Strategi Bisnis (Business Strategy)

Setiap perusahaan tentunya memerlukan strategi bisnis jika usaha atau perusahaannya ingin berkembang dan maju dalam kondisi persaingan bisnis di dunia global yang semakin maju ini.

Merancang strategi bisnis adalah suatu hal yang wajib untuk dilakukan oleh para pengusaha dan perusahaan. Tanpa pendekatan yang tepat suatu bisnis akan mengalami kesulitan untuk bisa bertahan dalam persaingan pasar.

Nah, untuk mengetahui lebih banyak tentang strategi bisnis, Yuk simak penjelasannya dalam artikel ini!!

Pengertian Strategi Bisnis

Secara umum, strategi bisnis adalah berbagai macam upaya yang dilakukan supaya bisnis yang dijalankan bisa mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Tujuan disini maksudnya adalah mendapatkan pendapatan yang maksimal dan keberhasilan dalam jangka panjang.

Strategi bisnis juga bisa diartikan sebagai upaya perusahaan dalam mengambil suatu kebijakan dan pedoman yang mempunyai komitmen dan tindakan yang terintegrasi. Hal tersebut dirancang untuk membangun keunggulan dalam persaingan bisnis untuk memenuhi dan mencapai tujuan bisnis.

 

Prinsip Dasar Strategi Bisnis

Setelah mengetahui pengertian dari strategi bisnis, kamu perlu untuk mengetahui apa saja prinsip dasarnya. Berikut merupakan penjelasannya.

1. Mulai dengan Data

Dalam merancang suatu strategi, tidak hanya mengandalkan insting atau asumsi saja. Lakukanlah berbagai riset sesuai dengan kebutuhan untuk memperoleh data atau informasi terbaru yang akurat.

Dalam proses pengumpulan data, bisa dimulai dari data tentang bisnis yang dilakukan. Kumpulkan semua fakta tentang bagaimana bisnis berjalan dalam kurun waktu tertentu.

Misalnya seperti mengumpulkan data tentang berapa jumlah produk yang terjual dalam kurun waktu tertentu.

Selanjutnya hal yang bisa dilakukan adalah mempelajari peluang pasar untuk produk bisnis yang dijalankan. Selain itu amati juga perilaku penjualan dalam kurun waktu tertentu, kapan penjualan terendah dan kapan penjualan tertinggi, serta apa yang menjadi penyebabnya.

2. Memilih Pendekatan Strategi Bisnis

Sebelum menentukan detail strategi bisnis yang diaplikasikan, pilihlah pendekatan yang paling cocok dengan bisnis yang dilakukan.

Terdapat beberapa pendekatan yang bisa dilakukan yaitu sebagai berikut.

Analisa SWOT

Analisa SWOT adalah suatu piranti analisa pemecahan permasalahan yang dihadapi oleh berbagai organisasi atau perusahaan yang mempunyai keinginan adanya suatu penilaian terhadap rencana yang akan dikehendaki.

Dalam teori ini dibagi kondisi kinerja organisasi atau perusahaan dengan membandingkan antara faktor internal dengan faktor eksternal.

Faktor internal terdiri dari kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness), sedangkan untuk faktor eksternal terdiri dari peluang (opportunity) dan ancaman (threat).

Strength (S)
Tentukan 5 – 10
kekuatan internal.
Weakness (W)
Tentukanlah 5 – 10 faktor
kelemahan internal.
Opportunity (O)
tentukanlah 5 – 10 faktor
peluang eksternal.
Strategi (SO)
Ciptakan lah strategi yang
memanfaatkan kekuatan
untuk memanfaatkan peluang.
Strategi (WO)
Ciptakan lah strategi yang dapat
meminimalkan kelemahan untuk
memanfaatkan peluang.
Threat (T)
Tentukanlah 5 -10 ancaman
eksternal.
Strategi (ST)
Ciptakan lah strategi yang
yang memakai kekuatan untuk
mengatasi ancaman.
Strategi (WT)
Ciptakan lah strategi yang dapat
meminimalkan kelemahan dan
menghindari ancaman.

Analisis SMART

Analisis SMART adalah suatu analisis yang bertujuan untuk dapat mengetahui dan juga menguji hasil kuantitatif keadaan dari suatu kegiatan.

Dengan melakukan pengujian atau penilaian tersebut akan diketahui nilai ideal dari keberadaan suatu kegiatan atau aktivitas.

Keadaan suatu kegiatan di-analisa berdasarkan, spesifik (Specific), terukur (Measurable), keberhasilan (Achievable), beralasan (Reasonable), dan order waktu (Time order).

Setiap keadaan tersebut diuraikan menjadi berbagai faktor dan diberi ukuran atau kategori dan diberikan bobot.

Sedangkan nilai yang dihasilkan dari setiap keadaan tersebut dalam bentuk peta, yaitu peta analisa SMART peningkatan suatu kegiatan.

Analisis SMART

Teori Optimasi

Teori optimasi adalah suatu teori yang bisa dipakai untuk menilai pelaksanaan suatu penyelenggaraan kegiatan secara obyektif dengan mengetahui keadaan dan permasalahan yang ada sekarang ini.

Teori ini bisa dipakai untuk menilai keadaan dan permasalahan sekarang ini dengan membahas elemen sarana atau prasarana pendukung, peralatan, personil, dan anggaran.

3. Menentukan Detail Strategi Bisnis

Dari informasi atau data penelitian atau riset yang dimiliki. Kemudian bisa menentukan detail strategi yang akan diaplikasikan.

Lakukan pembagian strategi sesuai dengan bidang tertentu atau breakdown. Misalnya seperti strategi pemasaran, apa yang ingin diaplikasikan.

Langkah tersebut sangat lah penting untuk dilaksanakan, bahkan untuk bisnis dengan sekala kecil sekali pun. Tujuannya adalah untuk mempermudah dalam pelaksanaan strategi yang sudah disusun atau direncanakan dengan tepat.

4. Evaluasi Berdasarkan Data

Setelah melaksanakan strategi yang sudah direncanakan, selanjutnya adalah melakukan pengecekan apakah strategi yang dilakukan sudah berhasil.

Apabila sudah berhasil, yang harus dilakukan selanjutnya adalah terus melakukan pengawasan pada pelaksanaan strategi tersebut.

Jika belum berhasil, maka perlu untuk melakukan pengecekan bagian mana yang tidak berhasil dan apa yang menjadi penyebabnya.

Misalnya apabila kegagalan terjadi pada penjualan berasal dari minimnya kunjungan pengunjung ke situs website. Maka yang harus dilakukan adalah memastikan apakah strategi pemasaran yang dijalankan sudah sesuai dengan rencana atau belum.

 

Keahlian Penyusun Strategi Bisnis

Supaya bisa menyusun suatu strategi yang konseptual, maka dalam melakukan penyusunan strategi dituntut untuk mempunyai berbagai keahlian sebagai penyusun strategi.

Beberapa keahlian tersebut diantaranya sebagai berikut.

1. Identifikasi

Identifikasi merupakan suatu proses analisis yang penting dan cermat untuk dapat menjamin seluruh faktor yang mempengaruhi strategi sudah matang dipertimbangkan.

Yang lebih penting lagi adalah proses identifikasi ini menentukan berbagai parameter atau indikator untuk memulai analisis strategi.

2. Prediksi

Prediksi disini maksudnya adalah peramal-an strategi. Hal tersebut membutuhkan keahlian dalam mempertimbangkan kondisi masa yang akan datang.

Masa depan memang tidak bisa untuk diidentifikasikan, namun harus diprediksi. Prediksi tidak hanya di dasarkan pada analisis obyektif saja, tapi juga membutuhkan berbagai pertimbangan yang bersifat subjektif.

Dalam penyusunan strategi harus mendapatkan cara untuk bisa menanggapi perubahan lingkungan yang terjadi dengan mengantisipasikan berbagai perubahan yang ada.

Antisipasi yang dilakukan tersebut membutuhkan berbagai pertimbangan terhadap ketidakpastian dan prediktif yang cukup sulit.

3. Inovasi

Inovasi dalam penyusunan strategi ini cukup penting, karena di zaman yang semakin berkembang ini masalah yang muncul semakin kompleks.

Dalam konteks lingkungan dan berbagai sumber perusahaan, penyusunan strategi ini harus melakukan penyelidikan terhadap berbagai pilihan strategi seluas – luas nya, namun tetap dalam kemampuan perusahaan.

4. Evaluasi

Setelah melakukan identifikasi, prediksi, dan inovasi, selanjutnya adalah melakukan evaluasi atau pengujian. Evaluasi tidak hanya melibatkan berbagai instrument logis, namun dalam kenyataannya membutuhkan juga analisis dan pertimbangan.

Dalam kerangka kerja dinamis perumusan strategi, evaluasi dapat mempertemukan tidak hanya lingkungan dan berbagai sumber saat sekarang namun juga prediksi keadaan eksternal dan internal di masa yang akan datang.

5. Pembuatan Keputusan

Pembuatan keputusan berkaitan dengan pemilihan strategi. Alternatif strategi yang disusun dengan keahlian inovasi atau diuji konsisten-nya supaya bisa dibuat keputusan pemilihan strategi.

Masa dengan yang tidak pasti bisa menyebabkan pembuatan keputusan mengandung suatu resiko.

Jenis Strategi Bisnis

Strategi bisnis ini pada dasarnya terdapat 3 jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Pertumbuhan

Strategi pertumbuhan adalah pada saat suatu organisasi atau perusahaan memperluas jumlah pasar yang dilayani atau produk yang ditawarkan, baik dengan melalui bisnis nya saat ini atau dengan membuka bisnis baru.

Dengan menggunakan strategi ini suatu organisasi bisa meningkatkan jumlah pendapatannya, jumlah karyawan, atau pun pangsa pasar-nya.

2. Stabilitas

Strategi stabilitas adalah suatu strategi organisasi yang dimana organisasi terus melakukan apa yang sedang dilakukannya sekarang.

Misalnya seperti terus melayani pelanggan atau konsumen yang sama dengan cara menawarkan produk atau layanan yang sama, mempertahankan pangsa pasar yang ada, dan mempertahankan operasi bisnis saat ini. Dalam hal ini organisasi tidak mengalami pertumbuhan dan tidak juga mengalami kemunduran.

3. Pembaharuan

Pada saat sudah organisasi atau perusahaan sedang mengalami masalah, maka organisasi tersebut harus melakukan sesuatu.

Para manajer harus mengembangkan suatu strategi, yang disebut dengan strategi pembaruan, yang menangani penurunan kinerja organisasi.

Terdapat 2 tipe utama dalam strategi ini, yaitu strategi penciutan atau retrenchment dan strategi turn around.

Strategi penciutan adalah strategi yang dimaksudkan untuk melakukan pengurangan atas pasar atau pun beberapa fungsi dalam organisasi yang mempunyai aliran keuangan negatif. Pada umumnya strategi ini diaplikasikan pada perusahaan atau organisasi yang sedang berada di tahap menurun.

Strategi turn around adalah strategi yang digunakan untuk mengembalikan penurunan profitabilitas menuju pemulihan dan pencapaian keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Perusahaan atau organisasi yang berada dalam keadaan kritis memerlukan suatu tindakan drastis dan restrukturisasi untuk menghasilkan perubahan haluan.

 

Komponen Strategi Bisnis

Berikut ini merupakan beberapa komponen dari strategi bisnis.

1. Strategi Operasi

Strategi operasi adalah strategi yang dilakukan untuk mengubah masukan atau input (bahan baku, bahan penolong, mesin, manusia, dan lain sebagainya) menjadi keluaran atau output yang mempunyai nilai.

Strategi operasi ini berhubungan dengan berbagai fasilitas dan peralatan, sumberdaya, perencanaan, dan pengendalian.

2. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran ini meliputi segmentasi pasar, strategi produk, strategi harga, strategi promosi, strategi tempat, dan pembidikan pasar.

Dalam strategi pemasaran suatu produk atau layanan, variable segmentasi utamanya adalah segmentasi geografis, psikologis, demografis, perilaku, dan juga manfaat.

Segmentasi adalah suatu seni dalam melakukan suatu identifikasi dan menemukan suatu peluang yang tumbuh di pasar dengan benar dan tepat.

Secara tipikal, segmentasi adalah suatu proses dimana memanfaatkan peluang yang ada dengan membagi – bagi pasar menjadi beberapa segmen.

Pasar ditetapkan berdasarkan karakteristik tertentu, oleh karena itu perusahaan dapat memahami dengan lebih jelas pasar mana yang akan dimasuki dalam memasarkan produk atau layanan-nya.

Selain segmentasi, terdapat juga pembidikan pasar. Pembidikan pasar ini berarti menentukan pesaing. Suatu organisasi bisnis atau perusahaan harus meneliti posisi pesaing dan memutuskan posisinya yang terbaik.

Penentuan posisi atau positioning adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk merancang citra dan nilai yang ditawarkan. Oleh karena itu pelanggan dalam satu segmen akan bisa memahami dan juga menghargai kedudukan perusahaan dalam kaitannya dengan pesaing-nya.

Positioning juga dapat diartikan sebagai suatu strategi yang dilakukan untuk merebut posisi di benak pelanggan, oleh karena itu strategi ini berkaitan dengan bagaimana membangun kepercayaan, keyakinan, dan kompetensi bagi perusahaan.

Positioning ini harus bisa menggambarkan kekuatan dan juga keunggulan kompetitif dari suatu organisasi bisnis.

3. Strategi Sumber Daya Manusia

Strategi sumber daya manusia ini meliputi merencanakan dan juga menarik berbagai sumber daya manusia yang mempunyai kualitas baik, mengembangkan SDM supaya berkualitas, menilai kinerja dari SDM, memberikan motivasi, dan memelihara SDM yang berkualitas.

4. Strategi Keuangan

Strategi keuangan ini berkaitan dengan pengaturan keuangan yang se-efisien dan se-efektif mungkin. Suatu bisnis dikatakan efisien dan juga efektif jika bisa menghasilkan keuntungan yang besar dengan biaya yang kecil.

Keefektifan dan ke-efisiensi-an keuangan perusahaan dapat dicapai dengan cara menekan biaya atau mengurangi berbagai pengeluaran yang tidak perlu dan mampu memanfaatkan kelebihan dana untuk investasi atau ekspansi.

Tingkatan Strategi Bisnis

Tujuan bisnis akan bisa dicapai dengan pelaksanaan yang efektif dari berbagai strategi yang efektif pula.

Sementara setiap karyawan, mitra, dan juga pemangku kepentingan perusahaan atau organisasi fokus pada satu tujuan bisnis.

Kegiatan yang dilakukan mereka ditentukan oleh berbagai strategi yang sesuai dengan level mereka dalam organisasi.

Strategi bisnis bisa diklasifikasikan atau dikelompokkan ke dalam 3 tingkatan, yaitu sebagai berikut.

Level 1: Tingkat Perusahaan

Tingkat perusahaan merupakan tingkat yang paling tinggi dan paling luas dari strategi bisnis.

Hal ini adalah rencana bisnis yang menetapkan suatu pedoman tentang apa yang harus dicapai dan bagaimana suatu bisnis diharapkan untuk mencapai-nya.

Misalnya seperti visi, misi, dan tujuan organisasi bisnis untuk semua orang.

Level 2: Tingkat Unit Bisnis

Tingkat unit bisnis adalah tingkatan strategi khusus yang diterapkan untuk unit yang tentunya berbeda untuk unit bisnis yang berbeda pula.

Unit bisa berupa produk atau saluran berbeda yang mempunyai operasi yang berbeda.

Berbagai unit tersebut membentuk strategi untuk membedakan diri dari pesaing dengan memakai strategi kompetitif dan untuk menyelaraskan tujuan mereka dengan tujuan bisnis secara keseluruhan yang didefinisikan dalam strategi tingkat perusahaan.

Level 3: Tingkat Fungsional

Strategi tingkat fungsional ini diaplikasikan atau diterapkan oleh berbagai departemen unit.

Strategi ini terbatas pada tindakan yang dilakukan sehari – hari dan keputusan yang dibutuhkan untuk memberikan strategi tingkat unit dan tingkat perusahaan untuk menjaga hubungan antara berbagai departemen, dan memenuhi tujuan fungsional untuk perusahaan.

Sebagai contohnya adalah memakai software akuntansi untuk memudahkan dalam melakukan pencatatan keuangan.

 

Manfaat Strategi Bisnis

Dengan membuat strategi bisnis yang baik tentunya akan memberikan suatu manfaat bagi bisnis yang dijalani, misalnya seperti:

1. Pedoman dalam Membangun Bisnis

Strategi bisnis tentunya dapat membantu para pebisnis untuk dapat mengetahui arah pengembangan usahanya.

Oleh karena itu strategi bisnis ini selalu mempunyai orientasi pada masa depan. Meskipun, pada pengaplikasiannya, dilakukan dengan langkah jangka pendek yang spesifik.

2. Mengetahui Tingkat Keberhasilan

Para pebisnis bisa mengetahui berapa tingkat keberhasilan dari langkah bisnis yang sudah dilakukannya.

Misalnya seperti, apabila penjualan produk atau layanan meningkat sebesar 10%, tapi yang ditargetkan adalah 15%, maka harus dilakukan suatu evaluasi pada strategi yang sudah dijalankan.

3. Memenangkan Persaingan

Dengan mengetahui berbagai data internal perusahaan dan juga pasar. Para pelaku bisnis akan menjadi lebih mampu untuk menjual produk dan atau layanan-nya dengan efektif.

Apabila pesaing ternyata belum mengaplikasikan strategi bisnis yang baik, maka tentunya dapat memenangkan persaingan dengan lebih mudah.

 

Contoh Strategi Bisnis

Berikut ini merupakan beberapa contoh dari strategi bisnis sukses yang dapat menginspirasi.

1. Menciptakan Pasar Baru

Contoh yang menerapkan strategi ini adalah Rico Huang dalam bisnis photobook / photo album, yang saat ini belum ada pemain bisnis yang bermain dalam bidang ini di Indonesia.

Para pelaku bisnis bisa mengambang-kan strategi untuk diaplikasikan dimana para pelaku bisnis sendiri menciptakan pasar yang bahkan terdapat kompetitor atau pesaing yang masuk.

Sehingga para pelaku bisnis akan menjadi lebih mudah untuk merencanakan pengembangan bisnis yang tepat.

2. Akuisisi

Contoh yang menerapkan strategi ini adalah Facebook. Seperti kita ketahui Facebook sudah mengakuisisi Instagram, WhatsApp, Oculus, dan lain sebagainya.

Strategi ini mempunyai fokus pada membeli atau mengakuisisi kompetitor dibandingkan menciptakan sesuatu sendiri.

Strategi ini mempunyai satu tujuan yaitu meningkatkan jangkauan dan basis pengguna atau pelanggan.

3. Diferensiasi Produk

Perusahaan teknologi Apple membedakan sistem operasi produknya dari produk lain. Hal tersebut dapat membedakan produk Apple dengan produk lain dan dapat membangun pengikut tersendiri.

4. Permainan Harga

OnePlus meluncurkan produk andalannya yang diberi nama OnePlus 6T dengan berbagai fitur-nya yang hampir sama dengan iPhone X, namun dengan harga yang lebih murah dari harga iPhone X.

Strategi ini dapat bekerja atau sukses diterapkan untuk OnePlus, sehingga menjadikan OnePlus sebagai merek smartphone premium teratas di India dan negara lain.

5. Content Marketing

HubSpot adalah perusahaan yang membuat platform untuk content marketing. Hal tersebut dengan tujuan untuk mempromosikan produk dengan berbagai artikel yang relevan dan juga bermanfaat bagi audiens.

Sebelum melakukan pembelian, biasanya konsumen akan melakukan suatu proses yang disebut dengan customer journey. HubSpot mengaplikasikan strategi konten yang bisa menjawab seluruh pertanyaan dari konsumen sesuai dengan proses pembelian (customer journey).

Strategi ini sukses membuat HubSpot memperoleh pendapatan sampai $2miliar.

6. Social Media Marketing

strategi bisnis teman nabati

Contoh yang melakukan strategi bisnis ini adalah Teman Nabati. Teman Nabati adalah perusahaan makanan ringan yang memakai Twitter sebagai media untuk mempromosikan produknya.

Hal tersebut tentunya bertujuan untuk menjangkau banyak audiens dan untuk meningkatkan brand awareness ke target pasar professional muda.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang strategi bisnis. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan mampu menambah wawasan kamu. Jika ada kritik, saran, dan komentar silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

2 pemikiran pada “Strategi Bisnis (Business Strategy)”

Tinggalkan komentar