Perseroan Terbatas (PT)

Kebanyakan orang hanya mengetahui PT sebagai bentuk usaha saja atau hanya mengetahui kepanjangan dari PT saja yaitu Perseroan Terbatas, namun tidak mengetahui ciri-ciri, tujuan, jenis-jenis, pendiriannya, kelebihan dan kekurangan PT.

Nah, pada artikel ini akan dibahas secara lengkap tentang Perseroan Terbatas (PT). Berikut merupakan ulasannya.

Pengertian Perseroan Terbatas (PT)

Sebetulnya, apa itu Perseroan Terbatas (PT) atau Naamloze Vennootschap (NV)?

Pengertian Perseroan Terbatas adalah suatu badan hukum yang didirikan atas perjanjian melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham – saham.

Disini para pemegang saham bertanggung jawab terbatas sebesar modal yang disetor dalam bentuk kepemilikan saham.

Saham – saham yang dijadikan sebagai modal pendirian Perseroan Terbatas ini bisa diperjualbelikan sehingga perubahan kepemilikan perusahaan bisa dilakukan tanpa harus membubarkan perusahaan.

Ketentuan – ketentuan tentang Perseroan Terbatas ini diatur dalam Undang – Undang RI Nomor 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.

Menurut pasal 1 Undang – Undang RI Nomor 1 tahun 1995 menyatakan bahwa:

Perseroan Terbatas yang selanjutnya disebut persero adalah badan usaha yang didirikan berdasarkan perjanjian melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang – undang ini serta peraturan pelaksanaannya.

 

Unsur – Unsur Perseroan Terbatas

Berdasarkan pengertian yang sudah disampaikan di atas, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa untuk bisa disebut sebagai perseroan terbatas harus memenuhi beberapa unsur sebagai berikut.

1. Berbentuk Badan Hukum

Perseroan terbatas adalah suatu badan hukum yang memiliki hak dan juga kewajiban, harta kekayaan yang terpisah secara tegas dengan hara kekayaan pemiliknya.

Selain itu juga dapat membuat perjanjian dengan pihak lain dan bisa bertindak sebagai pihak di depan pengadilan.

Bentuk yang berbadan hukum tersebut tentunya memberikan kepastian status PT dalam hukum Indonesia.

Status tersebut selanjutnya memberikan kewenangan kepada PT untuk dapat melakukan berbagai macam perbuatan hukum selayaknya subjek hukum.

Tentu saja kegiatan tersebut tidak boleh bertentangan dengan berbagai norma dan juga kaidah yang berlaku.

2. Didirikan atas Dasar Perjanjian

Unsur ini mengharuskan pendirian PT terdiri dari minimal 2 orang atau pihak. Hal tersebut karena pada dasarnya tidak ada perjanjian yang terbentuk apabila hanya ada 1 pihak saja.

Persyaratan tersebut sudah diatur dalam rumusan pasal 7 ayat 1 UU PT tahun 1995.

Undang – undang tersebut mengatur bahwa sebuah PT didirikan oleh 2 orang atau pihak atau lebih dengan akta notaris yang dibuat dengan menggunakan bahasa Indonesia.

3. Melakukan Kegiatan Usaha

PT adalah salah satu bentuk badan usaha. Sudah semestinya setiap perseroan terbatas yang dibentuk atau didirikan tentunya melakukan aktivitas usaha.

Hal tersebut karena tujuan dari didirikannya sebuah PT adalah untuk mendapatkan pendapatan dan keuntungan.

Salah satu kewajibannya sebagai badan hukum adalah menyelenggarakan pembukuan.

4. Modal Terbagi atas Saham

Dalam KUHD tidak terdapat ketentuan yang mengatur tentang batas minimal modal dasar (statuer) suatu PT yang baru didirikan.

Berbeda hal nya dengan KUHD, dalam UU no 1 tahun 1995 tentang PT, besarnya jumlah minimal modal dasar adalah Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) yang ditegaskan dalam pasar 25.

Ketentuan tersebut selanjutnya mengalami perubahan sebagaimana yang sudah ditentukan dalam pasal 41 ayat 1 UUPT yang mengatur bahwa besarnya modal dasar PT minimal Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

5. Memenuhi Syarat Tertentu UU no 1 th 1995

Lahirnya undang – undang yang mengatur tentang PT menghadirkan dasar hukum dan pedoman paling baru dari PT di Indonesia.

Istilah “perseroan” ini merujuk pada cara dalam menentukan modal, yaitu yang terbagi dalam saham.

Kemudian istilah “terbatas” merujuk pada batas tanggung jawab para pemegang saham, yaitu yang hanya sebatas jumlah saham yang dimiliki saja.

 

Unsur – Unsur PT Sebagai Badan Hukum

Sebagai suatu badan hukum, sebuah perseroan harus dapat memenuhi beberapa unsur badan hukum seperti yang sudah ditentukan dalam undang – undang PT.

Berikut ini merupakan beberapa unsur tersebut.

1. Organisasi yang Teratur

Sebagai suatu organisasi yang teratur, dalam PT dikenal dengan adanya organ perseroan yang terdiri dari:

  • Rapat umum pemegang saham (RUPS)
  • Direksi
  • Komisaris

Struktur tersebut sesuai dengan pasal 1 ayat 2 UUPT. Ke-3 komponen tersebutlah yang menggerakkan suatu perseroan.

Oleh karena itu konsep organisasi yang teratur tersebut bisa direalisasikan atau dilaksanakan dengan baik.

2. Kekayaan Tersendiri

Perseroan mempunyai kekayaan tersendiri yang berupa modal dasar. Berdasarkan pasal 31 ayat 1 UUPT modal dasar tersebut terdiri dari seluruh nilai nominal saham dan kekayaan dalam bentuk lain berupa benda bergerak atau pun tidak.

Kekayaan tersendiri dari perseroan tersebut akan memberikan konsekuensi yuridis bagi PT yang berkaitan dengan tanggungjawab nya sebagai debitur atau pihak ketiga yaitu hanya sebatas kekayaan yang dimiliki oleh perseroan.

3. Melakukan Hubungan Hukum Sendiri

Sebagai suatu badan hukum, status dari perseroan ini menjadi jelas di mata hukum. Hal tersebut karena tergolong dan dapat menjadi subjek hukum.

Oleh karena itu secara sah berhak dan juga berwenang melakukan hubungan hukum atau perbuatan hukum sendiri dengan pihak kedua atau ketiga dengan diwakili oleh Direksi.

Ketentuan tersebut sesuai dengan dengan pasal 14 Undang – Undang Perseroan Terbatas.

4. Mempunyai Tujuan Sendiri

Sebagai suatu badan usaha yang melakukan aktivitas usaha, sebuah perseroan wajib memiliki tujuan sendiri.

Tujuan tersebut ditentukan dalam anggaran dasar perseroan, hal tersebut diatur dalam pasal 2 UUPT.

Baca Juga: Firma (Fa)

 

Ciri – Ciri Perseroan Terbatas (PT)

Karakteristik atau ciri khas dari suatu badan usaha bisa dipakai untuk melakukan analisis apakah badan usaha tersebut termasuk PT atau bukan.

Mengacu dari pengertian PT yang sudah dijelaskan sebelumnya, berikut merupakan ciri – ciri PT:

  1. Tujuan pendiriannya adalah untuk mencari keuntungan (Profit oriented).
  2. Perseroan Terbatas atau PT mempunyai fungsi komersial dan fungsi ekonomi.
  3. Modal PT berasal dari dari saham – saham dan obligasi.
  4. Kekuasaan tertinggi terdapat pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
  5. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab sebesar modal yang disetorkan.
  6. Keuntungan yang diperoleh pemegang saham disebut deviden (pembagian hasil).
  7. PT dipimpin oleh direksi.
  8. Hubungan usaha PT diatur di dalam sebuah hukum perdata.

 

Jenis – Jenis Perseroan Terbatas (PT)

Pada umumnya terdapat 3 jenis Perseroan Terbatas (PT) dimana masing – masing jenis tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Berikut merupakan beberapa jenis PT:

1. Perseroan Terbatas Terbuka

Pengertian PT Terbuka adalah suatu Perseroan terbatas yang dimana masyarakat luas bisa ikut serta dalam menanamkan modalnya dengan cara membeli saham yang ditawarkan oleh PT Terbuka dengan melalui bursa dalam rangka menghimpun modal untuk investasi PT.

PT Terbuka ini biasa disebut juga dengan PT yang go-public.

Contoh PT Terbuka antara lain sebagai berikut:

  • Gudang Garam Tbk
  • Bank Rakyat Indonesia Tbk
  • Astra Agro Lestari Tbk
  • Astra International Tbk
  • Dan lain sebagainya

2. PT Tertutup

Pengertian PT Tertutup adalah jenis Perseroan Terbatas yang didirikan dengan tidak memperjual belikan saham – sahamnya kepada masyarakat umum, berarti tidak semua orang dapat menanamkan modalnya.

Modal yang diperoleh dari PT Tertutup ini hanya berasal dari kalangan tertentu saja.

Contoh PT Tertutup adalah sebagai berikut:

  1. Tirtamas Lestari
  2. Nissin Biscuit Indonesia
  3. Bakrie Group
  4. Dan lain sebagainya

3. PT Kosong

Pengertian PT Kosong adalah Perseroan Terbatas yang masih terdaftar sebagai badan usaha, mempunyai akta pendirian dan izin usaha, namun kegiatan usahanya sudah tidak berlangsung.

PT Kosong ini sudah tidak mempunyai aktivitas lagi, hanya tinggal nama yang masih terdaftar.

Contoh PT Kosong adalah sebagai berikut:

  • Adam Air
  • Asian Biscuit
  • Sarana Rekatama Dinamika
  • Semen Kupang
  • Dan lain sebagainya

 

Kelebihan dan Kekurangan Perseroan Terbatas (PT)

Setiap jenis badan usaha tentunya mempunyai kelebihan dan juga kekurangan tersendiri.

Berdasarkan pengertian dari PT yang sudah dijelaskan sebelumnya ada beberapa kelebihan dan kekurangan Perseroan Terbatas:

Kelebihan Perseroan Terbatas

  1. Tanggung jawab terbatas dari para pemegang saham terhadap uang – uang perusahaan.
  2. Kelangsungan Perseroan Terbatas sebagai badan hukum lebih terjamin, sebab tidak tergantung pada pemilik. Karena pemilik dapat berganti – ganti.
  3. Mudah untuk memindahkan hak kepemilikan dengan menjual saham kepada orang lain.
  4. Mudah untuk mendapatkan tambahan modal untuk memperluas volume usahanya, misalnya saja dengan mengeluarkan saham baru.
  5. Manajemen dan spesialisasi-nya memungkinkan pengelolaan sumber modal secara efisien dan efektif.

Kekurangan Perseroan Terbatas

  1. Merupakan subjek pajak tersendiri. Jadi, tidak hanya perusahaan saja yang kena pajak, deviden yang dibagikan kepada para pemegang saham juga dikenakan pajak.
  2. Pendirian PT jauh lebih sulit dari pendirian badan usaha lainnya. Pendirian PT memerlukan akta notaris dan juga izin khusus untuk usaha tertentu.
  3. Biaya pembentukan-nya relatif tinggi.
  4. Bagi sebagian orang, PT dianggap kurang aman dalam hal rahasia perusahaan. Hal ini disebabkan semua aktivitas perusahaan harus dilaporkan kepada pemegang saham.

 

Struktur Permodalan Perseroan Terbatas

Secara umum struktur permodalan sebuah perseroan di Indonesia adalah sebagai berikut.

1. Modal Dasar

Dalam anggaran dasar perseroan akan dicantumkan modal dasar yang mencerminkan estimasi modal yang akan dikeluarkan oleh perseroan.

Modal dasar tersebut dibagi dalam sejumlah saham dengan suatu nilai nominal tertentu.

Semakin besar nilai nominal lembar saham, maka akan semakin sedikit lembar saham yang harus dikeluarkan oleh perseroan, begitu pun sebaliknya.

Modal dasar dari perseroan tersebut ditetapkan oleh pemerintah dengan jumlah minimal Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

Hal tersebut berdasarkan pada pasal 32 ayat 1 UUPT.

2. Modal Ditempatkan

Berdasarkan pada pasar 33 ayat 1 UUPT, modal ditempatkan ke dalam perseroan harus minimal berjumlah 25% dari modal dasar.

Jika modal ditempatkan kurang dari batas minimal yang sudah ditentukan, maka perseroan tidak akan diakui, atau disahkan oleh pemerintah.

Selain itu, keberadaannya tidak dianggap sebagai perseroan terbatas, namun akan patuh pada ketentuan perusahaan persekutuan.

Apabila hal tersebut terjadi, maka antara harta pribadi dan juga harta perusahaan tidak akan terpisah dan para pemilik memiliki kewajiban untuk menyelesaikan semua kewajibannya.

3. Modal Disetor

Seluruh pendiri perseroan terbatas mempunyai tanggungjawab pada semua modal ditempatkan.

Namun meskipun demikian tidak harus melakukan penyetoran ke dalam perusahaan dilakukan ketika perusahaan baru beroperasi.

Terdapat batas kontribusi minimal yang harus disetor ke dalam perusahaan dan setiap negara memiliki kebijakan nya sendiri.

Berdasarkan pasar 33 ayat 1 UUPT, modal yang disetor ke perseroan terbatas harus lah berjumlah minimal 25% dari modal dasar.

 

Syarat Pendirian Perseroan Terbatas

Berikut ini merupakan beberapa syarat pendirian PT secara formal berdasarkan UUPT.

NoDasar HukumSyarat
1Pasar 7 ayat 1 UUPTDidirikan minimal oleh 2 orang atau lebih.
2Pasal 7 ayat 1 UUPTDibuat dengan akta notaris dengan menggunakan
bahasa Indonesia.
3Pasal 7 ayat 2 dan ayat 3 UUPTSetiap pendiri harus mengambil bagian atas
saham, kecuali dalam rangka peleburan
perseroan.
4Pasal 7 ayat 4 UUPTAkta pendirian harus disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia serta diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia (BNRI).
5Pasal 32 dan pasal 33 UUPTModal dasar minimal Rp. 50.000.000 dan modal
disetor minimal 25% dari modal dasar.
6Pasal 92 ayat 3 dan pasal 108 ayat 3 UUPTStruktur kepengurusan perseroan adalah adanya
direktur minimal 1 orang dan 1 orang komisaris.

 

Pendirian Perseroan Terbatas

Langkah – langkah untuk mendirikan badan usaha Perseroan Terbatas (PT) terdiri dari 5 tahapan berikut ini:

1. Pembuatan Akta

Para pihak yang ingin mendirikan Perseroan Terbatas harus menyiapkan akta yang didalamnya minimal memuat beberapa hal berikut.

  • Nama lengkap, tempat tanggal lahir, pekerjaan, tempat tinggal, dan kewarganegaraan pendiri.
  • Nama lengkap, susunan, tempat tanggal lahir, pekerjaan, tempat tinggal, dan juga kewarganegaraan anggota direksi serta komisaris yang pertama kali diangkat.
  • Rincian jumlah saham, nama pemegang saham yang sudah mengambil bagian saham, dan juga nilai yang diperjanjikan dari saham yang sudah ditempatkan serta disetor ketika pendirian.

2. Pembuatan Anggaran Dasar

Para pihak yang ingin mendirikan Perseroan Terbatas menyiapkan anggaran dasar yang di dalamnya memuat beberapa hal berikut.

  • Nama dan tempat kedudukan perseroan.
  • Maksud dan juga tujuan serta kegiatan usaha perseroan yang sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.
  • Jangka waktu berdirinya perseroan.
  • Besarnya jumlah modal dasar, modal yang ditempatkan, dan juga modal yang disetor.
  • Jumlah saham, jumlah klasifikasi saham apabila ada jumlah saham untuk setiap klasifikasi, hak – hak yang melekat pada setiap saham, dan nilai nominal setiap saham.
  • Susunan, jumlah, dan juga nama anggota direksi dan komisaris.
  • Penetapan tempat dan tata cara penyelenggaraan RUPS.
  • Tata cara pemilihan, pengangkatan, penggantian, dan juga pemberhentian anggota direksi dan komisaris.
  • Tata cara penggunaan laba dan pembagian deviden.
  • Ketentuan – ketentuan lainnya menurut Undang – Undang Perseroan Terbatas (UUPT).

3. Pengesahan Menteri Kehakiman

Akta notaris yang sudah dibuat harus memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman untuk mendapatkan status sebagai badan hukum.

Dalam pasal 9 UUPT disebutkan Menteri Kehakiman akan memberikan pengesahan dalam jangka waktu paling lama 60 hari setelah diterimanya permohonan pengesahan PT, lengkap dengan lampiran – lampiran nya.

Jika permohonan tersebut ditolak, Menteri Kehakiman akan memberitahukan kepada pemohon secara tertulis disertai dengan alasannya dalam jangka waktu 60 hari juga.

4. Pendaftaran

Akta pendirian atau pun anggaran dasar Perseroan Terbatas yang disertai dengan SK pengesahan dari Menteri Kehakiman selanjutnya wajib didaftarkan dalam daftar perusahaan paling lambat 30 hari setelah tanggal pengesahan Perseroan Terbatas atau tanggal diterimanya laporan.

5. Pengumuman dan Tambahan Berita Negara (TBN)

Jika pendaftaran dalam daftar perusahaan sudah dilakukan, maka selanjutnya direksi harus mengajukan permohonan pengumuman Perseroan Terbatas di dalam TBN paling lambat 30 hari terhitung sejak pendaftaran.

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan tentang perseroan terbatas. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu. Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar