonomian dan perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan negara lainnya yang didasarkan pada kesepakatan bersama.

Penduduk yang dimaksud tersebut dapat berupa:

  • Antar perorangan (individu dengan individu).
  • Antara individu dengan pemerintah suatu negara.
  • Antar pemerintah (pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lainnya).

Apabila kita bandingkan dengan pelaksanaan perdagangan yang terjadi di dalam negeri, maka perdagangan internasional lebih rumit dan lebih kompleks.

Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor, yaitu sebagai berikut:

  • Antara pembeli dengan penjual keberadaannya dipisahkan oleh batas – batas negara.
  • Barang dagangan yang harus dikirim dan juga diangkut dari suatu negara ke negara lain harus melalui berbagai macam peraturan seperti pabean, yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan oleh setiap negara.
  • Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat banyak perbedaan muali dari bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, hukum perdagangan, dan lain sebagainya.

Perlu kamu ketahui bahwa tujuan utama dari dilakukannya aktivitas perdagangan ini, adalah untuk meningkatkan GDP (Gross Domestic Product) atau total nilai produksi barang dan/atau jasa pada sebuah negara selama 1 tahun dan mendapatkan keuntungan.

Dampak yang ditimbulkan dari pelaksanaan perdagangan ini dapat dirasakan dari segi sosial, transportasi, globalisasi, politik ekonomi guna membantu mendorong kemajian industri, dan hadirnya perusahaan multinasional.

 

Sejarah Perdagangan Antar Negara

Sejarah Perdagangan Internasional

Baca Juga: Etika Bisnis

Perlu kamu ketahui bahwa perdagangan internasional sendiri sudah ada sejak zaman kuno, ribuan tahun sebelum masehi yaitu perdagangan yang terjadi antar kerajaan.

Pada masa itu transaksi yang terjadi dilakukan dengan cara barter, walaupun ada juga yang sudah memakai mata uang seperti logam maupun perak.

Salah satu hal yang melatarbelakangi terjadinya perdahangan internasional adalah karena berkembangnya spesialisasi dalam hal kebutuhan dan juga kegiatan produksi.

Pada masa itu perdagangan yang terjadi antar kerajaan sangatlah terbatas.

Alasan utama yang mendasari adalah karena sulitnya transportasi, perjalanan jauh melewati daratan maupun lautan, biaya yang sangat mahal, dan penuh dengan risiko.

Seiring dengan perkembangan zaman, perdagangan internasional ini sudah semakin berkembang dan banyak dilakukan.

Terdapat beberapa fase perkembangan perdagangan internasional, yaitu sebagai berikut.

Abad Pertengahan

Sejak runtuhnya kekaisaran Romawi, perdagangan yang teradi di daratan Eropa lamat laun semakin berkembang selama abad ke 12 dan 13.

Untuk dapat menjalin keamanan perdagangan yang dilakukan dalam jarak jauh, maka para pedagang membentuk suatu asosiasi yang melindungi pedagang ketika bepergian ke luar negeri.

Walaupun perdagangan mulai ramai, namun hubungan dagang yang terjadi antara Asia dengan Eropa masih sangat terbatas pada masa itu.

Alasannya adalah biaya perjalanan lintas benua yang masih dibilang sangat mahal, dan pada saat itu Asia masih menganggap Eropa belum terlalu bernilai sebagai wilayah ekspor.

Masa Perang Dunia

Pada saat masa perang dunia perdagangan internasional mengalami kemunduran. Akan tetapi kemunduran tersebut tidak separah kemunduran pada saat terjadi krisis dunia pada tahun 1929.

Pada masa itu banyak perusahaan bangkrut dikarenakan minimnya transaksi ekspor impor yang terjadi di Eropa dan Amerika.

Pemulihan mulai muncul selama tahun 1930 an, akan tetapi kembali mengalami kemunduran dengan pecahnya Perang Dunia II.

Masa Informasi

Sejak berakhirnya Perang Dunia II pola pikir setiap negara perlahan berubah, mereka berlandaskan pada perubahan dan pembaruan.

Upaya perubahan yang terjadi dilakukan dengan berlandaskan pada kesadaran bahwa tidak ada negara yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.

Dengan demikian, suatu negara harus mampu bekerja sama dengan negara lainnya.

Perkembangan kerja sama dengan negara lain tersebut diikuti dengan berkembangnya teknologi informasi seperti internet.

Dengan menggunakan internet, maka kesepakatan transaksi bisa dilakukan dari tempat yang jauh sekalipun, dan pada akhirnya ekspetasi perdagangan internasional menjadi semakin cepat.

 

Teori Perdagangan Internasional

makalah perdagangan Internasional

Terdapat beberapa model atau teori yang menjelaskan tentang perdagangan internasional, yaitu sebagai berikut.

1. Teori Ricardian

Teori Ricardian ini berfokus pada kelebihan komparatif dan merupakan konsep terpenting dalam perdagangan internasional.

Dalam model yang disampaikan oleh Ricardian ini, negara mengkhususkan dalam memproduksi apa yang paling baik mereka produksi.

Tidak sama seperti teor atau model alinnya, rangka keraja model Ricardian ini mampu memprediksi dimana negara – negara akan menjadi spesialis secara penuh dibandingkan memproduksi berbagai macam barang komoditas.

Selain itu, model ini juga tidak secara langsung memasukkan faktor pendukung, seperti jumlah relatif dari buruh dan modal dalam negara.

2. Teori Heckscher Ohlin

Teori Heckscher Ohlin ini dibuat sebagai suatu alternatif dari model atau teori Ricardian dan dasar kelebihan komparatif.

Dengan mengabaikan kompleksitasnya yang jauh lebih rumit model ini tidak membuktikan prediksi yang lebih akurat.

Selain itu, dari sebuah titik pandangan teoritis model ini tidak memberikan suatu solusi yang elegan dengan menggunakan mekanisme harga neoklasikal ke dalam teori perdagangan internasional.

Teori Hecksher Ohlin berpendapat bahwa pola dari perdagangan internasional ditentukan oleh perbedaan yang berada dalam faktor pendukung.

Teori ini memberikan perkiraan bahwa apabila negara – negara akan melakukan ekspor barang yang membuat penggunaan intensif dari faktor pemenuh kebutuhan dan akan mengimpor barang yang akan memakai faktor lokal yang langka secara intensif.

Masalah empiris dengan model Hecksher Ohlin ini, dikenal dengan sebutuan Paradoks Leotief, yang dibuka dalam uji empiris oleh Wassily Leontief.

Uji empiris tersebut menemukan bahwa Amerika Serikat lebih cenderung untuk melakukan ekspor barang buruh intensif dibanding memiliki kecukupan modal.

3. Faktor Spesifik

Dalam teori ini, mobilitas buruh antara satu industri dengan yang lainnya sangatlah mungkin terjadi pada saat modal tidak bergerak antar industri pada jangka pendek.

Faktor spesifik ini lebih merujuk pada ke pemberian yaitu dalam faktor spesifik jangka pendek dari produksi, misalnya seperti modal fisik yang tidak secara mudah dipindahkan antar industri.

Teori ini mensugestikan apabila ada peningkatan yang terjadi dalam harga suatu barang, maka pemilik dari faktor produksi spesifik ke barang tersebut akan untuk pada term yang sebenarnya.

Pemilik spesifik berlawanan (misalnya seperti buruh dan modal) cenderung mempunyai agenda yang bertolak belakang pada saat melobi untuk pengendalian atas imigrasi buruh.

Model ini sangat cocok untuk memahami distribusi pendapatan, namun model ini tidak cocok untuk menentukan pola perdagangan.

4. Teori Garvitasi

Teori gravitasi perdagangan menyajikan suatu analisa yang lebih empiris dari pola perdagangan dibandingkan dengan ketiga model yang lebih teoritis di atas.

Pada bentuk dasarnya teori ini, menerka bahwasannya perdagangan berdasarkan jarak antar negara dan interaksi antar negara dalam ukuran ekonominya.

Teori gravitasi ini mengaplikasikan hukum gravitasi Newton yang juga memperhitungkan jarak dan ukuran fisik di antara 2 benda.

Model gravitasi ini sudah terbukti menjadi kuat secara empiris oleh analisa ekonometri.

Faktor lainnya, seperti tingkat pendapatan, hubungan diplomatik, dan kebijakan perdagangan juga dimasukkan dalam bersi yang lebih besar dari model gravitasi.

5. Teori Keunggulan Mutlak

Teori keunggulan mutlak ini disampaikan oleh Adam Smith. Dia menemukan bahwasanya suatu negara akan menjadi makmur jika mampu mengembangkan produksinya melalui perdagangan.

Supaya produksinya tersebut dapat meningkat, maka perlu adanya pembagian kerja internasional dalam menghasilkan barang.

Selain itu, dijelaskan bahwa perdagangan secara internasional akan mampu memberikan keuntungan pada suatu negara dengan syarat negara yang melakukan produksi menetapkan harga yang lebih rendah dibandingkan harga yang sudah ditentukan negara lain.

Contoh, negara A menentukan produksi mobil sebanyak 5 mobil per jam sementara itu di negara B sebanyak 2 mobil per jam.

Kemudian untuk motor, negara A mampu memproduksi 3 motor per jam dan negara B mampu memproduksi 8 motor per jam.

Pertanyaannya kenapa terdapat perbedaan.

Hal tersebut dikarenakan di negara A terjadi efektifitas dan juga efisiensi produksi mobil, berbeda dengan negara B yang kurang efektif.

Demikian juga sebaliknya untuk produk motor, negara B lebih efektif.

Adanya perbedaan produksi dan juga efektifitas yang terjadi antar negara tersebut, maka dapat dilakukan pertukaran perdagangan secara internasional.

Yaitu dengan negara A membeli motor dari negara B dan negara B membeli mobil dari negara A.

Tentu saja hubungan tersebut akan memeberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.

6. Teori Keunggulan Komparatif

Teori keunggulan komparatif ini disampaikan oleh David Ricardo yang menjelaskan mengenai keuntungan komparatif yang diukur dalam ongkos nyata yang menggambarkan ongkos tenaga kerja.

Dalam teori ini suatu negara tidak memilik keunggulan mutlak pada produksi barang.

Suatu negara dapat melakukan perdagangan internasional yaitu dengan memilih barang yang paling efektif dan efisien untuk proses produksi.

Contoh, di negara A mampu memproduksi pesawat sebanyak 5 pesawat per bulan, sedangkan di negara B hanya mampu memproduksi 2 pesawat per bulan.

Selanjutnya, di negara A mampu memproduksi tank sebanyak 4 tank per bulan, sedangkan di negara B sebanyak 4 tank per bulan.

Akan tetapi, di negara A bahan baku pembuatan tank lebih mahal jika dibandingkan di negara B, sehingga negara B tetap dianggap lebih efisien dalam produksi.

Oleh karena itu, dari kejadian tersebut masih memungkinkan kedua negara untuk melakukan perdagangan.

 

Faktor Penyebab / Pendorong Perdagangan Antar Negara

Materi Perdagangan Internasional

Pada dasarnya setiap negara dalam menjalankan kehidupannya di dunia tentu saja akan melakukan interaksi dengan negara lainnya yang ada di sekitarnya.

Biasanya bentuk interaksi yang terjadi salah satunya berupa perdagangan antar negara atau perdagangan internasional.

Terdapat beberapa alasan yang menjadi latarbelakang atau penyebab atau pendorong terjadinya perdagangan anatar negara, yaitu sebagai berikut:

1. Revolusi Informasi dan Transportasi

Revolusi informasi dan transportasi ini ditandai dengan berkembangnya era informasi teknologi, pemakaian sistem dengan basis komputer, dan kemajuan dalam penggunaan satelit.

Selain itu, didukung pula dengan digitalisasi pemrosesan data, dan semakin berkembangnya alat komunikasi, serta masih banyak lagi.

2. Liberalisasi Ekonomi

Faktor penyebab yang selanjutnya adalah kebebasan dalam melakukan transaksi dan juga melakukan kerjasama.

Hal tersebut mempunyai implikasi bahwa setiap negara akan mencari peluang dengan melakukan interaksi dengan melalui perdagangan antar negara.

3. Interdependensi Kebutuhan

Setiap negara tentu saja mempunyai kelebihan atau keunggulannya masing – masing pada setiap aspek atau bisang tertentu.

Hal tersebut dapat ditinjau dengan melalui sumber daya alam, manusia, maupun teknologinya.

Semua hal tersebut akan mempunyai dampak pada ketergantungan suatu negara kepada negara lainnya.

4. Kebutuhan Devisa

Perdagangan antar negara juga dipengaruhi oleh kebutuhan akan devisa dari setiap negara.

Untuk dapat memenuhi segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya, setiap negara harus mempunyai cadangan devisa yang dipakai dalam melakukan pembangunan.

Salah satu yang menjadi sumber devisa bagi suatu negara adalah dari perdagangan internasional.

5. Asas Keunggulan Komparatif

Keunikan yang dimiliki oleh suatu negara dapat digambarkan dari apa yang dimiliki oleh negara tersebut yang tidak dimiliki oleh negara lainnya.

Hal tersebut tentu saja akan membuat negara yang mempunyai keunggulan tersebut bisa mengandalkan kelebihannya tersebut sebagai sumber pendapatannya.

6. Terdapat Perbedaan Selera

Dengan adanya perbedaan selera tentu saja akan memungkinkan suatu negara untuk dapat melakukan perdagangan.

Misalnya, antara negara A dan B sama – sama menghasilkan daging sapi dan juga daging ayam dengan jumlah yang tidak jauh berbeda.

Akan tetapi dalam hal ini penduduk negara A tidak begitu menyukai daging sapi, sedangkan penduduk negara B tidak menyukai daging ayam.

Sehingga, antara kedua negara tersebut bisa terjadi ekspor yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Caranya adalah dengan negara A melakukan impor daging ayam dan mengekspor daging sapi, sebaliknya negara B mengimpor daging sapi dan mengekspor daging ayam.

7. Perbedaan Kebudayaan dan Gaya Hidup

Adanya perbedaan kebudayaan dan juga gaya hidup di setiap negara juga bisa menjadi faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional.

Misalnya seperti berbagai macam barang seni atau kerajinan yang dihasilkan oleh suatu negara yang sangat kental dengan kebudayaan dan gaya hidup masyarakat di negata yang bersangkutan.

8. Terdapat Keanekaragaman Kondisi Produksi

Perdagangan dibutuhkan karena terdapat keanekaragaman keadaan produksi yang terjadi di setiap negara.

Misalnya saja, di negara A yang mempunyai iklim tropis bersosialisasi dengan cara memproduksi pisang dan kopi untuk dapat ditukarkan dengan barang dan atau jasa dari negara lain.

 

Jenis Perdagangan Internasional

Jenis Perdagangan Internasional

Terdapat beberapa jenis perdagangan internasional atau bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu sebagai berikut.

1. Ekspor

Ekspor adalah suatu kegiatan menjual barang ke luar negeri. Misalnya seperti pada saat Indonesia melakukan ekspor kopi ke Amerika.

Hal tersebut berarti Indonesia menjadi negara yang menjual kopi kepada Amerika. Terdapat 2 jenis ekspor, yaitu.

  • Ekspor Biasa

Ekspor biasa adalah pengiriman barang ke luar negeri sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Hal tersebut ditunjukan kepada pembeli yang berada di luar negeri dengan menggunakan letter of credit atau yang biasa disebut dengan L/C dengan ketentuan devisa.

  • Ekspor Tanpa L/C

Ekspor tanpa L/C adalah barang bisa dikirim terlebih dahulu, tanpa dibarengi dengan L/C.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan syarat harus mendapatkan izin dari kementrian perindustrian dan perdagangan.

2. Impor

Impor merupakan suatu kegiatan membeli barang yang berasal dari luar negeri.

Dengan kata lain impor ini merupakan kebalikan dari ekspor. Yang dimana, apabila Indonesia membeli pesawat dari Amerika, maka bisa dikatakan bahwa Indonesia melakukan impor pesawat dari Amerika.

3. Barter

Barter merupakan pengiriman barang yang dilakukan ke luar negeri untuk ditukarkan langsung dengan barang yang diperlukan dalam negeri.

Terdapat beberapa jenis barter, yaitu sebagai berikut.

  • Direct Barter

Direct barter adalah sistem pertukaran barang dengan barang yang menggunakan alat penentu nilai atau yang biasa disebut dengan denominator of value suatu mata uang asing.

Selain itu, penyelesaiannya dilakukan dengan melalui clearing pada neraca perdagangan antar kedua negara yang melakukan barter ini.

  • Switch Barter

Switch barter merupakan suatu sistem yang bisa diaplikasikan jika salah satu pihak tidak mungkin memanfaatkan sendiri barang yang akan diterimanya dari pertukaran yang dilakukan.

Oleh karena itu, negara yang melakukan impor bisa mengambil alih barang tersebut ke negara ketiga yang membutuhkan barang tersebut.

  • Counter Purchase

Counter purchase adalah suatu sistem perdagangan timbal balik yang terjadi antara 2 negara.

Misalnya, suatu negara menjual barang kepada negara lai, maka negara yang bersangkutan juga harus membeli barang dari negara tersebut.

Artinya apabila negara A menjual barang kepada negara B, maka negara A harus membeli barang kepada negara B.

  • Buy Back Barter

Buy back barter adalah suatu sistem penerapan alih teknologi dari suatu negara maju kepada negara berkembang.

Alih teknologi tersebut dilakukan dengan cara membantu menciptakan kapasitas produksi di negara berkembang, yang nantinya hasil dari produksi tersebut akan ditampung atau dibeli kembali oleh negara maju.

4. Konsinyasi

Konsinyasi adalah pengiriman barang yang dimana barang tersebut belum ada pembeli pastinya di luar negeri.

Penjualan barang di luar negeri tersebut bisa dilakukan dengan melalui pasar bebas (free market) atau bursa dagang (commodites exchange) dengan cara dilelang.

5. Package Deal

Untuk dapat memperluas pasaran hasil di suatu negara terutama dengan negara – negara sosialis, maka dalam hal ini pemerintah hendaknya mengadakan perjanjian perdagangan (trade agreement) dengan salah satu negara.

Perjanjian tersebut memberikan ketetapan jumlah tertentu dari barang yang akan di ekspor ke luar negeri dan sebaliknya dari suatu negara akan mengimpor sejumlah barang tertentu yang di hasilkan negara tersebut.

6. Penyelundupan

Penyelundupan adalah segala upaya yang mempunyai tujuan untuk memindahtangankan kekayaan dari suatu negara ke negara lain tanpa memenuhi berbagai ketentuan yang berlaku.

Terdapat 2 jenis penyelundupan, yaitu sebagai berikut.

  • Seluruhnya dilakukan secara ilegal.
  • Dan penyelundupan administratif / penyelundupan tidak kentara/ manipulasi.

7. Border Agreement

Bagi negara – negara yang saling berbatasan dekat, hubungan perdagangan yang terjadi dapat dilakukan dengan persetujuan tertentu (border agreement).

Hal tersebut mempunyai tujuan agar penduduk – penduduk yang berada di perbatasan negara dapat saling berhubungan.

Selain itu, mereka akan diberikan berbagai kemudahan dan kebebasan dalam jumlah tertentu dan wajar dalam perdagangan.

Border agreement ini ada 2 jenis, yaitu sebagai berikut.

  • Sea Border (Lintas Batas Laut)

Sistem perdagangan ini melibatkan 2 negara yang mempunyai batas negara berupa lautan.

Perdagangan yang terjadi dapat dilakukan dengan cara menyebrang laut.

  • Overland Border (Lintas Batas Darat)

Sistem perdagangan ini melibatkan 2 negara yang mempunyai batas negara berupa daratan.

Perdagangan yang terjadi dapat dilakukan dengan cara setiap penduduk negara tersebut melakukan interaksi dengan melewati batas daratan di setiap negara melalui persetujuan yang berlaku.

Baca Juga: Valuta Asing

 

Tujuan Perdagangan Internasional

Tujuan Perdagangan Internasional

Selain untuk mencari keuntungan, perdagangan internasional dilakukan dengan beberapa tujuan, yaitu sebagai berikut.

1. Meningkatkan Devisa Negara

Dengan terdapatnya perbedaan yang terjadi antara setiap negara, maka sebagai negara yang melakukan kegiatan perdagangan, salah satu yang menjadi tujuannya adalah untuk meningkatkan devisa.

Terdapat beberapa dampak atau imbas yang ditimbulkan dari kenaikan devisa ini, yaitu:

  • Pertumbuhan ekonomi
  • Berdampak pada stabilitas harga barang yang di ekspor
  • Dan eksistensi tenaga kerja

2. Guna Memenuhi Kebutuhan di Negara Lain

Hal tersebut tentu saja dikarenakan, suatu negara tidak hanya bisa mengandalkan produksi yang dilakukan di dalam negeri saja.

Oleh karena itu, suatu negara harus melakukan hubungan perdagangan dengan negara lain untuk dapat memenuhi kebutuhan satu sama lainnya.

3. Mendapatkan Keuntungan Internal dan Eksternal

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa terdapat tujuan murni pada saat menjalin hubungan perdagangan antar negara yaitu untuk mendapatkan atau mencari keuntungan.

Keuntungan yang dicari tersebut tentu saja bukan hanya keuntungan internal saja melainkan juga keuntungan eksternal.

Keuntungan internal adalah suatu keuantungan yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.

Misalnya keuntungan dari banyaknya pesanan yang diperoleh dari luar negeri, sehingga mampu meningkatkan ekspor perusahaan.

Keuntungan yang diperoleh tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan berbagai alat produksi atau menambah fasilitas yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan produksi.

Sedangkan keuntungan eksternal ini merupakan keuntungan spesialisasi.

Keuntungan spesialisasi adalah keuntungan yang terjadi akibat fungsi dalam meningkatkan efisiensi pemakaian berbagai macam faktor produksi.

Misalnya negara X dan Y sama – sama mempunyai kemampuan dalam memproduksi pesawat jet.

Akan tetapi, negara Y mampu memproduksi pesawat jet dengan cara yang lebih cepat dan efisien dari negara X.

4. Memperluas Pasar

Pada saat pelaksanaan proses produksi, kadang perusahaan tidak menggunakan alat produksinya dengan maksimal.

Hal tersebut dikarenakan mereka menghindari terjadinya kelebihan dalam melakukan produksi barang.

Pertanyaannya adalah mengapa hal tersebut dihindari?

Jawabannya adalah karena apabila produksi yang dihasilkan terlalu berlebihan akan menyebabkan turunnya harga pokok produk yang dijual.

Oleh karena itu, perdagangan internasional mempunyai tujuan supaya perusahaan dan juga para pengusaha bisa menjalankan alat – alat produksi nya dengan maksimal tanpa khawatir akan kelebihan produksi.

Sebab kelebihan produk yang terjadi tersebut bisa dijual ke luar negeri.

Tentu saja dengan melakukan hal tersebut, maka akan menyebabkan terbukanya berbagai pasar yang bisa menampung barang produksi tersebut.

5. Transfer Teknologi Modern

Melakukan perdagangan internasional tidak hanya bisa mendapatkan keuntungan berupa materi saja, melainkan bisa mendapatkan keuntungan dari segi teknologi.

Bagi negara berkembang bisa mengaplikasikan teknologi yang digunakan oleh negara maju.

Dengan semakin berkembangnya zaman, maka suatu negara tentu saja harus melakukan berbagai macam inovasi baru dengan menciptakan regenerasi teknologi yang lama dengan teknologi yang baru.

Hal tersebut tentu saja bertujuan untuk menambah keefektifan dan keefisienan dalam proses produksi.

 

Manfaat Perdagangan Internasional

Manfaat Perdagangan Internasional

Setelah dijelaskan tentang pengertian dan juga tujuan dari kegiatan perdagangan internasional, tentu saja udah tau kan apa saja manfaat dari adanya kegiatan perdagangan ini?

Masih belum tau juga? Oke tenang, akan dijelaskan.

Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh setiap negara yang melakukan perdagangan antar negara.

  • Meningkatkatkan hubungan persahabatan antar negara yang melakukan perdagangan internasional.
  • Kebutuhan yang ada di setiap negara akan dapat terpenuhi.
  • Mampu mendorong kegiatan produksi barang dengan maksimal.
  • Dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan juga teknologi.
  • Setiap negara mampu melakukan spesialisasi produk.
  • Memperluas lapangan pekerjaan.
  • Memperluas jangkauan pasar untuk meningkatkan keuntungan.
  • Dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.
  • Meningkatkan penyebaran sumber daya alam yang ada di suatu negara.

 

Dampak Perdagangan Antar Negara

Dampak Perdagangan Internasional

Perlu kamu ketahui bahwa segala sesuatu tentu saja memiliki dampak, baik itu yang positif maupun yang negatif demikian juga dengan perdagangan internasional pasti mempunyai kedua hal tersebut.

Dampak Positif Perdagangan Internasional

  • Saling membantu dalam memenuhi kebutuhan yang ada dalam setiap negara.
  • Meningkatkan produktivitas usaha yang ada di suatu negara.
  • Mengurangi pengangguran.
  • Menambah devisa.
  • Menjaga hubungan harmonis antar negara.
  • Menambah lapangan pekerjaan

Dampak Negatif Perdagangan Internasional

  • Menimbulkan sifat konsumtif.
  • Memunculkan sikap ketergantungan kepada negara lain.
  • Mempengaruhi nilai mata uang apabila impor lebih besar daripada ekspor.
  • Akan terpengaruhnya perekonomian yang ada di suatu negara oleh situasi dan kondisi pasar dunia.
  • Mempu mempengaruhi terhadap perubahan kebijakan pembangunan nasional yang sudah ditetapkan jika pengaruh global berdampak buruk pada kehidupan masyarakat.
  • Rentan terjadi eksploitasi terhadap sumberdaya.

 

Hambatan Perdagangan Antar Negara

Perdagangan Internasional ppt

Setiap negara tentu saja selalu menginginkan perdagangan yang dilakukannya selalu berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan.

Akan tetapi, apabila melihat kenyataannya perdagangan internasional ini mempunyai beberapa hambatan.

Hambatan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah setiap negara dalam rangka melakukan pengaturan dan juga melindungi ekonomi negaranya agar tetap stabil dan aman.

Berikut ini, merupakan beberapa hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan perdagangan internasional.

1. Perbedaan Mata Uang

Nilai mata uang yang berlaku di setiap negara tentu saja berbeda. Apabila mata uang negara yang melakukan ekspor nilainya berbeda jauh lebih besar, maka negara pengimpor tentu akan terbebani.

2. Terjadi Perang

Perang tentunya membuat hubungan suatu negara menjadi hancur dan akan membuat ekonominya menjadi terpuruk.

Hal tersebut dikarenakan kas negara yang ada lebih diutamakan untuk mendanai perang yang terjadi.

3. Kebijakan Tarif

Kebijakan tarif yang diberlakukan oleh suatu negara ini mempunyai tujuan untuk membatasi masuknya setiap produk yang diimpor dari luar negeri.

Oleh karena itu, setiap barang yang masuk pada akhirnya akan dikenai pajak. Peraturan tersebut dibuat dengan tujuan untuk melindungi produk dalam negeri supaya tidak kalah bersaing dengan produk impor.

4. Ada Lembaga – Lembaga Ekonomi Regional

Lembaga atau organisasi perdagangan internasional merupakan suatu perkumpulan yang dapat mengatur mengenai kebijakan ekspor dan juga impor yang dilakukan oleh setiap negara.

Hal tersebut akan menjadi suatu hambatan, jika suatu negara tidak bergabung dalam lembaga atau organisasi tersebut.

5. Kebijakan Non-Tarif

Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Dr Hamdy Hady kebijakan non-tarif adalah suatu peraturan perdagangan kecuali pajak yang masuk dan bisa menimbulkan terjadinya perubahan nilai.

Selain itu, mampu membuat manfaat perdagangan antar negara yang terjadi mejadi berkurang.

Misalnya, pembatasan kuota terhadap produk impor dari suatu negara, larangan impor secara mutlak dari suatu negara, pengaturan teknis pada barang impor tertentu, dan lain sebagainya.

Perlu kamu ketahiu bahwa kebijakan larangan impor diaplikasikan terhadap semua produk yang dinilai melanggar beberapa ketentuan dan juga persyaratan, seperti mencemari lingkungan.

6. Regulasi yang Panjang

Regulasi ekonomi yang diterapkan di setiap negara tentunya berbeda – beda.

Oleh karena itu, tidak jarang suatu kebijakan ekonomi yang berlaku di suatu negara mamapu menjadi hambatan dalam pelaksanaan perdagangan internasional.

Proses perizinan yang panjang dan pajak yang besar tentu saja akan membuat para pedagang akan mengalami kesulitan dalam menjual produknya.

 

Kebijakan Perdagangan Antar Negara

Perdagangan Internasional pdf

Kebijakan yang berlaku dalam perdagangan internasional mempunyai tujuan utama yaitu untuk melindungi industri yang ada di dalam negeri. Hal tersebut disebut juga dengan proteksi.

Proteksi yang ada di dalam perdagangan internasional ini terdiri dari beberapa macam, yaitu sebagai berikut.

1. Tarif

Tarif adalah suatu hambatan perdagangan yaitu dengan cara penetapan pajak terhadap seluruh barang impor.

Artinya pajak yang berlaku bagi seluruh barang yang berasal dari luar negeri jumlahnya lebih besar daripada pajak yang dikenakan pada barang dalam negeri.

2. Kuota

Kuota adalah suatu bentuk hambatan perdagangan yang menentukan jumlah maksimal dari suatu jenis barang yang bisa diimpor dalam suatu periode tertentu.

3. Politik Dumping

Politik dumping adalah suatu kebijakan yang dilakukan oleh suatu negara yang dilakukan dengan cara menjual barang ke luar negeri dengan harga yang lebih murah dibandingkan yang dijual di dalam negeri.

Kebijakan tersebut adalah diskriminasi harga secara internasional yang bertujuan untuk memperluas dan juga menguasai pasar dengan tujuan untuk memperluas dan juga menguasai pasar dengan mudah.

4. Larangan Ekspor

Pemerintah biasanya menerapkan kebijakan larangan ekspor apabila terdapat kegiatan ekspor yang tidak sesuai pertimbangan ekonomi, politik, dan sosial.

Akan tetapi kebijakan ini bisanya hanya dilakukan pada waktu – waktu atau kondisi tertentu saja.

5. Larangan Impor

Sudah sepantasanya suatu negara melindungi barang yang berasal dari dalam negeri, sehingga kegiatan impor yang berlebihan tentunya akan merusak pasar yang ada di dalam negeri dan juga untuk menghemat devisa.

6. Subsidi

Subsidi adalah suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan memberikan bantuan kepada produk – produk yang berasal dari dalam negeri.

 

Dokumen dalam Perdagangan Internasional

Dokumen Perdagangan Internasional

Dalam pelaksanaan perdagangan internasional tentunya dibutuhkan beberapa dokumen penting sebagai syarat agar terjadinya kesepakatan.

Dokumen ekspor dan impor yang ada dalam perdagangan internasional ini memenuhi seluruh persyaratan sebelum dan juga sesudah terjadinya transaksi.

Seluruh jenis dokumen yang ada di dalam setiap proses transaksi impor dan ekspor, baik yang dikeluarkan oleh pengusaha, perbankan, pelayaran, dan juga instansi, memiliki fungsi dan juga perannya masing – masing.

Oleh karena itu, seluruh dokumen yang berkaitan dengan perdagangan antar negara harus dibuat dan diteliti dengan cermat.

Pada dasarnya dokumen – dokumen yang dibutuhkan tersebut dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

  • Induk
  • Penunjang
  • Pembantu

Dokumen Induk Perdagangan Internasional

Dokumen induk adalah suatu dokumen inti yang dikeluarkan oleh BPUPI (Badan Pelaksana Perdagangan Internasional).

Yang dimana dokumen tersebut mempunyai fungsi sebagai alat pembuktian dalam proses pelaksanaan suatu transaksi. Terdapat beberapa macam dokumen induk, yaitu sebagai berikut:

1. Letter of Credit (L/C)

Letter of credit adalah surat yang dikeluarkan oleh suatu bank terhadap suatu permintaan dari importir yang ditujukan kepada eksportir yang berada di luar negeri.

Dimana surat tersebut memberikan hak kepada eksportir untuk menarik wesel – wesel atas importir yang besangkutan.

Misalnya, apabila Pak Rama ingin mengirimkan barang ke Surabaya dari koleganya yang berada di Korea, maka Pak Rama merupakan seorang importir, dan koleganya merupakan eksportir.

Sebagai seorang importir, maka Pak Rama dalam hal ini berhak mengajukan kepada bank untuk mempunyai hak mengirim wesel – wesel kepada sang kolega pada saat pelaksanaan perdagangan.

Baca Juga: Letter of Credit

2. Bill of Landing (B/L)

Bill of landing adalah suatu tanda terima barang yang sudah dimuat ke dalam kapal laut yang juga sebagai tanda bukti kepemilikan barang yang bersangkutan.

Surat tersebut dapat menjadi bukti akan 2 hal. Hal yang pertama adalah B/L dapat dijadikan sebagai bukti kepemilikan barang dalam kapal laut tersebut.

Hal yang kedua adalah B/L dapat dijadikan sebagai bukti bahwa adanya kontrak pengangkutan barang yang ada di dalam sebuah kapal laut.

Oleh karena itu, pada dasarnya B/L dapat memuat penjelasan bahwa barang yang dimiliki berada di dalam sebuah kapal.

Di dalam bill of landing ini termuat hak dan juga kewajiban yang terjadi antara pemilik barang dengan pihak jasa angkutan barang via laut tersebut.

Selain itu, merupakan bukti adanya kontrak atau perjanjian penganguktan barang dengan melalui laut.

3. Polis Asuransi

Polis asuransi adalah surat bukti pertanggungjawaban yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi atas permintaan yang berasal dari importir atau eksportir.

Surat tersebut dibuat dengan tujuan untuk menjamin keselamatan terhadap barang yang dikirim.

Polis asuransi ini sangatlah penting karena bisa menjadi bukti bahwa seluruh barang yang dikirim tersebut sudah diasuransikan.

Dokumen tersebut menjelaskan berbagai macam risiko yang mungkin bisa terjadi. Polis asuransi ini menjelaskan pihak mana yang akan meminta asuransi dan kepada siapa klaim akan dibayarkan.

Setiap asuransi wajib dibayar dengan valuta yang sama sesuai yang ada di dalam letter of credit, kecualai dalam syarat – syarat yang L/C ada pernyataan lain.

4. Faktur (Invoice)

Faktur adalah suatu dokumen yang sangat penting digunakan dalam proses perdagangan.

Dalam faktur akan bisa diketahui berbagai informasi tentang berapa jumlah wesel yang akan ditarik, jumlah penutupan asuransi, dan penyelesaian urusan bea masuk.

Faktur dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut:

  • Proforma invoice
  • Commercial invoice
  • Consular invoice

Dokumen Penunjang Perdagangan Internasional

Dokumen penunjang adalah suatu dokumen yang dikeluarkan untuk mempererat atau menjelaskan lebih lanjut mengenai keterangan yang ada di dalam dokumen induk, terutama yang ada di faktur.

Yang termasuk kedalam dokumen pendukung adalah sebagai berikut:

1. Packing List

Packing list adalah dokumen yang dibuat oleh eksportir yang menjelaskan tentang rincian dari barang – barang yang dipak, dibungkus, dan diikat dalam peti.

Biasanya dokumen ini dibutuhkan oleh bea cukai.

2. Certificate of Origin

Certificate of origin adalah surat pernyataan yang ditandatanganni untuk dapat membuktikan asal usul daru suatu barang.

3. Certificate of Inspection

Certificate of inspection adalah surat keterangan yang menjelaskan tentang kondisi barang yang dimuat oleh independent surveyor, juru periksa barang atau badan resmi yang disahkan oleh pemerintah.

Dokumen ini mempunyai fungsi sebagai jaminan atas kualitas atau mutu, jumlah barang, ukuran, berat, kondisi, pengepakan, dan kuantitas dari pengepakan.

4. Certificate of Quality

Certificate of quality adalah dokumen yang menerangkan hasil analisis barang – barang di laboratorium perusahaan atau badan penelitian independen yang berkaitan dengan mutu barang yang diperdagangkan.

5. Manufacture’s Quality Certificate

Manufacture’s quality certificate adalah suatu dokumen yang menjelaskan tentang kualitas dari barang – barang, termasuk penjelasan mengenai kondisi baru atau tidaknya barang dan apakah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

6. Weight Note

Weight note adalah suatu catatan yang berisikan tentang detail berat dari setiap kemasan barang, seperti yang tercatat dalam commercial invoice.

Keterangan berat dari setiap barang yang dikapalkan berdasarkan pada letter of credit haruslah sama dengan yang terdapat pada dokumen pengapalan.

7. Measurement List

Measurement list adalah daftar yang mencakup ukuran dan takaran dari setiap kemasan seperti panajang, tebal, volume, dan garis tengah.

Ukuran yang tercantum dalam dokumen ini haruslah sama dengan syarat – syarat yang tercantum di dalam letter of credit.

8. Chemical Analysis

Chemical analysis adalah suatu pernyataan yang menjelaskan mengenai bahan – bahan apa saja, takaran bahan, dan kandungan bahan yang digunakan dalam membuat barang yang diperdagangkan.

Penelitian tentang bahan, takaran bahan, dan kandungan bahan dilakukan oleh badan analisis obat dan bahan kimia.

9. Bill of Exchange (Wesel)

Bill of exchange adalah suatu alat pembayaran yang memberikan perintah dengan tidak bersyarat secara tertulis yang ditunjukan dari suatu pihak kepada pihak lainnya.

Terdapat beberapa pihak – pihak yang terkait dengan wese, yaitu sebagai berikut:

  • Drawer (penarik), merupakan pihak yang menandatangani wesel.
  • Drawee (tertarik), merupakan pihak yang membayar.
  • Payee, merupakan pihak yang menerima wesel.
  • Endorsee, adalah pihak yang menerima perpindahan atau pengalihan dari wesel.

Dokumen Pembantu Perdagangan Internasional

Dokumen pembantu adalah beberapa dokumen tambahan dalam kegiatan perdagangan internasional.

Meskipun bukan merupakan dokumen pengkapalan, akan tetapi dokumen pembantu ini sering dibutuhkan untuk kelancaran penerimaan barang yang dikapalan di tempat importir atau eksportir.

Beberapa dokumen pembantu yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Freight Forwarder’s Receipt

Freight forwarder’s receipt adalah suatu tanda penerimaan barang dan pada umumnya adalah kontrak pengangkutan atau tanda kepemilikan dari barang selama dalam pengawasan maskapai pelayaran.

2. Delivery Order

Delivery order adalah suatu dokumen yang mempunyai fungsi sebagai surat jalan yang dikeluarkan oleh pihak eksportir.

3. warehouse Receipt

Warehouse receipt adalah suatu dokumen tanda terima yang dikeluarkan oleh gudang atas penerimaan barang dagangan.

Terkadang pihak bank terpaksa melakukan penyimpanan atas barang – barang dagangan impor yang tidak jadi ditebus oleh importir di dalam gudang.

4. Trust Receipt

Trust receipt adalah suatu dokumen yang dipakai oleh pihak importir untuk memperoleh atau mempunyai berbagai dokumen pengapalan sebuah L/C, supaya importir bisa menjual barang yang bersangkutan sebelum membayar/menebus berbagai dukumen pengkapalan tersebut kepada bank.

Dengan ditandatanganinya dokumen ini, maka importir mengikatkan diri kepada bank supaya mendapatkan hasil penjualan barang untuk melunasi pembayaran dokumen pengapalan kepada bank.

Selama barang dagangan belum laku terjual, maka hak atas barang dagangan masih tetap berada di tangan bank.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tengan perdagangan internasional. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Apabila ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar