Strategi Email Marketing

Strategi eMail marketing yang efektif sangat penting bagi kamu untuk melakukannya. Tentu saja hal tersebut bertujuan untuk mencapai pemasaran secara maksimal.

Menggunakan eMail sebagai media pemasaran tentu saja akan memberikan kamu banyak peluang untuk memperluas audiens.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Content Marketing Insitute menyebutkan bahwa sebanyak 93% pemasar B2B memakai eMail untuk mendistribusikan konten pemasaran mereka.

Sebesar 40% dari mereka memberikan pernyataan bahwa buletin eMail sangat penting untuk kesuksesan strategi pemasaran kontennya.

Strategi eMail marketing yang dibuat dengan baik tentu saja akan membantu kamu dalam mendorong konversi dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan kamu.

Berikut ini merupakan beberapa strategi eMail marketing yang dapat kamu coba:

1. Menentukan Tujuan

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menentukan tujuan yang akan kamu capai.

Tentukanlah apa yang ingin kamu raih pada akhir pemasaran dengan menggunakan eMail.

Berikut ini merupakan beberapa contoh tujuan pemasaran dengan menggunakan eMail yang paling umum:

  • Meningkatkan visibilitas brand
  • Meningkatkan penjualan
  • Memperoleh pelanggan baru
  • Membangun hubungan dengan pelanggan yang ada
  • Meningkatkan loyalitas terhadap brand
  • Meningkatkan lalu lintas website

Perlu kamu ketahui bahwa menguraikan tujuan pemasaran melalui eMail yang kamu lakukan sangatlah penting. Hal tersebut akan membantu kamu agar apa yang kamu lakukan terarah.

2. Membangun Daftar Alamat Email Organik

Perlu kamu ketahui bahwa membangun daftar alamat eMail organik ini sangatlah penting untuk keberhasilan upaya eMail Marketing yang kamu lakukan.

Terdapat banyak pemasar yang membeli daftar alamat eMail. Tentu saja hal tersebut merupakan jalan pintas yang paling cepat untuk menjangkau lebih banyak orang dalam rentang waktu yang singkat.

Akan tetapi, kamu jangan pernah melakukan hal tersebut.

Mengapa?

Hal tersebut karena, kamu mempunyai peluang besar untuk merusak reputasi bisnis dan kemungkinan besar eMail yang kamu kirimkan akan berakhir di folder spam.

Apa yang menjadi penyebabnya?

Karena daftar alamat email yang kamu beli sebagian besar adalah orang – orang yang tidak tertarik dengan bisnis kamu.

Sehingga, kamu akan memperoleh sedikit feedback dari eMail yang kamu kirimkan.

Agar upaya pemasaran melalui media eMail ini berhasil, sangat penting untuk mengirimkan eMail kepada audiens yang sudah tertarget.

Kamu perlu mengirim kepada orang – orang yang memang memperlihatkan minat atau ketertarikan kepada bisnis kamu.

Cara yang paling umum dan paling mudah untuk membangun daftar alamat eMail organik adalah dengan menambahkan form berlangganan di website bisnis kamu.

Cara lainnya adalah dengan menawarkan sesuatu kepada audiens dengan imbalan alamat eMail mereka.

Hal yang kamu tawarkan bisa berbagai macam seperti diskon, uji coba gratis, webinar, dan lain sebagainya.

3. Melakukan Segmentasi Daftar Alamat Email Organik

Strategi eMail marketing yang selanjutnya adalah dengan melakukan segmentasi daftar alamat eMail organik yang berhasil kamu dapatkan.

Setelah kamu mempunyai daftar alamat eMail organik, segmentasikanlah berdasarkan parameter yang sesuai.

Segmentasi ini dibutuhkan supaya daftar alamat email yang kamu miliki lebih teratur dan efektif.

Berikut ini merupakan beberapa parameter yang bisa kamu pertimbangkan ketika melakukan segmentasi daftar alamat eMail yang kamu miliki:

  • Tahapan siklus hidup pengguna
  • Demografis (umur, jenis kelamin, pekerjaan, etnis, dan lainnya)
  • Geografis (negara, kota, wilayah, dan lainnya)
  • Perilaku dan keterlibatan pengguna
  • Frekuensi pembelian

Dengan melakukan segmentasi pada daftar alamat eMail, kamu akan bisa menyesuaikan komunikasi eMail supaya sesuai dengan kebutuhan segment tertentu.

Sehingga, kamu juga sudah melakukan personalisasi pada setiap eMail yang kamu kirim.

Perlu kamu ketahui bahwa melakukan segmentasi adalah inti dari keberhasilan strategi eMail marketing.

Contoh:

Strategi email marketing Sephora

Shepora melakukan segmentasi untuk meningkatkan tingkat retensi pelanggan mereka.

Pada saat pelanggan melakukan pembelian produk Shepora, mereka menghitung berapa lama produk bisa bertahan.

Apabila produk sudah bisa diperkirakan mampu bertahan selama 1 bulan, maka mereka akan mengirimkan eMail pengingat untuk restock sekitar waktu tersebut.

Orang yang menerima eMail pengingat tersebut adalah segmen pelanggan yang mungkin saja ingin membeli kembali produk Shepora.

Dengan mengirim eMail pengingat untuk restock pada waktu yang tepat, maka Shepora mampu memaksimalkan peluang mereka untuk mendapatkan klik.

4. Memeriksa Berkala Daftar Alamat Email

Apakah kamu tau asset utama dan paling penting dalam strategi eMail marketing?

Jawabannya adalah daftar alamat eMail.

Dalam hal ini sangat penting bagi kamu untuk selalu melakukan pemeriksaan daftar alamat eMail agar tetap relevan.

Hapus atau arsipkan dari daftar alamat eMail seluruh pengguna yang sudah berhenti berlangganan eMail dari kamu.

Apabila kamu tetap menyimpan pengguna yang sudah tidak berlangganan dalam daftar alamat eMail, maka kamu akan melihat penurunan tingkat feedback.

Selain itu, besar kemungkinannya akan merusak reputasi bisnis kamu. Hal tersebut dikarenakan pengguna tersebut sudah tidak tertarik lagi dengan bisnis kamu.

Dalam hal ini kamu tidak perlu repot – repot menghabiskan banyak waktu untuk memperbarui daftar secara manual.

Karena pada saat ini sudah banyak tools eMail yang memberikan pilihan untuk menghapus pelanggan yang berhenti berlangganan secara otomatis.

5. Maksimalkan Subjek

Apakah kamu tau, mengapa subjek eMail penting?

Pada saat pelanggan menerima eMail dari kamu, hal pertama yang mereka lihat adalah subjeknya.

Hal tersebut dapat menjadi faktor yang menentukan apakah pengguna akan membuka eMail dari kamu atau tidak.

Dengan demikian, subjek sangat penting dalam menentukan keberhasilan eMail marketing yang kamu lakukan.

Dalam hal ini subjek yang menarik akan mampu menyedot perhatian dari pembaca.

Apakah ada rumus wajib untuk membuat subjek yang menarik?

Jawabannya adalah tidak ada rumus tetap.

Akan tetapi, subjek yang menyertakan nama penerima akan lebih memperoleh perhatian.

Selain itu, kamu juga bisa memasukkan penawaran atau diskon terbaru di subjek. Kedua hal tersebut kemungkinan dapat memberikan motivasi kepada pembaca untuk membuka eMail dan melakukan pembelian.

Berikut ini merupakan beberapa tips yang mungkin bisa membantu kamu untuk membuat subjek yang menarik:

  • Jaga supaya baris subjek tetap pendek yaitu tidak melebihi 60 karakter.
  • Hindarilah penggunaan kata – kata spam seperti “gratis” dan “dapatkan uang”. Kata – kata spam bisa membuat eMail yang kamu kirim masuk dalam folder spam.
  • Sebaiknya kalimat subjek dibuat seolah – olah kamu sedang mengajukan pertanyaan kepada penerima atau seakan kamu ingin berbagi pengalaman. Hal tersebut terdengar lebih menarik.

6. Membuat Konten Berkualitas

Disamping harus membuat subjek yang menarik, kamu juga harus membuat konten yang berkualitas sehingga akan direspon dengan baik oleh audiens kamu.

Bagaimanapun, konten adalah inti dari strategi pemasaran dengan menggunakan eMail ini.

Berikut ini merupakan beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk membuat konten yang menarik:

  • Buatlah eMail yang tidak terlalu panjang dan jelas.
  • Pilihlah magic words yang tepat.
  • Buatlah call to action sesuai dengan penawaran yang kamu berikan.
  • Buatlah desain yang menarik.

7. Membuat Jadwal Mengirim Email

Faktor lainnya yang perlu kamu perhatikan adalah waktu kamu mengirim eMail. Hal tersebut merupakan dilema yang umumnya dihadapi oleh pemasar.

Kapan waktu terbaik untuk mengirim eMail?

Pada dasarnya tidak ada jawaban yang jelas untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Waktu yang paling baik tentu saja tergantung dari target pasar yang menjadi sasaran.

Oleh karena itu, kamu perlu melakukan uji waktu yang berbeda dan periksa tingkat efektifitas dari setiap waktu tersebut.

Pada saat kamu sudah melakukan uji coba kamu akan bisa membuat jadwal mengirimkan eMail.

Jadwal ini merupakan salah satu kunci keberhasilan strategi eMail marketing. Apabila kamu mengirim eMail pada waktu yang tepat, maka tingkat efektivitas pemasaran menggunakan eMail yang kamu lakukan akan meningkat.

Untuk memastikan kamu tidak lupa untuk mengirim eMail sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, kamu bisa menggunakan tools eMail.

Berikut ini merupakan beberapa tools eMail yang bisa kamu coba:

  • Emma
  • MailChimp
  • Sendinblue
  • Hubspot

8. Uji Email Kamu

Apakah kamu tidak mendapatkan hasil yang diinginkan dari kampanye eMail yang kamu lakukan?

Uji eMail kamu. Pengujian ini tentunya bisa memberikan wawasan berharga yang bisa membantu memaksimalkan strategi pemasaran eMail kamu untuk hasil yang lebih baik.

Untuk dapat melakukan pengujian, kamu harus bisa menyiapkan beberapa templat eMail sebelum kamu mengirimkannya.

Uji coba berbagai versi subjek, desain, dan konten eMail kamu. Melalui pengujian tersebut, kamu akan mengetahui templat eMail mana yang mempunyai kinerja paling baik.

Kamu bisa bereksperimen dengan ukuran font, warna, dan tombol call to action yang berbeda.

Uji coba lah eMail kamu secara menyeluruh di berbagai perangkat dan periksa mana yang memperoleh respon paling baik.

Cara yang paling mudah untuk melakukan uji coba eMail adalah dengan menggunakan tools.

Berikut ini merupakan beberapa tools yang dapat kamu gunakan untuk melakukan uji coba:

  • Sumo
  • OptionMonster
  • Sendinblue

9. Ukur (Analisa) Kinerjanya

Setelah kamu melakukan uji coba dan sudah mengetahui templat mana yang mempunyai kinerja paling baik, kini saatnya kamu mengirim eMail.

Setelah kamu mengirim eMail, kamu perlu meluangkan waktu untuk mengetahui bagaimana pengguna beraksi terhadap eMail yang kamu kirim.

Lakukanlah analisis terhadap kinerja eMail yang sudah kamu kirimkan tersebut. Melakukan analisis kinerja adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan strategi eMail marketing yang kamu lakukan.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang strategi eMail marketing. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Apabila ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan saja di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar