Saham (Stock)

Saham adalah suatu dokumen berharga yang dapat menunjukkan bagian  dari kepemilikan atas suatu perusahaan.

Dengan kata lain, pada saat seseorang membeli saham maka orang tersebut sudah membeli sebagian dari kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Arti saham atau stock juga dapat didefinisikan sebagai satuan dari nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial atau keuangan yang mengacu pada bagian dari suatu kepemilikan sebuah perusahaan.

Jadi, pada saat seseorang membeli stock suatu perusahaan, maka orang tersebut sudah mempunyai hak atas asset (harta)  dan pendapatan yang diperoleh perusahaan tersebut dengan porsi sebesar dari stock yang dibeli.

Secara sederhananya, saham adalah suatu alat bukti dari kepemilikan atas suatu perusahaan atau badan usaha. Wujud dari stock itu sendiri pada umumnya berbentuk selembar kertas.

Dimana di dalamnya disebutkan bahwa pemilik surat berharga tersebut adalah pemilik dari perusahaan yang sudah menerbitkan surat  berharga tersebut.

Pengertian Saham Menurut Ahli

Supaya Anda lebih memahami apa arti dari saham atau stock, maka kita bisa merujuk pada beberapa pendapat para ahli sebagai berikut ini:

Sapto Raharjo

“Menurut apa yang dikatakan Sapto Raharjo, saham adalah suatu surat berharga yang merupakan instrumen bukti dari suatu kepemilikan atau penyertaan dari individu atau instansi dalam suatu perusahaan atau bahan usaha.”

Swadidji Widoatmodjo

“Menurut Swadidji Widoatmodjo, saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan atau badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas atau yang disebut dengan emiten.”

Nofie Iman

“Menurut Nofie Iman, saham adalah surat berharga yang dapat memberikan  suatu peluang keuntungan yang tinggi namun juga mempunyai potensi resiko tinggi pula.”

Hendy M. Fakhrudin dan Tjiptono Darmaji

“Hendy M. Fakhrudin dan Menurut Tjiptono Darmaji, saham adalah suatu bukti dari kepemilikan seseorang atau instansi terhadap suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Saham pada umumnya berwujud selembar surat berharga yang dapat menerangkan bahwa pemilik surat tersebut merupakan pemilik dari perusahaan atau badan usaha berupa perseroan terbatas yang menerbitkan surat berharga tersebut.”

 

Jenis – Jenis Saham

Dilihat dari segi kemampuan untuk hak tagih dan juga klaim, jenis saham bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut:

1. Saham Biasa atau Common Stock

Common stock adalah saham yang dapat diklaim berdasarkan profit/laba dan loss/rugi yang terjadi pada suatu perusahaan atau badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas.

Apabila dilakukan suatu likuidasi, maka pemegang stock biasa akan menjadi prioritas yang terakhir dalam pembagian dividen dari hasil penjualan asset atau harta perusahaan.

Pada common stock, para pemegang stock mempunyai kewajiban yang terbatas.

Dengan kata lain, pada saat perusahaan atau badan usaha dinyatakan bangkrut maka sebagian besar kerugian atau kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang common stock adalah sebesar investasi pada stock yang dibeli.

Ciri-ciri dari saham biasa adalah sebagai berikut:

  1. Pemegang stock mempunyai hak suara untuk memilih dewan komisaris.
  2. Hak pemegang stock didahulukan pada saat perusahaan atau badan usaha menerbitkan suatu saham baru.
  3. Pemegang common stock mempunyai tanggungjawab yang terbatas, yaitu hanya sebesar saham yang dimiliki.

2. Saham Preferen atau Preferred Stock

Saham preferan adalah saham yang dimana pembagian laba atau profit-nya tetap, dan pada saat suatu perusahaan atau badan usaha mengalami suatu kerugian maka pemegang preferen stock akan diberikan prioritas utama dalam bagi hasil dari penjualan asset atau harta perusahaan.

Preferred stock mempunyai kesamaan dengan obligasi, yaitu adanya suatu klaim atas laba atau profit dan juga aktiva sebelumnya.

Dividen yang diperoleh tetap selama masa berlaku dari preferred stock tersebut, dan mempunyai suatu hak tebus, serta dapat ditukar atau convertibel dengan preferred stock.

Ciri-ciri dari saham preferen adalah sebagai berikut:

  1. Terdapat beberapa tingkatan yang bisa diterbitkan dengan suatu karakteristik yang berbeda-beda.
  2. Terdapat suatu tagihan terhadap pendapatan dan juga aktiva, serta memperoleh prioritas yang tinggi dalam pembagian dividen.
  3. Preferred stock bisa ditukar menjadi preferred stock dengan melalui suatu kesepakatan antara perusahaan atau badan usaha dengan para pemegang stock.

Dilihat dari segi cara peralihan-nya, jenis saham bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut:

1. Saham Atas Unjuk atau Bearer Stocks

Secara kondisi fisik, pada bearer stock tidak tercantum atau tertulis nama dari pemiliknya.

Hal ini mempunyai tujuan supaya mudah untuk dipindahtangankan dari satu investor ke investor yang lainnya.

Banyak investor yang mempunyai stock ini dengan tujuan untuk diperjualbelikan dan memperoleh keuntungan dari selisih harga jual dan juga harga beli.

Investor tidak usah khawatir dengan tidak tercantum-nya nama dari pemilik stock tersebut.

Karena secara hukum siapa yang memegang stock tersebut, maka dialah yang diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

2. Saham Atas Nama atau Registered Stocks

Saham atas nama ini kebalikan dari bearer stock. Pada registered stock jelas tercantum nama dari pemilik stock tersebut dan cara untuk peralihan atau perpindahan-nya pun juga harus dengan melalui suatu prosedur tertentu.

Apabila dilihat dari segi kinerja perdagangan-nya, maka saham bisa dikelompokkan menjadi 5 jenis, yaitu sebagai berikut:

1. BlueChip Stocks

adalah saham biasa dari suatu perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi, menjadi pemimpin pasar atau market leader di industri yang sejenis, mempunyai penghasilan atau pendapatan yang stabil, dan konsisten dalam membayar dividen.

2. Income Stocks

Adalah saham yang berasal dari suatu emiten yang kemampuan untuk membayar dividen di atas rata-rata dari pembayaran dividen pada tahun sebelumnya.

Income stock ini pada umumnya dapat memberikan suatu pendapatan yang lebih tinggi dan juga rutin untuk membayarkan dividen secara tunai.

3. Growth Stocks

Adalah saham yang terdiri dari 2 bagian yaitu well-known dan lesser-known. Well-Known adalah saham yang berasal dari suatu emiten yang pertumbuhan pendapatannya tinggi, pemimpin pasar atau market leader di industri yang sejenis dan mempunyai reputasi yang tinggi.

Lesser-Known adalah saham yang berasal dari suatu emiten yang bukan pemimpin pasar atau market leader dalam industrinya, namun mempunyai ciri-ciri growth stock.

4. Speculative Stock

Adalah saham yang berasal dari suatu perusahaan yang belum bisa mempunyai pendapatan yang rutin pada setiap tahunnya, namun mempunyai potensi akan memperoleh pendapatan yang tinggi di masa depan, walaupun hal ini belum pasti.

5. Counter Cyclical Stock

Adalah saham yang tidak begitu terpengaruh oleh keadaan ekonomi makro atau pun situasi bisnis secara umum.

Nilai dari counter syslical stock ini dapat tetap tinggi pada saat resesi ekonomi karena emitennya akan mampu memperoleh suatu penghasilan tinggi sehingga akan mampu memberikan nilai dividen yang tinggi.

Baca Juga: Obligasi (Bond)

 

Klasifikasi Sektor dan Subsektor Emiten yang ada di BEI

Saham di BEI dapat diklasifikasikan atau dikelompokkan kedalam 9 Sektor, yaitu:

1. Agriculture

Mencakup semua usaha yang ada di bidang tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, dan jasa-jasa yang secara langsung terkait dengan bidang-bidang tersebut.

  • Crops
  • Plantation
  • Animal Husbandary
  • Fishery

2. Mining

Mencakup semua usaha yang ada di bidang pertambangan dan penggalian.

Seperti pertambangan batu bara, minyak dan gas bumi, biji logam, penggalian batu-batuan, tanah liat, pasir, penambangan dan penggalian garam, pertambangan mineral, bahan kimia, dan bahan pupuk, serta penambangan gips, aspal dan juga batu gamping.

  • Coal Mining
  • Crude Petroleum & Natural Gas Production
  • Metal and Mineral Mining
  • Land / Stone Quarrying

3. Basic Industry & Chemicals

Industri dasar mencakup semua usaha pengubahan material dasar menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang masih akan diproses lagi di sektor perekonomian selanjutnya.

Industri kimia mencakup semua usaha pengolahan berbagai macam bahan yang terkait kimia dasar yang akan digunakan pada proses produksi selanjutnya dan industri farmasi.

  • Cement
  • Ceramics, Glass, Porcelain
  • Metal And Allied Products
  • Chemicals
  • Plastics and Packaging
  • Animal Feed
  • Wood Industries
  • Pulp and Paper
  • Others

4. Miscellaneous Industry

Mencakup semua usaha pembuatan mesin-mesin berat ataupun ringan; termasuk komponen-komponen penunjangnya.

  • Machinery And Heavy Equipment
  • Automotive and Components
  • Textile, Garment
  • Footwear
  • Cable
  • Electronics

5. Consumer Goods Industry

Meliputi usaha pengolahan yang mengubah bahan dasar/setengah jadi menjadi barang jadi yang pada umumnya bisa dikonsumsi secara pribadi/rumah tangga.

  • Food And Beverages
  • Tobacco Manufacturers
  • Pharmaceuticals
  • Cosmetics and Household
  • Houseware
  • Others

6. Property, Real Estate, and Building Construction

Konstruksi, meliputi semua usaha pembuatan, perbaikan, pembongkaran rumah dan juga berbagai jenis gedung.

Real estate, mencakup semua usaha, penjualan, pembelian, persewaan, dan juga pengoperasian berbagai macam bangunan tempat tinggal dan juga bukan tempat tinggal.

  • Property and Real Estate
  • Building Construction

7. Infrastructure, Utility, and Transportation

Meliputi semua usaha penyediaan energi, transportasi, telekomunikasi, serta bangunan infrasruktur dan jasa-jasa penunjangnya.

Bangunan infrastruktur ini mencakup bangunan non gedung dan juga rumah.

  • Energy
  • Toll Road, Airport, Harbor and Allied Products
  • Telecommunication
  • Transportation
  • Non Building Construction

8. Finance

Sektor keuangan, meliputi semua usaha perantara keuangan, lembaga pembiayaan, asuransi, perusahaan efek, dan juga perusahaan investasi.

  • Bank
  • Financial Institution
  • Securities Company
  • Insurance
  • Others

9. Trade, Service, and Investment

Mencakup semua usaha perdagangan partai besar dan juga kecil/eceran.

Usaha yang berkaitan pada sektor jasa seperti hotel, restoran, komputer dan perangkatnya, periklanan dan media serta industri percetakan.

  • Wholesale
  • Retail Trade
  • Restaurant, Hotel and Tourism
  • Advertising, Printing & Media
  • Healthcare
  • Computer And Services
  • Investment Company
  • Others

 

Manfaat dan Keuntungan Saham

Salah satu manfaat  utama yang dimiliki oleh saham adalah dapat digunakan sebagai instrumen untuk investasi, baik dalam jangka waktu pendek maupun dalam jangka panjang.

Mereka yang dapat memanfaatkan saham sebagai investasi untuk jangka pendek biasanya hanya menginginkan capital gain.

Yaitu dari selisih harga jual dan juga harga beli.

Berbeda halnya dengan mereka yang memanfaatkan Stock sebagai investasi untuk jangka panjang, dimana mereka akan rutin untuk membeli atau menabung stock.

Jadi, ada dua keuntungan yang dapat diperoleh oleh investor saham, yaitu sebagai berikut:

Capital Gain, adalah suatu keuntungan yang diperoleh dari selisih antara harga jual saham yang lebih tinggi dari harga belinya.

Setiap investor stock memperoleh keuntungan sesuai dengan besarnya stock yang dimiliki dan sesuai dengan harga stock pada saat dijual.

Dividen, adalah suatu keuntungan yang diperoleh dari pembagian dividen secara tunai oleh suatu emiten.

Hal ini merupakan suatu pendapatan tambahan yang diperoleh oleh investor apabila membeli saham dari emiten yang mempunyai kinerja pendapatan yang bagus.

 

Resiko Saham

Meskipun saham dianggap sebagai investasi yang sangat menguntungkan, pada dasarnya investasi stock ini mempunyai risiko tersendiri.

Adapun beberapa risiko dalam berinvestasi stock adalah sebagai berikut:

1. Risiko Likuidasi

Risiko ini akan terjadi pada saat emiten bangkrut atau likuidasi dimana para pemegang saham akan mempunyai hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan.

Hak klaim tersebut terjadi setelah seluruh kewajiban dari emiten tersebut dibayar lunas.

Bahkan para pemegang stock dapat saja tidak memperoleh apapun.

Hal ini dapat terjadi pada saat aktiva dari emiten tidak ada yang tersisa setelah emiten membayar seluruh kewajibannya.

2. Tidak Adanya Pembagian Dividen

Risiko ini terjadi pada saat emiten menggunakan seluruh keuntungan perusahaan untuk melakukan suatu ekspansi usahanya sehingga akan memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham.

3. Investor akan Kehilangan Modal

Risiko ini dapat terjadi pada saat harga beli saham ternyata lebih besar daripada harga jualnya sehingga para pemegang stock akan kehilangan modalnya atau biasa disebut dengan istilah capital loss.

4. Saham Delisting atau Dihapus dari Bursa

Ada beberapa alasan yang menyebabkan saham delisting atau dihapus dari pencatatan bursa sehingga stock tersebut tidak dapat untuk diperdagangkan.

Tentu saja hal ini akan menyebabkan emiten dan para pemegang stock memperoleh suatu kerugian.

 

Pencatatan Saham

Pada umumnya investasi dalam saham ini memiliki tujuan yang ganda.

Yaitu untuk mendapatkan tambahan pendapatan dan untuk melakukan kontrol atau menjalin suatu hubungan kerjasama dengan perusahaan lain.

NoPersediaan PemilikianHubungan dengan
Perusahaan Anak
(Investee)
Metode Pencatatan
1Kurang dari 20%Tidak bisa melakukan kontrol.Metode harga perolehan / harga pokok (cost method).
220% – 50%Bisa melakukan sebagian kontrol.Metode kekayaan / pemilikan (equity method).
3> 50%Bisa melakukan kontrol secara penuh.Metode kekayaan dan dibuat laporan keuangan
konsolidasi atau gabungan antara perusahaan induk
dan anak.

1. Metode Harga Perolehan (Cost Method)

Apabila investasi yang dilakukan dalam bentuk saham perusahaan lain jumlahnya kurang dari 20% dari semua saham yang dikeluarkan oleh perusahaan yang sahamnya dibeli.

Berarti investor (perusahaan induk) tidak bisa melakukan kontrol terhadap perusahaan yang sahamnya dibeli.

Oleh karena itu sistem pencatatan-nya memakai metode harga perolehan atau cost method sama seperti dalam investasi jangka pendek.

Yang membedakan adalah perubahan harga pasar tidak diakui sebelum saham yang bersangkutan dijual.

Ketika akhir periode akuntansi tidak usah diadakan penilaian atas investasi jangka panjang.

2. Metode Kekayaan (Equity Method)

Apabila investasi yang dilakukan di perusahaan lain jumlahnya 50% atau lebih dari 50%, maka investor bisa melakukan kontrol secara penuh terhadap perusahaan yang sahamnya dibeli.

Oleh karena itu sistem pencatatan yang dipakai dengan menggunakan metode kekayaan.

Selain itu kedua perusahaan yaitu investor dan investee dianggap sudah menjadi satu kesatuan.

Karena itulah laporan keuangan dari kedua perusahaan tersebut haruslah digabung atau dikonsolidasikan.

Berikut merupakan perbedaan pencatatan investasi jangka pendek dan panjang.

perbedaan pencatatan saham

 

Contoh Soal 1

  • Pada tanggal 20 April 2019 PT Makmur membeli saham dari PT Jaya sebanyak 800 lembar dengan harga Rp. 8.200.000 dari 5.000 lembar yang beredar.
  • Pada tanggal 5 Febuari 2020 PT Jaya mengumumkan akan membagikan dividen sebesar Rp. 3.000/lembar
  • Tanggal 15 Febuari 2020 PT Makmur menguangkan seluruh bukti dividen yang dimiliki
  • Tanggal 10 Maret 2020 menjual 400 lembar saham PT Jaya dengan harga Rp. 4.200.000

Diminta

Buatlah jurnal PT Makmur berdasarkan transaksi tersebut:

Jawab

TanggalKeterangan / Nama AkunRefDebet (Rp)Kredit (Rp)
2019Investasi jangka panjang saham PT Jaya3.200.000
Maret20     Kas3.200.000
2020Piutang dividen2.400.000
Febuari5     Pendapatan dividen2.400.000
2020Kas2.400.000
Febuari15     Piutang dividen2.400.000
2020Kas4.200.000
Maret10     Laba penjualan investasi100.000
     Investasi jangka panjang saham PT Jaya4.100.000

Penjelasan

  • 10 Maret 2020

Laba penjualan investasi = Harga jual saham – harga perolehan

Laba penjualan investasi = Rp. 4.200.000 – (400 : 800 x Rp. 8.200.000) = Rp. 100.000

Catatan

Investasi yang dijelaskan dari contoh diatas dicatat dengan menggunakan metode harga perolehan (cost method). Hal tersebut karena saham PT Jaya yang dibeli kurang dari 20%.

 

Contoh Soal 2

  • Tanggal 11 Juli 2019 PT TLKM  membeli 2000 lembar saham PT FREN dari 5000 lembar yang beredar, dengan nilai sebesar Rp. 22.000.000
  • Berdasarkan pada laporan keuangan dari PT FREN per 31 Desember 2019, selama tahun 2019 PT FREN mendapatkan laba sebesar Rp. 20.000.000
  • Pada tanggal 10 Febuari 2020 PT FREN mengumumkan akan membagikan dividen kepada semua pemegang saham, dengan nominal sebesar Rp. 12.500.000
  • Tanggal 20 Febuari 2020 PT TLKM menguangkan semua dividen atas saham PT FREN
  • Pada tanggal 15 Agustus 2019 PT TLKM menjual 500 lembar dengan nominal Rp. 6.000.000

Diminta

Buatlah jurnal PT TLKM berdasarkan transaksi tersebut.

Jawab

TanggalKeterangan / Nama AkunRefDebet (Rp)Kredit (Rp)
2019Investasi dalam saham PT FREN22.000.000
Juli7     Kas22.000.000
2020Investasi dalam saham PT FREN8.000.000
Desember31     Pendapatan dividen8.000.000
2020Piutang dividen5.000.000
Febuari10     Investasi dalam saham5.000.000
2020Kas5.000.000
Maret20     Piutang dividen5.000.000
2020Kas6.000.000
Agustus15Rugi Penjualan Investasi250.000
     Investasi dalam Saham6.250.000

Penjelasan

  • 31 Desember 2019

Laba PT FREN = Rp. 20.000.000

Hak PT TLKM = 2000 : 5000 x Rp. 20.000.000 = Rp. 8.000.000

  • 10 Febuari 2020

Dividen yang akan dibagikan PT FREN = Rp. 12.500.000

Bagian untuk PT TLKM = 2000 : 5000 x Rp. 12.500.000 = Rp. 5.000.000

  • 15 Agustus 2020

Jumlah investasi dalam bentuk saham (2000 lembar saham) = Rp. 22.000.000 + Rp. 8.000.000 – Rp. 5.000.000 = Rp. 25.000.000

Harga yang melekat pada 500 lembar stock yang dijual adalah = 500 : 2000 x Rp. 25.000.000 = Rp. 6.250.000

Harga jual = Rp. 6.000.000

Rugi penjualan investasi = Rp. 6.250.000 – Rp. 6.000.000

Catatan

Investasi yang ada di dalam contoh tersebut menggunakan metode pemilikan atau equity method. Hal tersebut dikarenakan saham PT FREN yang dimiliki oleh PT TLKM lebih dari 20%.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang saham. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kamu. Jika ada saran, kritik, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar