Rekening Giro

Rekening giro (RG) adalah istilah yang tidak asing lagi di dunia perbankan, namun masih banyak orang yang belum mengetahui secara detail.

Pada kesempatan kali ini dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap tentang giro nasabah saja. Berikut merupakan penejelasannya.

Pengertian Rekening Giro

Berdasarkan pada Undang – Undang Pokok Perbankan no 14 tahun 1967 bab 1 menyebutkan bahwa:

“Giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank, yang penarikannya bisa dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lain atau dengan cara pemindah bukuan.”

Berdasarkan pada Undang – Undang Perbankan no 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998 menyebutkan bahwa:

“Simpanan giro (SG) atau rekening giro (RG) adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya, atau dengan pemindahbukuan.”

Penarikan dana yang ada di rekening giro bisa menggunakan sarana penarikan bilyet giro (BG).

Penarikan dengan menggunakan sarana BG ini merupakan penarikan non tunai. Sedangkan jika penarikannya dilakukan secara tunai menggunakan cek.

Selain dengan menggunakan kedua sarana penarikan tersebut, nasabah juga bisa menggunakan sarana penarikan lainnya seperti surat pernyataan atau surat kuasa yang ditandatangani di atas materai.

Nasabah yang mempunyai rekening giro disebut dengan girant dan pada girant lah bank akan memberikan berupa jasa giro yang besar nya tergantung dari bank yang mengeluarkannya.

Cek

Cek merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk menarik atau mengambil uang yang ada di rekening giro.

Fungsi lain dari cek ini adalah sebagai alat yang mempunyai fungsi untuk melakukan pembayaran.

Cek adalah surat perintah tanpa syarat yang berasal dari nasabah kepada pihak bank yang mengelola rekening giro nasabah tersebut untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di dalam cek atau kepada pemegang cek tersebut.

Dengan kata lain bank harus membayar kepada siapa saja yang membawa cek ke bank yang mengelola rekening nasabah untuk diuangkan sesuai dengan ketentuan yang sudah ditentukan.

Bilyet Giro (BG)

Bilyet giro (BG) adalah surat perintah yang berasal dari nasabah kepada pihak bank yang mengelola RG nasabah tersebut, untuk melakukan pemindahbukuan sejumlah uang dari rekening nasabah yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya atau nomor rekening-nya pada bank yang sama atau bank lainnya.

Sama seperti cek, BG juga bisa ditari dari bank lain yang bukan sebagai penerbit RG.

Proses penarikkan tersebut melalui kliring untuk yang dalam satu kota dan inkaso untuk yang luar kota dan luar negeri.

Pemindah bukuan pada rekening bank yang bersangkutan ini diartikan dipindahkannya sejumlah saldo uang dari rekening nasabah pemberi BG kepada nasabah yang menerima BG.

Syarat yang berlaku untuk BG supaya proses pemindah bukuan nya bisa dilakukan, yaitu sebagai berikut.

  • Terdapat nama bilyet giro dan nomor serinya.
  • Ada perintah tanpa syarat untuk memindah bukukan sejumlah uang atas beban rekening nasabah yang besarngkutan.
  • Ada nama dan alamat bank tertarik.
  • Ada jumlah dana yang akan dipindahkan dalam angka dan huruf.
  • Ada nama pihak penerima.
  • Ada tanda tangan penarik atau cap organisasi (perusahaan) apabila penarik adalah sebuah organisasi.
  • Ada tanggal dan tempat penarikan.
  • Ada nama bank yang menerima pemindah bukuan tersebut.

Masa berlaku dan tanggal berlaku dari BG ini sudah diatur sesuai dengan persyaratan yang sudah ditentukan seperti:

  • Masa berlakunya yaitu 70 hari terhitung dari tanggal penarikannya.
  • Tanggal efektif merupakan tanggal mulai berlakunya perintah untuk melakukan pemindah bukuan yang harus berada dalam tenggang waktu penawaran.
  • Bank dapat melaksanakan perintah bilyet giro yang diterima setelah tanggal berakhirnya tenggang waktu penawaran selam dana tersedia atau tidak dibatalkan oleh penarik.
  • Kadaluwarsa dari BG ini dihitung setelah melebihi waktu 6 bulan, dimulai dari tanggal berakhirnya tenggang waktu penawaran.
  • Jika tanggal efektif tidak dituliskan atau dicantumkan, maka tanggal penarikan berlaku juga sebagai tanggal efektif.
  • Jika tanggal penarikan tidak dicantumkan, maka tanggal efektif dianggap sebagai tanggal penarikan dan persyaratan lainnya.
  • Apabila ada perubahan atau coretan pada BG maka harus ditandatangani oleh penerbit.

Perbedaan Cek dan Bilyet Giro

Berikut ini merupakan beberapa perbedaan dari cek dan juga bilyet giro.

CekBilyet Giro
Dokumen perintah untuk melakukan pembayaran sejumlah uang.Dokumen perintah untuk melakukan pemindah bukuan sejumlah uang.
Bisa dibayar secara tunai.Tidak bisa dibayar secara tunai.
Dapat dipindah tangankan.Tidak dapat dipindah tangankan.
Nama penerima dana belum atau tidak tercantum.Nama penerima harus tercantum.
Mempunyai satu tanggal penarikan.Memiliki satu tanggal efektif dan satu tanggal penarikan.
Pembayaran yang berasal dari bank bisa dilakukan atas unjuk.Pemindahbukuan hanya bisa dilakukan atas nama.
Adanya biaya tambahan seperti meterai dalam penarikan-nya.Tidak ada biaya tambahan pemindah bukuan yang dibebankan kepada pihak penarik.
Sumber hukumnya adalah Kitab Undang – Undang Hukum Dagang (KUHD).Sumber hukumnya adalah Peraturan Bank Indonesia (PBI).

 

Fungsi dan Manfaat Rekening Giro

Dalam bidang akuntansi fungsi utama dari rekening giro ini adalah untuk kemudahan dalam melakukan penarikkan uang setaip saat.

Dengan demikikan tidak akan mengganggu dalam kegiatan transaksi keuangan yang terjadi.

Selain hal tersebut, dengan menggunakan giro, kamu tidak usah khawatir karena sudah tidak memakai uang tunai dengan jumlah yang besar.

Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang bisa kamu rasakan apabila menyimpan uang yang kamu miliki dalam bentuk giro.

  1. Lebih aman dari tindak kejahatan.
  2. Kemudahan dalam melakukan pembayaran berbagai transaksi dengan menggunakan cek dan bilyet giro.
  3. Uang yang disimpan dalam bentuk giro bisa di tarik setiap saat.
  4. Tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah yang besar untuk melakukan pembayaran transaksi, cukup dengan menggunakan cek dan bilyet giro.
  5. Tidak ada batasan limit transaksi, asalkan saldo uang yang ada cukup digunakan untuk melakukan transaksi.
  6. Setiap bulan nasabah akan mendapatkan rekening koran.

 

Jenis – Jenis Rekening Giro

Jenis rekening giro nasabah ada 2 yaitu sebagai berikut.

1. Rekening Giro Perorangan

Adalah RG dengan atas nama pribadi atau perorangan atau individu dan usaha perseorangan misalnya seperti toko, restoran, bengkel, dan lain sebagainya.

2. Rekening Giro Atas Nama Badan Usaha

Adalah RG yang dimiliki dengan atas nama suatu badan usaha, misalnya seperti nama perusahaan, yayasan, persekutuan firma, CV, perseroan terbatas, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Rekonsiliasi Bank

 

Pembukaan Rekening Giro

Untuk bisa mendapatkan atau memperoleh fasilitas giro ini tidak lah sulit. Semua syarat nya hampir sama pada saat kamu membuka rekening tabungan biasa.

Yaitu dengan mengisi formulir yang disediakan oleh pihak bank dan kamu harus memenuhi beberapa syarat berikut ini.

  1. FC identitas diri misalnya seperti KTP / SIM / Paspor yang masih berlaku.
  2. Tidak tercantum di dalam Daftar Hitam Bank Indonesia (DHBI).
  3. Harus mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  4. Mengisi dan juga menandatangani formulir pendaftaran giro.
  5. Menyediakan setoran awal sesuai dengan jumlah nominal yang sudah ditentukan.
  6. Menyediakan anggaran dasar atau akta pendirian yang sudah di sahkan (bagi badan usaha).
  7. Mempunyai Surat Izin Usaha Perdagangan (bagi badan usaha).
  8. Mempunyai tanda daftar perusahaan (bagi badan usaha).
  9. Mempunyai surat pengesahan dari Menteri Kehakiman (bagi badan usaha).
  10. Mempunyai surat keterangan domisili (bagi badan usaha).

Kamu harus mengetahui setiap bank tentunya mempunyai perbedaan syarat yang diminta, namun perbedaan tersebut tidak akan berbeda jauh dari beberapa syarat yang sudah dijelaskan di atas.

 

Karakteristik Rekening Giro

Berikut ini merupakan beberapa karakteristik dari rekening giro.

  1. Apabila dilihat dari segi maturity nya atau masa pengendapan, RG mempunyai sifat fluktuatif dan cenderung berjangka pendek.
  2. Apabila dilihat dari segi administratif, RG ini cenderung menyita waktu, sarana atau pun biaya.
  3. Dari segi biaa, RG memiliki biaya yang tergolong murah atau rendah.
  4. Dari segi penempatan dana, dana dari RG ini hanya bisa dipakai untuk penempatan dana jangka pendek saja.

 

Akuntansi Giro

Rekening giro dalam pencatatan apabila dilihat dari sudut pandang bank adalah sebagai hutang.

Sehingga apabila terjadi penambahan saldo rekening akan dicatat pada sisi kredit dan jika terjadi pengurangan akan dicatat di sisi debet.

Sedangkan apabila dilihat dari sudut pandang perusahaan atau nasabah adalah sebagai aktiva.

Sehingga apabila terjadi penambahan saldo rekening akan dicatat pada sisi debet dan jika terjadi pengurangan akan dicatat di sisi kredit.

Contoh Pencatatan Jurnal Transaksi Giro

Berikut ini merupakan contoh soal pencatatan giro dengan sudut pandang perbankan.

PT Javaque adalah nasabah giro dari Bank Nusantara, Selama bulan Januari 2023 melakukan transaksi bisnis sebagai berikut.

1 JanuariDibuka rekening giro atas nama PT Javaque dengan setoran awal sebesar Rp.3.000.000 secara tunai.

Biaya penggantian barang cetakan berupa buku cek dan bilyet giro adalah sebesar Rp.100.000 yang dibayar secara tunai.

5 JanuariPT Javaque melakukan setor tunai untuk giro sebesar Rp.1.500.000.
9 JanuariPT Javaque menyetor giro berupa cek Bank Jaya sebesar Rp.3.500.000 dan kliring dinyatakan berhasil hari ini.
12 JanuariPT Javaque menarik cek dengan nomor 123 sebesar Rp.3.000.000 untuk membayar hutang kepada Sinta nasabah Bank Nusantara.
15 JanuariPT Javaque mentransfer dana nya ke cabang Bandung atas beban giro sebesar Rp.2.000.000.
22 JanuariBank Nusantara menerima transfer masuk dari cabang Yogyakarta sebesar Rp2.200.000 untuk keuntungan giro PT Javaque.
26 JanuariPenarikkan giro oleh PT Javaque untuk ditransfer ke cabang Semarang sebesar Rp.3.500.000

Bank Nusantara menetapkan jasa giro sebesar 4% akan diberikan dengan saldo minimal Rp1.000.000.

Jasa giro dihitung dari saldo akhir dalam bulan Januari 2023. Pajak penghasilan yang dikenakan atas pendapatan bunga adalah sebesar 15%.

Sedangkan untuk biaya administrasi adalah sebesar Rp.50.000 setiap bulan nya. Dengan informasi tersebut, berikut merupakan jurnal umum nya.

Jurnal Umum 1 – 26 Jan 2023

TanggalNama Akun / KeteranganRefDebet (Rp)Kredit (Rp)
2023
1 JanuariKas3.100.000
Giro PT Javaque3.000.000
Barang cetakan – buku cek100.000
5 JanuariKas1.500.000
Giro PT Javaque1.500.000
9 JanuariGiro Bank Indonesia3.500.000
Giro PT Javaque3.500.000
12 JanuariGiro PT Javaque3.000.000
Giro Sinta3.000.000
15 JanuariGiro PT Javaque2.000.000
RAK cabang Bandung2.000.000
22 JanuariRAK cabang Yogyakarta2.200.000
Giro PT Javaque2.200.000
26 JanuariGiro PT Javaque3.500.000
RAK cabang Semarang3.500.000
31 JanuariBunga giro5.666,67
Giro PT Javaque5.666,67
(bunga giro = 1.700.000 x 4% x 1/12 = 5.666,67)
Giro PT Javaque850
Hutang PPh850
(hutang PPh = 5.666,67 x 15% = 850)
Giro PT Javaque50.000
Pendapatan operasional lainnya50.000

Berikut ini merupakan daftar mutasi giro PT Javaque.

TanggalKeteranganDebet (Rp)Kredit (Rp)Saldo (Rp)
2023
1 JanuariSetor tunai3.000.0003.000.000
5 JanuariSetor tunai1.500.0004.500.000
9 JanuariSetor kliring3.500.0008.000.000
12 JanuariPenarikan3.000.0005.000.000
15 JanuariTransfer keluar2.000.0003.000.000
22 JanuariTransfer masuk2.200.0005.200.000
26 JanuariTransfer keluar3.500.0001.700.000
31 JanuariBunga giro5.666,671.705.666,67
Hutang PPh8501.704.816,67
Beban administrasi50.0001.654.816,67

Jurnal Umum 6 Febuari 2023

Jika pada tanggal 6 Febuari 2023 terjadi penarikkan giro oleh PT Javaque sebesar Rp.4.000.000, namun karena dana yang ada di rekening giro PT Javaque tidak cukup, maka pihak bank memberikan kredit overdraft.

Jika overdraft disetujui maka pihak bank akan mengizinkan giro bersaldo negatif (debet) dan PT Javaque akan dikenai biaya provisi sebesar Rp.100.000 dan biaya administrasi sebesar Rp.75.000.

Berikut ini merupakan jurnal pada tanggal 6 Febuari 2023.

TanggalNama Akun / KeteranganRefDebet (Rp)Kredit (Rp)
2023
6 FebuariKredit yang diberikan2.520.183,33
Pendapatan provisi kredit100.000
Pendapatan operasional lainnya75.000
Giro PT Javaque2.345.183,33
(4.000.000 – 1.654.816,67 = 2.345.183,33)
Giro PT Javaque4.000.000
Kas4.000.000

Sehingga mutasi giro PT Javaque setelah pemberian kredit oleh Bank Nusantara adalah sebagai berikut.

TanggalKeteranganDebet (Rp)Kredit (Rp)Saldo (Rp)
2023
1 januariSetor tunai3.000.0003.000.000
5 JanuariSetor tunai1.500.0004.500.000
9 JanuariSetor kliring3.500.0008.000.000
12 JanuariPenarikan3.000.0005.000.000
15 JanuariTransfer keluar2.000.0003.000.000
22 JanuariTransfer masuk2.200.0005.200.000
26 JanuariTransfer keluar3.500.0001.700.000
31 JanuariBunga giro5.666,671.705.666,67
Hutang PPh8501.704.816,67
Beban administrasi50.0001.654.816,67
6 FebuariOverdraft2.345.183,334.000.000
Penarikan tunai4.000.0000

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang rekening giro. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu. Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar