Tips Email Marketing

Pernahkah kamu mengirim eMail kepada calon pelanggan dan tidak mendapatkan respon? Apakah para calon pelanggan membuka eMail yang kamu kirimkan? Apabila jawabannya iya, maka kamu perlu mengetahui beberapa tips eMail marketing.

Kamu perlu mengetahui beberapa tipsnya agar kamu bisa memaksimalkan pemasaran dengan melalui media eMail.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang beberapa tips dan praktek terbaik yang efektif untuk memberdayakan strategi pemasaran email yang kamu lakukan.

Beberapa tips ini akan membantu kamu untuk meningkatkan penjualan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan membangun loyalitas.

Berikut ini merupakan beberapa tips eMail marketing yang efektif:

1. Maksimalkan Email Untuk Perangkat Mobile

Maksimalkan Email Untuk Perangkat Mobile

Tips eMail marketing pertama yang bisa kamu lakukan adalah maksimalkan eMail untuk perangkat mobile.

Pada saat ini penggunaan perangkat smartphone lebih banyak dibandingkan dengan perangkat lainnya.

Perlu kamu ketahui bahwa sebanyak lebih dari 50% orang yang menerima eMail, membuka eMail melalui perangkat mobile.

Hal tersebut dikarenakan banyak orang membanca eMail pada saat sedang bepergian atau pada saat mempunyai waktu luang.

Dan perangkat mobile ini merupakan media yang paling nyaman untuk membuka eMail dimana pun berada.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu untuk memaksimalkan tampilan eMail yang kamu kirimkan pada tampilan mobile.

Dalam hal ini kamu perlu memaksimalkan terlebih dahulu judul eMail kamu agar mobile friendly dan menarik.

Perlu kamu ketahui bahwa sebanyak 47% penerima eMail hanya akan membuka eMail yang mempunyai judul menarik.

Maka, apabila judul yang kamu buat terlalu panjang, dapat saja terpotong dan informasi yang diterima tidak lengkap.

Dan pada akhirnya akan membuat calon pelanggan tidak jadi membuka eMail yang kamu kirim.

Tips untuk mengatasi hal tersebut adalah kamu bisa menggunakan maksimal 10 kata saja.

Selain itu terdapat tips lain untuk memaksimalkan tampilan eMail di mobile, yaitu sebagai berikut:

  • Jangan menggunakan gambar dengan ukuran yang sangat besar.
  • Gunakanlah templat eMail yang responsif.
  • Gunakanlah tombol CTA (call to action) dengan ukurang yang tepat.
  • Pratinjau eMail yang sudah kamu buat pada tampilan mobile sebelum mengirimkannya.

2. Gunakanlah Strategi Double Opens

Pada saat kamu menggunakan strategi double opens, tentunya akan lebih banyak pelanggan yang akan membuka eMail kamu.

Artinya strategi double opens ini mampu memberikan peluang yang lebih baik untuk mendorong lebih banyak eMail dibuka.

Lalu, apa itu strategi double opens?

Strategi double opens adalah upaya mengirimkan kembali eMail yang sama kepada pelanggan yang tidak membuka eMail pertama, namun dengan subjek yang berbeda.

Mengapa melakukan strategi ini?

Karena apabila kamu menjalankan strategi double opens ini, kamu bisa meningkatkan open rate hingga 30%.

Dengan begitu, kamu bisa memperoleh perhatian audiens yang lebih baik tanpa harus mengubah keseluruhan strategi yang sudah kamu lakukan.

Terdapat beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mengirim ulang eMail, yaitu sebagai berikut:

  • Pastikan subjek lebih baik dari sebelumnya.
  • Maksimalkan teks preheader eMail kamu.
  • Perhatikan waktu pengiriman eMail.
  • Jangan langsung mengirim kembali, tunggu beberapa waktu. Idealnya, kamu menunggu selama 3-5 hari.

3. Maksimalkan Call to Action (CTA)

Tips eMail marketing yang ke 3 adalah maksimalkan call to action (CTA).

Salah satu tujuan melakukan eMail marketing adalah untuk mengarahkan pembaca ke landing page yang sudah disiapkan.

Tentu saja hal tersebut bisa kamu capai dengan mudah apabila kamu membuat call to action (CTA) yang tepat dan memakai kata – kata yang sesuai dengan konteks.

Alangkah lebih baiknya, apabila kamu tidak hanya menggunakan CTA seperti “dapatkan segera” atau “beli sekarang”.

Akan tetapi gunakanlah kata – kata yang sesuai dengan konteks penjelasan sebelumnya, seperti contoh berikut ini.

contoh call to action pada email

Pada saat membuat call to action kamu perlu bisa menjawab beberapa pertanyaan berikut:

  • Apa sudah deskriptif?
  • Apakah mampu mengajak orang untuk bertindak?
  • Apakah sulit untuk dilewatkan?

Dalam contoh diatas, Blue Nile mampu menciptakan rasa urgensi yang kuat sehingga bisa mendorong audiens untuk bertindak.

4. Hindari Email Kamu Masuk Secara Otomatis dalam Folder Spam

Cloud Hosting Indonesia

Apabila setiap eMail yang kamu kirimkan kepada audiens masuk dalam folder spam secara otomatis, maka sudah bisa dipastikan bahwa setiap eMail yang kamu kirimkan tidak pernah dibuka.

Untuk memastikan supaya eMail yang kamu kirim tidak masuk dalam folder spam, maka terdapat beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, yaitu:

  • Kamu harus memastikan bahwa daftar alamat eMail yang kamu peroleh organik (diperoleh dengan persetujuan dari pemilik eMail atau tidak membeli daftar alamat eMail).
  • Kamu juga harus memastikan cara untuk mendapatkan daftar alamat eMail tersebut benar, misalnya seperti memberikan form subscribe pada website kamu.
  • Kirimlah eMail dengan menggunakan IP address yang belum pernah digunakan untuk melakukan spam.
  • Kirimlah eMail dengan memakai domain yang sudah diverifikasi.
  • Hindarilah mengirim eMail dalam jangka waktu yang terlalu sering.
  • Hindari penggunaan tanda seru yang terlalu banyak.
  • Hindari frasa yang berlebihan.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang cara menghindari eMail masuk dalam folder spam silahkan baca artikel dari MailChimp.

5. Personalisasikan Email yang Kamu Kirim

Memaksimalkan eMail kamu dengan cara melakukan personalisasi tentu saja merupakan tips eMail marketing yang tidak boleh kamu abaikan.

Sama seperti menggunakan nama kamu sebagai orang yang mengirimkan eMail, sapalah audiens dengan menggunakan namanya.

Personalisasi tersebut tidak hanya dapat membangun hubungan dengan para audiens saja, namun juga bisa memperlihatkan profesionalisme dari bisnis kamu.

Akan tetapi, personalisasi eMail marketing ini tidak hanya sebatas menyebutkan nama saja.

Promosi yang kamu tawarkan juga harus sesuai dengan audiens, misalnya pelanggan lama mendapatkan eMail promosi sebesar 30% dan pelanggan baru mendapatkan eMail promosi sebesar 20%.

Hal tersebut tentu saja bisa dilakukan dengan cara melakukan segmentasi calon konsumen atau segmentasi daftar alamat eMail.

Apa si sebenarnya kegunaan melakukan personalisasi ini?

Manfaat utama melakukan personalisasi adalah meningkatkan open rate eMail marketing kamu.

Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Statista, eMail dengan personalisasi mempunyai open rate yang lebih tinggi 5% dibandingkan dengan yang tidak menggunakan personalisasi.

Dan manfaat lainnya adalah mampu meningkatkan conversion rate (tingkat pembelian) hingga 6 kali lipat.

6. Gunakan Waktu yang Tepat untuk Mengirim Email

Salah satu kunci kesuksesan dari pemasaran melalui eMail adalah waktu yang tepat.

Dengan kata lain, kamu tidak dapat begitu saja mengirimkan eMail sesuai dengan kehendak kamu.

Lalu, kapan waktu terbaik untuk mengirim eMail?

Pada dasarnya tidak ada jawaban pasti untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, karena waktu terbaik mengirim eMail itu tergantung dari target pasar yang kamu incar.

Namun, pada umumnya berdasarkan apa yang disampaikan oleh Coschedule, hari terbaik untuk mengirimkan eMail promosi adalah Selasa.

Apabila kamu harus melakukan 2 kali dalam seminggu, Kamis adalah pilihan hari selanjutnya.

Kemudian, supaya eMail kamu mempunyai open rate yang tinggi, alangkah lebih baiknya melakukan pengiriman eMail pada pukul 10.00.

Waktu tersebut merupakan saat dimana banyak orang yang sedang aktif melakukan kegiatan, terutama di kantor.

7. Melakukan Pemetaan Seluruh Urutan Email

Tips eMail marketing yang terakhir adalah melakukan pemetaan seluruh urutan eMail yang akan kamu kirim kepada audiens.

Namun pertama – tama, kamu perlu mengetahui tujuan kamu melakukan pemasaran menggunakan eMail, jangka waktu untuk mencapai tujuan tersebut, dan berapa banyak eMail yang akan dikirimkan.

Pada dasarnya tidak ada urutan baku dalam melakukan pemetaan seluruh urutan eMail kamu.

Alangkah lebih baiknya, urutan pengiriman eMail tersebut cukup lama untuk dapat membantu kamu mencapai tujuan kamu, tidak lebih dan tidak kurang.

Dengan demikian, panjang urutannya harus ditentukan berdasarkan tujuan, segmen, preferensi audiens, dan lainnya.

Kemudian, kamu perlu mengetahui frekuensi pengiriman eMail yang akan kamu lakukan.

Tidak masalah untuk mengirimkan eMail setiap 2 hari sekali untuk eMail edukasi, dan 3 – 4 eMail dalam 1 hari pada saat kamu sedang menjalankan penjualan besar yang akan segera berakhir.

Hal tersebut sepenuhnya tergantung pada tujuan yang akan kamu capai.

Contoh Pemetaan Urutan Email

Berikut ini merupakan contoh pemetaan urutan eMail:

eMail 1Perkenalan dan mengucapkan “terimakasih” karena sudah berlangganan.
eMail 2Jelaskan mengapa sebuah topik atau masalah tertentu penting. Hal ini akan membantu membangun permintaan untuk produk kamu.
eMail 3Jelaskan apa yang harus kamu lakukan untuk menyelesaikan masalah spesifik atau mencapai tujuan tertentu.

Hal bertujuan untuk membangun kredibilitas dan tujuan kamu adalah membantu orang terlebih dahulu.

eMail 4Jelaskan bagaimana cara menyelesaikan sebuah masalah secara lebih rinci.

Hubungkanlah ke penjualan dan beritahu bahwa kamu meluncurkan produk atau program baru dalam beberapa hari.

eMail 5Beritahukan daftar dan/atau kelebihan produk/program yang kamu luncurkan.
eMail 6Ingatkan pelanggan kamu tentang produk/program yang kamu tawarkan.

Bagikan informasi tentang berapa banyak orang yang sudah menggunakannya, testimoni, atau berapa produk yang masih tersisa.

eMail 7Penutup. Jelaskan bahwa produk sudah habis. Bagikan informasi kepada mereka tentang berapa banyak orang yang sudah menggunakan produk mereka dan ucapkan “terimakasih” atas dukungannya.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang tips eMail marketing. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Apabila ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Tinggalkan komentar