Personal Finance

Jika kamu ingin bebas dari masalah keuangan, maka kamu perlu mengatur keuangan pribadi dan mempersiapkan masa depan kamu. Langkah awal dan sederhana yang perlu kamu lakukan adalah memahami personal finance.

Pada dasarnya, personal finance merupakan suatu proses perencanaan dan pengendalian keuangan dari unit pribadi (individu)/rumah tangga.

Penting bagi kamu untuk melakukan perencanaan keuangan sejak dini, agar bisa mencapai kebebasan financial.

Apa Itu Personal Finance?

pengertian personal finance
Credit: Freepik.com

Personal finance (keuangan pribadi) adalah suatu istilah atau ilmu dalam melakukan pengelolaan uang, tabungan, dan investasi.

Hal tersebut mencakup beberapa hal seperti penganggaran, perbankan, asuransi, hipotek, investasi, mengikuti program pensiun, dan lain sebagainya.

Keuangan pribadi ini berkaitan erat dengan memenuhi tujuan keuangan pribadi, apakah uang yang kamu hasilkan mampu memenuhi seluruh kebutuhan kamu.

Hal tersebut tentu saja tergantung pada pendapatan, pengeluaran kebutuhan hidup, tujuan, dan juga keinginan kamu.

Nah, untuk dapat memenuhi berbagai macam kebutuhan, maka kamu perlu untuk membuat perencanaan yang disesuaikan dengan batasan atau kondisi keuangan kamu.

Komponen Personal Finance

komponen keuangan pribadi
Credit: Freepik.com

Oke dalam artikel kali ini, kita akan fokus pada membagi komponen yang paling penting dalam personal finance dan mengeksplorasi setiap bagiannya secara detail.

Sehingga, kamu akan mempunyai pemahaman yang komprehensif tentang pembahasan kali ini.

Seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini, terdapat beberapa komponen atau aspek terpenting dalam keuangan pribadi seperti:

  • Pendapatan
  • Pengeluaran
  • Tabungan
  • Investasi
  • Asuransi
komponen personal finance
Credit: corporatefinanceinstitute.com

1. Pendapatan

Pendapatan ini mengacu pada sumber kas masuk yang diterima oleh setiap individu dan selanjutnya akan dipakai untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan keluarganya.

Hal tersebut merupakan titik awal dalam proses perencanaan keuangan pribadi kamu. Berikut ini merupakan beberapa sumber pendapatan:

  • Gaji
  • Bonus
  • Upah
  • Dividen
  • Bunga
  • Dan lain sebagainya

Seluruh sumber pendapatan tersebut menghasilkan uang tunai yang bisa kamu pakai untuk dibelanjakan, ditabung, diinvestasikan, atau untuk asuransi.

Sehingga, pendapatan merupakan titik pertama yang ada di dalam peta keuangan pribadi.

2. Belanja

Belanja adalah semua jenis pengeluaran yang dikeluarkan oleh setiap individu berhubungan dengan pembelian barang maupun jasa atau apa pun yang dikonsumsi.

Pada dasarnya seluruh pengeluaran ini bisa dibedakan menjadi 2 kategori yaitu tunai dan kredit.

Sebagian besar pendapatan seseorang akan dialokasikan untuk melakukan pengeluaran atau memenuhi kebutuhan.

Berikut ini merupakan beberapa pengeluaran umum yang sering terjadi:

  • Membayar sewa
  • Makanan dan minuman
  • Hiburan
  • Liburan
  • Bayar kartu kredit
  • Pajak
  • Dan lain sebagainya

Beberapa pengeluaran tersebut akan mengurangi jumlah pendapatan yang diterima oleh seseorang untuk asuransi, ditabung, dan diinvestasikan.

Apabila terjadi pengeluaran lebih besar dibandingkan dengan pendapatan, maka individu tersebut akan mengalami defisit.

Perlu kamu ingat bahwa mengelola pengeluaran sama pentingnya dengan menghasilkan pendapatan.

Biasanya seseorang mempunyai kendali yang lebih besar atas pengeluaran diskresioner mereka dibanding dengan pendapatan mereka.

Kebiasaan untuk mengaplikasikan pengelolaan belanja yang bijak merupakan suatu hal yang sangat penting untuk manajemen keuangan pribadi yang baik.

3. Tabungan

Tabungan yang dimaksud di sini mengacu pada kelebihan pendapatan yang disimpan untuk pengeluaran di masa yang akan datang.

Apabila ada surplus antara pendapatan dengan pengeluaran, maka surplus tersebut bisa dialokasikan sebagian untuk ditabung.

Menabung juga merupakan hal yang sangat penting dalam personal finance. Terdapat beberapa bentuk tabungan secara umum, yaitu:

  • Deposito
  • Rekening tabungan bank
  • Surat berharga pasar uang
  • Dan lain sebagainya

4. Investasi

Investasi berhubungan dengan pembelian suatu aset yang diharapkan akan menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperoleh aset tersebut.

Melakukan investasi tentu saja ada risiko yang menanti, dan tidak semua aset akan bisa menghasilkan tingkat pengembalian yang positif.

Sehingga, dalam hal ini kamu akan bisa melihat hubungan yang terjadi antara risiko dengan pengembalian.

Terdapat beberapa bentuk umum dari investasi, yaitu sebagai berikut:

  • Saham
  • Properti
  • Emas
  • Tanah
  • Komoditas
  • Reksa Dana
  • Dan lain sebagainya

5. Asuransi

Asuransi mengacu pada berbagai macam bentuk produk yang bisa dipakai untuk melindugi atau menjaga dari berbagai hal yang tidak terduga atau tidak bisa diprediksi.

Terdapat beberapa produk asuransi yang umum kita jumpai, yaitu sebagai berikut:

  • Asuransi jiwa
  • Asuransi kesehatan
  • Jaminan hari tua
  • Dan lain sebagainya

Strategi Personal Finance

strategi personal finance
Credit: Freepik.com

Semakin cepat kamu melakukan perencanaan keuangan, maka akan semakin baik dan cepat kamu bisa meraih kebebasan financial.

Namun, bagi kamu yang belum memulainya saat ini belum ada kata terlambat untuk memulainya.

Berikut ini merupakan beberapa praktik atau strategi terbaik untuk keuangan pribadi.

1. Melakukan Perencanaan Anggaran

Melakukan perencanaan anggaran merupakan langkah awal yang sangat penting untuk kamu lakukan.

Hal tersebut karena menyusun anggaran merupakan bagian yang fundamental dalam personal finance, sehingga harus dipikirkan dengan baik dan matang.

Dalam hal ini kamu mungkin bisa menerapkan penganggaran 50-20-20-10, yang artinya sebagai berikut:

  • 50% pendapatan setelah pajak dialokasikan untuk kebutuhan hidup, misalnya untuk membayar sewa, makan & minum, hiburan, liburan, transportasi dan lain sebagainya.
  • 20% dialokasikan untuk menabung pada salah satu atau beberapa bentuk tabungan seperti deposito, rekening tabungan bank, surat berharga pasar uang, dan lain sebagainya.
  • 20 % dipakai untuk melindungi diri dan/atau keluarga dari berbagai hal yang tidak terduga dan yang tidak diinginkan di masa depan.
  • 10 % digunakan untuk melakukan investasi pada berbagai jenis instrumen investasi, seperti saham, emas, tanah, dan lainnya.

Melakukan perencanaan anggaran tidak semudah yang dibayangkan, namun saat ini terdapat beberapa aplikasi yang bisa membantu dalam penganggaran pribadi.

Berikut merupakan beberapa aplikasi penganggaran pribadi yang bisa kamu gunakan:

2. Membuat Dana Darurat

Membuat dana darurat (tabungan) ini sangat penting, jika sewaktu-waktu ada pengeluaran yang tidak terduga misalnya seperti medias, atau pengeluaran sehari-hari ketika dikeluarkan dari pekerjaan.

Setidaknya kamu bisa mengumpulkan dana darurat sebesar 6 kali gaji bulanan kamu.

Hal tersebut untuk pengaman jika ketika kamu dikeluarkan dari pekerjaan , kamu tidak langsung mendapatkan pekerjaan.

Atau bisa juga untuk kebutuhan-kebutuhan yang diluar dari yang sudah direncanakan.

Rekomendasi besaran dana darurat adalah 20% dari pendapatan per bulannya. Kamu perlu disiplin dalam menyisihkan sebagian dari pendapatan yang kamu terima setiap bulannya.

3. Membatasi Hutang

Membatasi hutang memang terdengar cukup sederhana, namun pada kenyataannya bagi sebagian orang hal ini cukup sulit untuk dilakukan.

Terlebih, pada saat ini start up perbelanjaan online sudah menyediakan fitur pay later dengan diskon gila-gila an.

Supaya, pendapatan yang kamu dapatkan tidak selalu habis untuk membayar cicilan hutang, maka kamu perlu untuk membatasi jumlah hutang kamu.

Jangan sampai cicilan hutang kamu melebihi jumlah pendapatan yang kamu terima setiap bulannya.

Apalagi jika hutang tersebut bukan untuk sesuatu yang produktif, maka kamu harus menghindari hal tersebut.

4. Prioritaskan Kesejahteraan Diri Sendiri dan Keluarga

Sangat penting bagi kamu untuk mengikuti salah satu atau beberapa program pensiun yang ada.

Hal tersebut karena jika sewaktu-waktu kamu sakit biaya perawatan akan bisa ter-cover oleh asuransi, sehingga kamu tidak perlu mengeluarkan sejumlah uang lagi.

Atau mungkin jika sewaktu-waktu kamu meninggal, maka keluarga kamu akan bisa memenuhi seluruh kebutuhannya dari uang asuransi yang sudah kamu siapkan.

Atau bisa juga untuk mempersiapkan masa pensiun yang lebih sejahtera.

Semakin dini kamu mempersiapkan dana pensiun, maka hasil yang akan kamu terima nantinya akan semakin besar.

5. Melakukan Investasi

Investasi perlu kamu lakukan dengan tujuan untuk menjaga nilai uang kamu dari inflasi dan untuk meningkatkan pendapatan kamu.

Ada begitu banyak instrumen investasi yang bisa kamu pilih dan setiap instrumen mempunyai kelebihan dan juga kekurangannya masing-masing.

Dalam memilih instrumen investasi, penting bagi kamu untuk memahami risiko yang mungkin akan terjadi dan seberapa besar risiko yang bisa kita toleransi.

Hal tersebut karena setiap investasi mempunyai risiko yang berbeda-beda, sehingga kamu perlu menerapkan juga manajemen risiko investasi yang baik.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang personal finance. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silakan sampaikan di kolom komentar. Terima kasih.

Advertisements

Tinggalkan komentar

X

Advertisements