Stakeholder

Kata “stakeholder” ini banyak kita dengan dalam dunia bisnis. Namun, banyak juga diantara kita yang belum mengetahui secara mendalam tentang stakeholder. Padahal peranannya dalam dunia bisnis sangatlah penting.

Stakeholder atau pemangku kepentingan adalah suatu kelompok atau individu yang dukungannya diperlukan dalam rangka untuk kesejahteraan dan juga keberlangsungan hidup suatu organisasi.

Oke untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang pemangku kepentingan yang mempunyai pengaruh terhadap kesejahteraan suatu organisasi, yuk simak pembahasannya dalam artikel ini!!

Pengertian Stakeholder Menurut Para Ahli

Supaya kamu lebih memahami lagi tentang apa yang dimaksud dengan stakeholder atau pemangku kepentingan, berikut ini merupakan beberapa pendapat yang disampaikan oleh para ahli.

1. Freeman (1984)

“Stakeholder adalah kelompok atau individu yang mempengaruhi dan atau dipengaruhi oleh suatu pencapaian tujuan tertentu.”

2. Brown et al (2001)

“Pemangku kepentingan adalah seseorang, organisasi, atau kelompok dengan kepentingan terhadap suatu sumberdaya alam tertentu.”

3. Biset (1998)

“Pemangku kepentingan adalah orang atau individu atau kelompok masyarakat yang mempunyai kepentingan atau perhatian pada suatu permasalahan tertentu.”

4. Wibisono (2007)

“Stakeholder adalah seseorang ataupun kelompok yang memiliki kepentingan secara langsung atau tidak langsung yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi atas kegiatan dan eksistensi dari perusahaan.”

5. ISO 26000 SR

“Pemangku kepentingan adalah suatu individu atau kelompok yang mempunyai suatu kepentingan terhadap keputusan serta kegiatan dari organisasi.”

6. AA1000 SES

“Pemangku kepentingan adalah suatu kelompok yang bisa mempengaruhi dan atau terpengaruh oleh kegiatan, produk atau layanan, serta kinerja dari suatu organisasi”.

 

Jenis – Jenis / Klasifikasi Stakeholder 

Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Kasali dalam Wibisono (2007:90), berikut ini merupakan macam / jenis / klasifikasi stakeholder.

1. Stakeholder Primer, Skunder, dan Kunci

Apabila dilihat berdasarkan posisi, kekuatan dan juga pengaruhnya, pemangku kepentingan dibagi menjadi 3 yaitu sebagai berikut.

  • Stakeholder Utama / Primer

Pemangku kepentingan utama atau primer ini berkaitan secara langsung dengan pembuatan kebijakan, program, dan juga proyek.

Mereka adalah penentu primer atau utama dalam aktivitas pengambilan suatu keputusan dalam suatu organisasi.

Yang termasuk kedalam pemangku kepentingan primer misalnya seperti masyarakat, tokoh masyarakat dan manajer publik.

Masyarakat merupakan pihak yang terkena dampak secara langsung dan yang paling besar dari kebijakan yang dibuat oleh suatu organisasi.

Tokoh masyarakat sebagai pemangku kepentingan dikarenakan mempunyai pengaruh terhadap masyarakat luas atau kuasa dalam mewakili masyarakat luas.

Sedangkan manajer publik mempunyai tanggungjawab dalam mengambih sebuah kebijakan atau keputusan yang berkaitan dengan kepentingan publik beserta dengan implementasinya.

  • Stakeholder Sekunder / Pendukung

Stakeholder pendukung atau sekunder ini adalah salah satu jenis pemangku kepentingan yang tidak mempunyai hubungan secara langsung terdapat keputusan atau kebijakan yang diambil oleh perusahaan.

Akan tetapi mempunyai kepentingan dalam menyuarakan berbagai pendapatnya untuk mendukung pendapat yang disampaikan oleh pemangku kepentingan utama.

Terdapat beberapa pemangku kepentingan pendukung antara lain adalah lembaga pemerintah dan juga LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

LSM ini mempunyai kepentingan dalam hal membantu menyalurkan aspirasi dari masyarakat jika proyek yang dilakukan oleh perusahaan bisa mengganggu kepentingan dari masyarakat.

Sedangkan untuk lembaga pemerintah ini mempunyai peranan dalam melakukan pengawasan terhadap suatu proyek yang dilakukan oleh perusahaan.

Pengawasan tersebut berkaitan dengan apakah proyek tersebut mempunyai manfaat atau justru malah menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan atau masyarakat sekitar.

  • Stakeholder Kunci

Stakeholder kunci adalah mereka yang berkedudukan sebagai unsur eksekutif yang mempunyai wewenang dalam mengambil suatu kebijakan.

Contohnya adalah anggota legislatif dan instansi yang mempunyai kewenangan secara legal dalam memutuskan suatu kebijakan, aturan, dan juga proyek.

Misalnya seperti pemerintahan kabupaten, DPRD, dan juga dinas – dinas tertentu yang secara langsung membawahi suatu proyek yang sedang dikerjakan.

2. Stakeholder Internal dan Eksternal

Stakeholder internal adalah pemangku kepentingan yang berada di dalam lingkungan organisasi.

Yang termasuk dalam pemangku kepentingan internal seperti karyawan, manajer, dan pemegang saham.

Sedangkan stakeholder eksternal adalah pemangku kepentingan yang berada di luar lingkungan organisasi.

Yang termasuk dalam pemangku kepentingan eksternal seperti pemasok, konsumen, masyarakat, pemerintah, pers, licensing partner, kelompok social responsible investor, dan lain sebagainya.

3. Stakeholder Tradisional dan Masa Depan

Karyawan dan juga pelanggan bisa dikatakan sebagai pemangku kepentingan tradisional.

Kenapa?

Hal tersebut dikarenakan pada saat sekarang karyawan dan pelanggan sudah berhubungan dengan organisasi.

Sedangkan pemangku kepentingan masa depan adalah stakeholder yang ada di masa depan dan diperkirakan akan memberikan berbagai pengaruhnya terhadap organisasi.

Yang termasuk ke dalam pemangku kepentingan masa depan adalah mahasiswa, peneliti, dan konsumen potensial.

4. Stakeholder Proponents, Opponents, dan Uncommitted

Tentunya diantara para pemangku kepentingan ini terdapat kelompok yang memihak organisasi (proponents), yang menentang organisasi (opponents), dan yang tidak peduli (uncommitted).

Organisasi tentu saja harus mengenal pemangku kepentingan yang berbeda – beda tersebut.

Hal tersebut dikarenakan supaya bisa melihat permasalahan, menyusun rencana, dan strategi untuk dapat melakukan tindakan yang sesuai.

5. Stakeholder Policy Creator, Koordinator, Fasilitator, Implementer, dan Akselerator

Berdasarkan yang disampaikan oleh Nugroho (2014:16-17) menjelaskan bahwa dalam program pembangunan pemangku kepentingan dibedakan menjadi beberapa, yaitu sebagai berikut.

Policy creator adalah pemangku kepentingan yang mempunyai peran sebagai pengambil keputusan dan juga penentu suatu kebijakan.

Koordinator adalah pemangku kepentingan yang mempunyai peran mengkoordinasikan stakeholder lain.

Fasilitator adalah pemangku kepentingan yang mempunyai peranan memberikan fasilitas dan juga memenuhi berbagai kebutuhan kelompok sasaran.

Implementer adalah pemangku kepentingan yang mempunyai peranan sebagai pelaksana kebijakan atau aturan yang di dalamnya termasuk kelompok sasaran.

Akselerator adalah pemangku kepentingan yang mempunyai peranan dalam mempercepat dan juga memberikan kontribusi supaya program bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau bahkan lebih cepat waktu pencapaiannya.

 

Peran dan Fungsi Stakeholder

Pemangku kepentingan atau stakeholder dalam menjalankan kegiatannya mempunyai peranan yang berbeda – beda.

Hal tersebut sesuai dengan fungsi dan juga tugas dari setiap pemangku kepentingan.

Berikut ini merupakan peranan dari beberapa pemangku kepantingan yang mempunyai fungsi berbeda.

1. Pemegang Saham / Pemilik (Owner)

Mempunyai peranan sebagai penyedia modal dalam organisasi / perusahaan supaya kegiatan operasional bisa dijalankan.

Selain hal tersebut pemegang saham atau pemilik juga mempunyai peran sebagai pengawas dalam perusahaan untuk mengamati kondisi perusahaan dan kinerja dari para karyawan nya.

2. Karyawan

Kinerja dari suatu perusahaan ini akan sangat bergantung pada kinerja SDM (sumber daya manusia) yang ada di dalamnya.

Karyawan mempunyai peran yang sangat penting dalam perusahaan, yang dimana mereka adalah orang – orang yang berkaitan secara langsung dengan kegiatan operasional perusahaan.

3. Bank / Kreditor

Bank atau kreditor ini merupakan individu atau lembaga keuangan yang berperan dalam memberikan bantuan modal berupa pinjaman sejumlah dana terhadap perusahaan.

Dalam memberikan bantuan modal ini, biasanya bank atau kreditor ini memberikan beberapa syarat tertentu.

Hal tersebut dengan tujuan untuk memberikan keyakinan bahwa sejumlah dana yang bank atau kreditor pinjamkan suatu saat akan bisa dikembalikan oleh perusahaan.

4. Pemasok / Supplier

Pemasok atau supplier ini adalah rekan kerja perusahaan yang mempunyai peran untuk memenuhi segala kebutuhan perusahaan akan bahan baku atau barang utama dalam kegiatan operasional perusahaan.

5. Konsumen / Customer

Konsumen mempunyai peran sebagai pemakai atau pengguna produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

Besar kecilnya keuntungan yang diperoleh perusahaan ini tergantung dari seberapa banyak perusahaan mampu menjual produk tersebut kepada konsumen.

Oleh karena itu perusahaan harus memberikan produk dan juga layanan dengan kualitas terbaik untuk dapat menarik banyak konsumen.

6. Pesaing / Kompetitor

Pesaing atau kompetitor ini mempunyai peran untuk mempengaruhi berbagai keputusan, kebijakan , dan juga proyek yang akan dilaksanakan oleh perusahaan.

Misalnya saja perusahaan A dan B sama – sama menjual mobil. Kemudian perusahaan A meluncurkan inovasi terbaru dengan harga yang relatif terjangkau.

Supaya tidak kalah bersaing dengan perusahaan B dan tidak kehilangan konsumen, tentu saja perusahaan B melakukan peluncuran produk terbaru dengan berbagai inovasi yang tidak kalah baik dengan perusahaan A dan dengan harga yang bersaing pula.

7. Pemerintah

Keputusan atau kebijakan yang diambil oleh pemerintah baik itu yang berasal dari pusat atau pun daerah tentu saja akan mempengaruhi kebijakan, keputusan, dan juga proyek yang akan dilakukan oleh suatu perusahaan.

Misalnya seperti kebijakan pemerintah tentang upah minimal regional yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan atau kebijakan pemerintah tentang PPh badan.

Baca Juga: Bisnis (Business)

 

Pendekatan Stakeholder

Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Buditama, Prasetijo, dan Rudito (2008) menjelaskan bahwa terdapat 2 pendekatan stakeholder, yaitu sebagai berikut.

1. Old Corporate Relation

Pendekatan ini menekankan pada bentuk pelaksanaan kegiatan perusahaan secara terpisah.

Artinya setiap fungsi yang ada di dalam sebuah perusahaan melakukan tugasnya atau pekerjaannya tanpa adanya kesatuan diantara fungsi – fungsi tersebut.

Misalnya seperti, bagian produksi hanya menjalankan fungsi tentang bagaimana memproduksi produk sesuai dengan target yang dikehendaki oleh manajemen perusahaan.

Hubungan yang terjalin antara pemimpin dengan karyawan dan pihak luar pun berjalan satu arah, kaku, dan berorientasi jangka pendek.

Hal tersebut tentu saja akan mengakibatkan setiap bagian yang ada di dalam perusahaan memiliki kepentingan, nilai dan tujuan yang berbeda – beda tergantung pada pemimpin setiap fungsi.

Terkadang hal tersebut berbeda dengan visi, misi, dan capaian yang sudah ditargetkan oleh perusahaan.

2. New Corporate Relation

Pendekatan ini menekankan pada kolaborasi antara perusahaan dengan semua stakeholdernya.

Oleh karena itu perusahaan bukan hanya akan menempatkan dirinya menjadi bagian yang bekerja secara sendiri dalam sistem sosial masyarakat.

Hal tersebut karena profesionalitas sudah menjadi hal utama dalam pola hubungan ini.

Hubungan perusahaan dengan stakeholder internal akan dibangun dengan dasar konsep kebermanfaatan yang membangun kerjasama dengan tujuan untuk menciptakan kesinambungan usaha perusahaan.

Sedangkan hubungan yang terjalin antara perusahaan dengan stakeholder eksternal berdasarkan pada hubungan yang bersifat fungsional yang bertumpu pada kemitraan.

Selain menghimpun kekayaan perusahaan juga berusaha bersama – sama dengan stakeholder eksternal nya membangun kualitas kehidupan.

Hubungan Perusahaan dengan Stakeholder

Hubungan antara perusahaan dengan stakeholder nya tentu saja akan mengalami perubahan yang dinamis seiring dengan berjalannya waktu.

Berikut ini merupakan beberapa hubungan antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan.

1. Inactive (Hubungan Tidak Aktif)

Pada hubungan tidak aktif perusahaan mempunyai kayakinan bahwa mereka bisa mengambil dan juga membuat kebijakan atau keputusan secara sepihak tanpa mempertimbangkan pengaruh yang terjadi terhadap pihak luar.

2. Reactive (Hubungan yang Reaktif)

Pada hubungan yang reaktif ini perusahaan sangat cenderung untuk mempertahankan diri dan hanya akan bertindak ketika dipaksa untuk melakukan sesuatu.

3. Proactive (Hubungan yang Proaktif)

Pada hubungan proaktif ini perusahaan mempunyai kecenderungan untuk melakukan antisipasi terhadap berbagai kepentingan para stakeholder.

Hal seperti itu biasanya pihak perusahaan mempunyai departemen yang mempunyai fungsi untuk melakukan identifikasi terhadap berbagai issue atau permasalahan yang menjadi perhatian khusus bagi para pemangku kepentingan.

Namun perhatian mereka dan juga para pemangku kepentingan ini hanya dipandang sebagai suatu permasalahan yang harus dikelola, bukan dipandang sebagai suatu sumber dari keunggulan yang kompetitif.

4. Interactive (Hubungan yang Interaktif)

Pada hubungan yang interaktif ini perusahaan perlu untuk mempunyai hubungan berkelanjutan seperti saling menghormati, saling percaya dan juga saling terbuka dengan para pemangku kepentingan.

Sehingga, perusahaan akan akan mempunyai hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan dan akan menjadi sumber keunggulan yang kompetitif bagi perusahaan.

Hubungan yang terjalin antara perusahaan dengan para stakeholder ini diharapkan interaktif.

Interaksi yang terjadi tersebut nantinya akan bisa membantu perusahaan dalam mempelajari ekspektasi masyarakat banyak, mengembangkan solusi dan memperoleh dukungan dari para pemangku kepentingan untuk menerapkan solusi yang sudah dimiliki oleh perusahaan.

 

Imbalan dan Kontribusi Stakeholder

Para pemangku kepentingan atau stakeholder ini akan memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan operasional perusahaan jika mereka mendapatkan imbalan dari perusahaan yang sebanding atau bahkan lebih besar dibandingkan dengan kontribusi yang diberikan kepada perusahaan.

Imbalan yang diharapkan oleh pemangku kepentingan dari perusahaan ini bermacam – macam.

Hal tersebut tergantung pada kontribusi dan tuntutan dari para stakeholder. Berikut ini merupakan imbalan dan kontribusi dari para pemangku kepentingan.

StakeholderKontribusiImbalan
Pemegang saham / pemilikUang dan modal.Dividen, peningkatan harga saham, dan atau keuntungan dari kegiatan perusahaan.
ManagerWaktu, tenaga, pikiran, dan juga keahlian.Gaji, bonus, status, dan juga kekuasaan.
KaryawanWaktu, tenaga, pikiran, dan juga keahlian.Upah, gaji, bonus, promosi, dan pekerjaan yang stabil.
KonsumenMembeli produk dan jasa yang diproduksi atau dijual perusahaan.Mendapatkan produk berkualitas terbaik dan pelayanan yang ramah.
PemerintahPerizinan, kebijakan, peraturan.Pajak
MasyarakatLoyalitas, hasil pemberdayaan.Kesejahteraan

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang stakeholder atau pemangku kepentingan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar