Strategi Pemasaran (Marketing Strategy)

Dalam mengelola organisasi bisnis atau perusahaan tentunya sangat diperlukan strategi pemasaran. Hal tersebut berguna menarik konsumen atau pelanggan supaya bisnis yang dilakukan tetap hidup dan juga berkembang.

Untuk dapat memahami lebih mendalam tentang strategi pemasaran, Yuk simak penjelasannya dalam artikel ini!!

Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi Pemasaran adalah suatu analisis, strategi pengembangan, dan pelaksanaan atas:

  1. Pemilihan strategi pasar sasaran produk pada setiap unit bisnis.
  2. Proses penetapan tujuan pemasaran dan pengembangan.
  3. Pelaksanaan dan pengelolaan strategi program pemasaran penentuan posisi pasar yang dirancang untuk memenuhi konsumen pasar sasaran.

Secara sederhananya dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk memasarkan suatu produk baik jasa atau barang dengan memakai berbagai pola rencana dan juga taktik tertentu sehingga mampu melakukan penjualan dengan jumlah yang tinggi.

 

Pengertian Strategi Pemasaran Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami tentang pengertian dari strategi pemasaran, berikut ini merupakan beberapa pendapat yang disampaikan oleh para ahli.

Sofjan Assauri (2007:168)

“Strategi pemasaran adalah suatu rencana yang menyeluruh, terpadu, dan menyatu di bidang pemasaran yang memberikan panduan tentang aktivitas yang akan dijadikan untuk bisa mencapai tujuan pemasaran suatu organisasi bisnis.”

Buchari Alma (2008:195)

“Strategi pemasaran adalah memilih dan juga menganalisa pasar sasaran yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin dicapai oleh organisasi bisnis atau perusahaan dan menciptakan suatu bauran pemasaran yang cocok dan dapat memuaskan pasar sasaran tersebut.”

Kotler dan Amstrong (2008)

“Strategi pemasaran adalah logika pemasaran yang dimana unit bisnis berharap untuk menciptakan nilai dan mendapatkan keuntungan dari hubungannya dengan konsumen.”

 Kurtz (2008)

“Strategi pemasaran adalah keseluruhan program perusahaan dalam menentukan target pasar dan memuaskan konsumen dengan membangun kombinasi elemen dari marketing mix: produk, distribusi, promosi, dan harga.”

Tull dan Kahle (1990:6)

“Strategi pemasaran adalah suatu alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan dari organisasi bisnis dengan menggambarkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang dipakai untuk melayani pasar sasaran tertentu.”

Philip Kotler

“Strategi Pemasaran adalah suatu mindset pemasaran yang akan dipakai untuk mencapai tujuan pemasaran, yang dimana didalamnya terdapat strategi detail tentang pasar sasaran, penetapan posisi, bauran pemasaran, dan budget untuk pemasaran.”

Tjiptono

“Strategi pemasaran adalah alat fundamental yang dirancang untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan daya saing yang berkesinambungan melewati pasar yang dimasuki, dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar target tersebut.”

Stanton

“Strategi pemasaran adalah sesuatu yang melingkupi seluruh sistem yang mempunyai hubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai mempromosikan dan menyalurkan produk baik barang atau jasa yang dapat memuaskan konsumen.”

 

Unsur – Unsur Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran harus bisa dipersiapkan dengan matang sejak awal supaya tujuan pemasaran bisa dicapai. Berikut merupakan beberapa unsur dari strategi pemasaran:

1. Segmentasi Pasar (Market Segmentation)

Segmentasi pasar artinya adalah membagi pasar menjadi beberapa kategori atau kelompok konsumen yang berbeda, yang mungkin membutuhkan produk atau marketing mix yang berbeda.

Segmentasi pasar harus dilakukan, karena dalam suatu pasar terdapat banyak sekali konsumen yang berbeda keinginan dan juga kebutuhannya. Sehingga setiap perbedaan tersebut mempunyai potensi untuk menjadi suatu peluang atau potensi tersendiri.

Untuk dapat melakukan segmentasi pasar, harus mengetahui dan memperhatikan terlebih dahulu variabel yang ada di dalamnya. Tujuannya adalah untuk segmentasi yang sudah dilakukan bisa tepat pada sasaran.

Salah dalam menentukan variabel segmen, maka akan berakibat gagal-nya sasaran yang ingin dicapai.

Variabel yang digunakan untuk melakukan segmentasi pasar ini terdiri dari segmentasi pasar konsumen dan juga segmentasi pasar industrial.

Berikut ini adalah variabel utama dalam melakukan segmentasi pasar konsumen menurut pendapat dari Philip Kotler.

  1. Segmentasi berdasarkan geografis. Segmentasi ini terdiri dari bangsa, provinsi, kecamatan, dan iklim.
  2. Segmentasi berdasarkan demografis. Segmentasi ini terdiri dari umur, jenis kelamin, ukuran keluarga, daur hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, dan kebangsaan atau kewarganegaraan.
  3. Segmentasi berdasarkan perilaku. Segmentasi ini terdiri dari pengetahuan, sikap, kegunaan.

Variabel umum yang digunakan dalam segmentasi pasar industrial adalah sebagai berikut:

  1. Segmentasi berdasarkan demografis. Segmentasi ini terdiri dari jenis industry, besar kapasitas perusahaan, dan lokasi perusahaan.
  2. Segmentasi berdasarkan karakteristik pengoperasian. Segmentasi ini terdiri dari teknologi yang difokuskan, status pengguna, dan kemampuan pelanggan.
  3. Segmentasi berdasarkan pendekatan pembeli. Segmentasi ini terdiri dari organisasi berfungsi pembeli, sifat hubungan yang ada, struktur kekuatan, kebijakan pembeli umum, dan kriteria.
  4. Segmentasi berdasarkan personal industri. Segmentasi ini terdiri dari kesamaan pembeli, sikap terhadap resiko, dan kesetiaan.
  5. Segmentasi berdasarkan faktor situasional. Segmentasi ini terdiri dari urgensi, pengguna khusus, dan besarnya pesanan.

2. Pasar Sasaran (Market Targeting)

setelah melakukan segmentasi pasar, maka terdapat beberapa segmen yang layak untuk dikerjakan. Hal tersebut karena dianggap paling potensial.

Secara umum pengertian dari menetapkan pasar sasaran adalah suatu kegiatan mengevaluasi keaktifan dari setiap segmen, selanjutnya memilih salah satu dari segmen pasar atau lebih untuk dilayani.

Dengan kata lain menetapkan pasar sasaran dilakukan dengan cara mengembangkan ukuran dan daya tarik segmen, selanjutnya memilih segmen sasaran yang diinginkan. Kegiatan dalam menetapkan pasar sasaran terdiri dari:

Evaluasi Segmen Pasar

Dalam proses ini mengevaluasi beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Ukuran dan pertumbuhan segmen. Misalnya seperti data tentang penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan dan margin laba dari setiap segmen.
  • Struktural segmen yang menarik dapat dilihat dari segi profitabilitasnya. Dikatakan kurang menarik jika terdapat pesaing atau kompetitor yang kuat dan agresif. Dalam hal ini juga harus memperhatikan treatment dari produk pengganti atau substitusi.
  • Sasaran dan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Memperhatikan energi yang dimiliki oleh perusahaan, yaitu ketersediaan sumber daya manusia nya termasuk keterampilan yang dimiliki.

Memilih Segmen

Memilih segmen adalah menentukan satu atau lebih segmen yang mempunyai nilai tinggi bagi perusahaan, menetapkan segmen mana dan berapa banyak konsumen yang bisa dilayani.

Terdapat 3 strategi cakupan pasar yang dapat digunakan untuk membantu memilih segmen, yaitu sebagai berikut.

  • Pemasaran tanpa pembedaan atau serba sama

Dengan memakai strategi serba sama, sebuah perusahaan bisa memutuskan untuk mengabaikan perbedaan dari segmen pasar dan menawarkan 1 macam produk ke semua pasar.

Tawaran tersebut akan berfokus pada apa yang sama, bukan pada apa yang berbeda. Dalam hal ini mencari sesuatu yang sama dalam kebutuhan dan keinginan setiap konsumen.

Perusahaan dapat merancang produk dan program pemasaran yang ditujukan pada jumlah konsumen yang terbesar.

  • Pemasaran dengan pembedaan atau serba aneka

Dengan memakai strategi pemasaran serba aneka suatu perusahaan harus memutuskan beberapa segmen pasar dan merancang produk yang berbeda untuk setiap segmen.

Dengan menawarkan perbedaan atau variasi produk di pasar, maka hal tersebut diharapkan perusahaan dapat menjual lebih banyak  produk dan mendapatkan posisi yang lebih kuat dalam masing – masing segmen.

Perusahaan atau produsen juga berharap pembeli akan lebih loyal, hal tersebut dikarenakan perusahaan menawarkan produk yang cocok dengan keinginan konsumen.

  • Pemasaran Terpadu atau Terpusat

Strategi pemasaran terpusat ini dikhususkan jika sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan terbatas.

Strategi pemasaran terpusat atau terpadu adalah suatu strategi peliputan dasar, yang dimana suatu organisasi bisnis memutuskan untuk mencari pangsa pasar besar dalam 1 atau beberapa sub pasar.

Pemasaran ini menawarkan strategi yang baik bagi perusahaan berskala kecil untuk mendapatkan pondasi dalam menghadapi para pesaing yang jauh lebih banyak memiliki sumber daya.

3. Posisi Pasar (Market Positioning)

Menentukan posisi pasar adalah menentukan posisi yang kompetitif dalam suatu pasar. Kegiatan tersebut dapat dilakukan setelah menentukan segmen mana yang akan dimasuki.

Oleh karena itu harus ditentukan pula posisi mana yang diinginkan untuk ditempati dalam segmen pasar yang dipilih. Strategi dalam menentukan posisi pasar ini terdiri dari:

  1. Berdasarkan atribut (harga mahal atau murah).
  2. Kesempatan penggunaan.
  3. Berdasarkan kelas pengguna.
  4. Langsung menghadapi kompetitor.
  5. Tingkatan atau kelas dari produk.

 

Proses Strategi Pemasaran

Berikut ini merupakan beberapa langkah atau proses strategi pemasaran.

  1. Analisis situasi pasar, yaitu mengamati berbagai struktur dan analisis pasar, segmentasi pasar, analisis pesaing, sistem informasi pemasaran dan juga riset.
  2. Design strategi pemasaran, yaitu membahas tentang konsumen sasaran, analisis penentuan posisi, strategi penyeleksian untuk setiap situasi persaingan dan strategi produk baru.
  3. Pengembangan program pemasaran, yaitu mencakup tentang perancangan strategi produk, harga, distribusi, promosi, dan implikasi untuk memenuhi kebutuhan dari konsumen sasaran.
  4. Pelaksanaan strategi dan pengelolaan pemasaran, dalam hal ini dipertimbangkan efektivitas dan pelaksanaan dari strategi serta pengendalian pemasaran.

proses strategi pemasaran

1. Analisis Situasi Pasar

Analisis situasi pasar adalah langkah pertama dalam melakukan perancangan strategi baru atau mengkaji strategi yang sudah ada.

Analisa pasar dari suatu produk berisikan berbagai kegiatan, yaitu sebagai berikut:

  • Identifikasi pasar produk (baik barang atau jasa) yang memberikan peluang bagi organisasi bisnis.
  • Evaluasi pasar produk yang telah ada sebagai pedoman atau landasan strategi.
  • Pengamatan lingkungan dan memprediksi kecenderungan perubahan pasar produk.

Analisis segmentasi pasar ini memperhatikan sifat dasar dan juga keberadaan kebutuhan serta keinginan konsumen yang sangat beragam di pasar.

Analisis ini memberikan peluang bagi organisasi bisnis untuk memadukan kemampuan bisnis dengan permintaan dari salah satu atau kelompok konsumen secara efektif.

Tujuan dari segmentasi ini untuk dapat menemukan perbedaan kebutuhan, keinginan, dan mengidentifikasi segmen yang sedang diamati.

Evaluasi kekuatan, strategi, kelemahan, dan rencana para kompetitor adalah aspek kunci dalam menganalisis situasi.

Evaluasi tersebut sangat penting untuk dapat mengidentifikasi kompetitor yang sudah ada atau pun yang mempunyai potensi. Analisis pesaing dapat meliputi beberapa hal berikut:

  • Identifikasi arena persaingan.
  • Analisis berbagai group strategis.
  • Penggambaran dan evaluasi berbagai pesaing utama.

Analisis tersebut harus bisa mencerminkan kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh pesaing. Pasar yang didominasi oleh beberapa pesaing adalah ciri pasar yang sudah matang.

2. Desain Strategis Pemasaran

Analisis situasi pasar mengidentifikasikan peluang, ancaman, kekuatan dan juga kelemahan organisasi bisnis.

Seluruh informasi atau data yang diperoleh mempunyai arti penting dalam desain strategi pemasaran termasuk analisis penentuan sasaran pasar, pilihan strategis pemasaran, pengembangan, dan penentuan posisi produk di pasar.

Keunggulan dalam pemasaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Berbagai ciri industry.
  • Jenis perusahaan atau ukuran perusahaan.
  • Diferensiasi kebutuhan konsumen.
  • Keunggulan persaingan organisasi bisnis yang spesifik dalam merancang strategi pemasaran.

Berbagai permasalahan yang penting muncul untuk memutuskan bagaimana, kapan, dan dimana akan terjadi persaingan, serta memberikan gambaran dari lingkungan organisasi bisnis.

Penetapan Pasar

Penetapan pasar adalah memilih konsumen yang akan dilayani organisasi bisnis dalam pasar. Apabila kebutuhan dan juga keinginan konsumen bervariasi, maka pasar sasaran terdiri dari satu atau lebih segmen pasar.

Pada saat pasar sudah dapat teridentifikasi dan ditentukan keunggulan-nya, maka manajemen bisa memilih strategi penentuan sasaran.

Keputusan tersebut adalah inti dari strategi pemasaran. Hal tersebut dikarenakan penetapan sasaran akan menjadi pedoman atau landasan penentuan tujuan dan pengembangan strategi penentu posisi pasar.

Strategi penetapan sasaran ini dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu sebagai berikut:

  • Kematangan pasar.
  • Keragaman kebutuhan dan preferensi konsumen.
  • Ukuran organisasi bisnis dibandingkan dengan pesaing-nya.
  • Sumber daya dan juga prioritas organisasi bisnis.
  • Besarnya pasar yang dibutuhkan untuk mencapai kondisi keuangan yang menguntungkan.

Strategi penentuan posisi (positioning) dalam program pemasaran adalah hasil kombinasi antara:

  • Strategi produk
  • Saluran distribusi
  • Harga
  • Promosi

Strategi tersebut biasanya disebut dengan bauran pemasaran atau marketing mix. Strategi penentuan posisi tersebut memberikan konsep yang bisa dipakai untuk memutuskan strategi dan peranan dari setiap komponen bauran.

Langkah awal dalam melakukan pengembangan strategi penentuan posisi adalah memutuskan apa yang akan dicapai dari setiap pasar sasaran.

Konsep dari penentuan posisi ini menunjukan bagaimana kesadaran dan perhatian konsumen pasar sasaran dalam melihat organisasi bisnis atau produknya.

Pemilihan strategi pemasaran harus memperhatikan faktor situasional dan juga persaingan yang dihadapi oleh organisasi bisnis.

Contohnya ketika manajemen mengembangkan strategi untuk memasuki pasar baru, maka bisa memanfaatkan data permasalahan strategis dan pedoman strategi yang membahas tentang situasi memasuki pasar baru.

Dasar analisis bermanfaat untuk mengklasifikasi situasi strategi pemasaran pada tahap pengembangan, pertumbuhan, kematangan, dan penurunan.

Strategi Produk Baru

Strategi produk baru ini melibatkan seluruh fungsi bisnis. Proses perencanaan produk baru yang terkoordinasi dengan baik merupakan suatu hal yang sangat penting untuk memuaskan keinginan konsumen dan untuk memproduksi produk yang berkualitas dan harga bersaing.

Mendengarkan konsumen adalah suatu hal yang penting dalam melakukan suatu identifikasi penampilan produk dan akan mempengaruhi kepuasan konsumen.

Proses dalam merencanakan produk baru ini diawali dengan identifikasi kesenjangan kepuasan konsumen.

Perbedaan atribut produk yang ada dan keinginan dari konsumen adalah suatu peluang untuk dapat memperbarui dan juga meningkatkan produk.

3. Pengembangan Program Pemasaran

Rencana strategi masing – masing bauran pemasaran memperoleh petunjuk dari strategi penentuan sasaran dan posisi produk yang sudah ada atau pun produk baru.

Strategi produk, harga, distribusi, dan juga promosi digabungkan untuk memperoleh strategi penentuan posisi setiap pasar sasaran.

Manajemen harus dapat menentukan peranan dari masing – masing komponen bauran yang meliputi:

  • Pengidentifikasian keunikan setiap fungsi masing – masing komponen bauran.
  • Pengambilan keputusan peran yang harus dilakukan pada fungsi yang sama.

Pengambilan keputusan atau kebijakan bauran pemasaran tingkat operasional mengimplikasikan strategi bisnis. Hal tersebut bertujuan untuk mengalokasikan dana, sumber daya manusia, sumber daya produksi ke pasar, konsumen dan produk secara efektif dan efisien.

Inti dari strategi fungsional adalah merespon kebutuhan konsumen dan membina hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Strategi Produk (Barang / Jasa)

Strategi produk ini membutuhkan informasi atau data terbaru yang dapat mengantisipasi kinerja produk dalam unit bisnis, informasi tersebut terdiri dari:

  • Informasi penilaian konsumen terhadap produk organisasi bisnis (kekuatan dan kelemahan produk) dibandingkan dengan produk yang dimiliki pesaing.
  • Informasi objektif terhadap kinerja dari produk yang nyata dan ter-antisipasi berdasarkan kriteria yang relevan, misalnya seperti penjualan, profit, dan pangsa pasar.

Ke-2 informasi tersebut dapat membantu manajemen dalam merumuskan strategi pada masing – masing produk dalam satu lini.

Produk adalah titik pusat pengembangan strategi dalam penentuan posisi yang pada umumnya berada ketika organisasi bisnis memakai pendekatan organisasional yang menekankan manajemen produk dan juga merek. Strategi produk meliputi beberapa hal diantaranya:

  • Penentuan logo dan moto.
  • Menciptakan merek (brand).
  • Keputusan label.
  • Menciptakan kemasan.

Strategi Distribusi atau Lokasi

Kebutuhan akan saluran distribusi sangat penting untuk dapat menghubungkan antara produsen dengan konsumen tingkat akhir atau pasar.

Pengambilan keputusan untuk memakai saluran distribusi berkaitan dengan jenis organisasi saluran yang akan digunakan, peningkatan manajemen saluran organisasi bisnis, dan intensitas distribusi sesuai dengan produk.

Pemilihan saluran distribusi ini tentunya akan mempengaruhi dalam penentuan posisi organisasi bisnis atau produk di hati konsumen.

Strategi ini dipakai untuk menentukan bagaimana mencapai target pasar dan bagaimana untuk menyelenggarakan berbagai fungsi distribusi yang berbeda – beda. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi strategi distribusi, diantaranya yaitu:

  1. Pertimbangan pembeli atau faktor pasar.
  2. Karakteristik produk.
  3. Faktor produsen yang terdiri dari pertimbangan pengawasan dan keuangan.

Strategi Penentuan Harga

Harga produk tentunya akan membantu dalam penentuan posisi produk. Reaksi dari konsumen terhadap alternative harga, harga pesaing, biaya produk, faktor hukum, dan etika lainnya akan dapat meningkatkan fleksibilitas manajemen dalam menentukan harga.

Penentuan harga adalah suatu hal yang penting dalam kegiatan pemasaran. Hal tersebut menjadi penting, karena harga sangat menentukan laku atau tidaknya suatu produk.

Langkah – langkah yang harus dilakukan dalam menetapkan harga yang tepat terhadap suatu produk adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan tujuan penetapan harga.
  2. Memperkirakan permintaan.
  3. Memperkirakan biaya.
  4. Menganalisa biaya, harga, dan penawaran yang dilakukan oleh pesaing.
  5. Memilih metode dalam menetapkan harga.
  6. Memilih harga akhir.

Strategi Promosi

Strategi iklan, promosi penjualan, dan hubungan dengan masyarakat, dipakai untuk membantu organisasi bisnis berkomunikasi dengan para konsumen-nya, menjalin kerjasama antar organisasi bisnis, masyarakat dan sasaran lainnya.

Strategi promosi ini mempunyai peranan yang penting dalam menempatkan posisi produk di hati konsumen.

Promosi ini bertujuan untuk memberitahukan, meningkatkan, dan membujuk konsumen untuk melakukan pembelian produk. Strategi promosi ini terdiri dari beberapa unsur diantaranya yaitu:

  1. Periklanan (advertising)
  2. Promosi penjualan (sales promotion)
  3. Publikasi (publicity)
  4. Penjualan pribadi (personal selling)

4. Pelaksanaan Strategi dan Pengelolaan Pemasaran

Implementasi dan pengawasan strategi pemasaran ini terdiri dari 3 kegiatan manajemen, yaitu sebagai berikut.

Rencana dan Anggaran Pemasaran

Kegiatan ini terdiri dari beberapa hal yaitu sebagai berikut:

  • Ringkasan analisis situasi.
  • Uraian sasaran pasar dan evaluasi strategis.
  • Tujuan menyeluruh atau spesifik untuk setiap pasar sasaran.
  • Strategi penentuan posisi program pemasaran.
  • Strategi khusus untuk produk, distribusi, harga, promosi, riset pemasaran, dan koordinasi dengan fungsi bisnis lainnya.
  • Ramalan dan anggaran.
  • Rencana kontijensi.

Strategi Implementasi

Strategi ini berisikan tentang pedoman tindakan yang akan diimplementasikan atau dilaksanakan.

  • Siapa yang akan melakukan pekerjaan tertentu?
  • Tanggal dan lokasi pelaksanaan.
  • Bagaimana pelaksanaan yang dilakukan.
  • Berapa faktor kontribusi efektivitas implementasi, misalnya seperti ketrampilan implementasi semua orang yang terlibat, desain organisasi bisnis, insentif, dan efektivitas komunikasi dalam dan luar organisasi bisnis.

Evaluasi Performa Pemasaran

Evaluasi dan pengendalian ini berkaitan dengan pengawasan performa dan perubahan yang mungkin dibutuhkan supaya sesuai dengan kriteria performa yang sudah ditentukan.

Evaluasi strategis adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dimana proses perencanaan ini dilakukan dari tahap awal sampai dengan tahap akhir dari proses strategi pemasaran.

 

Tujuan Strategi Pemasaran

Dibuatnya strategi pemasaran tentunya mempunyai tujuan, berikut merupakan beberapa tujuannya.

  1. Alat yang digunakan untuk mengukur hasil dari pemasaran berdasarkan standar pencapaian yang sudah ditentukan.
  2. Sebagai alat yang dapat digunakan untuk meningkatkan koordinasi antar individu dalam tim pemasaran.
  3. Sebagai pedoman atau landasan yang logis dalam hal mengambil kebijakan pemasaran.
  4. Sebagai alat yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan dalam beradaptasi jika terjadi suatu perubahan dalam pemasaran.
Baca Juga: Marketing Mix

 

Fungsi Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran ini mempunyai beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut.

1. Meningkatkan Motivasi untuk Memprediksi dan Melihat Masa Depan

Fungsi yang pertama ini maksudnya adalah strategi pemasaran sebagai media yang dapat memotivasi manajemen organisasi bisnis supaya berfikir dan juga mampu melihat masa depan dengan cara yang berbeda.

Dimana hal tersebut sangatlah dibutuhkan dengan tujuan untuk menjaga kelangsungan organisasi bisnis di masa depan.

Dalam dunia bisnis tentunya sangat lah penting bagi suatu organisasi bisnis untuk dapat mengikuti ritme pasar. Supaya bisa mengikuti perkembangan dari pasar maka tentunya organisasi bisnis harus mempunyai suatu gebrakkan atau inovasi terbaru yang berbeda dengan para pesaing nya.

2. Lebih Efektif nya Koordinasi Pemasaran

Tentunya setiap organisasi bisnis mempunyai strategi pemasaran yang berbeda – beda. Dimana strategi pemasaran tersebut mempunyai fungsi sebagai pengatur arah jalannya organisasi bisnis. Oleh karena itu dapat membentuk tim koordinasi yang lebih efektif dan tepat sasaran.

3. Merumuskan Tujuan Organisasi Bisnis

Sebagai sebuah organisasi bisnis tentunya harus mempunyai tujuan yang jelas untuk setiap produk yang akan ditawarkan kepada masyarakat.

Oleh karena itu dengan adanya strategi pemasaran tersebut organisasi bisnis akan bisa membuat rincian dari tujuan yang akan dicapai, baik dalam jangka pendek, menengah atau pun panjang.

4. Pengawasan Kegiatan Pemasaran

Dengan dibuatnya strategi pemasaran, maka organisasi bisnis akan mempunyai standar prestasi kerja untuk para anggotanya.

Oleh karena itu, pengawasan aktivitas para anggota organisasi bisnis akan menjadi lebih mudah diawasi. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga atau meningkatkan mutu dan kualitas kerja yang efektif dan efisien.

Hal Penting Sebelum Menerapkan Strategi Pemasaran

Milton Hashey, pemilik dan pendiri coklat Harshey berkata:

“Give them quality. That is the best kind of advertising.”

“Berikan konsumen suatu kualitas. Hal tersebut adalah teknik terbaik dalam beriklan.”

Tentunya quot tersebut mampu untuk mengingatkan kepada para pelaku bisnis untuk tetap fokus pada kualitas produk sebelum melakukan strategi pemasaran.

Karena pada akhirnya, metode pemasaran sehebat apapun yang digunakan tidak akan bisa untuk menutupi kualitas produk yang buruk.

Pada umumnya produk yang mempunyai kualitas terbaik, tidak membutuhkan metode iklan yang terlalu ribet untuk bisa berhasil di pasar.

Sebenarnya beberapa hal berikut ini mempunyai maksud untuk membantu para pelaku bisnis supaya mengenal lebih dalam tentang produk dan peta persaingan bisnis yang dilakukan.

Sehingga, para pelaku bisnis dapat menyesuaikan strategi pemasaran yang akan dilakukan supaya bisa efektif dan efisien dalam mencapai target yang sudah ditentukan.

Oke, berikut merupakan beberapa hal yang penting sebelum melakukan strategi pemasaran.

1. Kenali Target Konsumen

Sebuah organisasi bisnis harus mengetahui kepada siapa produknya dijual. Hal tersebut adalah sesuatu yang penting dalam bisnis.

Poin ini sangat lah menentukan bagaimana proses berjalannya pemasaran. Ada istilah yang menyebutkan bahwa konsumen adalah raja.

Oleh karena itu sangat lah penting organisasi bisnis memikirkan dan juga memahami bagaimana cara yang tepat untuk melayani raja.

2. Amati Strategi Pesaing

Apabila suatu organisasi bisnis merintis sebuah model bisnis yang memang belum ada atau masih baru, maka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisnis tersebut ditiru oleh orang lain.

Hal tersebutlah yang mengapa sebuah organisasi bisnis harus selalu memantau atau mengamati apa yang dilakukan oleh para pesaing-nya.

Karena pastinya, sebuah organisasi bisnis tidak mau diungguli dan kehilangan konsumen gara – gara apa yang dilakukan oleh pesaing lebih baik daripada yang dilakukan oleh organisasi bisnis tersebut.

3. Pilih Channel Pemasaran yang Tepat

Pemasaran produk baik jasa atau barang pada zaman sekarang ini tentunya dapat dilakukan di mana saja. Akan tetapi yang harus diketahui bahwa tidak seluruh chanel pemasaran dapat menghasilkan output yang besar.

Dengan kata lain tidak semua media pemasaran bisa efektif. Hal tersebutlah yang membuat organisasi bisnis harus memilih channel pemasaran yang banyak dipakai oleh konsumen potensial.

Sebuah organisasi bisnis harus memegang prinsip efektif dan efisien, mengapa harus melakukan pemasaran ke semua chanel pemasaran, jika beberapa saja sudah bisa memberikan hasil yang maksimal.

4. Petakan Customer Journey

Hal ini adalah point yang tidak pernah lepas dari dunia bisnis. Seluruh penjualan terjadi dan dimulai dari proses awareness (perkenalan), consideration (pertimbangan), sales (penjualan), review (penilaian), dan retention (pembelian kembali.

Masing – masing proses tersebut sangat berharga dalam upaya pemasaran produk. Oleh karena itu, setiap organisasi bisnis harus mengetahui apa saja yang harus dilakukan, agar calon konsumen tertarik untuk melanjutkan customer journey nya.

5. Buat Target Pemasaran yang Realistis

Ini adalah sesuatu yang penting, setiap organisasi bisnis harus membuat sebuah target pemasaran yang sesuai dengan prinsip SMART, yaitu spesifik (specific), terukur (measurable), ditindaklanjuti (actionable), relevan (relevant), dan dibatasi waktu (time bound).

Target yang sesuai dengan kenyataan atau realistis dan juga terukur akan membantu sebuah organisasi bisnis untuk dapat melakukan strategi pemasaran dengan lebih terarah.

 

Contoh Strategi Pemasaran

Berikut ini beberapa contoh dari strategi pemasaran.

1. Content Marketing

Dalam perkembangan zaman seperti sekarang ini yang serba berhubungan dengan internet dan teknologi. Sebuah organisasi bisnis dituntut untuk bisa menyediakan website dengan desain yang menarik calon konsumen.

Desain website ini menjadi salah faktor yang bisa menarik perhatian calon konsumen.

Akan tetapi, dibutuhkan hal lain untuk bisa mengajak calon konsumen agar mengenal organisasi bisnis terlebih dahulu dan tidak langsung meninggalkan website.

Oke disini-lah peran dari content marketing. Hal tersebut adalah salah satu yang menjadi alasan bahwa ahli dunia online mengatakan bahwa konten adalah raja.

Dalam hal content marketing, yang disebut sebagai konten meliputi tulisan, video, audio, dan gambar.

Selain hal tersebut, yang dilakukan dalam content marketing tidak hanya sebatas membuat isi untuk berbagai halaman website saja, namun juga email newsletter, post media sosial, dan blog.

Ketika sebuah organisasi bisnis mengaplikasikan content marketing yang tepat, maka organisasi bisnis tersebut mampu untuk memperkenalkan brand nya ke masyarakat.

Dalam hal tersebut perlu diingat bahwa calon konsumen harus didekati dengan cara yang halus.

Pendekatan tersebut dapat dilakukan dengan cara membahas berbagai permasalahan yang mereka miliki.

Misalnya seperti, bisnis yang bergerak dalam bidang konsultasi bisnis. Dengan begitu, konsumen organisasi bisnis adalah para pelaku bisnis.

Dengan melalui berbagai artikel yang ada di website, sebuah organisasi bisnis dapat mengulas berbagai cara dalam berbisnis, contohnya “langkah – langkah merekrut karyawan yang tepat”.

Jangan lupa juga untuk menghubungkan konten website dengan produk yang disediakan.

2. Social Media Marketing

Media sosial mempunyai peran yang tidak kalah hebat dengan website. Dengan melalui media sosial sebuah organisasi bisnis bisa memperkenalkan bisnis mereka kepada masyarakat dan juga bisa menarik perhatian mereka untuk menjadi pelanggan.

Media sosial sepintas memang terdengar mirip dengan content marketing. Namun pemasaran dengan melalui media sosial dan content marketing berbeda dalam segi implementasi dan fungsi.

Sebuah organisasi bisnis perlu untuk mempraktekkan metode Bullseye yang dicetuskan oleh Gabriel Weinberg. Metode tersebut berguna untuk menentukan situs media sosial yang cocok bagi suatu organisasi bisnis.

Pada intinya, cara tersebut mengajak untuk memilih 3 media sosial yang paling mempunyai potensi dan melaksanakan berbagai ide pemasaran di dalamnya.

Dengan begitu, organisasi bisnis bisa melihat platform mana yang mendapatkan respon terbanyak dari audiens.

Selain itu, media sosial tidak cocok untuk sebuah konten yang panjang. Tapi fasilitas yang ada dapat memungkinkan kedekatan pemilik usaha dengan konsumen.

Sehingga, social media marketing dapat diaplikasikan untuk melengkapi strategi content marketing.

3. Undian Berhadiah / Giveaway

Siapa coba yang tidak mau produk gratis? Terlebih lagi jika produk tersebut merupakan produk yang diinginkan dan dibutuhkan seseorang. Giveaway memang tidak memberikan pendapatan bagi organisasi bisnis.

Namun, hal tersebut seperti content marketing, strategi ini akan memperkenalkan produk sebuah organisasi bisnis kepada masyarakat luas dan mampu menciptakan kesan pertama yang baik.

Bagi sebuah organisasi bisnis yang ingin mengadakan giveaway, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Sebuah organisasi bisnis harus proaktif dalam pelaksanaan giveaway. Artinya tidak hanya cukup mengadakan giveaway saja tanpa melakukan promosi.
  2. Orang harus bisa tertarik dengan apa yang ditawarkan. Apabila tidak, maka tingkat keberhasilan dari giveaway tidak akan berdampak.
  3. Program giveaway adalah ajang dimana organisasi bisnis juga bisa menambah email list. Caranya adalah dengan menetapkan bahwa peserta harus mendaftar dengan menggunakan alamat email.

Sebenarnya masih banyak contoh strategi pemasaran yang bisa dilakukan. Tapi dalam artikel ini cukup diberikan 3 contoh saja.

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan tentang strategi pemasaran. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan dan bisa bermanfaat bagi kamu. Jika ada saran, kritik, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar