Proses Perubahan Harga Saham



Tidak sedikit orang yang sudah melakukan transaksi di bursa saham, tidak mengetahui proses terbentuknya harga dan proses perubahan harga saham secara mendasar.

Karena masih sangat sedikit orang yang mengetahui proses tersebut, maka dalam kesempatan kali ini Mastah Bisnis akan membahas secara lengkap mengenai proses terbentuknya dan perubahan harga saham.

Yuk, simak pembahasannya dalam artikel ini dengan seksama!!

Mekanisme Perdagangan Saham

Saham merupakan surat berharga yang memperlihatkan bahwa orang yang memilikinya adalah pemilik dari sebuah perusahaan.

Karena mempunyai sifat yang berharga, maka saham bisa diperjualbelikan. Perdagangan saham pada saat ini di pasar modal diakomodir oleh PT Bursa Efek Indonesia atau BEI dan perusahaan sekuritas sebagai perantara atas transaksi yang dilakukan antara pembeli dan penjual.

Sejak diaplikasikannya JAST (Jakarta Automatic Trading System) pada 22 Mei 1995, saham yang tadinya berbentu kertas sekarang sudah berbentuk digital atau dalam bentu scriptless (tanpa kertas) dan bisa ditransaksikan secara online.

Pada umumnya mekanisme perdagangan saham di pasar modal ini sama seperti yang terjadi di pasar konvensional.

Mekanisme Perdagangan Saham

Barang yang diperjualbelikan merupakan saham suatu perusahaan, sedangkan pasar yang dimana barang tersebut diperjualbelikan adalah Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penjual merupakan seorang investor yang sudah mempunyai saham dan mempunyai niatan untuk menjualnya.

Pembeli merupakan seorang investor yang belum mempunyai saham atau sudah mempunyai saham, tetapi ingin menambah jumlah sahamnya.

Kurir merupakan perusahaan sekuritas yang mempunyai tugas untuk melakukan penyelesaian pembayaran terhadap transaksi yang dilakukan dan penyerahan saham kepada pembeli saham.

 

Proses Terbentuknya Harga Saham

Proses pembentukan harga saham ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan proses terbentuknya harga tomat di pasar konvensional yang akan diilustasikan selanjutnya pada artikel ini.

Dalam hal ini terdapat pembeli dan juga penjual yang mempunyai peranan dalam mempengaruhi permintaan dan penawaran yang pada akhirnya mampu membentuk harga saham.

Pembeli dan juga penjual bertemu dalam sistem yang disebut dengan papan harga perdagangan saham di pasar modal.

Bid dan Offer Saham

Dalam hal ini semakin tinggi permintaan yang dilakukan oleh seorang pembeli dengan terus membeli saham karena kualitasnya yang bagus dan mempunyai prospek yang bagus pula, maka harga akan cenderung naik.

Apabila kualitas dari perusahaan yang sahamnya diperdagangkan tersebut kurang bagus dan mempunyai bisnis yang berisiko besar, maka harga sahamnya akan cenderung mengalami penurunan.

Hal tersebut dikarenakan sedikitnya pembeli yang mempunyai minat untuk membeli saham perusahaan tersebut.

Ilustrasi Terbentuknya Harga Saham

Proses terbentuknya harga saham di Pasar Modal Indonesia ini sama halnya dengan terbentuknya harga barang atau jasa di pasar konvensiaonal, yaitu berdasarkan pada permintaan dan penawaran.

Permintaan dan Penawaran Saham

Proses terbentuknya harga saham ini dapat diilustrasikan seperti terbentuknya harga tomat di pasar konvensional.

Seorang penjualan memberikan penawaran tomat dengan harga Rp 25.000 per Kg, sedangkan pembeli meminta harga tomat sebesar Rp 20.000 per Kg.

Harga tidak akan pernah terbentuk, apabila antara penjual dan juga pembeli tidak ada yang mengalah.

Akan tetapi, apabila ternyata pembeli membutuhkan tomat yang ditawarkan kepadanya karena mempunyai kualitas yang bagus dan gizi yang terkandung di dalam tomat sepadan, maka pembeli akan membeli di harga Rp 25.000 per Kg.

Dalam hal ini semakin banyak pembeli lain yang bersedia membeli tomat karena kualitasnya yang bagus, maka penjual bisa menaikkan harganya secara bertahap.

Hal tersebut tentu saja sesuai dengan prinsip dasar permintaan dan penawaran. Apabila permintaan lebih besar dibandingkan dengan penawaran, maka harga akan cenderung naik.

Sebaliknya, apabila permintaan lebih kecil dibandingkan dengan penawaran, maka harga akan cenderung turun.

 

Proses Perubahan Harga Saham

contoh proses perubahan harga saham

Keterangan
TickerMerupakan kode nama saham suatu perusahaan di bursa.
Last PriceMerupakan harga terakhir yang disepakati antara penjual dan pembeli pada sesi perdahangan hari tersebut.
ChangeAdalah perubahan harga atau pergerakan harga yang terjadi pada saat itu. Dengan kata lain merupakan selisih last price hari sebelumnya dengan last price hari sekarang.
PreviousAdalah last price yang terjadi pada hari sebelumnya.
NameAdalah nama perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa.
OpenMerupakan harga pembukaan saham pada saat transaksi dimulai atau pada saat pasar dibuka.
HighMerupakan harga tertinggi yang pernah terjadi pada suatu sesi atau periode perdagangan.
LowAdalah harga terendah yang pernah terjadi pada suatu sesi atau periode perdagangan saham.
VolumeAdalah jumlah seluruh saham yang ditransaksikan pada hari tersebut dalam satuan lot.
ValueAdalah nilai seluruh saham yang diperdagangkan pada hari tersebut dalam satuan Rp.
Bid VolumeMerupakan jumlah saham (lot) yang ingin dibeli oleh pembeli dalam suatu harga tertentu.
BidAdalah urutan berbagai harga yang dimana seorang pembeli bersedia untuk membeli sebuah saham.
Offer VolumeMerupakan jumlah saham (lot) yang ingin dijual atau ditawarkan kepada pembeli pada suatu harga tertentu.
Offer / AskAdalah daftar berbagai harga yang dimana seorang penjual bersedia untuk menjual sahamnya.
AddMerupakan perubahan yang terjadi pada offer volume ataupun bid volume.

Oke, supaya kamu lebih memahami tentang proses perubahan harga saham yang terjadi di pasar modal, berikut ini merupakan contohnya.

Contoh Perubahan Harga Saham

Pada tabel contoh di atas terlihat bahwa ada bid volume sebanyak 1.027.151 di harga Rp 2.660, artinya ada yang mau membeli sebanyak 1.027.151 lot di harga Rp 2660.

Maka apabila ada yang mempunyai 1.027.151 lot dan ingin menjualnya di harga Rp 2.660, maka tabelnya akan berubah menjadi berikut ini:

Perubahan harga saham ANTM

Yang perlu kamu perhatikan adalah, transaksi 1.027.151 lot tersebut mampu menyebabkan perubahan yang cukup banyak.

Perubahan yang terjadi yaitu pada last price, change, volume, dan value. Selanjutnya apabila ada yang ingin menjual saham ANTM sebanyak 1.000 lot di harga Rp 2.680, maka inilah yang akan terjadi.

ilustrasi perubahan harga saham

Jika diperhatikan, volume yang paling besar dari orang yang ingin membeli saham ada di harga Rp 2.640 dan Rp 2.630 ya kan?

Sedangkan untuk volume offer atau ask yang paling besar terdapat pada harga Rp 2.700.

Bisa dikatakan bahwa harga harga tersebut merupakan support dan juga resistance dari pergerakkan harga saham yang terjadi pada saat itu.

Akan tetapi perlu diingat bahwa volume permintaan dan juga penawaran tersebut bisa saja di cancel atau withdraw oleh pembeli atau penjual.

Cara Menaikkan Harga Saham

Katakanlah apabila saya merupakan orang yang memiliki banyak saham di ANTM, dan saya ingin harga penutupan pada hari ini (pukul 16.00) adalah sebesar Rp 2.710.

Untuk bisa melakukan hal tersebut, tentu saja saya bisa melakukan beberapa skenario.

Dari ketika pasar dibuka yaitu pukul 09.00, saya membuat antrean beli di harga Rp 2.670 sampai dengan Rp  2.700.

Kira – kira apa yang akan saya lakukan ketika akan penutupan pasar?

Oke, saya akan cancel order yang sudah saya lakukan di harga Rp 2.670 sampai dengan Rp 2.700 dan hanya menyisakan 1.000 lot.

Cancel atau withdraw order saham

Kemudian, saya akan pasang order beli lagi di harga Rp 2.710 sebanyak 4.001 lot. Loh bukannya kalo beli sebanyak 4.001 lot di harga Rp 2.710 semuanya akan terbeli di harga Rp 2.710?

Jawabannya adalah tidak, dalam hal ini saya akan mendapatkan best price terlebih dahulu.

Sehingga, saya akan mendapatkan saham di harga Rp 2.670 sampai dengan Rp 2.710 masing – masing sebanyak 1.000 lot, dan sebanyak 1 lot di harga Rp 2.710.

Pada akhirnya ketika pasar tutup (pukul 16.00) harga akan menjadi sebagai berikut.

proses kenaikan harga saham

Bagaimana mudah bukan cara mengubah harga saham? Kuncinya adalah kamu mempunyai modal atau jumlah saham yang besar.

Lalu siapa yang mempunyai modal atau jumlah saham yang besar? Jawabannya adalah bandar saham.

Jika demikian, apakah sebuah perdagangan saham diatur? Kalau demikian adanya, jika saya tidak memahami bandar dan melakukan tidakan berlawanan, bukankah saya bisa mengalami kerugian?

Oke, untuk mengetahui tentang bandarmology saham, silahkan kamu bisa membaca dalam artikel berikut ini.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang proses perubahan harga saham. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan saja di kolom komentar. Terimakasih.



Advertisements




Tinggalkan komentar

X

Advertisements